
[Kota Antropolist Pusat Base Militer Hunter]
seluruh kapal tempur di tugaskan untuk berperang!.
{ “Perhatian Pada seluruh Unit AirforceArmy Segera berangkat menuju Kota Antropolist, Saya Ulangi pada seluruh Unit AirforceArmy Segera berangkat menuju kota Antropolist!” seru dari alarm di pusat militer hunter itu. }
“Bantuan Udara akan datang selama 2 jam, Dan sekarang kau RISKA!! Jelaskan apa yang kau lakuan?!!” Jendral ben berjalan kearah sang kapten wanita yang belakangan ini aku baru tau bahwa namanya adalah Riska. Ben terlihat begitu marah, auranya menyebar kesekeliling membuat beberapa pasukan yang berada disekeliling kapten riska gemetar.
“Mohon maaf Jendral! Aku hanya melakukan perintah!” kapten riska menjawab, wajahnya jelas terlihat ekspresi malu dan takut disaat yang bersamaan. Memang pada dasarnya kapten riska hanya menerima perintah atasan.
“Yotta! Dinda! Dimas! Fani! Celion! Kalian ikut denganku! Sekarang kalian bagian dari batalyonku! (batalyon jendral ben hanya berkisar 10ribu orang yang ada di base pelatihan ini).!” Jendral ben berteriak sambil melihat kearah batylon prajurit baru, matanya memandang bibit-bibit unggul dari para anggota baru.
Suara seperti air yang menyiram tubuhku disaat udara begitu terasa panas membakar kulitku, ternyata Jendral tidak membiarkan aku mati sia-sia sebagai perisai bagi batalyon lain.
“Jendral! Ini peritah atasan!” kapten riska berusaha menahan Jendral ben mengambil para anggota baru.
“Aku yang Akan bertanggung jawab, Lagi pula Yotta berada dalam pengawasanku! Itu juga merupakan perintah atasan” Jendral menjawab namun matanya tidak memandang riska, seolah tidak perduli. Jendral memang termasuk Survivor Tingkat B+ karena hanya sedikit lagi kemampuan fisiknya akan mendapatkan terobosan dan menjadi Survivor Level A, sehingga para Kapten sangat segan dan takut padanya.
”Jendral berjalan kearah barisan batalyon uang dipimpinya, anggotanya terdiri dari 10.000 orang yang semuanya Survivor level C+, dan yang paling lemah survivor level C sedangkan ketiga wakil Jendral adalah Survivor level B.
“Pasukan!... Bersiap!.. Kita akan menahan para Creaturs sampai bantuan Udara Tiba di sinih...!.”
Yotta, Dimas, Fani, Celion dan Dinda Berjalan dibelakangku berjalan ke arah batalyon Khusus Regu AU(anggkatan udara) yang dipimpin oleh Jendral Ben sendiri. Terlihat mereka kebingungan dengan apa yang dilakukan Jendral Ben.
__ADS_1
“Kami berbaris di bagian paling belakang barisan, sedangkan Jendral Ben berdiri di bagian paling Depan dari Batalyon. Dinda memandang kearahku sambil bertanya:
“Apa yang terjadi? Pasti kamu mengetahui sesuatu kan?!” Wajahnya jelas menunjukan keraguan dan kecurigaan. Aku hanya diam dan mengangkat jari telunjukku kearah bibirku mengisyaratkan dia untuk diam, keadaan seluruh barisan sangat tegang karena seluruh prajurit tidak mengetahui kapan serangan akan dimulai. Tiba-Tiba :
“Goarrrr!!!” Raungan keras seekor Creaturs besar dengan tinggi 5 meter dan kedua lengan besarnya di lengkapi cakar sepanjang 30 cm. Bersamaan dengan bayanggannya menutupi barisan depan batalyon baru.
“Itu Creaturs Tipe raja! Dengan code name : RENGAR!!” Jendral Ben berteriak sambil menghunuskan pedangnya, sontak seluruh batalyon di belakangnya juga bersiap. Aku sempat membaca beberapa nama Creaturs Tipe Raja yang berhasil di identifikasi, saat Jendral berteriak “Rengar” hatiku terguncang! Rengar adalah salah satu jenis Creaturs yang ber Evolusi dan menjadi pemimpin kawanannya. Kekuatan fisiknya adalah level B+ di tambah dengan Besarnya mahluk itu mencapai 15 sampai 20 meter serta kemampuan pergerakannya sangat cepat, membuatnya lebih kuat dari Survivor level A. Jelas terlihat wajah Jendral Ben menjadi sangat serius, hanya dia yang benar-benar mengetahui kemampuan Creaturs Besar yang ada dihadapannya itu. Meskipun Survivor memiliki kekuatan super namun mereka juga tetaplah manusia.
Di tambah lagi Rahang besar penuh gigi runcing dan tajam, Cakar, dan Sisik tebal yang melindunginya membuat Rengar menjadi Creaturs pembunuh yang sangat berbahaya.
Namun kehadiran Rengar hanyalah Awal dari kengerian yang sebenarnya, tidak lama berselang beberapa menit terdengar dentuman keras dari dinding Shield yang melindungi pangkalan.
“Boom!! Boom!! Boom!!” Bunyi dentuman keras itu tidak berhenti, hingga Shield yang begitu tebal sekitar 7/8 meter, itu di penuhi bekas tanduk besar menyerupai tanduk badak dan cakaran beruang.
“Aku harus Bertarung! Atau Paman, Clara dan teman-teman akan berada dalam bahaya!” Aku membulatkan tekadku, Seluruh pasukan berlari ke arah pagar penutup pintu masuk dan sebagian mulai menggunakan Rocket launcer ke arah Rengar yang sedang bertarung dengan Jendral Ben.
“Duarrrr!!, Jedum!!!... Duarrr!!... Ledakan senjata Rocket mengenai Rengar namun tidak mempan karena Sisik yang melindunginya terlalu tebal dan keras.
“Bhugggkk...!!” Jendral Ben terlempar beberapa meter kebelakang, kedua pedang ditangannya saling bersilang berusaha menahan hantaman Cakar besar mahluk itu.
“Jendral!” teriak ketiga wakilnya melihat sang Jendral berguling diatas tanah menerima serangan mahluk besar itu. Ketiga Wakilnya itu dengan sigap berlari ke arah Rengar sambil mengayunkan senjata mereka, Ricco menggunakan Tombak Besar dan mengayunkannya dengan kedua tangannya ke arah leher Creaturs besar itu, sedangkan Jax menggunakan pelontar Rocket besar pada tangan kirinya dan pedang di tangan kanannya. Dion bergegas ke arah sang Jendral berusaha membantunya.
“Gruaaaa!!!” Mahluk besar itu tentunya tidak bodoh, melihat serangan dari dua arah yang berbeda mahluk besar itu langsung melompat beberapa belas meter kebelakang, sehingga serangan Ricco dan Dion hanya memukul angin.
__ADS_1
“Yotta!! Gunakan serangan Gelombang EMP’mu padanya!!!” Jendral Ben berlari kearah Rengar sambil beteriak, seluruh aura Pembunuhnya menyebar ke sekeliling tubuhnya.
Mendengar teriakannya bergegas aku berlari dan memfokuskan pikiranku dan memasukan kedua Pedangku ke dalam sarungnya. Aku harus memfokuskan pikiranku hanya pada serangan Gelombang EMP yang akan kulakukan, Meski aku tidak yakin hal itu akan berguna atau tidak.
Dengan Cepat aku sampai dihadapan mahluk besar yang sedang Mengaum dan menghempaskan cakarnya ke arah prajurit yang mendekat. Kepalaku mendangah ke atas memandangnya. Kulancarkan seranganku, Pusaran Gelombang EMP dengan cepat merambat kekepala Rengar dan membuatnya seperti kehilangan kemampuannya bergerak dan seketika terjatuh ke tanah.
“Jedum!” Debu dan tanah berterbangan kerena tubuh besar Rengar jatuh menghantam tanah.
“SEKARANG!!!” Jendral ben berteriak sambil berlari kearah Rengar diikuti ketiga Wakilnya kearah Creaturs besar yang tergeletak dihadapannya, masing-masing dari mereka mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuannya untuk membunuh mahluk tersebut.
Di sisi lain....
“Crakkk...Crakkk..” Terlihat dinding Shield mulai menunjukan ke’retakan di berbagai sudut karena hantaman Ratusan Ribu Creaturs yang berusaha memaksa masuk.
Beberapa saat sebelum pedang, tombak dan puluhan peluru rocket mengenai tubuhnya ,
Creaturs besar itu tiba-tiba tersadar!...
“Sial!” Pikirku..
Tobe Continue:
__ADS_1