Reincarnation Full Of Suffering

Reincarnation Full Of Suffering
Chap 10- sesuatu yang sangat berharga


__ADS_3

Saat aku melihat keluar, semua tenda di sini di kelilingi oleh aura biru!


Dalam hati Cristian,


Aku sungguh benci dunia ini!


Tiba-tiba kakek yang melawan aku waktu itu, ada di hadapan ku! Aku yang kaget langsung mundur, sambil berkata,


"Sial kau! Apa yang kau mau?! Mengapa kau mengejarku sampai ke tempat ini?!" Cristian dengan wajah kesalnya.


Kakek itu dengan wajah bingungnya, langsung bertanya kepadaku!


"Apa maksudmu?! Aku mengejarmu kesini? Tolong jangan membuatku tertawa! Ini adalah markasku! Jadi wajar kalau aku di sini. Ngomong-ngomong apa kau sudah agak sehat nak? " Kakek yang kebingungan,


Aku yang sangat kebingungan dengan jawaban dan pertanyaan kakek ini, langsung kembali bertanya,


"Apa maksudmu ini markas mu? Jika ini benar markasmu, berarti perkiraanku tidak salah, aku berada di dunia para iblis!" Cristian dengan wajah seriusnya


Dalam pikiranku,


Yah di ingatan ku, iblis adalah makhluk yang sangat berbahaya! Dia bisa berwujud hewan, tumbuhan, bahkan manusia. Katanya mereka bisa membuat peradaban manusia menjadi lebih maju, dan cepat berkembang! Akan tetapi jika manusia beraliansi dengan iblis maka akan ada perang sesama manusia! Karena perasaan iri, dengki, dan rakus atas kekuasaan, karena itu adalah sifat dasar yang di miliki para iblis. Sudah lama aku berpikir bahwa kenapa aku hanya memiliki ingatan seperti ini saja! Kenapa tidak yang lain, apakah hidupku dulu untuk membasmi para iblis?! Kalau begitu, apakah aku memiliki kekuatan, yang bisa mengalahkan iblis di depanku ini.


Sesaat aku berpikir seperti itu, ada suara pecah dari jauh sini dengan nada yang panjang, walau kecil itu dapat di dengar di seluruh daerah ini, dan penjaga yang menghalangiku di depan pintu, berusaha mengurungku di dalam tenda.


Aku langsung berbicara,


"Sial! Apa yang kalian lakukan! Aku ingin tahu suara apa itu?!" Cristian dengan wajah kesalnya,


Prajurit itu membalas perkataanku,


"Kau tidak bisa keluar! Karena kondisimu belum stabil, jika kau keluar dari sini, kau hanya akan mengacaukannya saja!"


Kakek itu langsung membalas perkataan prajurit itu,


"Biarkan dia melihatnya!"


"Tetapi!" Prajurit.


"Biarkan! Aku yang akan bertanggung jawab! " Kakek dengan wajah seriusnya,


"Baiklah!" Prajurit sambil hormat


Prajurit itu langsung memberi hormat lalu pergi dari tendaku, dan kakek itu segera menuntun ku.


Lalu kakek itu berkata,


"nak, ikuti aku! "


Aku langsung membalasnya dengan tegas,


"Kau ingin membawaku kemana?!" Cristian dengan wajah seriusnya,


Kakek itu langsung membalas dengan aura yang suram,


"Aku ingin membawamu ke tempat suara itu!"


Aku langsung membalas,


"Baiklah! Aku akan di belakangmu untuk berjaga-jaga!"


Dalam pikiranku yang penuh hawa negative ini,


Sebenarnya aku masih takut dengan kakek ini! Apalagi warna yang mengelilinginya tadi ungu agak kehitam-hitaman. Tunggu dulu! Aku bisa melihat warna di sekujur tubuhnya! Apakah ini hanya kebetulan? Atau mungkin kekuatanku mulai menampakan diri?! Apakah warna itu dapat di lihat oleh orang lain? Apa mungkin aura yang mengelilinginya tadi, hanya aku saja yang dapat melihat nya?! Jika benar begitu, kemungkinan kekuatan istimewaku bisa di bangkitkan!

__ADS_1


Sambil berpikir seperti itu, aku terus mengikuti kakek ini, ke tempat suara pecah dengan nada panjang yang tadi. Sesampainya di sana, kami melihat hanya ada beberapa prajurit ber zirah hitam dengan percikan darah di tangan besi mereka, yang membuatku ingin muntah.


Dengan mengiringi kereta besar yang di tarik 4 kuda mereka memasuki wilayah tenda ini, lalu aku bertanya ke kakek yang menuntun ku kesini.


"Hey kek, apakah benar suara pecah tadi itu berasal dari sini!"


Kakek itu membalas,


"Yah, suara itu di sini! Pasti kau bertanya-tanya kenapa di sini sepi? Tidak ada yang menyambut mereka sama sekali!"


Aku langsung membalas,


"Yah aku ingin bertanya seperti itu! Tetapi pertanyaan yang paling penting adalah, kenapa tangan mereka berlumuran darah! Dan juga zirah itu, seperti mereka habis perang saja!"


Kakek itu langsung membalasku,


"Kau benar! Mereka habis berperang, berperang untuk menyelamatkan dunia yang munafik ini!"


Aku yang masih takut karena aura kakek ini yang semakin membesar, langsung membalas,


"Berperang! Maksudmu mereka baru pulang dari perang! Mengapa prajurit yang kemari hanya sedikit?" Cristian dengan wajah bingungnya.


Kakek itu langsung membalas dengan tersenyum,


"Kemungkinan yang tersisa masih ada di sana!"


Aku langsung membalas dengan tatapan tajam,


"Itu berarti, Mereka berempat yang kemari hanya membawa harta rampasan dari perang!" Cristian dengan wajah seriusnya,


"Haha, jika ini adalah perang sesama Ras kau bisa menyimpulkannya seperti itu! Tetapi lawan mereka bukanlah manusia, lawan mereka adalah para Iblis!" Kakek dengan aura yang suram.


"para Iblis! Apa maksudmu mereka ber empat yang kemari, habis berperang dengan para Iblis?!" Cristian dengan wajah seriusnya,


"Lalu, kereta besar yang mereka bawa itu! Apa yang ada di dalamnya itu?!" Cristian dengan wajah cemasnya,


"Di dalam kereta itu ada sebuah harta! Harta yang sangat berharga, yang ku rawat dan aku jaga setiap hari! Agar mereka bisa berkilau di hadapan musuhnya, dan harta yang bisa membuat perdamaian untuk dunia ini! Dari perang sesama ras, sampai melindungi dunia yang penuh drama ini! Aku yakin mereka baik baik saja di dalam kereta itu! Tetapi... Tetapi mengapa perasaanku ini merasakan hal lain, bahwa di kereta itu tidak ada tanda kehidupan sama sekali yah! " Kakek itu sambil tersenyum terpaksa.


dalam hati ku sambil bingung,


Apa maksudnya harta yang di rawat, dan juga tanda kehidupan? Mungkinkah itu .... !


dan kakek itu berbicara lagi,


"oh iya! Ini pasti... Ini pasti karena aku yang sudah tua! Yang selalu berpikir negative kepada murid-muridku! Makanya perasaanku selalu seperti ini! Ketika mereka datang. Yah pasti itu! Pasti karena itu, aku akan mengeceknya! Tetapi mengapa hatiku ini sangat gelisah, apakah ini juga faktor umur?"


Kakek itu langsung terjatuh duduk, dan tersenyum, lalu meneteskan air mata! Sambil bertanya kepadaku,


"Sebenarnya aku sangat lelah melihat seperti ini terus, setiap harinya. Hey nak! Apakah kau bisa merasakan seseorang di dalam sana?"


aku langsung berusaha menenangkan kakek itu,


"Kakek tenanglah! Mengapa kau menangis? Jika kau tidak bisa memeriksa kereta itu! Aku yang akan menggantikanmu!" Cristian dengan nada tegasnya,


kakek itu langsung menjawab,


"Kau tidak perlu melakukan itu! Ini bukan berarti aku menangis, aku hanya kelilipan saat mengantarmu ke sini! Jadi tidak perlu repot repot .... !" Kakek ini yang masih duduk,


Aku langsung memotong perkataannya,


"Tidak! Aku hanya ingin tahu apa yang ada di dalam kereta itu! Kenapa kau menyebutnya harta paling berharga, aku juga ingin tahu apa itu harta yang paling berharga!" Cristian sambil berjalan melewati kakek itu


Lalu kakek itu bicara dengan suara yang kecil,

__ADS_1


"Kuharap kau tidak menyesal! Setelah apa yang kau lihat nanti!"


dalam hati Cristian,


Walau ini jebakan, Setidaknya aku tahu! Kakek itu memang benar-benar menyesal, karena aura hitam pekatnya itu, membuatku yakin!


Aku terus berjalan menuju kereta besar itu, melewati 4 prajurit yang menggiring kereta itu, dan langsung bertemu dengan tirai yang besar menutupi kereta kuda ini.


tanpa basa basi aku langsung membuka tirai besar ini! Namun yang ku lihat adalah sesuatu yang seharusnya tidak ku lihat! dan aku pun langsung berusaha keluar dari kereta dan memuntahkan semua makanan yang tersisa di perut ku, karena saking jijiknya! Karena isi dalam kereta itu adalah tumpukan dan potongan mayat, yang masih melekat dengan zirahnya.


Aku langsung bertanya sambil berteriak ke kakek sialan ini,


"Jika benar mereka adalah harta berhargamu! MENGAPA KAU MEMBIARKAN MEREKA MASUK KE PERTEMPURAN INI!! ORANG TUA BAJ*NGAN!! Kau.... Kau... Apakah ocehanmu tadi hanyalah sebuah alasan agar kau tidak perlu melihat mereka yang sudah hancur begini hah! KAU MEMANG TIDAK PANTAS MENJADI ORANG TUA!! kakek sialaaan!!"


Tetapi semua yang kulihat di sekitarku terasa lambat, sangat lambat bahkan seperti patung hanya kakek itu saja sepertinya masih bergerak, lalu kakek itu langsung membalas perkataan ku,


"Hey nak! Kau benar aku memang tidak pantas menjadi orang tua sama sekali! Karena dari ratusan tahun aku hidup, aku hanya bisa melihat mayat-mayat orang yang ku sayangi, dan ku pikir lebih baik mati dari pada melihat orang yang ku sayangi terus terjatuh! Terus berkorban! Dan TERUS MELINDUNGI DUNIA YANG PENUH DRAMA INI!!"


sambil meneteskan air mata dan berteriak kakek itu membalas perkataanku


"apakah kau tahu?! AKU TIDAK INGIN SEMUA INI TERJADI!! aku sangat menyesal mempunyai kutukan seperti ini!"


Sambil memegang dadanya dan meneteskan air mata dengan rasa penyesalannya, kakek itu melanjutkan pembicaraannya,


"Tetapi aku ingin... Aku sangat ingin mengabulkan kata-kata terakhirnya! Untuk menyelamatkan jiwa orang yang di sayangi seniorku itu! Yang di tahan oleh raja iblis biadab itu. Aku pun berakhir mengutuk diri sendiri! Agar aku bisa hidup abadi sampai saat ini!"


Lalu kakek itu melanjutkan perkataannya,


"Pada intinya! Walau aku harus mengorbankan banyak orang yang ku sayangi! Aku akan terus maju dan maju sampai di mana aku melepas jiwa orang yang di sayangi seniorku itu!"


Dengan wajah yang suram dan aura yang menyeramkan kakek itu menghentikan pembicaraanya. aku langsung membalas dengan wajah datar,


"Sialan kau! Demi 1 orang yang tidak kau kenal, yang hanya memiliki ikatan senior, kau sangat tega mengorbankan murid-muridmu ini! Ku harap sebelum mati kau akan merasakan siksaan orang yang telah kau korbankan... " Cristian dengan muka murungnya.


Seketika sekelilingku kembali normal, langit yang tadinya cerah seketika gelap, mungkin ini kekuatan kakek tadi membuat ruang dan waktu berhenti di sekitarnya, jadi wajar jika tiba-tiba gelap seperti ini.


Tetapi aku merasakan aura yang sangat besar dari jauh di belakang ku ini berhembus dengan sangat kencang.


Kakek itu pun langsung bicara,


"Hmmm, kesedihan paladin yah! wajar tiba-tiba mendung seperti ini. Kau juga merasakannya kan nak? Sebaiknya kau kembali ke tenda! karena sebentar lagi akan hujan deras."


Aku langsung membalas perkataannya,


"Tunggu dulu! Apakah ini aura manusia?! Kenapa sangat mengerikan! Dan juga kau dengan mudah melepas kepedihanmu itu! Apakah perkataanmu tadi benar-benar tulus kau katakan?!" Cristian dengan wajah kesalnya,


Tetapi kakek itu hanya diam dan terus memandangi langit yang gelap ini.


Aku pun melihat ke arah gerbang keluar ini! Dan aku melihat sesuatu yang mengerikan, hawa merah darah yang sedang menuju kemari.


Aku langsung bertanya ke kakek itu,


"Hey kek, kenapa kalian tidak menyiapkan pasukan untuk mengatasi ini!"


Kakek itu langsung membalas


"Hal seperti ini sudah biasa terjadi nak! Jadi lebih baik kau segera bergegas ke tendamu!" Kakek itu yang masih memandangi langit


Dalam hati Cristian,


Orang-orang di tenda ini sangatlah gila, membiarkan hal seperti itu menuju ke sini!


Hawa merah darah, Seperti di penuhi rasa dendam! Apakah kisah ke pahlawananku akan berakhir di sini ?....

__ADS_1


__ADS_2