
Sekarang aku bangun sangat pagi sekali hari ini, karena si galang yang bi*adab ini! Aku di siram oleh air dingin. aku tidak tahu air dingin itu di dapat dari mana, tetapi dalam hatiku bergejolak, ingin segera membunuh lelaki yang ada di hadapanku ini, sebelum sampai di ruang makan.
"Hey cristian, apakah kau tahu? Jika sekarang kau keruang makan, di sana banyak sekali anak-anakku yang manis loh!" Galang yang di depanku.
"Lalu memangnya kenapa?" Cristian yang kebingungan.
"tentu saja !..." Galang.
lalu galang melihatku dengan mata merahnya yang terang, aku pun langsung sadar,
"Sial kau galang! Aku tidak akan mudah di terkam oleh anak-anakmu lagi!" Dalam hati Cristian dengan wajah kesalnya.
Sembari jalan, aku memikirkan caranya agar bisa melindungi diri sendiri, dan sampai ketujuanku ini.
"Sepertinya masih sepi, sekarang aku tidak perlu khawatir lagi " dalam hati Cristian yang merasa lega.
Aku langsung buru-buru masuk ke ruang makan bersama ini, dan di dalam hanya ada 3 orang yang sedang memasak makanan,
"Galang, kenapa makanannya belum siap?" cristian yang bingung.
"Coba saja kau tanyakan pada rumput yang bergoyang" galang sambil tersenyum,
"Si*lan kau galang!" Cristian dengan nada kesalnya.
"Sudah-sudah, lebih baik kita membantu mereka yang menyiapkan makanan!" Galang sambil tersenyum santai,
" Tadi pagi kau menyiramku dengan air dingin, dan sekarang kau menyuruhku untuk membantu mereka?! Apakah kau type orang-orang yang tak berotak galang?!" Cristian bertanya dengan wajah kesalnya.
Lalu gadis yang lebih kecil dari mereka berdua yang sedang memasak, langsung memanggil si galang.
"Itu ayah! Ayah segeralah kemari! Bantu kami memasak agar lebih cepat!" Lisa,
"baik aku akan kesana" galang sambil tersenyum.
"Ayo kita kesana cristian" galang sambil tersenyum.
"Tidak!" Cristian dengan wajah kesalnya,
lalu 2 orang yang sibuk itu melihat pada kami berdua.
"Segera bantu kami, jika kalian ingin makan!" Luna sambil memegang pisau.
"ba-baik lah" Cristian yang takut.
Aku sedikit kesal dengan sikap galang yang terlalu santai ini, padahal kemarin dia memarahi anaknya sendiri habis-habisan, walau dia telah meminta maaf ke anaknya sih, tetapi hal itu juga yang membuat kecanggungan di antara kami menghilang.
Bagianku adalah memotong-motong, sedangkan galang memasak beras, michiru dan lisa bagian memasak, Luna sepertinya pengawas disini.
"Apa yang kau lakukan manusia! Cara memotongmu salah bodoh, lihat aku!" Luna dengan suara tegasnya.
Dia lamgsung memotong sayuran dengan cepat, sampai aku tidak bisa melihatnya.
"Jika kau memotong sayuran ini terlalu besar maka bumbu yang sudah di masukan saat masak itu tidak bisa meresap dengan baik, sebaliknya jika kau memotong terlalu tipis-tipis maka sayurannya akan pecah setelah di rebus, jadi kau harus memotongnya sedang saja! Apakah sekarang kau mengerti?!" Luna dengan suara tegasnya.
"Sepertinya.." Cristian sambil menggaruk pipinya.
"Hah! Apa maksudmu sepertinya?!" Luna dengan nada kesalnya.
"A-aku mengerti nyonya!" Cristian yang takut.
"Baiklah, jika kau mengerti! Tetapi jangan panggil aku nyonya, dasar manusia!" Luna sambil memukul kepalaku menggunakan sendok kayu,
"trekk"
"A-aww, Ba-baiklah!" cristian yang memegang kepalanya, karena kesakitan.
Aku langsung memberi sayuran yang tadi di potong luna ke michiru.
"Michiru, ini sayurannya! Untuk di buat sup!" Cristian.
"Ba-baiklah tuan pahlawan!" Michiru yang gugup,
"Sepertinya dia sakit, karena menemaniku begadang pas semalam" Dalam hati Cristian.
"Ada apa michiru? Apakah kau sakit?" Cristian sambil melihat Michiru.
"Ti-tidak ada apa-apa, tuan pahlawan! Aku sudah terbiasa begini saat memasak" Michiru yang mukanya memerah.
"Benar saja! " Dalam hati cristian yang merasa bersalah.
"Jika kau ingin beristirahat, bilang saja padaku! Nanti aku akan menggantikanmu masak!" Cristian sambil tersenyum.
"Ba-baiklah, aku akan bilang kepadamu nanti tuan pahlawan!" Michiru yang wajahnya semakin memerah.
__ADS_1
"Kurasa jangan terlalu formal, panggil saja aku Cristian" Crishtian sambil tersenyum,
"Ba-baiklah, cristian!" michiru wajahnya yang semakin memerah.
"Michiru! Bumbunya !" Cristian yang cemas.
" 'ahhh" Michiru yang kaget.
Garam yang di plastik tinggal setengah lagi, akibat Michiru yang kurang fokus,
"Apa yang kau lakukan kepada kakakku manusia?!" Suara Luna yang marah di belakangku.
"A-aku tidak melakukan apapun kepada michiru!" Cristian yang ketakutan.
"Pagi-pagi sudah menggoda kakakku, dan membuatnya tidak fokus memasak! Prinsip kami adalah tidak ada yang boleh membuang makanan 1 potong pun, jadi makanan mu hari ini adalah sup yang sekarang di buat oleh kakakku ini !" luna dengan suara dinginnya di belakangku,
"Ba-baiklah!" Cristian yang ketakutan, sambil memegang kepalaku.
luna langsung pergi dan membawa sup gagal yang akan di makan olehku ini,
"*Sial! B*ukannya aku membantu kalian mendapatkan sesuatu yang berharga, malah mendapatkan sesuatu yang gagal!" Dalam hati cristian yang menangis,
"Maafkan aku, cristian! aku tidak tahu jika akan berakhir seperti ini, maafkan aku !." michiru yang menyesal,
"Sudahlah-sudahlah, hanya 1 hari saja! Yang penting kau masih bisa membuatnya lagikan? Jadi tolong fokus! Karena aku akan melakukannya dengan cepat" Cristian sambil tersenyum,
"Ba-baiklah" Michiru yang tersipu malu.
Keahlianku di sini di pertaruhkan, aku dengan cepat menyatu dengan pisau yang kupakai ini, sayuran di sini dengan cepat ku potong sesuai ukuran yang di rekomendasikan oleh Luna, sang pengawas dapur ini, tetapi sejak daging-daging ini menyerang, dan luna hanya memberi contoh 1 potongan saja padaku, saat itu juga kemampuanku langsung menurun 70%, dan aku merasakannya betapa sulitnya saat memotong daging ini, ternyata memang harus benar-benar memiliki keahlian khusus.
"Lama sekali kau kakak! Aku ingin masak dagingnya segera, sebelum Adik-adikku kesini!" Lisa.
"Huss, jangan berisik! Aku pun sedang konsen ini!" Cristian yang terlihat serius.
"Baiklah, segera bereskan semua daging itu! Karena waktu kita menuju makan pagi tinggal setengah jam lagi" lisa.
"setengah jam? Apakah itu masih lama?" Cristian yang masih sibuk memotong daging.
"Lihatlah! Jam itu mengarah ke angka 7, jadi kita harus selesai ke setengah 8, jadi itu sebentar lagi!" Lisa.
"Berarti ini sebentar lagi, saatnya ke mode serius!" Cristian dengan wajah serius.
Tiba - tiba saja galang kemari.
"Kau terlalu lambat pahlawan, lihat lah aku!" Galang sambil tersenyum.
seketika daging itu jatuh ke meja ini, menjadi cincangan yang sempurna,
"bagaimana!" Galang sambil tersenyum sombong.
"Cih, aku pun tidak akan kalah Galang!" Cristian yang percaya diri.
Lalu aku langsung melemparkan daging ini seperti galang.
"Lihatlah kemampuanku galang! Sambil memejamkan matapun aku bisa" Cristian yang siap memegang pisau.
Diriku(Cristiam) hanya mengingat gerakan galang waktu tadi, sambil memejamkan mata.
"Bagaimana?!" Cristian sambil tersenyum.
"Woah, kau berhasil! Kalau begitu aku pergi dulu untuk memeriksa nasiku, sudah matang atau belum!" Galang yang kagum, sambil pergi dari sini.
Aku langsung melihat hasilku, tetapi tidak ada daging sama sekali di meja pemotongan ini, dan tiba-tiba saja hawa dingin menusukku dari belakang,
"Apa yang kau lakukan sebenarnya manusia?!" Suara Luna yang kesal.
"A-apa yang ku lakukan?! A-aku sedang memotong daging bu....!" Cristian yang ketakutan.
Lalu 2 pukulan sendok kayu tepat mengenai kepalaku, dan daging yang jatuh dari kepalaku,
"Berhentilah bermain-main! Kita sedang buru-buru!" Luna dengan nada kesalnya.
"Ba-baiklah bu!" Cristian yang memegang kepalanya yang kesakitan.
Michiru langsung tertawa kecil, dan aku hanya bisa memandanginya dengan wajah kesakitan ini,
"Sepertinya dia kembali normal agi" Dalam hati Cristian yang senang.
Setelah semuanya selesai memasak, aku hanya bisa memakan sup asin ini, dan anak-anak ini pun membuatku gelisah, karena mengerumuniku layaknya mangsa yang sudah di target sampai selesai makan.
Setelah melewati neraka ini aku melakukan latihan harian untuk memperkuat tubuhku ini, dan mulai berlari santai 1 jam mengelilingi rumah ini, dan olahraga lain seperti angkat badan, menahan badan, loncat-loncat tidak jelas, dan lain-lain, tiap olahraga aku melakukannya 30x, dan galang bilang tiap hari akan naik 5x, jadi saat itu juga aku harus benar-benar melakukan latihanku tanpa istirahat.
Setelah olahraga, aku langsung berlatih pedang bersama galang.
__ADS_1
"Galang dalam latihan aku akan mengerahkan seluruh kemampuanku, bersiap lah !" cristian dengan wajah seriusnya,
"Baiklah-baiklah, coba maju sini!" Galang tersenyum dengan santainya.
Aku langsung berlari dengan cepat, dan menyerang galang yang berdiri dengan santainya. Aku terus mengayunkan pedangku ini, setiap dia menangkis seranganku,
"Ada apa galang?!.... Mengapa.... Kau hanya menangkis saja? Kenapa kau.... Tidak menyerang?!" Cristian sambil menyerang Galang.
"Kecepatanmu memang bagus, tetapi gaya bertarungmu sangat acak-acakan sekali, itu membuat lawan mu mudah menemukan titik kelemahanmu! Misalnya" Galang.
Galang langsung menyerang pergelangan tanganku, yang membuat pedang kayuku terlempar ke tanah.
"Aww, ternyata kau benar galang! pola seranganku sangat mudah di baca, lalu bagaimana caranya, agar aku bisa mempunyai gaya bertarungku sendiri?" Cristian yang terlihat kesakitan.
"Hmmm, coba tunjukan kekuatanmu yang paling kuat saat kau pakai!" Galang sambil memegang dagu.
"Time wall mungkin, yang waktu itu ku pakai!" Cristian.
"Apakah tidak ada yang lain?" Galang.
"Eye time controller? Saat ku pakai waktu itu, seluruh orang di sekitarku berhenti bergerak, tetapi ada juga yang bergerak" Cristian sambil menjelaskannya,
"Lalu yang lainnya? Apakah masih ada?" Galang.
"Yang lainnya, kalo tidak salah dalam ingatanku itu adalah distortion vacum, aku tidak tahu kekuatan apa ini, tetapi itu ada di ingatanku ini!" Cristian.
"Hmmm, andai dinding yang waktu itu kau buat bisa di injak kau pasti sangat cocok menggunakan pedang ini!" Galang.
"Sebenarnya aku tidak tahu, apa kegunaan dinding itu sendiri! Tetapi suatu hari nanti ini skill akan berguna!" Cristian dengan percaya dirinya.
"Kau benar maka dari itu, aku harus mencari tahu kemampuanmu sebenarnya, dan menganalisisnya, baru aku akan menyimpulkan gaya bertarungmu seperti apa!" Galang sambil memegang dagunya.
"Apakah kau ingin aku mencoba kemampuan yang belum pernah ku perlihatkan sebenarnya?" Cristian,
"Silahkan coba, kemampuan mu yang belum pernah kau perlihatkan kepadaku!" Galang yang sambil memegang dagu.
"baiklah kalau begitu, EYE TIME CONTROLLER! " Cristian.
Aku langsung menuruti kata-kata Galang, dan mengaktifkan kemampuanku tanpa curiga sama sekali.
Langit yang biru tadi menjadi hitam, anak-anak galang yang sibuk bermain, tiba-tiba tidak bergerak, mereka yang masih bergerak di sini adalah, Luna, lisa, dan galang.
"Sepertinya kemampuanmu ini cukup lumayan juga untuk di kembangkan, mungkin kau bisa menggunakannya melawan ratu iblis itu!" Galang yang masih melihat sekitar.
Lalu lisa kemari, menuju ayahnya.
"Ayah, ada apa ini? kenapa semua adik-adikku terdiam seperti patung?" Lisa yang bingung.
"Ini dalah kekuatan kakak itu, nak!" Galang yang menjawab pertanyaan lisa.
"ohh, aku kira sesuatu akan terjadi" Lisa.
"Cristian, apakah kemampuan itu menyerap jiwa mu, atau apakah ada yang sakit di tubuhmu setelah menggunakannya?" Galang yang bertanya serius.
"Terakhir kali aku pakai saat ada di barat, kepalaku terasa pusing, dan saat bangun aku sudah berada di sini!" Cristian sambil tertawa sedikit.
"Sudah ku duga! Kemampuan itu menyerap pikiran mu, dan ketika pikiranmu kosong sepenuhnya, maka kau tidak akan bisa bergerak. Pada intinya kekuatanmu itu hebat, tetapi pengorbanannya yang berlebihan ini pasti membuatmu sangat kerepotan! Lebih baik kau non aktifkan dahulu skillmu!" Galang dengan wajah seriusnya.
"Tetapi aku tidak bisa menonaktifkan kemampuanku! Bagaimana caranya menonaktifkannya?" Cristian sambil tersenyum kecil dan menggaruk kepalanya.
"Coba tutup matamu yang kiri itu! Dan bayangkan kau sedang menutup pintu, aku yakin kau pasti bisa!" Galang yang menyemangatiku.
"Ba-baiklah !" Cristian yang gugup.
Aku langsung melakukan saran galang tanpa curiga sama sekali, dan akhirnya bisa tanpa hambatan sama sekali.
"Selamat! Aku tidak percaya ada orang yang langsung mengerti dengan penjelasan saja!" Galang yang kagum.
"A-a-ahhh, itu bukan apa-apa!" Cristian sambil tersenyum.
"Yang lebih penting lagi, bagaimana menurut mu galang? Tentang gaya bertarungku!" Cristian yang kebingungan.
"Hmm, sepertinya gaya bertarung yang cocok untukmu adalah percepatan, karena skill mu adalah menghentikan waktu dan kadang mereka yang lebih kuat darimu masih bisa bergerak dengan bebas, itu sangat menguntungkan musuh. Ketika kau memilih bertarung sambil bertahan! Dan jika kau menggunakan percepatan, itu sangat praktis! jika kau sudah terpojok oleh seseorang yang lebih kuat darimu, kau bisa menggunakan 2 kemampuanmu itu untuk kabur! Jika musuhmu yang lemah mungkin dia akan berhenti, dan tidak akan bisa melakukan apa pun itu, jadi manfa'atkan kesempatanmu itu dengan baik!" Galang sambil menjelaskan,
"hmmm, kau benar! Jika aku memilih bertahan sambil bertarung, itu hanya akan membuatku menderita, tetapi jika aku mengikuti saranmu aku bisa kabur, dan kembali lagi jika aku sudah kuat!" Cristian yang penuh rasa percaya diri.
"Baiklah, menurutmu apa yang cocok denganmu? Apakah kau ingin menyerang sambil bertahan? Atau mengikuti saranku menggunakan pola serangan percepatan?" Galang dengan wajah seriusnya.
"Aku memilih saran dari mu galang! Memilih percepatan!" Cristian dengan percaya diri.
"Baiklah kalau begitu, sekarang kau ayunkan pedang ini sampai 100 kali! Setiap hari, sampai 10 hari, setiap harinya akan ku lipat menjadi 100 , jadi makin hari kehari kau harus bisa mengayun kan pedang kayu ini sampai 1000 kali" galang sambil tersenyum dengan santainya.
"Apa maksudmu?! Aku harus menunggu 10 hari lagi, agar bisa mendapatkan setrategi bertarungku?!" Cristian dengan wajah bingungnya.
__ADS_1
"Yap, kau benar!" Galang sambil tersenyum.
"Kapan ini akan berakhir b*jingan...." Dalam hati cristian yang kesal....