Reincarnation Full Of Suffering

Reincarnation Full Of Suffering
Chap 19 - Planet yang penuh diskriminasi (2)


__ADS_3

Sekarang aku duduk di atas kuda, tepatnya berada di tengah-tengah medan perang, manusia-manusia yang ada di hadapanku hampir seluruhnya memiliki fisik seperti hewan, ada yang mempunyai sayap, telinga kelinci, dan ada beberapa dari mereka yang memakai full armor, tidak seperti manusia setengah hewan yang memakai perlengkapan se adanya.


sesaat aku yang bingung memikirkan hal itu, tubuhku tiba-tiba bergerak sendiri,


"SEMUA SIAPKAN FORMASI !" aku


tetapi aku bisa mengendalikan tubuhku ini, dan tanganku mengambil pedang dari samping pinggangku,


"SEMUA SERANG !!" aku


"HWAAA!!"


dan prajurit setengah hewan yang ada di depanku juga ikut maju sambil membawa senjata ke arahku,


"si*l !, aku tidak ingin mati di sini bajing*n !" cristian dalam hati,


dan saat itu juga aku langsung terbangun di atas kasurku yang empuk sambil menatap langit-langit yang asing.


"Mimpi itu lagi !, sebenarnya apa maksud dalam mimpi-mimpi itu yang selalu menghantuiku !?" dalam hati cristian sambil memegang kepalanya,


aku yang memegang kepalaku, dan merasakan sesuatu yang ada di kepalaku,


"ini apa !?, bukan kah ini ....!" cristian dalam hati,


itu adalah perban yang biasa di gunakan untuk menutup luka, sekarang kepala dan beberapa tubuhku yang terluka penuh perban karena serangan yang ku terima dari galang saat latihan tadi, yang lumayan membuat darahku terus mengalir,


"si*lan kau galang membuatku babak belur begini !" cristian,


aku langsung bangun dari kasurku yang empuk ini dan melihat jendela di ruanganku ini yang tertutup oleh tirai,


"sepertinya aku bangun kemalaman, tetapi 2 bulan itu sangat indah malam ini" cristian,


aku langsung menutup tirai itu lagi, dan aku langsung keluar dari ruangan ini, karena aku dari tadi sudah tidak tahan, ingin ke kamar mandi,


"aku harus segera ke kamar mandi sekarang sebelum ini keluar" cristian dengan wajah paniknya,


tetapi aku tidak tahu kamar mandi di rumah ini berada di mana, sedang kan lorong rumah ini sangat gelap.


aku hanya mengikuti intuisiku bahwa ruangan kamar mandi ini akan ada jika aku mengikuti lorong yang gelap ini, dan seketika hawa dingin melewatiku yang membuatku merinding,


"hwahh.., dingin sekali malam ini".


aku langsung mengikuti lorong yang panjang ini menuju ke kamar mandi, tetapi dari tadi aku hanya menemukan pintu-pintu kamar yang tertutup,


"apakah mereka benar-benar tidak membutuhkan toilet kah ?" dalam hati cristian yang risih,


aku terus berjalan perlahan agar anak-anak si galang di sini tidak bangun, dan mengikuti ku nanti ke toilet. sudah seperti maling aku tetap terus berjalan agar dapat menemukan sesuatu yang ku cari yaitu toilet, tetapi aku malah mendengar sebuah percakapan di salah satu ruangan,


"suara ini bukankah ini....!" dalam hati cristian, dengan wajah kagetnya,


"Tolong luna, aku sudah memberitahumu kan ?, tentang peraturan di sini, jika tadi aku tidak menghentikanmu mungkin kau bisa di hukum oleh pimpinan di sini !" seperti suara galang,


"tetapi dia kan pahlawan, mengapa kita harus benar-benar merahasiakan !?" luna,


"pimpinan belum benar-benar mengkonfirmasi kalau dia benar-benar memihak kita, atau orang yang di sebut pahlawan yang bisa mengalahkan ratu iblis itu !, aku melakukan ini demi kebaikan kalian !" galang,


"si*l, apa yang mereka rahasiakan dari ku !?" dalam hati cristian, dengan wajah yang kesal,


"baiklah, jika ini demi kebaikan kami, aku akan menurutinya, jika ayah tidak ada urusan atau pertanyaan lagi aku ingin tidur" Luna,


"bodoh sekali !" galang sambil tertawa kecil,


"hah, bodoh !" luna,


"aku kesini bukan hanya menyampaikan itu saja, aku juga ingin melakukan cek seperti biasa kepada tubuh kalian semua !" galang sambil tertawa kecil,


"he-he-hentikan, ini sudah tengah malam, apa yang akan kau lakukan mengecek tengah malam begini !" suara Luna yang gugup


"sudahku bilang kan ini hanya pemeriksaan rutin" galang,


"ga-galang apa yang akan kau lakukan dengan anakmu sendiri !?" cristian dalam hati, dengan wajah penasarannya,


"si*l, aku akan kabur" luna,


"husss, kau tidak boleh kabur, dan berisik nanti kau akan membangunkan adik-adikmu" galang,


"ayah mesum, lepaskan aku !" luna,

__ADS_1


"ZUJIR !" galang,


" 'ahhh" suara luna


"ZUJIR !?, apa itu sebuah skill ?, untuk apa itu !?" cristian dalam hati dengan wajah penasaran,


"sekarang waktunya pemeriksaan !" suara galang,


"Ti-tidak !, tolong lepaskan aku" suara luna


"siapa yang memegangmu ?, tidak ada yang memegangmu sama sekali !" suara galang,


"ternyata itu adalah skill pelumpuh, tidak ku sangka kau galang, melakukan hal seperti itu kepada anakmu yang masih muda, aku akan menghentikan ini !" dalam hati cristian dengan rasa kesal,


sesaat aku ingin bergerak menghentikan perbuatan si galang, keraguanku muncul,


"tunggu dulu, jika aku melakukan ini aku tidak akan bisa mempela-, maksudku apakah galang benar-benar melakukannya kepada anaknya sendiri !?, aku harus mencari bukti yang kuat, lalu akan ku paksa si galang itu untuk mengaja-, maksudku mengakui kesalahannya di hadapanku dan mengajariku skill itu agar mengetahui cara kerjanya !, dan setelah itu akan ku gunakan skill itu kepada si jal-, maksudku kepada musuh-musuhku yang memberontak" dalam hati cristian dengan perasaan senang,


sesaat aku memikirkan caranya mengancam si galang, ternyata mereka sudah memulainya,


"hmm, ototmu kaku sekali luna, mengapa kau tidak bilang padaku dari kemarin, jika ini di biarkan terus menerus, itu akan ber efek pada kesehatanmu loh !" suara galang,


"ti-tidak, kumohon jangan sentuh bagian itu, 'ahh, kumohon ayah lepaskan lepaskan, 'ahhhhh, hahaha geli ayah" suara luna sambil tertawa,


"galang kau benar-benar bisa menaklukkan wanita itu, pokoknya aku akan memaksamu untuk mengajariku skill itu !" dalam hati cristian yang terkagum-kagum,


"baiklah, pemeriksaan selesai, ZENTAI !" suara galang,


"galang tidak kupercaya kau selemah itu, tetapi akhirnya aku bisa mendapatkan bukti yang kuat !" dalam hati cristian, dengan perasaan yang senang,


"Si*l, dasar kau ayah mesum !" suara luna,


"a-apa yang kau lakukan, tiba-tiba mengelusku !, le-lepaskan !" suara luna yang mendenging,


"tidak ayah sangka, anak yang selalu ku mandikan, yang aku masakan makanannya, dan sering aku ceritakan sejarah setiap tidurnya, sekarang sudah besar. Yang tadi siang ayah minta maaf yah, karena telah melakukan hal yang tidak pantas sebagai seorang ayah" suara galang,


"o-oh, yang itu, sepertinya itu tidak perlu di bahas lagi" suara luna dengan nada yang malu,


"untuk kedua kalinya aku gagal menahan emosiku, dan setelah melakukannya, hati ku terasa sakit sekali waktu itu, tetapi jika aku tidak menjalankan peraturan, seorang manusia yang selalu mengintai itu, pasti akan memberi laporan negatif kepada pemimpin. Aku tidak ingin semuanya berakhir sia-sia seperti waktu itu" suara galang dengan lembutnya,


"yang ayah lakukan waktu itu benar !, tetapi perkataan pahlawan itu sangat membuatku kesal, seakan dia menyuruhku untuk menyia-nyiakan pengorbanan saudara-saudaraku. aku benar-benar tidak bisa menahannya karena emosi yang meluap-luap ini saat berhadapan dengan pahlawan manusia itu membuatku seperti itu, aku sangat lelah melihat adik dan kakak-kakakku yang gugur di hadapanku, dan aku tidak bisa melakukan apapun setelah mereka mengorbankan diri, yang aku bisa lakukan hanyalah berlari terus berlari dari kenyataan ini, tetapi semakin kencangku berlari, kenyataan itu tidak bisa hilang dari ku. Hey ayah apakah penderitaan kita semua akan benar-benar berakhir !?" Suara luna dengan nada rendah,


"tentang itu.... aku..... tidak bisa memberi jawabannya sama sekali !" suara galang dengan nada rendah,


"apakah adik-adikku yang tidak bersalah akan terus di korbankan ayah !?" suara luna seperti menangis,


"para pemimpin itu akan melakukan apapun, jika itu di perlukan untuk kedamaian dunia ini !." suara galang yang datar,


"apakah mereka tidak punya rasa iba sama sekali ke kita ayah !?, mengapa kita yang masih kecil ini terus ke medan perang ayah !?." suara luna seperti menangis,


"sayang, ini adalah hal sepele bagi mereka !, jangan terlalu berharap tentang itu !, karena...... ini adalah tugas kita !" galang dengan nada rendah,


"apa maksudmu !?, ini adalah hal sepele !?, JANGAN BERCANDA !, apakah kami yang terpilih di dunia ini, benar-benar wajib menderitakah !?, kalau begini terus batinku akan terus tersiksa !, melihat orang-orang yang ku sayangi hancur di depan mataku !. apakah itu yang kau inginkan ayah ?, melihat kami seluruhnya hancur !?, apakah itu yang kau inginkan ayah !?" suara luna seperti menangis,


" aku sungguh minta maaf !, yang membuat hidup kalian penuh penderitaan seperti ini !, jika saja tidak ada peraturan yang benar-benar mengekangku di sini, maka aku yang akan bertarung bukan kalian yang masih anak-anak ini !, jika saja- jika saja waktu itu AKU BISA MELIN-" suara Galang yang tersedu-sedu, sambil berteriak tetapi langsung berhenti,


"ayah, bukankah kau tadi sudah bilang mereka yang di sebelah nanti akan mendengarkan kita" Suara luna seperti menangis,


"ma-maafkan aku !" galang dengan suara tersedu


aku yang mendengar mereka hanya bisa mengelap mataku, dan bersandar pada dinding yang bersebelahan dengan mereka, sambil menatap langit-langit.


"aku mengerti sekarang, tidak kusangka anak-anak yang menurutku berbahaya itu, mereka berjuang terus menerus untuk masa depan ras manusia, pengorbanan yang mereka lakukan, tidak bisa menggapai harapan mereka sama sekali !, dan penantian kalian terhadap seseorang yang benar-benar bisa membawa perdamaian dunia ini (pahlawan), itu bukanlah aku, pasti seseorang yang di luar sana, dengan kekuatan yang tak terbatas. sedangkan aku mempunyai banyak kelemahan, lebih lemah dari kalian semua, ini-ini sangat membuatku muak !. ya tuhan, mengapa kau mengirimku yang lemah ke dunia yang gila ini !." dalam hati cristian, dengan perasaan yang kesal,


sejenak aku hanya bisa mendengar suara luna yang menangis kecil, dan aku mendengar pembicaraan mereka lagi,


"ayah, apakah tuhan itu benar-benar ada ?" suara luna dengan lembutnya,


"dengar ayah nak, Tuhan itu tidak ada !, sekalipun ada dia tidak pernah ada untuk kita !" suara galang dengan tegas.


"sepertinya kau benar galang, maafkan aku yang telah salah menilaimu !" dalam hati cristian,


aku langsung pergi dari tempat ini, secara perlahan, tanpa meninggalkan suara, tetapi baru beberapa langkah aku merasakan hawa dingin yang menusukku, yang membuat merinding,


"heeehh, dingin sekali malam ini " dalam hati galang, sambil berjalan,


dan tepat di hadapanku, seorang wanita yang lebih tinggi dariku, dengan mata yang terang seperti kucing,

__ADS_1


"michiru !, kenapa dia disini !" dalam hati galang dengan rasa panik,


"bukankah kau..." michiru,


aku langsung dengan cepat menutup mulutnya dan menariknya ke pintu yang terbuka di dekat ku,


"krekk"


aku langsung sembunyi di ruangan yang pintunya tadi terbuka, dan bersembunyi di sana,


"siapa tengah-tengah malam begini, yang masih berjalan-jalan" suara galang,


"baiklah luna aku ingin kembali ke kamarku, karena ingin membuat laporan. tolong ingat perkataanku tadi !" suara galang,


"masa bodoh" suara luna,


lalu suara langkah kaki mulai terdengar, dan langkah kaki itu pun semakin jauh,


"untung saja, jika wanita ini memberontak, mungkin bisa gawat " dalam hati galang, yang penuh rasa cemas,


tetapi wanita yang ku tutup mulutnya tetap diam sampai mereka berdua yang di balik pintu ini benar-benar pergi,


"aku harus segera keluar dari sini" dalam hati cristian, dengan rasa cemas,


karena aku melihat anak-anak kecil yang melototiku terus di dalam kegelapan ini, aku langsung melepas tanganku dari mulut wanita ini dan langsung meminta maaf,


"ma-maafkan aku tadi membekap mu, bukan maksud apa-apa yang tadi itu, ini hanya untuk keadaan darurat saja ! " cristian sambil menjelaskan,


"ti-ti-tidak apa kok, jika untuk keadaan darurat itu tidak apa" michiru yang gugup sambil tersenyum,


"ba-baiklah, kalau begitu aku akan keluar dari kamar ini !" cristian dengan nada gugup,


"hey, jika kau keluar ayah akan menemukanmu langsung !, apakah itu akan baik-baik saja untukmu ?" michiru sambil bertanya,


"yah, sepertinya mungkin akan baik-baik saja, dari pada di ruangan ini, di tatapi oleh anak-anak yang haus darah !" cristian dengan rasa takut,


"apa maksudmu ?, di sini tidak ada anak-anak sama sekali, mengapa kau berbicara yang aneh-aneh ?" michiru yang kebingungan,


"apa maksudmu induk serigala, di sini tidak ada anak-anak sama sekali !" dalam hati cristian dengan rasa kesal,


"co-coba kau lihat di belakangmu, mereka sedang menatap kita !" cristian yang ketakutan,


lalu michiru menengok kebelakang,


"ohh, mereka ?, mereka yang sering manusia sebut boneka !" michiru yang bersuara kecil,


"bo-boneka ?, apa itu !?" cristian yang masih ketakutan,


"boneka adalah sebuah jahitan kain, pahatan kayu yang menyerupai makhluk hidup di dunia ini !" michiru yang bersuara kecil,


dan michiru langsung mengambil sesuatu di atas meja,


"maafkan aku, mungkin karena gelap mereka terlihat menyeramkan, tetapi mereka sangat indah sebenarnya" michiru sambil tersenyum,


lalu dia langsung menyalakan beberapa lilin, agar ruangan ini terang.


setelah ruangan ini terang aku melihat beberapa karya seni ciptaan manusia yang sangat cantik, dan wanita ini dengan baju tidurnya, kulitnya yang putih dan rambutnya yang silver, membuatku terkagum-kagum,


"mengapa aku tidak sadar jika dia sangat cantik" dalam hati cristian yang kagum.


aku langsung bertanya tentang benda yang hampir memiliki seluruh tubuh manusia ini,


"apakah itu boneka ?" cristian yang kebingungan,


"benar !, ini adalah boneka, tetapi kenapa kau tidak tahu ini !, bukankah kau ras manusia !?, bukankah merekalah yang membuat seperti ini, tetapi kau tidak tahu ini apa, siapa kau sebenarnya !?" michiru sambil menatapku dengan tajam,


"te-tentu saja aku tahu ini, mengapa kau bertanya seperti ?" cristian yang gugup, sambil tersenyum,


"mencurigakan !, dan juga mengapa aku tidak bisa mencium bau keberadaanmu sama sekali." michiru sambil menatapku dengan tajam,


lalu dia mulai mendekatiku, tangan kiriku langsung mencari gagang pintu, untuk keluar dari sini, tetapi dia dengan cepat meraih tangan kiriku dan menarik ke atas,


"sudah sedekat ini aku tidak bisa mencium bau keberadaan mu, kau seperti orang mati tetapi kau masih bergerak bebas seperti manusia. sebenarnya siapa kau ini !?, apakah kau iblis yang ingin mencelakai adik-adikku !?" michiru yang bertatapan muka denganku,


suasana di ruangan ini langsung hening seketika wanita yang bertatapan denganku ini bertanya begitu,


"si*l, apakah aku akan mati di sini !" dalam hati cristian yang penuh rasa takut.....

__ADS_1


__ADS_2