
sekarang aku berada di tempat yang sangat mustahil bagiku untuk pergi, iblis yang tadi melatihku, sekarang dia menitipkan anak-anaknya kepadaku,
"si*l kau galang, suatu hari nanti akan ku balas perbuatanmu !" dalam hati cristian,
2 anak kecil ini yang kebingungan melihat ku melakukan pose aneh ini, aku pun tidak sadar kenapa aku bisa melakukan pose ini, apakah ini ingatanku sebelumnya yang telah kembali ?,
"hey kakak ?, kenapa kau bisa tahu pose Ayah dalam bertarung ?" falsa,
"pose ?, apakah ini pose ayah kalian ketika ingin bertarung ?" cristian yang terlihat kebingungan,
"iya itu adalah pose ayah saat ingin melatih 3 kakak yang sering di kirim ke medan perang !" pipi,
"medan perang ?, apa maksudmu ?" cristian yang terlihat kebingungan,
"iya kakak michiru, luna, dan lisa sering di kirim ke bagian pasukan pembasmi" pipi
"kami pun nanti akan di kirim kesana untuk membasmi para iblis !, jadi dari kecil kami berlatih terus menerus" falsa,
"3 orang wanita menjadi pasukan pembasmi !, apa maksudmu !?, jadi kalian semua di sini hanyalah senjata !?" cristian yang terlihat frustasi,
aku yang sambil memegang pundak falsa yang terlihat ketakutan, dan datanglah luna yang langsung memisahkanku dengan falsa,
"lepaskan dia !, falsa ketakutan bodoh !" luna,
"ahh, maaf !, aku hanya terbawa suasana tadi" cristian sambil menggarukan kepalanya,
"baiklah, ayah tadi menyuruhmu berlatih , dan kenapa menjadi seperti ini suasananya !?, apakah ada yang salah dengan adik-adikku !? hah." luna sambil mengangkat kerahku,
"ti-ti-tidak sama sekali, benar tadi aku hanya terbawa suasana saja !" cristian yang terlihat panic,
"terbawa suasana karena apa !?" luna yang masih memegang kerahku,
"karena kalian yang di kirim ke medan perang" cristian yang wajahnya serius,
dan luna melepaskan kerahku yang tadinya dia pegang,
"lalu ?, kenapa kau bisa terbawa suasana !?" Luna,
"jelas saja, wanita yang menjadi tim pembasmi !, apalagi kalian yang masih terlihat muda-muda, bukankah sudah jelas ini tidak adil bagi kalian !" cristian yang berusaha menjelaskan,
"lalu sekarang kau ingin aku melakukan apa ?" luna,
"lebih baik kalian berhenti menjadi pasukan pembasmi !" cristian yang terlihat serius,
"hahaha, kalian para pahlawan terlalu naif !, kau kira tanpa kami tim pembasmi, kalian bisa apa hah !?, apakah kau tahu pahlawan !, selama kalian terus berlatih, kami terus menerus menyerang barikade musuh terus menerus tanpa peduli nyawa, dan kau begitu gampangnya meminta kami untuk berhenti !, JANGAN BERCANDA !, JIKA KAMI BISA MELAKUKANNYA KAMI TELAH MELAKUKANNYA DARI DULU SIALAN !" Luna sambil mengangkat kerah bajuku,
dan luna langsung berubah ke mode half humannya,
"APAKAH KAU TAHU PAHLAWAN !, AKU SANGAT MEMBENCI KALIAN !, SUDAH RATUSAN TAHUN BANYAK SEKALI KAKAK-KAKAKKU YANG GUGUR ITU KARENA PEMBANGKITAN KALIAN YANG TERLALU LAMA, KAMI YANG TERUS MENERUS MELINDUNGI KERAJAAN INI DARI SERANGAN PARA HALF HUMAN ITU, DI BALIK BAYANG-BAYANG, TETAPI APA YANG KAMI TERIMA !?, YANG KAMI TERIMA ADALAH CACIAN DAN HINAAN OLEH MEREKA YANG KAMI LINDUNGI !, SETIAP KAMI BELANJA ATAU MENJUAL SESUATU KE PUSAT PASAR KAMI TIDAK PERNAH LUPUT DARI PERBUATAN KEJI MEREKA, DARI MELEMPAR BATU, MELUDAHI, DAN MENGHINA..." luna sambil marah marah.
Lalu datang wanita yang sebelumnya menyerangku, wanita itu adalah michiru yang langsung memisahkan luna dariku,
"sudah cukup luna !, jika ayah melihat ini dia akan marah" michiru sambil menahan luna dari belakang,
"LEPASKAN KAK !, AKU INGIN MEMBERITAHU PENDERITAAN, DAN KENYATAAN PAHIT YANG KAMI TERIMA SELAMA INI !" luna yang berusaha melepaskan dirinya dari pegangan michiru,
"APAKAH KAU TAK PERNAH CURIGA SIAPA IBU KAMI ATAU KAMI DI LAHIRKAN DARI MANA !, kau tahu setelah aku dan kakak-kakakku yang gugur hanya mendapatkan hinaan dan keputus asaan, kami di paksa menerima kenyataan bahwa kami sebenarnya terlahir dari...." luna,
datang galang yang langsung ada di depanku menghalangi pembicaraanku dengan luna,
__ADS_1
"cukup sampai di situ luna !" galang dengan wajah seriusnya,
lalu galang langsung menampar luna hingga terpental jauh dari tempat berdirinya,
"galang !, SIALAN KAU !"cristian yang marah,
aku langsung menarik bahu si galang yang membuat mukanya saling berhadapan denganku, dan langsung memukulnya dengan sekuat tenaga, tetapi tanganku justru kesakitan,
"awww, sialan kau galang !, trik apa lagi yang kau gunakan hah !" cristian yang sambil memegang tangannya yang sakit,
"apa ini maksudnya pahlawan!?, kau lebih membela mereka yang tadi ingin membunuhmu, dari pada aku yang berusaha menjauhimu dari kematian !, apakah kau sudah tidak waras pahlawan !?", galang dengan wajah seriusnya,
"aku bukannya membela mereka !, tetapi ingin membetulkan sikapmu kepada seorang wanita, b*jingan !.apalagi terhadap anakmu !", cristian dengan wajah seriusnya walau tangannya yang masih terlihat sakit,
"bagi ras setengah-setengah seperti kami, kami tidak pernah memandang gender dan juga mereka yang salah harus di hukum walau hubungan kami orangtua dan anak. aku yang selalu melihat tingkah lakunya terhadapmu pahlawan, kemungkinan sifatku ini yang terlalu lembek dalam mendidiknya, dia berani melakukan hal ini, jadi aku harus menghukumnya agar dia tidak berulah lagi !" galang dengan wajah yang serius,
galang langsung mengambil pedang kayu yang terjatuh di tanah dan langsung berjalan menuju luna yang terjatuh akibat tamparan galang tadi, sesaat galang ingin menyerang Luna yang terjatuh dengan wajah ketakutan, saat itu pun aku langsung mengaktifkan skillku,
"TIME WALL !" cristian yang mengulurkan tangannya,
dan dinding ungu langsung menghalangi galang yang ingin menyerang/menghukum luna,
"cukup galang !, aku lupa tujuanku di sini hanyalah berlatih dan langsung menuju medan perang bagian barat setelah aku menjadi kuat. Luna maafkan perkataanku yang tadi, aku tidak tahu jika itu membuatmu sangat marah" cristian yang menundukan kepalanya ke luna,
"tidak cristian, sekarang aku harus memberi pelajaran kepada luna agar kedepannya mereka tidak pernah berani melakukan hal seperti ini lagi !" galang dengan wajah yang serius,
galang langsung menyerang luna tanpa menghiraukan dinding yang ku buat,
"berhenti galang, itu adalah kesalahanku !. Jika kau ingin menghukumnya, hukum aku saja galang !" cristian dengan wajah yang mulai cemas,
tetapi dia tidak menghiraukan perkataanku, langsung meyerang luna walau terhalang dinding yang ku buat dengan pedang kayunya.
"shhtt"
"apa-apaan pelindung itu, bisa membuat pedang kayu itu seperti tertebas !" michiru yang terkejut,
ketika semua orang yang masih terkejut dengan apa yang terjadi, aku langsung menyerang galang dari belakang, dan galang pun langsung sadar dengan perbuatanku, dia langsung berada di belakangku, karena tiba-tiba saja di belakangku aku langsung mengaktifkan skill ku,
"TIME WALL !" cristian,
galang yang di belakangku langsung mundur dari dinding yang ku buat itu,
"apakah sebegitunya kau ingin melindungi orang yang bersalah cristian !, seharusnya kau tahu misi pahlawan adalah membenarkan yang salah !, bukan menyalahkan yang benar !, aku melakukan ini agar mereka yang di sini tidak mengikuti kesalahan seniornya !" galang dengan muka yang serius,
"huh...huh...huh..., tindakanmu memang benar, tetapi caramu yang salah galang, apakah kau harus menyerang mereka anak-anakmu seperti musuh ketika mereka melakukan kesalahan kecil !?, apakah tindakanmu ini akan membuat mereka jera !?, justru sebaliknya galang, anak-anak yang kau didik seperti itu mungkin akan menyimpan dendam yang tidak kau ketahui !. sekalipun keluargamu setengah manusia dan hewan, bukan berarti kau harus mengadopsi sifat-sifat alamiah para hewan, tuhan memberimu bentuk setengah manusia agar kau mengambil sifat-sifat baik manusia, jalan pikir mereka, apa yang mereka lakukan tiap harinya" cristian yang mulai keliatan kelelahan,
"jika kau terus menghalangiku !, aku pun tidak akan segan-segan denganmu juga !" galang yang mulai marah,
"Coba saja kalau kau bisa !" cristian sambil tersenyum,
lalu galang menyerangku yang kelelahan menggunakan pedang kayu yang di ambil dari pipi, dengan serangan beruntunnya aku terus bertahan walau hanya bisa menangkis beberapa serangannnya, tanpa perduli darah yang mulai mengucur dari kepala aku terus membaca pola serangan si galang si*lan ini !.
galang terus menekanku dengan pola serangan yang sama sehingga hanya ada beberapa serangan dia yang mengenaiku karena aku telah membaca pola serangannya, aku berhasil menangkis semua serangan yang di berikan oleh galang dari tadi, aku langsung menyerang balik di titik lemah serangannya dengan pedang kayuku,
"hyaaaa!!!" cristian dengan wajah yang kesal dan berlumuran darah,
"shhttt"
"trekk"
__ADS_1
galang berhasil menangkis seranganku yang penuh tenaga ini,
"kau kira serangan lambat seperti itu dapat mengenaiku !?" galang yang masih terlihat marah,
"cihh, aku hanya menahan diri saja galang, jika aku serius sedikit mungkin aku pasti mengenaimu !" cristian sambil tersenyum dengan wajah yang berkucur darah,
"apa maksudmu !?, dari tadi kau tidak serius melawan ku !?, JANGAN BERCANDA !" galang yang marah,
galang langsung menyerangku dengan serangan kilatnya, yang tadi ada di depanku sekarang ada di belakangku tepat dekat dengan luna yang sedang melihat kami bertarung,
"perkataanmu tadi itu sangat menghina bagi ras kami, jadi aku akan menghancurkan peganganmu dahulu sebelum menghancurkanmu !" galang sambil mengangkat pedang kayunya ke Luna,
"HENTIKAN AYAH !" seorang wanita yang berteriak di pintu belakang rumah,
"Lisa ?, kenapa kau bisa di sini !?, apakah tugasmu sudah selesai di bagian pembersihan !?" galang dengan wajah serius,
"Tugasku dari kemarin sudah selesai, dan aku sudah berada di sini dari tadi" wanita yang bernama Lisa,
"baiklah, sekarang kembalilah ke kamarmu untuk beristirahat !" galang,
"tidak mau !" Lisa yang enggan mengikuti perintah galang,
"Ku bilang segera kembali ke kamar dan beristirahat !" galang sambil melotot kepada wanita bernama Lisa,
"Ti-tidak mau !, sebelum kak Luna di maafkan !" Lisa yang mulai ketakutan,
"Apa kau bilang !?, seharusnya kau tahu !, jika kau dari tadi di sini berarti kau melihat semuanya, siapa yang salah dan siapa yang benar !, kenapa kau tetap membela kakakmu !?" Galang sambil membentak,
"a-aku tahu kak luna tadi salah, tetapi kak luna belum sama sekali menyerang tuan pahlawan !" Lisa yang masih ketakutan,
"tetapi kau tahu kan ?, dengan hawa membunuh kakakmu tadi !?, itu sudah jelas dapat membahayakan nyawa tamu kita !" Galang sambil membentak,
"tapi... tapi ayah juga sekarang sedang membahayakan pahlawan juga " Lisa yang masih ketakutan,
"sudah ku bilang, kembali ke kamarmu dan beristirahat, jika tidak menuruti kata orang tua mu, kau akan di hukum !" Galang sambil menggertak,
"si*lan kau galang, seberapa menyedihkannya kehidupanmu sampai anak-anakmu yang masih kecil tega kau hukum karena menentangmu !" dalam hati cristian yang penuh kebencian.
"Ayah aku di sini ingin mengambil hadiahku atas keberhasilan tugasku !, hadiahku adalah tolong maafkan kak luna ayah" Lisa yang mulai serius,
"apa maksudmu lisa !?, jangan sia-siakan hasil jerih payahmu untuk seseorang sepertiku !, kau tahukan ayah tidak akan melakukan hal seperti itu dengan mudah !." Luna yang terkejut,
"Diamlah Luna !, apakah kau yakin dengan perkataanmu tadi !?, bukankah lebih baik kau mengabulkan keinginanmu sendiri lisa !?" galang dengan wajah yang seriusnya,
"iya ayah, aku yakin dengan permintaanku tadi, jadi ku mohon maafkan lah kak luna !" lisa dengan wajah yang serius,
"jika itu keinginanmu atas hasil yang kau capai, aku tidak bisa menolaknya sama sekali karena janjiku ini kepada kalian semua !" galang dengan wajah pasrahnya.
mataku mulai kabur akibat pertarungan tadi, dan hanya bisa mendengar pembicaraan mereka,
"syukur jika masalah ini dapat di selesaikan." cristian dalam hati.
Aku langsung terbangun di padang pasir yang di hadapkan dengan ribuan pasukan, aku yang bingung dengan keadaan ini langsung berusaha menengok kekanan, tetapi tubuhku tidak bergerak sama sekali, dan tiba-tiba saja salah satu tubuhku bergerak, yaitu tangan kananku langsung mengambil pedang di pinggulku ini dan mengacungkannya ke depan pasukan sambil berkata,
"SIAPKAN FORMASI !",
"SEMUA SERANG !!",
"HWAAA!!!" seluruh pasukan,
__ADS_1
pasukan yang tepat di hadapanku ikut maju dengan pedang mereka,
"si*l aku akan mati jika terus maju begini !" cristian dalam hati....