
Suara galang yang ada di pikiranku,
Kemungkinan besar kau memiliki jati diri lain di dalam hatimu yang paling dalam! Sehingga dia menjadi benar-benar nyata! Atau para ilmuwan Kesatria Hitam sering menyebutnya Alter Ego!
Aku langsung terdiam, setelah mendengar kata-kata terakhir yang galang bicarakan itu.
Dalam hati Cristian,
Alter Ego? Sepertinya aku pernah mendengar kata-kata itu! Dimana yah?
Suara galang di dalam pikiranku,
Biasanya ini terjadi kepada seseorang yang telah mati, lalu hidup kembali! Atau kepada seseorang yang telah mati berkali-kali sampai jati dirinya yang lain benar-benar menguasai dirinya. Pahlawan apakah kau benar-benar tidak merasakan sesuatu yang janggal pada tubuhmu itu? Saat kita melakukan misi tadi.
Dalam hati Cristian,
Bukankah sudah kubilang! Aku tidak merasakannya sama sekali galang!
Suara galang yang ada di pikiranku,
Lalu, apakah kau pernah mati?!
Dalam hati Cristian,
Aku tidak tahu! Tetapi semenjak aku tinggal di dunia ini, aku tidak pernah merasakan apa yang namanya kematian!
"Jawablah yang benar, Pahlawan!!" Galang dengan nada membentak.
"Sudahku bilang! Aku tidak tahu sama sekali!" Cristian dengan nada tegasnya,
Lalu suasan di pemandian ini menjadi hening.
Suara Galang di dalam pikiranku,
Maaf tentang tadi! Aku benar-benar terbawa suasana!
Dalam hati Cristian,
Tenanglah! Akupun juga ikut terbawa suasana.
Suara Galang dalam pikiranku,
Aku pun juga sangat bingung pahlawan! Jika itu bayanganmu, kau tidak akan berbicara seperti ini! Dan juga Jati dirimu yang lain tidak mungkin berpisah dari dirimu, karena dia hanyalah kumpulan dari emosi negativemu!
Dalam hati Cristian,
Itu berarti, ada seseorang yang ingin melakukan sesuatu disini?!
Suara Galang di dalam pikiranku,
Ya, kau benar! Kemungkinan begitu, tetapi mengapa mereka melakukan ini? Bukankah mengawasi anak-anak dan diriku dari jauh saja sudah cukup!
Dalam hati Cristian,
Mereka? Siapa mereka?!
Suara Galang yang ada di pikiranku,
Mereka adalah utusan Kesatria Hitam! Awalnya mereka hanya mengintai diriku, tetapi semenjak ada kasus pengkhianatan yang di lakukan oleh anak-anakku, merekapun mulai mengintai anak-anakku juga!
Dalam hati Cristian,
Pengkhianatan?! Yah kurasa tidak ada salahnya jika mereka memata-matai anakmu, tetapi perbuatan mereka itu bukankah sudah berlebihan!
Galang,
Iya kau benar Pahlawan! Ini sudah keterlaluan dalam hal mengintai! Seharusnya mereka cukup melihat aktivitas mereka saja, jangan sampai mengganggu aktivitas mereka!
Cristian,
Kau benar galang! Kau harus segera melapor tentang hal ini! Jika tidak nanti mere....
Tiba-tiba saja seseorang datang di pemandian ini, dan masuk kekolam.
"Hwaaa... Melakukan tugas ini repot juga yah!" Seseorang yang tidak di kenal.
Dan kami langsung diam ketika orang yang muncul dari kegelapan datang pada kami!
"Siapa kau?!" Galang dengan wajah seriusnya.
"Kau adalah..." Cristian dengan wajah kagetnya.
"Pahlawan! Apakah kau mengenal dia?!" Galang wajah kagetnya,
"Yoo, orang yang terpilih!" Seseorang yang tidak di kenal.
__ADS_1
"Kau adalah orang yang terluka waktu itukan Yang dibawa oleh Rena dan aku kan?" Cristian,
"Kau benar Pahlawan! Aku yang menghentikan Rena! Saat dia ingin memarahimu." Seseorang yang tidak dikenal.
"Iya galang! Dia adalah salah satu prajurit Kesatria Hitam." Cristian.
"Hmm... Jadi dia disini sedang apa?!" Galang dengan wajah seriusnya.
"Galang benar! Kau disini sedang apa?!" Cristian,
"Tenanglah kalian! Aku disini hanya karena tugasku!" Fadli,
"Tugas? Tugas apa itu?" Cristian,
"Bukankah sudah jelas! Tugasku disini adalah memata-matai kalian!" Fadli sambil tersenyum.
"Itu berarti..." Galang,
"Tetapi aku bingung dengan yang kalian lakukan, untuk apa ka.." Fadli yang mulutnya tiba-tiba ditutup.
"Huss! Nanti mereka bisa mendengar!" Galang yang berbisik ke telinga Fadli,
"Benar! Ayo kita bicarakan sini!" Cristian sambil berbisik-bisik.
Setelah kami menjelaskan perbuatan kami ke si Fadli yang tiba-tiba datang, dia langsung mengerti dan kembali santay di pemandian ini.
Lalu Galang dan aku mulai mengintrogasinya lagi!
"Hey, Kalau tidak salah Rena memanggil namamu Fadli kan? Lalu apakah kau tidak melihat seseorang selain aku yang masuk kekamarku?!" Cristian dengan wajah seriusnya,
"Tidak ada seorangpun kok, yang masuk ke kamarmu! Jika aku tidak melihatnya memang kenapa?" Fadli dengan nada bingungnya.
"Jika kau tidak melihatnya, Lalu siapa yang menyamar menjadi diriku ini? Saat aku keluar dari kamarku?" Cristian dengan suara yang kecil, sambil memegang dagu.
"Bukankah sudah jelas! Itu adalah ba... !" Fadli yang tiba-tiba ditutup mulutnya.
"Husss! Jangan terlalu keras bicaranya!" Cristian yang berbisik.
"Kau benar! Tetapi bukankah bayanganmu yang berjaga dikamarmu itukan?" Fadli sambil berbisik.
"Iya kau benar! Bayangan yang diciptakan oleh topeng yang diberikan galang waktu itu, harusnya berjaga! Tetapi dia hanya bayangan yang menuruti apa perintah sang majikannya, tetapi mengapa dia memiliki keinginannya sendiri? Apakah mungkin ada yang menghancurkan bayanganku! Lalu dia langsung berubah menjadi diriku ini!" Cristian dengan suara kecil.
"Jika benar begitu, mengapa kau tidak merasakan apapun pahlawan? Saat bayanganmu dihancurkan!" Galang dengan suara kecil.
"Hmmm... Itu tidak mungkin! Karena diriku lah yang membuat topeng ini, jadi tidak mungkin ada orang yang mengetahui cara kerja topeng ini dan juga jangan panggil namaku dengan nama itu!" Galang yang terlihat kesal, dengan suara yang kecil.
"O-ohh, maaf-maaf!" Fadli sambil menggaruk-garukan kepalanya,
"Hmmm.... Lalu siapa yang melakukannya? Jika tidak ada jejak, kita tidak akan bisa menangkap pelakunya!" Cristian dengan suara berbisik,
"Memang susah sih, jika kita tidak menemukan jejak sama sekali!" Galang dengan suara berbisik,
"Ayolah, kita disini untuk membersihkan tubuh dan pikiran, jadi bawa santai saja! Jangan terlalu dipikirkan dahulu tentang ini!" Fadli yang langsung santai di pemandian ini.
"Huhh... Kau disini, seharusnya untuk memata-matai kami kan? Lalu mengapa kau bersantai dengan orang yang kau mata-matai?" Cristian dengan nada lelahnya.
"Mau bagaimana lagi, aku sangat bosan mengintai anak-anak Pimpinan ANTUR ini! Tadinya aku kemari untuk menghilangkan stress saja! Tetapi aku melihat kalian yang tadinya berbicara, langsung terdiam dengan wajah serius! Dan kupikir pasti kalian menggunakan kata-kata batin. Karena itu sangat menarik aku langsung kemari dan mengintrogasi kalian!" Fadli yang santai,
"Mengintrogasi kami?!" Galang yang kaget.
"Tapi kalian malah membicarakan sesuatu yang membosankan!" Fadli yang masih santai.
"Haha, bagi anak polos sepertimu, tidak akan pernah tahu pembicaraan kami. Benarkan galang?" Cristian yang kembali santai di kamar mandi.
"He'em, Benar sekali perkataanmu pahlawan! Hanya orang-orang terpilih saja yang bisa mengerti ini!" Galang dengan nada sombongnya.
"Hmmmm.... Orang-orang terpilih, yah? Mungkin kalian benar, hanya orang-orang terpilih saja yang hanya mengerti ini! Sedangkan kami para Prajurit Kesatria Hitam di besarkan di tengah-tengah perang, tanpa mengetahui kasih sayang orangtua, saudara, bahkan tidak pernah tahu apa yang namanya cinta!" Fadli yang masih santai
Tiba-tiba saja, suasana disini langsung hening.
Dalam hati Cristian,
Waduh, sepertinya aku benar-benar menyinggungnya!
"A-ahh, ayolah! Kami hanya bercanda saja, jangan di anggap serius! Benarkan galang?" Cristian dengan nada gugupnya.
"Tidak, aku serius!" Galang yang masih santai.
"Woyy! Galang, lihatlah situasi!" Cristian sambil berbisik.
"Haha, santai saja pahlawan! Lagi pula ini adalah kenyataan kami." Fadli yang masih santai.
Dalam hati Cristian,
Sikap pura-puramu itu, yang membuatku tidak enak, Fadli!
__ADS_1
Dan ruangan ini menjadi tenang kembali setelah Fadli berkata seperti itu.
Setelah beberapa menit berendam di pemandian ini, aku langsung beranjak dari kolam ini,
"Sepertinya aku harus beranjak dari pemandian ini! Karena tubuhku mulai terasa ada yang janggal." Cristian yang langsung beranjak dari kolam air panas.
"Ayolah! Belum sampai setengah jam, kau sudah beranjak dari sini! Kau ini lelaki atau bukan sih?" Galang yang masih santai.
"Kau ini bodoh yah? Sekalipun kau terus mengejekku seperti itu, aku tidak akan tergoda oleh omonganmu! Aku hanyalah manusia biasa, Galang! Tidak sepertimu ya...." Cristian yang kesal yang tiba-tiba di potong perkataannya,
"Baiklah-baiklah, merengeklah di kamarmu nanti! Jangan disini, itu membuatku pusing." Galang yang masih santai.
Dalam hati Cristian,
Ahh ingin kupukul wajahnya yang sok-sok an itu!
Aku langsung pergi dari pemandian ini, tetapi tiba-tiba saja aku mengingat sesuatu,
"Ohh iya! Fadli, jika kau bertugas disini, berarti sekarang kau tinggal dimana?" Cristian,
"Kemungkinan malam ini aku akan tidur di atas pohon!" Fadli yang masih santai.
"Dihh, apakah kau tidak kedinginan? Kalau mau kau bisa menginap dikamarku!" Cristian.
"Ahh, terima kasih atas tawarannya, tetapi aku menolaknya! Karena tugasku disini memata-mataimu Pahlawan. Mana mungkin aku bisa menerima kebaikanmu, sedangkan aku terus manggali informasi tentang dirimu Pahlawan!" Fadli yang masih santai.
"hahh.. Padahal santai saja sih, jika denganku! Karena tidak ada informasi yang penting tentang diriku ini." Cristian dengan nada lelahnya,
"Mungkin kau benar Pahlawan, tetapi kami para prajurit di beri etika jangan terlalu dekat dengan target! Karena itu hanya akan membuat kacau misi yang telah di berikan oleh kami!" Fadli yang masih santai.
Dalam hati Cristian,
Hahh... Kau bilang seperti itu, tetapi kau juga tidak sadar, karena telah melanggar etika bodoh itu.
"Baiklah, seterah kau saja! Tetapi jika kau butuh tempat berlindung ketika hujan, datang saja kekamarku!" Cristian yang langsung pergi dari pemandian ini,
"yah, mungkin sesekali aku akan kesana!" Fadli.
Aku langsung keluar dari pemandian ini, tetapi tidak ada orang sama sekali!
Dalam hati Cristian,
Bukankah tadi, kata Galang ada seseorang di balik pintu ini? Lalu kemana orang yang di maksud galang itu? Mungkinkah orang itu langsung lari, setelah mendengar percakapanku tadi?
Aku yang tidak mau ambil pusing, langsung kembali kekamarku dan merapihkan kamarku, untuk tidur.
"Huhhh... Hari ini, hari yang melelahkan. Dari pagi sampai malam ini aku selalu kena sial!" Cristian dengan nada yang lelah, dan langsung tertidur...
Keesokan harinya, aku terbangun gara-gara si galang b*jingan ini!
"Woy galang!! Bukankah kau sudah bilang kemarin, si Michiru yang membangunkanku!" Cristian dengan nada kesalnya.
"Tentang itu, Michiru tidak bisa melakukannya! Karena malu." Galang sambil tersenyum.
"Kalau begitu, kau tidak perlu menyiramku, untuk membangunkanku, S*tan!" Cristian yang kesal.
"Tenanglah-tenanglah! Aku melakukan itu demi kebaikanmu, dan juga anak-anakku yang didapur juga perlu bantuanmu!" Galang yang berusaha menenangkan Cristian.
"Kebaikan matamu! Aku bisa mati kedinginan, jika kau terus melakukan itu!" Cristian yang masih kesal.
"Baiklah Cristian! Ayo segera kedapur!" Galang sambil menarik tanganku.
"Woyy! Kau mendengar perkataanku, 'tidak sih?!" Cristian yang masih kesal.
Kami pun langsung ke dapur untuk membantu mereka yang memasak pagi ini.
"Manusia! Beri aku daging potong itu!" Luna yang sibuk memasak.
"Oke!" Cristian.
Aku langsung memberi dagin yang ku potong ini, tetapi terasa ada yang janggal disini! Karena Michiru tidak ada di dapur.
"Ngomong-ngomong, Michiru kemana? Kok dari tadi tidak kelihatan?" Cristian yang kebingungan.
"Kak Michiru? Apakah ayah tidak bilang?" Lisa yang masih sibuk mengaduk kuah sayur.
"Tidak bilang? Tidak bilang apanya?" Cristian yang masih bingung,
"Karena kak Michiru sedang melakukan ekspedisi!" Lisa yang masih sibuk mengaduk kuah sayur.
"Ekspedisi! Apa maksudmu?" Cristian yang kebingungan, dengan wajah seriusnya.
"Kak Michiru sedang melakukan ekspedisi melenyapkan pemimpin Raja Iblis!" Lisa yang masih sibuk memasak.
"Apa kau bilang Pemimpin Raja Iblis?!" Cristian dengan wajah seriusnya....
__ADS_1