
setelah aku melakukan aktifitas rutinitasku pagi hari ini bersama anak-anak galang yang sibuk mengejarku jika aku berlari, selalu mengganggu ku ketika latihan yang lain dengan tingkah laku mereka yang terkadang membuatku takut, sehingga tidak berasa waktu makan siang akan di mulai dan aku langsung pergi dari sini untuk membantu yang lain, menyiapkan makanan !
"ahh, sepertinya sudah mau siang !" cristian,
"siang ???" anak-anak galang yang mengikutiku dari tadi,
"maaf yah anak-anak ! aku ingin ke dapur dulu untuk membantu kakak-kakak kalian ! jadi tolong jangan ke dapur dulu yah sebelum kami selesai !" cristian dengan suara lembutnya,
"ehh, memangnya kenapa ? bukannya lebih cepat nanti jika kita membantu !" rachel,
"benar kata rachel ! bukankah akan lebih cepat jika kami membantu !" pipi,
"justru itu yang membuatku khawatir !" cristian dalam hati yang cemas
"tidak-tidak ! nanti kak luna marah loh kepada kalian ! kalian kan tahu bagaimana kak luna jika marah kan ?" cristian yang cemas
tiba-tiba saja hawa dingin yang seakan membekukan ku ! ada di belakangku,
"apa yang mereka tahu, jika aku marah !?" suara luna dari belakang,
"e-ehh, lu-luna ! apa yang sedang kau lakukan di sini ? padahal aku baru saja ingin kesana !"
"hahh... segeralah bantu saudari-saudariku di dapur ! mereka sedang menunggu mu !" luna dengan nada lelahnya,
"ba-baiklah !" cristian yang ketakutan.
aku langsung pergi dari tempat latihanku, menuju dapur tempatku bertarung,
"hey ! mengapa kita memasak lagi ? bukannya tadi pagi kita sudah memasak ?" cristian yang bingung
"memang tadi pagi kita sudah masak ! tetapi bahan yang kita masak itu kurang untuk siang ini, jadi kita harus memasaknya lagi ! sekalian dengan makan malam nanti !" michiru yang berusaha menjelaskan
"baiklah-baiklah !" cristian dengan nada lelahnya,
aku langsung mengambil pisau yang biasa ku pakai untuk memotong sayuran, tetapi barang yang ingin ku potong tidak ada di meja sama sekali,
"hey, lisa mana daging dan sayur yang akan ku potong ?" cristian yang bingung,
"ada di dalam lemari mejamu itu ! coba periksa lah !" lisa,
"baiklah" cristian,
aku langsung memeriksa ke lemari yang sudah ada di bawah meja masakku ini, dan aku melihat beberapa daging yang terlihat aneh,
"oyy michiru ! ini daging apa ? bukankah tidak terlihat seperti daging yang ku potong kemarin ?" cristian yang ketakuatan,
"ohh, itu adalaha daging kelinci ! ayah kemarin sedang beruntung bisa menemukan beberapa kelinci !" michiru yang terlihat senang,
"lalu aku akan memotong daging ini ? apakah ini benar-benar bisa di makan !?" cristian yang terlihat ketakutan,
"tentu saja ! kau tidak tahu daging kelinci ini sangat enak !" michiru yang terlihat senang,
"baiklah, jika menurut sang kakak pertama di sini, daging ini enak ! berarti enak !" cristian sambil tersenyum,
"a-a-apa yang kau katakan !?" michiru yang terlihat malu,
sambil menarik-narik bajuku,
"kakak ! apakah kau tahu, yang kau pegang itu adalah lelaki !" lisa sambil menyiapkan bumbu di atas meja ini,
"lisa ! apa yang...." cristian yang cemas,
aku langsung di buat mental oleh michiru sebelum menyelesaikan kata-kataku,
"ugh" cristian yang terbentur dengan tembok,
"ma-ma-maafkan aku pah- cristian !" michiru yang terlihat ketakutan,
"aww, tidak apa-apa ! ini salahku, seharusnya aku tahu kau mempunyai phobia terhadap lelaki !" cristian yang terlihat kesakitan,
"a-a-aku tidak takut dengan lelaki !" michiru yang terlihat malu-malu,
"hehh, jadi kakak tidak takut dengan lelaki ! apakah kakak bisa melakukan seperti ini ?" lisa sambil meledek michiru,
lisa langsung memegang pundakku dari belakang dan memelukku,
"huhh, lisa kumohon jangan lakukan hal bodoh lagi !" cristian dengan suara lelahnya,
dan lisa langsung mencium pipiku,
"li-lisa apa yang kau lakukan !?" michiru yang kaget,
"tentu saja aku sedang melakukan hal biasa yang sering di lakukan pasangan lelaki dan wanita !" lisa yang langsung melepaskan pelukannya,
"dan cristian ! me-mengapa kau tidak menghentikannya !" michiru yang malu-malu,
"bagaimama aku ingin menghentikannya ? jika tenagaku tak sanggup melepaskan pelukannya itu !" cristian yang sambil menjelaskannya,
__ADS_1
"setidaknya kau menahan ciumannya tadi !" michiru dengan wajah merahnya,
"baiklah-baiklah ! jika ini terjadi lagi aku ak...." cristian yang terlihat ketakutan,
tiba-tiba saja aku merasakan hawa membunuh yang sangat berbahaya !,
"apa yang kalian lakukan lisa ! manusia !" suara luna yang kesal,
"lu-luna ! ti-tidak kami barusan hanya berbisik !" cristian yang ketakutan,
"kak luna ! apa kau juga ingin melakukannya !?" lisa sambil tersenyum jahat,
"diam lah lisa !" cristian yang marah,
lalu luna memukul kepala kita berdua,
"awww" cristian yang kesakitan
"awww, itu sakit kak !" lisa yang kesakitan,
"cepat lah kerjakan tugas kalian semua sebelum jam makan siang datang !" luna sambil melotot,
"baiklah !!" lisa dan cristian,
aku langsung segera memotong sayuran tidak dengan daging yang ada di lemari ini, karena aku tidak tahu bagaimana cara memotong yang rapih untuk daging yang baru ku kenal,
"luna ! bagaimana cara memotong daging yang tidak pernah ku lihat ini ? agar terlihat rapih !" cristian yang bingung,
"bodoh sekali kau ini ! lihat aku !" luna yang langsung mengambil pisau di tanganku ini,
lisa langsung memotong daging itu dengan pelan agar aku bisa mengerti,
"Ohhh, begitu ! baiklah sekarang aku mengerti ! terima kasih atas bimbingannya guru" cristian menurunkan kepalanya sedikit,
"o-ohh, baiklah kalau begitu !" luna.
aku langsung memotong sayuran dan daging di hadapanku tanpa ampun, sampai tidak berasa semua barang yang ingin ku potong habis,
"hahhh, sepertinya ini sudah selesai ! dan sekarang adalah tugas kalian berdua untuk menyelesaikan masakan ini ! kalau begitu aku duluan !" cristian sambil tersenyum,
"baiklah !!" suara lisa dan michiru.
Aku langsung pergi dari sini, menuju tempat makan, sebelum beberapa masalah datang lagi padaku, dan aku hanya melihat luna dengan rok yang tidak sampau ke lutut yang sedang rapih-rapih,
"ahhh, aku tidak sabar untuk merasakan daging kelinci itu !" cristian dengan nada lelahnya,
"kalau begitu bantu aku !" luna,
"baiklah ! seterah kau saja !" luna,
"hahh, padahal aku ingin beristirahat dahulu sebentar ! tetapi aku tidak bisa diam jika seorang wanita bekerja sendirian di hadapanku ! jadi sini berikan padaku piring-pring yang kau bawa itu, agar aku bisa menaruhnya di meja !" cristian dengan nada lelahnya sambil meminta,
"sudah ku bilang kan seterah kau saja ! jika kau tidak ada niatan untuk membantuku ! lebih baik tidak perlu !" luna dengan suara tegasnya,
"baiklah nona ! aku di sini ingin membantumu, agar semuanya cepat terselesaikan !" cristian dengan nada santainya,
"hahhh, jika kau ingin membantuku, isi lah gelas yang sudah ku tata di meja ini, dengan air yang sudah ku siapkan di teko itu !" luna dengan nada lelahnya,
"siap boss q" cristian,
aku langsung mengambil teko yang berisi air, untuk mengisi gelas-gelas ini, sambil mengisi aku berbincang-bincang dengan luna yang sedang menaruh piring dan gelas di meja ini, bersamaku,
"hey luna !" cristian,
"iya ada apa ?" luna,
"tidak ada apa-apa !" cristian,
"mau ku pukul kau !?" luna,
setelah luna berkata seperti itu, aku tidak berbicara dahulu untuk sejenak, lalu...
.
"hei luna ! bolehkah aku bertanya ?" cristian,
"bertanya tentang apa lagi ?" luna,
"jika ada seseorang yang suka padamu, dan orang itu mengatakan 'aku mencintaimu !' bagaiman tanggapan mu ?" cristian,
"sudah jelas aku akan menolaknya !" luna dengan nada dinginnya,
"hihhh, jahat sekali kau ini ! menolak seseorang dengan begitu mudahnya !" cristian yang ketakutan,
"tentu saja ! jika ada seseorang yang tidak ku kenal dan mengatakan hal seperti itu tiba-tiba, aku akan menolaknya mentah-mentah !" luna dengan nada tegasnya,
"lalu bagaimana jika aku yang mengatakannya ?" cristian,
__ADS_1
"tentu saja !... aku.... akan menolaknya !" luna dengan nada dinginnya,
"hihhh, ja-jahat sekali kau ini !" cristian dengan nada sedihnya,
"cepatlah kerjakan yang tadi ku suruh ! jangan bertanya tentang sesuatu yang tidak jelas !" luna sambil membentak,
"haha, setelah menolak orang itu dengan begitu mudahnya, sekarang kau memaksa orang itu untuk cepat mengerjakan tugasnya ! ternyata kau adalah si ratu sadis yah !" cristian sambil tertawa kecil,
"a-apa ra-ratu sadis !" luna yang tersipu,
"iya kau adalah si ratu sadis bagiku, karena kau selalu menyiksaku tanpa alasan yang jelas !" cristian dengan nada santainya,
lalu luna langsung menaruh piring-piring besi yang dia bawa di meja ini, dan mengambil satu, lalu langsung menuju kehadapanku,
"lu-luna apa yang ingin kau lakukan ? yang tadi itu hanya bercanda ! aku tidak tahu itu akan membuatmu marah, aku sungguh minta maaf ! jadi tolong taruh piring besi itu di tempatnya kembali oke, dan kita bicarakan baik-baik !" cristian yang ketakutan,
dia semakin dekat denganku, dia langsung mengangkat tangannya dengan cepat,
"bicarakan baik-baik kepala kau !" luna yang kesal,
"trang"
luna langsung memukul kepalaku memakai piring besi, aku pun tiba-tiba melihat sesuatu yang berputar-putar di atas kepalaku, tetapi aku langsung sadar kembali,
"jika kau bertanya sesuatu yang tidak jelas lagi, aku tidak akan segan-segan lagi denganmu !" luna dengan nada kesalnya,
"baiklah aku minta maaf !" cristian yang kesakitan,
"cepat kerjakan tugasmu !" luna dengan nada kesalnya,
"ba-ba-baik !!" cristian yang ketakutan.
tiba-tiba saja lisa dan michiru yang di dalam dapur langsung keluar,
"suara apa itu kak !" lisa yang kaget,
"iya ! suara apa itu luna !" michiru yang kaget,
"ahh, maaf tadi luna menjatuhkan piring yang dia pegang !" cristian yang berusaha berbohong,
"ohh, ku kira apa tadi " lisa,
"benar, ku kira apa tadi" michiru,
dan galang yang dari tempat memasak nasi, langsung keluar juga,
"ada apa dengan keributan ini ?" galang dengan santainya,
"ahh ayah, tadi kak luna menjatuhkan piring yang dia pegang ! terjadilah keributan seperti ini !" lisa,
"ohhh" galang
tiba-tiba saja galang melihatku,
"be-be-berhentilah memandangku ! itu sangat menjijikan !" cristian yang malu-malu,
"cristian sejak kapan kepalamu ada benjolan di tengahnya ?" galang,
"o-oh ini, anggap saja ini bentuk peejuanganku dalam membantu luna, hehe" cristian yang berusaha berbohong kembali,
"itu benar cristian ! mengapa ada benjolan di kepalamu itu ?" michiru yang bingung,
"ahh, bagaimana yah menjelaskannya, tadi saat aku mengisi air minum ke gelas, tiba-tiba saja gelas yang ingin ku beri air malah terjatuh ke kolong meja, dan kebetulan mejanya sedang di rapihkan dengan luna yang memakai rok selutut, ketika aku kebawah meja itu, tiba-tiba saja angin muncul ! yang membuat rok luna terangkat, aku langsung kaget, dan langsung berdiri, tetapi kepalaku terbentur meja ini, lalu semua yang di atas meja hancur berantakan yang berakhir merapihkan meja yang acak-acakan ini !" cristian yang berusaha menjelaskannya,
"cuihh, menjijikan sekali ! menjadikan sebuah gelas sebagai alasan untuk mengintip rok kak luna !" lisa dengan mata yang memandangku rendah,
"cristian tidak kusangka kau...." michiru dengan mata yang memandangku rendah,
"tunggu ! kalian jangan memandangku seperti itu ! ini hanyalah salah paham !" cristian yang cemas,
lalu mereka berdua kembali ke dapur tanpa berkata apa-apa,
"galang tolong jelaskan ini !" cristian yang panik,
tetapi galang hanya memberi sebuah jempol kepadaku sambil tersenyum, dan kembali lagi untuk memasak nasi,
"si*lan kau galang ! gara-gara pertanyaanmu ini, membuatku kesusahan begini dan juga kau pergi dengan senyuman busuk mu itu ! jangan bercanda !" dalam hati cristian yang kesal.
seketika tempat ini menjadi sepi,
"huhh, lihatlah ulahmu sendiri ! apakah sekarang kau senang ?" luna dengan suara lelahnya,
"te-tentu saja aku pun sedih ! tetapi mau bagaimana lagi jika mereka tahu kejadian aslinya, apakah galang akan menerima apa adanya ? ayahmu itu sangat terikat dengan peraturan bodohnya ! jika dia mengetahui hal ini dia tidak akan tinggal diam untuk mendisiplinkan anaknya sendiri dengan keras ! dan itulah yang membuat ku kesal, karena aku tidak bisa melindungi mu nanti !" cristian yang berusaha menjelaskan,
"me-melindungiku !? itu tidak perlu !" luna yang malu-malu,
"itu perlu ! karena aku tidak bisa melihat wanita yang sedang di marahi oleh lelaki !" cristian dengan percaya dirinya,
__ADS_1
"se-seterah kau saja lah !" luna yang malu-malu,
"kali ini aku tidak mau membuat kalian terlibat masalah karena diriku, jadi aku akan terus berusaha sendiri di sini ! sampai aku bisa menciptakan sebuah dunia tanpa deskriminasi !..." dalam hati cristian yang tenang.