Reincarnation Full Of Suffering

Reincarnation Full Of Suffering
Chap 04


__ADS_3

Setelah aku merawat adikku, aku langsung keluar untuk ke rumah makan untuk membeli nasi bungkus karena tidak mungkin membuat adikku yang sakit, menunggu aku memasak.


Aku langsung keluar dari rumah ku, seperti biasa cuaca yang tidak pernah berubah sejak malam tadi membuatku malas keluar, dan aku segera kembali ke gudang apartemen ini, untuk mengambil jas hujan! Karena motorku tidak ada bensin dan sepeda ibu kos sedang di pakai olehnya jadi aku berangkat jalan kaki,


Dalam hati aku berkata,


Mungkin nanti dijalan aku akan beli bensin untuk motorku.


Aku langsung berlari dengan jas hujan yang melindungiku menuju rumah makan, tetapi aku melihat seorang lelaki berbadan besar dengan kejinya merebut tas dari seorang nenek yang sedang duduk di halte bis itu dan aku langsung menuju kesana,


"Woyy! Mengapa kau merebut tas nenek itu!" Rian yang sambil berteriak,


Dia langsung menoleh kepadaku, dan langsung berlari membawa tas itu, secara spontan aku langsung berlari menuju maling itu,


"Woyy maling!" Rian sambil berteriak,


Semua orang yang ada di daerah ini melihatku di tengah gerimis, dan langsung berteriak maling kepada orang itu. Beberapa orang yang ada di depan jalan maling yang berusaha lari, mencoba menjagal maling itu tetapi semuanya sia-sia karena maling itu sangat lincah dan beberapa orang ada yang tumbang akibat terjangan maling itu! Yang ke walahan akhirnya menyerah dan melaporkan ke polisi agar polisi yang mengejar malingnya.


"Sial, mana mau polisi di sini di suruh tanpa uang! Baiklah aku yang akan mengejarnya sendirian! " Rian dengan tegasnya.


Lalu orang yang ikut mengejar maling itu membalas,


"Mana mungkin kau bisa melawannya dengan tubuhmu yang lebih kecil darinya! "


Aku langsung membalas sambil berlari


"itu urusan belakangan kawan!" Rian sambil berteriak


Aku langsung mengejar maling itu sampai ada di sebuah gang gelap yang sepi, dalam hatiku berkata,


Wah sepertinya maling itu ingin menjebakku yah, tetapi itu tidak berguna!


aku yang tidak gentar terus mengejar maling itu sampai dia berhenti dan berkata,


"Mengapa kau terus mengejarku ?" Maling.


Aku langsung membalas,


"Apa maksudmu ? Kau kan maling jadi wajar saja aku mengejar!"


Si maling membalas sambil mengejek,


"Cihh, persetan dengan makhluk dunia ini."


Dan aku langsung meminta tas nenek itu yang di curinya,


"Segera kembalikan tas nenek itu! Jika kau tidak ingin di tangkap."


Dia langsung memamerkan tas nenek itu dan berkata,

__ADS_1


"Silahkan ambil jika kau bisa!"


Aku langsung maju untuk mengambil tas itu, tetapi dia langsung menghindar sambil berkata,


"Untuk seorang manusia dunia ini, gerakanmu cukup cepat juga yah."


Aku langsung membalas,


"Dari tadi kau berbicara yang tidak jelas tentang dunia ini, apa maksudmu berbicara seperti itu, padahal kau juga manusia kan?!"


Aku sambil berusaha mengambil tas itu, tetapi dia menghindar terus menerus dengan mudahnya.


"Mengapa kau mengambil tas nenek itu?! Apa mungkin kau mengincar perhiasan yang di berikan oleh anaknya nenek itu yah?! Dasar manusia hina! Kembalikan tas itu atau kau akan di masukan ke penjara!" Rian dengan tegasnya.


Aku yang sambil memprovokasinya dengan perkataan ku, dan dia langsung terpancing dengan dengan perkataan ku sambil berkata,


"Apa maksudmu makhluk hina! Aku menyelamatkan kalian dari kehancuran dunia ini! Tetapi apa balasannya hah? Kalian tidak akan ada disini jika aku tak membelokan batu besar itu yang menghantam dunia ini dengan kekuatanku!"


Dia dengan cepatnya menendang perutku sambil berbicara, dan kutahan dengan tangan ku dengan sekuat tenaga yang membuat ku terhantam ke dinding,


"Ughh, aww itu sangat sakit kawan, tapi sayang aku mendapatkan apa yang ku inginkan!" Rian yang kesakitan.


Setelah berbicara dan mengambil tas itu, aku langsung kabur dari gang sepi ini, dan dia mengejar ku dengan sekuat tenaga, dalam hatiku berkata,


Apa isi dari tas nenek ini? Sampai dia sangat menginginkannya!


Akhirnya aku terkejar olehnya dan langsung di tendang lagi dengan kakinya sampai aku terhempas kembali ke dinding,


Aku yang hampir kehilangan kesadaran karna terbentur 2x ke dinding, langsung menggigit bibirku sampai berdarah! Agar aku tetap sadar, dan maling itu dengan muka kesalnya,


"Sial kau! Kembalikan tas mahluk hina itu! Apakah kau tidak tahu seberapa berbahayanya barang yang dibawanya!"


Setelah dia berkata seperti itu aku langsung berkata,


"Dasar bodoh! Mana mungkin seseorang yang sudah tua rentan membawa barang seberbahaya itu! Terlebih juga aku tidak percaya dengan ceritamu yang tak masuk akal itu, aku sangat percaya bahwa kau ini gila saking miskinnya! Hahahahaha" Rian dengan tegasnya.


Aku sambil tertawa, tetapi dia terprovokasi lagi dengan perkataan ku dan langsung berbicara,


"Apa kau bilang aku sudah gila karena uang?! Ini bukan masalah uang, yang aku inginkan hanyalah kembali ke tempat asal ku saja!" Maling,


Dia langsung memukul ku dengan tangannya, tetapi aku berhasil menghindar dan melihat dinding yang di tonjoknya hancur oleh tangannya.


dalam hati dengan rasa takut,


Sial apakah benar dia datang dari dunia lain? Dengan kekuatannya seperti itu aku mulai sedikit percaya kepadanya. Tetapi yang paling penting sekarang aku harus kabur darinya tanpa meninggalkan tas ini.


Apakah ini hanya keberuntunganku atau memang tidak, orang yang punya apartemen tersebut keluar dan melihat ku dengan maling itu dan berkata,


"Apa yang kalian lakukan?! Apakah kalian ingin menghancurkan apartemen ku?!" sang pemilik apartemen,

__ADS_1


Dan suara sirine polisi pun datang, orang yang tadi bersama ku mengejar maling ini benar benar membawa polisi, dan si maling pun berkata,


"Si*l kau! Akan ku buat kau hancur dan merasakan apa yang ku rasakan!"


Aku membalasnya dengan badanku yang mulai melemah,


"Haha, coba saja kalau kau bisa!"


Dan si maling pun kabur dengan wajah kesalnya, aku pun langsung jatuh dan melihat ke tanah,


"ugh, begini yah yang namanya sakit!" Rian sambil memegang dadanya, yang sesak!


Tetapi aku langsung bangun lagi dan langsung menjelaskan ke polisi itu tentang kronologi kejadian.


Setelah tas itu di periksa oleh polisi di tempat, tas itu hanya berisi 1 buah perhiasan dan tas kecil yang berisi uang dan polisi pun melepas kecurigaannya, lalu langsung membebaskan ku. Aku langsung pergi ke nenek yang tadi di halte bis! Untuk mengembalikan tas itu, setelah sampai di tempat halte bis, tetapi si nenek sudah tidak ada di tempat.


Dalam hati aku berkata


Bagaimana ini, apakah aku harus mengembalikannya besok?


Tanpa berpikir panjang aku langsung ke rumah makan dengan baju yang kotor dan badanku yang seperti ini.


Setelah sampai di depan rumah makan padang langgananku, dengan pakaian yang acak-acakan dan basah kuyup, aku langsung masuk kedalam rumah makan ini.


"Permisi!..." Rian yang masuk ke RM padang,


"Mahh, liat ada orang gila yang masuk ke sini!" Anak kecil yang ada di hadapanku,


"Huss, gak boleh berisik!" Ibunya,


Aku hanya bisa diam sampai antrian ini selesai...


Aku langsung memesan nasi bungkus ke Mba-mba yang selalu melayani di RM ini,


"Ohh, mas Rian yah! Kenapa baju mu acak-acakan seperti itu?" Mba-mba RM,


"Ahh, biasa lelaki mba, tidak pernah luput dari namanya masalah!" Rian sambil nyengar-nyengir,


"Ohh, maaf telah bertanya yang aneh-aneh! mau pesan apa mas Rian ?" Mba-mba RM sambil tersenyum,


"Tidak masalah mba! Kalau begitu saya pesan nasi 2 bungkus saja, beserta lauknya!" Rian sambil tersenyum,


"Baiklah! Tolong tunggu sebentar yah mas" Mba-mba RM sambil tersenyum,


dalam hatiku yang senang berkata,


Ahh, seperti biasa mba nasi padang ini, sungguh manis ketika tersenyum.


Setelah selesai aku membeli nasi padang dan keluar dari RM, tiba-tiba saja di beberapa tubuh terasa sakit!

__ADS_1


Dalam hatiku berkata,


Aww, sepertinya aku harus kedokter hari ini...


__ADS_2