Reincarnation Full Of Suffering

Reincarnation Full Of Suffering
Chap 06 - Hari yang buruk!


__ADS_3

Sayang ku mohon! Jangan salahkan dunia ini apapun yang terjadi, besarkan sang buah hati kita dengan penuh cinta, sampai dia bisa menemukan cinta sejatinya, inilah permintaan terakhirku.


Maaf aku tidak bisa.


Dan aku langsung terbangun dari mimpi buruk itu


Dalam hatiku yang kaget,


Si*l, dari kemarin aku mimpi seperti itu terus sebenarnya apa yang terjadi? Apakah aku harus ke pshycolog sekarang!


Aku langsung bangun dari kasurku dan menuju dapur untuk makan, tetapi aku lupa sesuatu,


"Aku lupa, semua nasi bungkus yang aku bawa telah di makan oleh adikku dan teman-temannya. Ahh sepertinya aku harus keluar lagi sambil berkunjung ke pshycolog." Rian dengan nada lelahnya,


Dan aku melihat tas itu yang ingin kukembalikan ke pemiliknya. Aku langsung mengambil tas itu dan pergi keluar,


"fit, kakak keluar dulu yah" Rian,


Tetapi tidak ada respon sama sekali, aku langsung menuju kekamarnya dan mengetuk pintu


"Fit, kakak keluar dulu! Tolong kunci rumah ya, jangan seperti siang tadi, ok!"


Aku langsung keluar dan langsung menuju rumah makan untuk makan, seperti biasa saat mba penjaga RM yang cantik ini langsung menyambut ku dan langsung bertanya,


"Makan di sini atau di bungkus mas?"


Aku langsung membalas,


"Boleh keduanya!"


Mba RM yang kebingungan bertanya kembali,


"Maksudnya bungkus 1, sama makan di sini iya?"


Dan aku langsung membalasnya


"Bukan, makan di sini ama mbanya di bungkus buat di rumah. Mwuhehehe"


Langsung yang orang-orang yang makan di RM ini pada kaget sampe ada yang kesedek gara-gara ulahku, sampai ada yang bisik-bisik,


"Cringe njirr"


"Asw lah, cuman beli 1 bungkus aja bangga :v"


Dan lain lain.


Mba RM itu cuman tersenyum dan langsung menyajikan nasi di piring dan bertanya kembali kepadaku,


"Lauknya mau pake apa mas ?",


Aku langsung membalasnya sambil malu-malu karena tak di balas sama sekali guyonan ku ini


"Hmmm, A-ayam saja lah mba!"


Dan orang yang jauh di sebelah ku berbisik-bisik ketemannya


"Malu itu pasti, gk ada jawabannya"


Si mba itu bertanya lagi


"pake kuah sayur, kuah ayam, atau mungkin Di-Ri-Ku!"


Dan semua yang di warteg pun langsung kaget mendengar mba RM yang berkata seperti itu, sampai ada yang tersedak kembali.


Dalam hatiku,


Haha, sepertinya aku memang harus ke pshycolog.


Setelah aku dari warteg aku langsung menuju ketempat tongkrongan pemilik tas ini,


dalam hatiku,


*Pasti yang punya tas ini lagi nongkrong di halte bis itu*!


Mungkin setelah aku memberi tas ini, aku langsung menuju rumah sakit untuk berkonsultan ke pshycolog! Tetapi saat aku sampai di halte itu, nenek itu tidak ada di sana.


Dalam hatiku,


Hmmm, sepertinya aku lanjutkan saja menuju ke rumah sakit! Tas ini bisa ku berikan setelah pulang dari rumah sakit!


Aku langsung meninggalkan Halte bis ini, dan menuju rumah sakit untuk memeriksa mentalku ini.


Setelah aku sampai di rumah sakit, aku langsung bertanya ke kasir di depan, tentang pelayanan psikolog. Aku langsung di bawa ke ruangan yang sangat nyaman jika untuk santay.


Selagi aku menunggu si psikologi ini, aku melihat-lihat lukisan-lukisan pemandangan yang indah.


Dalam pikiranku

__ADS_1


Lukisan ini membuatku rindu.


Tetapi apakah aku pernah kegunung selama hidupku ini? Perasaan belum tetapi mengapa aku teringat sesuatu tentang gunung? Mungkin benar aku harus memeriksa diriku ini! Jika aku seperti ini terus aku bisa gila lama-lama. Setelah aku menunggu setengah jam di dalam ruangan ini,


"Dari tadi aku menunggu, knapa dokter tidak datang sama sekali" Rian yang santai di sofa ruangan ini,


Dan sebuah ketukan di pintu membuatku senang,


Dalam hatiku yang senang,


Pasti itu dokternya.


Tetapi yang datang adalah pelayan yang tadi membawaku dan bilang kepadaku,


"Maaf pak, pemeriksaannya di undur besok karena dokter sedang ada pekerjaan darurat! Sekali lagi kami mohon maaf telah membuat mu menunggu! "


Aku langsung menjawab,


"Ohh baiklah, tidak apa-apa jika sang dokter tidak bisa datang karena sibuk, mungkin besok aku akan kesini lagi! "


Aku langsung keluar dari ruangan tersebut dan keluar dari rumah sakit untuk pulang kerumah.


dalam hatiku yang kesal,


Untung saja cantik, jika tidak mungkin telah kulempar dari gedung tertinggi, karena telah membuatku menunggu.


Dan aku langsung menuju halte bis itu, tetapi nenek itu tidak ada sama sekali.


Dalam hatiku,


Sebenarnya nenek itu kemana sih? Lanjut besok sajalah, barang yang akan ku kembalikan ini!


Aku langsung pulang menuju rumah.


Sesampainya aku di depan pintu rumahku, aku mendengar seorang wanita berteriak, itu adalah...


Dalam hatiku,


Sial itu suara adikku!


Aku langsung bergegas masuk ke apartemenku,


"Fitri apa kau tidak apa-apa ?!" Rian yang panik,


Diriku melihat ruang tamu apartemenku berantakan, dan aku melihat adikku yang tak berdaya dengan rambutnya acak-acak an sedang di tarik ke atas oleh tangan laki-laki ban*sat yang pernah mencuri tas yang aku bawa ini!


Si pencuri itu membalasnya,


"Ternyata informasi yang dia berikan sangat akurat yah!"


Aku langsung membalas,


"Apa maksudmu ********?! Lepaskan adikku! Kau hanya ingin tas ini kan?! Ambillah! Dan segera lepaskan adikku!"


Dengan santainya dia menjawab,


"Baiklah jika kau sudah mengerti, sekarang kau harus bertukar tempat denganku!"


Tidak ada waktu untukku bingung, aku langsung menurutinya


"Baiklah akan kuturutkan, tetapi lepaskan adikku dan biarkan dia keluar dari sini! Agar urusan kita bisa di selesaikan!"


Dan pencuri itu membalas dengan senyuman liciknya,


"Baiklah karena ini yang aku inginkan".


Aku langsung bertukar lokasi secara perlahan dengan arah berlawanan dengan si pencuri itu, dan sampai dimana si pencuri tepat di depan pintu, aku pun tepat di lokasi si pencuri yang tadi menahan adikku.


Pencuri itu langsung berbicara,


"Baiklah, aku telah melepaskan adikmu, sekarang serahkan tas itu!"


Aku langsung membalasnya


"Tunggu sampai adikku keluar dari apartemen ini!"


"Baiklah-baiklah" Maling itu membalasnya dengan santai.


Adikku yang tidak ingin keluar dari apartemen ini karena takut sang kakak bersama dengan penjahat ini, langsung berbicara


"Aku tidak ingin keluar sebelum kakak keluar dari sini" Fitri yang ketakutan.


Si pencuri itu langsung menarik rambut adikku, sambil berkata


"Turutilah kakakmu wanita bodoh"


Aku dengan kesal mengancam nya

__ADS_1


"Jika kau masih menarik rambut adikku akan ku habisi kau di sini juga! Biarkan dia keluar dari sini dengan tenang!"


Maling itu menjawab


"Hmmm, sepertinya menarik juga, bagaimana jika aku mengambil tas itu dengan paksa!"


Dan seketika pencuri itu ada di depanku dengan kakinya yang ingin menendang tubuhku, secara reflek aku langsung menghindar dari serangan itu, tetapi anginnya saja membuatku terhempas ketembok rumahku,


"Ugh, fitri segera keluar dari sini!" Rian yang terbentur


Adikku langsung membalasnya,


"Tidak mau, jika kakak belum keluar dari sini aku juga tidak akan keluar!"


Semakin kesal dengan adikku yang tidak patuh, aku langsung membalasnya


"Segeralah bodoh!! Keluar dari sini, aku tidak bisa keluar jika kau masih di sini bodoh!" Rian dengan wajah kesalnya.


Adikku dengan wajahnya yang takut langsung keluar dan menangis, sambil berkata,


"Aku akan mencari bantuan" Fitri yang meninggalkan ruangan ini.


Si pencuri itu langsung berkata,


"Tenang saja! Suara di dalam tidak akan terdengar karena aku telah memasang pelindung senyap, agar suara dari sini tidak terdengar!" Si pencuri sambil tersenyum.


Aku dengan wajah yang kaget langsung membalas,


"Apa maksudmu?!"


Maling itu dengan santainya membalas


"Iya pelindung senyap, walau kita membuat suara gaduh sekeras-kerasnya, Suaranya tidak akan terdengar! Tetapi aku masih bingung dengan mu, mengapa kau bisa tahu di sini sedang ada ke gaduhan, apa mungkin kau bukan berasal dari sini?"


Dia bertanya seperti itu dengan tatapan yang tajam.


aku langsung berdiri dan membalas


"Yah jelas saja lah! Suara sebesar itu tidak terdengar berarti telinga mereka sudah sangat tuli!" Rian dengan santainya,


Pencuri itu membalas perkataanku,


"Bodohnya kau! Jika sudah di beri pelindung senyap, suara apapun yang di dalamnya tidak akan terdengar......"


Sesaat dia sedang berbicara, aku langsung menyerang dia dan berhasil mengenai tangannya yang berusaha melindungi dirinya sendiri,


"Sial kau! HEYKI CHITLE ! " Pencuri,


lalu rantai berwarna ungu mengelilingi tubuh dan tangannya yang terluka, setelah rantai itu menghilang luka yang tadi ku buat ikut menghilang, dan maling itu berkata,


"Bodoh sekali! Aku adalah type Sihir walau kau sudah melukai ku berkali kali, itu tidak akan berpengaruh kepadaku! Karena kau manusia biasa! Tetapi gerakanmu cukup cepat dari manusia biasa, ternyata kau bukanlah makhluk dunia ini!" Pencuri dengan tatapannya yang tajam.


Aku langsung membalasnya,


"Cukup dengan omong kosongmu! Sekarang aku akan mencincangmu di sini! " Rian sambil mengantongi tangannya,


Aku langsung mengeluarkan pisau kecil di kantung ini! Dengan gesit aku langsung membuat robekan di dadanya,


"Ugh! Sial kau b*ngsat!! BEYBLITZ! " Pencuri


Sebuah bola api muncul di tangannya dan mengarah padaku, aku langsung menghindar,


"Awww, itu sangat panas kawan, jadi jangan gunakan itu di dalam ruangan ini ok! " Rian,


si pencuri itu langsung membalas


"Hahaha, tenang saja luck streak"


Lalu sebuah pernak pernik menyiramnya,


dalam pikiranku


Apalagi yang dia gunakan?!


Aku langsung menyerang dia, tetapi dia memajukan tangannya seperti ingin mengeluarkan sihir tadi tetapi aku yang langsung mundur malah terpleset gara-gara sebuah plastik dibawah,


Dalam hatiku,


Buruk sekali, aku tidak bisa melawan balik


Dan sebuah kaki tepat di atas dadaku ini langsung menimpaku sampai menghantam tanah!,


"Ughh" Rian yang kesakitan,


Dalam hatiku berkata,


Ya tuhan, mengapa kau memberi segala kesialan di hari ini....

__ADS_1


__ADS_2