
Aku yang terbangun di ruangan yang tidak asing bagiku, yaitu kamarku! Sekarang sedang di kelilingi 2 gadis yang berbahaya! (itu menurutku! bagaimana menurut kalian?)
"Cristian! Akhirnya kau bangun!" Lisa yang tersenyum melihatku yang masih berbaring,
"Benar! Kami khawatir tadi, kau di temukan di tengah hutan dengan topeng makhluk itu!" Michiru yang cemas,
"Ahh iya! Maaf telah membuat kalian khawatir!" Cristian yang masih berbaring,
Aku langsung bangun dari tempat tidurku, tetapi seseorang melarangku,
"Pahlawan tolong jangan bangun dulu! Tubuhmu masih dalam tahap penyembuhan!" Cristian yang duduk di meja sambil menikmati susu,
"Benar kata ayah! Tolong berbaring dan beristirahatlah dahulu! Nanti aku akan menjagamu!" Lisa dengan nada lembut,
Dalam hati Cristian,
Beristirahat saat kau menjagaku? Mana mungkin terjadi! Yang ada nanti aku yang habis denganmu itu!
"Lisa! Bi-biar luna saja yang menjaga cristian! Jika kau yang menjaganya, yang ada cristian di perkosa olehmu saat dia lengah!" Michiru dengan nada tegasnya yang sedikit gugup.
"A-a-apa yang kau katakan kakak?! Jangan membuat tuduhan palsu di depan ayah!" Lisa yang malu,
"Ini bukanlah tuduhan palsu! Aku melihatmu hampir memperkosa cristian yang waktu itu di kamar ini!" Michiru yang berusaha menjelaskan,
"Tidak! Itu tidak benar! Kau berkata seperti itu, karena iri padaku yang tidak takut pada lelaki!" Lisa yang yang menolaknya dengan tegas,
"Su-su-sudah kubilang! Aku tidak takut lelaki!" Michiru dengan nada tegasnya,
"Hehe, aku tidak bilang, kalau kakak takut dengan lelaki! Apa mungkin kakak benar-benar takut dengan lelaki?" Lisa sambil tersenyum,
Michiru hanya diam dan malu ketika Lisa berbicara seperti itu.
"Heyy, kalian tolong tenanglah! Aku sedang sakit....!" Cristian
Dan galang langsung memotong perkataanku,
"Bagaimana jika Pahlawan saja yang memutuskannya! Siapa yang akan menjaga dia?" Galang dengan senyum busuknya.
Dalam hati Cristian,
Sialan kau galang! Kau malah membuat ini semakin runya!
"Ayah benar! Biarkan Cristian yang memutuskannya!" Michiru yang langsung membalasnya,
"Ka-kalau begitu aku akan mengikuti saran ayah!" Lisa yang canggung,
"Bagaimana Pahlawan! Siapakah yang paling pantas menjagamu dari salah satu putriku ini?!" Galang dengan senyuman busuknya.
Aku yang kesal melihat galang bajing*n ini langsung membalas,
"Sepertinya itu tidak perlu dilakukan! Karena diriku sudah agak sehat" Cristian sambil tersenyum,
"Ohh, kalau begitu syukurlah! Jika kau sudah agak sehatan!" Michiru sambil tersenyum,
"Tidak bisa! Untuk membuatmu sehat kembali, harus ada yang menjagamu di sini! Yang akan membantumu, jika kau ingin minum, makan, tidur, ataupun mandi!" Lisa yang semakin dekat denganku,
"Li-li-lisa wajahmu terlalu dekat dengan Cristian!" Michiru yang gugup,
"apaan sih kakak! Apakah kakak ingin seperti ini juga? Kalau begitu silahkan kalau berani!" Lisa sambil tersenyum,
"I-itu tidak sopan Lisa! Dan Cristian sudah bilangkan, kalo dia tidak perlu seseorang untuk menjaga dia!" Michiru dengan nada tegasnya,
"Hahh, apakah kakak tidak ingat dengan perkataan ayah! Saat mengajari kita tentang tata krama? 'Tamu adalah Raja!' Jadi aku hanya melayani tamu saja! Apalagi Cristian adalah tamu istimewa, seharusnya kita memperlakukannya lebih baik lagi!" Lisa dengan nada yang lelah.
"A-aku masih ingat kok! Tetapi bukankah caramu ini sudah terlalu berlebihan Luna! Dan juga Cristian sudah bilang dari tadi, dia tidak perlu seseorang untuk menjaga dia! Seharusnya kita harus menuruti perkataan tamu istimewa kita!" Michiru yang gugup,
"Si-si-siapa yang berlebihan! Aku tidak berlebihan! Aku-aku hanya ingin melayani tamu di sini dengan baik!" Lisa dengan nada gugupnya.
Selama mereka berdebat aku langsung terpikir,
"Maaf mengganggu pembicaraan kalian berdua! Aku ingin bertanya! Sudah berapa lama aku pingsan?" Cristian yang kebingungan,
"Hmm kira-kira berapa yah?" Lisa sambil melihat jam,
"sekitaran sejam an, mungkin." Michiru yang langsung membalasku,
"iya! Sekitar 1 jam! Kami mencarimu setelah kami mandi! Sekitaran setengah 12, dan membawamu sampai kemari jam 12 an, kau sadar sekarang sudah jam 1 an!" Lisa yang berusaha menjelaskan.
"Hmm, begitu yah. Terima kasih telah menjawab! Tetapi maaf! Sekarang aku ingin berbicara sebentar dengan ayahmu!" Cristian sambil tersenyum,
"Mengapa kau tidak berbicara langsung di sini?" Lisa yang bingung,
"A-ahh, tentang itu hanya kami berdua yang boleh tahu!" Cristian sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Tentan apa memang? Kau tidak berpikir untuk keluar dari sinikan?!" Luna dengan wajah yang sedih,
"Apa yang kau katakan Lisa! Itu tidak sopan!" Michiru yang marah,
"Hey Michiru, Tenanglah! Dia hanya bertanya seperti itu saja, kau tidak perlu marah!" Cristian yang berusaha menenangkan michiru.
"A-aku tidak marah! Hanya memperingatinya saja!" Michiru dengan nada yang gugup.
__ADS_1
"Baiklah-baiklah! Lalu mengapa adikku Lisa bertanya seperti itu?" Cristian yang sambil tersenyum,
Tetapi mereka semua diam dengan wajah yang kaget,
"Me-mengapa kalian melihatku dengan wajah seperti itu? Apakah ada yang aneh?" Cristian dengan nada gugupnya,
"Ahhh, tidak! Hanya saja ketika kau memanggil Lisa dengan kata 'Adikku' kami terkejut!" Galang,
"Apakah ada masalah?" Cristian yang kebingungan,
"Tidak apa-apa sih, hanya saja kau mengingatkanku! Pada gadis mesum itu Yang membawamu kemari!" Michiru yang terlihat kesal,
"Gadis mesum? Yang membawaku kemari? Mungkinkah maksudmu Rena?" Cristian dengan wajah terkejutnya,
"Iya, si Rena itu! Jika dia kemari dia selalu menginap di sini dan tidak ingin jauh-jauh dari adik-adikku, sambil mengaku-ngaku adiknya! Apalag jika dia mandi bersamaku, dia selalu memegang bagianku yang besar ini...." Michiru yang tiba-tiba berhenti.
Dengan wajah merahnya, Michiru langsung menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya, aku langsung membalikan wajahku ke Lisa.
"Ahhh, kakak curang! Kau menggoda cristian dengan dadamu yang besar itu!" Lisa sambil marah-marah.
"A-a-aku tidak menggoda Cristian dengan Dadaku ini!" Michiru yang masih menutupi wajahnya,
"Coba perlihatkan wajahmu itu! Jika kau tidak menggodanya!" Lisa dengan suara kesalnya,
"Lisa tenanglah! Kakakmu itu hanya menceritakan gadis mesum itu! Yang lebih penting adalah tadi pertanyaanku itu, mengapa kau berpikir aku akan pergi dari sini?" Cristian sambil tersenyum,
"o-ohh, tentang itu. Aku kira setelah kejadian-kejadian sebelumnya sampai sekarang ini! Kau akan pergi dari sini, karena tidak betah!" Lisa dengan wajah murungnya.
Aku langsung mengelus kepala Lisa, sambil berkata,
"Apa yang kau katakan sih? Kejadian-kejadian apa yang membuatku tidak betah? Jika selalu dikelilingi gadis-gadis muda dan cantik seperti kalian! Tidak mungkin aku akan bilang 'Aku tidak betah' Lalu pergi meninggalkan kalian!" Cristian sambil tersenyum,
Sambil mengepalkan tangan aku langsung melanjutkan perkataanku,
"Jika ada seseorang yang bilang 'tinggal bersama kalian bagaikan tinggal di neraka!' Berarti mereka yang bodoh! Itu benarkan galang!" Cristian dengan percaya dirinya.
Galang langsung bangun dari tempat tidurnya, dan mengepalkan tangannya,
"Kau benar pahlawan! Kau sangat benar! Mereka yang berkata seperti itu sangatlah bodoh! Ternyata kau sangat mengerti aku pahlawan!" Galang dengan nada tegasnya,
"Kau pun juga sama!" Cristian sambil tersenyum.
Aku dan galang langsung bersalaman!
"Maka dari itu, kalian kembalilah kekamar masing-masing! Karena kami akan membicarakan sesuatu yang penting!" Galang sambil tersenyum,
"Sesuatu yang penting! Apakah Cristian ingin menikahi salah satu dari kami?!" Lisa dengan wajah terkejutnya,
Dalam hati Cristian,
"Kemungkinan Cristian akan membicarakan seperti itu!" Galang dengan wajah seriusnya,
Dalam hati Cristian,
Sialan kau galang! Kau malah memperpanjangnya!
Michiru langsung membuka wajahnya,
"Be-be-benarkah itu ayah! Cristian ingin menikahi salah satu dari kami!" Michiru dengan nada gugupnya,
"Galang! Aku mohon, jangan menyebarkan berita palsu lagi!" Cristian sambil tersenyum terpaksa,
"Tenang saja pahlawan! Sedikit-sedikit kita perlu bercanda! Jangan terlalu tegang!" Galang sambil tersenyum,
"Yang tadi itu bercanda?" Michiru dengan nada kecewanya,
"Hehhh, apakah kakak menganggapnya beneran?" Lisa sambil tersenyum,
"A-aku pun tadi menganggapnya bercanda Lisa!" Michiru dengan nada malunya,
"Lisa! Jangan meledek kakakmu terus!" Galang,
"Baiklah!" Lisa memegang kepalanya.
"Baiklah kalian berdua! Sekarang pergi ke kamar masing-masing yah!" Galang sambil tersenyum,
Mereka pun langsung pergi dari sini, tanpa basa-basi.
"Hahh, kau ini galang! Bercandanya selalu berlebihan. Lihatlah anak-anakmu itu! Sepertinya mereka pergi dengan rasa kecewa." Cristian dengan nada lelahnya,
"Hehhh.. Dari mana kau tahu, jika mereka itu kecewa setelah mendengarkan kata-kata terakhirku tadi?" Galang sambil memegang dagunya.
"Dari reaksi terakhir mereka itu sudah memperjelasnya Galang!" Cristian dengan nada lelahnya,
"Haha, baru beberapa hari disini! Kau sudah sangat mengerti mereka Pahlawan!" Galang sambil tertawa kecil.
"Sebagai lelaki seharusnya kita mengerti dengan reaksi, perasaan, atau sifat mereka bagaimana dalam sekali pandang!" Cristian sambil tersenyum.
"Baiklah-baiklah! Sebaiknya kita segera ke pemandian! Sebelum kemalaman." Galang.
"Kepemandian? Bukannya tadi kau menyuruhku beristirahat?" Cristian dengan nada bingungnya,
__ADS_1
"Tenang saja! Pemandian air panas di sini sudah seperti penyembuhan dari alam! Apalagi kau tadi habis bertarungkan?!" Galang yang tiba-tiba serius!
"Kau benar! Aku ingin menanyakan tentang sore tadi!" Cristian dengan wajah seriusnya.
Kami pun langsung pergi menuju ke pemandian, Aku yang kaget karena warna air panas di kolam ini menjadi merah! Langsung bertanya kepada galang,
"Galang! Apakah tidak apa-apa aku mandi di air ini? Bukannya air ini berwarna normal saat kemarin?" Cristian yang ketakutan,
"Tidak masalah! Air di sini berubah tergantung kondisi alam! Akupun baru melihat air merah ini, tetapi sepertinya tidak terlalu berbahaya!" Galang yang langsung berendam di kolam ini,
"Woyy! Jangan asal nyebur! Jika ada apa-apa aku yang repot! Dan juga kau baru melihat air ini? Seharusnya kau lebih curiga galang!" Cristian dengan kesalnya,
"Tenanglah Pahlawan! Air ini adalah air biasa." Galang sambil tersenyum,
Dalam hati Cristian,
Hmm... Aku jadi khawatir!
"Baiklah! Aku akan mempercayaimu! Jika kau berendam di sini juga!" Cristian,
Aku langsung maju dan menyelupkan kaki ku terlebih dahulu, tetapi tiba-tiba saja aku merasakan getaran yang sangat kuat ke seluruh tubuhku! Sehingga seluruh tubuhku pun langsung kaku atau tidak bisa bergerak sama sekali, dan berakhir jatuh ke kolam ini! Tanpa sadarkan diri.
"Pahlawan! Pahlawan! Bangunlah!" Galang dengan nada tegasnya,
Akupun langsung bangun, setelah aku mendengar kata-kata Galang,
"Hah... Hah... Hah... Sial! Untung saja aku tidak mati!" Cristian yang cemas,
"Apa yang terjadi denganmu pahlawan?! Kenapa kau tiba-tiba terjatuh begitu saja?! Itu terlalu berbahaya jika di lakukan di pemandian air panas!" Galang yang cemas.
"Akupun tidak tahu! Ketika aku memasuki kolam ini, tiba-tiba saja seluruh tubuhku merasakan getaran yang sangat kuat! Sehingga membuat seluruh tubuhku kaku!" Cristian yang berusaha menjelaskannya.
"Hahh... Sudahlah lupakan! Yang penting kau sekarang tidak apa-apa! Dan bisa berendam di sini!" Galang dengan nada lelahnya,
"Kau kira aku tidak apa-apa?! Kau sudah gila yah! Aku tadi hampir mati kare...!" Cristian,
Galang langsung memotong perkataanku
"Yang lebih penting lagi, apa yang ingin kau bicarakan padaku tadi?!" galang dengan wajah seriusnya,
"Benar! Aku ingin membicarakan tentang waktu sore tadi!" Cristian dengan wajah seriusnya,
"Iya! Coba katakanlah!" Galang dengan wajah seriusnya,
"Apakah kau melihatnya? Tentang sore tadi..." Cristian,
Tiba-tiba saja suara Galang muncul di pikiranku,
Huss! Ada seseorang yang menguping di pintu dan di luar tembok ini!
Cristian langsung membalas dalam hatiku,
Apakah itu musuh?
Suara Galang yang ada di pikiranku,
Sepertinya itu adalah anak-anakku! Lebih baik kita saling bicara dengan komunikasi ini!
Cristian dalam hati,
baiklah! Apakah kau lihat sore tadi?
Suara Galang dalam pikiranku,
Iya aku lihat! Kau menarik bayanganmu sendiri keluar! Dan aku pun bingung mengapa kau melakukan itu! Apalagi kembalinya sangat lama. Aku pun langsung melepaskan michiru dan menuju ke tengah hutan yang mulai terlihat gelap itu. Aku langsung menemukanmu dengan topeng yang kau gunakan tadi di sampingmu, sebenarnya apa yang terjadi kau dengan bayanganmu itu? Mengapa kau sampai menariknya ke tengah hutan itu?
Cristiab dalam hati,
Akupun bingung apa yang terjadi sebenarnya?! Bayanganku mempunyai pemikiran, dan perasaan sendiri, jadi dia tidak mengikuti kehendakku! Seharusnya aku bisa mengendalikannya, tetapi dia tidak bisa di kendalikan! Bahkan akupun di serang sampai pingsan di tengah hutan itu.
Suara galang di pikiranku,
Tidak mungkin sebuah bayangan bisa memiliki kehendak! Apakah sebelum hal itu terjadi, atau saat kita mengintip anak-anakku tadi, kau merasakan sesuatu yang sangat membuatmu sakit?
Cristian dalam hati,
Tidak! Aku tidak merasakannya sama sekali! apakah itu bermasalah?
suara galang dalam pikiranku,
Hmmm... Jika kau tidak merasakannya sama sekali, bukankah sangat aneh jika bayanganmu tiba-tiba menghilang, apakah kau tidak bertanya siapa dirinya?
Cristian dalam hati,
Saat aku bertanya seperti itu dia hanya bicara dia adalah aku, dan aku adalah dia! Setelah itu dia mulai memanggilku Tuan! Akupun sangat bingung dan kesal dengan keadaan itu, jadi siapa dia sebenarnya galang?! Apakah kau tahu?
Suara galang yang ada di pikiranku,
Kemungkinan besar kau memiliki jati diri lain di dalam hatimu yang paling dalam! Sehingga dia menjadi benar-benar nyata! Atau para ilmuwan Kesatria Hitam sering menyebutnya Alter Ego!
Aku langsung terdiam, setelah mendengar kata-kata terakhir yang galang bicarakan itu.
__ADS_1
Dalam hati Cristian,
Alter Ego? Sepertinya aku pernah mendengernya! Dimana itu yah?...