
Aku dan Galang berdebat panjang, karena latihan yang tak masuk akal ini, apakah ini akan bermanfa'at bagiku atau tidak?
"Baiklah kalau begitu, semoga lancar!" Galang sambil melambaikan tangan.
"Tunggu dulu! Kau ingin kemana meninggalkan ku begitu saja?! Dan juga mengapa aku harus mengayunkan pedang sebegitu banyaknya?! " Cristian dengan nada kesalnya.
"Bukankah aku sudah menjelaskannya, itu adalah bentuk latihanmu! Jika kau tidak melakukan seperti itu, maka strategi bertarung tidak akan maximal! Dan juga seranganmu yang acak-acakan itu butuh waktu lama untuk memperbaikinya, tetapi jika kau mengikuti saran ku, aku yakin dalam 10 hari nanti kau bisa mengetahui kelemahanmu sendiri!" Galang sambil mengepalkan tangan.
"Hahh.... baiklah, jika itu benar-benar bisa meningkatkan kemampuanku, aku akan melakukannya!" Cristian dengan nada lelahnya.
"Baiklah, kalau begitu aku pamit dulu, selamat tinggal!" Galang sambil tersenyum,
"Yah, pergilah sana!" Cristian dengan nada lelahnya.
Tiba-tiba saja aku tersadar, senyum si Galang itu menandakan sesuatu yang mencurigakan.
"Mengapa dia tersenyum dengan tidak jelas? Walau dia selalu begitu sih, tetapi aku merasakan sesuatu yang berbahaya akan terjadi!" cristian sambil melirik kekanan dan kekiri.
Aku pun langsung memulai latihanku, mengayunkan pedang 100 kali, walau terlihat enteng hanya 100 kali, tetapi membuat siku ku ini pegal walau hanya mengayunkan beberapa kali saja, dan tiba tiba saja galang ada di depanku.
"Woahhh!! Sialan kau galang kenapa kau tiba-tiba di depanku?! Apakah kau ingin membuat jantungku putuskah?!" Cristian yang kaget, dengan nada kesalnya.
"Aku lupa memberitahumu tentang latihan ini, kau harus menggunakan batang pohon yang sudah terpotong, dan letakan di depan mu, barulah kau bisa mulai latihan!" Galang,
"Apa maksudmu? Aku sangat tidak mengerti!" Cristian yang kebingungan.
"Baiklah, aku akan menjelaskannya!" Galang.
Galang mengambil batang pohon utuh yang kurang dari setengah meter di belakang rumah ini, dan membawanya kesini.
"Lihatlah batang ini pahlawan!" Galang dengan wajah serius.
Aku langsung melihat batang pohon itu.
"Pahlawan kau jangan di depanku! Nanti kau akan ikut terbelah" Galang dengan wajah serius.
"Bukan dari tadi kau bilang! Untung saja belum mulai. Lalu bagaimana bisa kau membuat batang pohon ini terbelah, dengan pedang kayu itu?" cristian yang kebingungan.
"Lihat saja, nanti kau akan tahu bagaimana caranya!" Galang.
"Baiklah- baiklah" Cristian sambil menggarukan kepalanya.
Aku langsung ke samping galang untuk melihat batang kayu ini, dan galang menarik napas sebentar, lalu dia langsung mengayunkan pedang kayu itu dengan cepat, bahkan akupun melihat pedang itu semakin lebar karena bayangannya.
"Woyy gerakan macam apa ini!" Cristian dengan wajah yang panik.
Hanya kurang dari 10 detik, galang langsung menurunkan pedang kayu itu ke tanah, dan batang pohon itu terbelah oleh angin yang di ciptakan galang dengan pedang kayunya.
"Apakah kau lihat?! Ini adalah jurus yang mengandalkan alam, sebenarnya kau bisa melakukannya dengan sihir, tetapi itu juga akan menghabiskan mana mu, seperti jurusmu yang sering kau pakai itu!" Galang sambil mengatur napas.
"Hmmm, berarti jurus yang kau pakai ini, hanya mengandalkan fisik yah? Tetapi ayunan mu yang sangat cepat itu membuatku yakin tadi, batang pohon itu akan terbelah. Bukankah ini sangat mustahil untuk mengikuti gerakanmu?! "Cristian sambil memegang dagunya.
"Tidak ada yang mustahil! Jika kau benar-benar ingin mendapatkan jurus ini, maka belajar lah!" Galang dengan wajah seriusnya.
Galang langsung mengambil batang pohon lagi di tempat tadi, dan memberikannya padaku.
"Cobalah kau latihan mulai sekarang! Ayunkan pedang di atas batang pohon yang sudah lebih rendah darimu ini, tetapi jangan sampai mengenainya! Jika kau mengenainya kau harus mengulang! Sekarang aku akan pergi lagi, jadi kau harus melakukannya dengan jujur! Jika tidak akan ku lipat gandakan latihanmu itu, sampai 10 hari nanti" Galang sambil memberi pedang kayu ini padaku,
"Sekarang kau pergi lagi, dan kau memintaku jujur dalam berlatih selama kau pergi, bagaimana aku sudah jujur, tetapi kau bilang aku bohong karena berbagai alasan!" Cristian dengan wajah cemasnya.
"Tenang saja! Aku akan tahu mana orang yang jujur dan berbohong." Galang sambil memandang langit.
"Apa-apaan dengannya, kau kira gampang untuk berlatih seperti itu! Apalagi kau pergi dari sini dan latihanku hanya tidak perlu mengenai batang ini, itu sangat gampang bagiku aku tidak perlu berlatih menggunakan batang ini, hehehe" Dalam hati Cristian yang senang.
"Baiklah kalau begitu pergilah sana, urusi urusanmu sendiri!" Cristian yang mulai mengayunkan pedang kayunya di atas batang ini,
Galang langsung pergi dengan cepat, tanpa kata sama sekali. sekarang aku di sini sendirian dengan batang kayu yang di siap kan Galang.
"Sekarang aku harus bagaimana? Apakah aku berlatih tanpa menggunakan batang pohon yang merepotkan ini? Atau mengikuti saran si Galang ini? Jika aku mengikuti saran dari si Galang, mungkin agak mustahil untuk tidak mengenai batang pohon ini sama sekali, karena nanti tanganku pasti pegal-pegal sebelum sampai ke 50 apalagi yang seratus, dan juga aku harus benar-benar mengukur jarak antara batang pohon ini dengan pedang kayu ini saat mengayun, agar tidak mengenai batang ini. jika aku tidak mengikuti sarannya, aku tidak akan bisa menjadi harapan mereka, dan menjadi manusia gagal, huhh sial sekali aku ini!" Dalam hati Cristian dengan rasa yang serba salah.
Aku langsung mengayunkan pedang kayu ini, tepat di atas batang pohon yang hampir beradu dengan mata pedang ku ini.
"Hey teman! Jika kau menemukan 2 jalan, jalan pintas dan jalan yang pasti, mana yang kau pilih? Jika aku akan memilih jalan yang pasti, walau melelahkan tetapi kita pasti sampai ketujuan kita dan kita pun mempunyai pengalaman yang sesunguhnya! Jadi aku mohon bantuannya teman selama 10 hari ke depan!" Cristian yang berbicara ntah dengan siapa, karena tak ada siapapun di tempat latihan.
Sejak dari tadi aku mulai, aku selalu mengulangi hitunganku, karena pedang ini selalu mengenai batang pohon ini.
"Aku sudah seperti orang gila dari tadi! Padahal Galang tidak ada di sini, tetapi aku mengikuti perkataannya, bodohnya aku! " Dalam hati Cristian yang masih mengayunkan pedangnya.
Tetapi aku masih mengayunkan pedang ini, di atas batang pohon ini.
"27... 28... 29... 30... 32... eh 31... 33..." Cristian dengan wajah yang penuh urat dan lelahnya.
__ADS_1
Lalu pedang kayuku ini mengenai batang pohon ini lagi,
"AHHHH, SI*LAN!! AKU SELALU GAGAL DI HITUNGAN KE 30 LEBIH, APA YANG HARUS AKU LAKUKAN!! AHH!!" Cristian yang berteriak.
Aku langsung membanting temanku ini ke tanah.
"Ahh!!.. Jika aku terus gagal begini, aku tidak bisa menggapai harapanku! Apa yang harus aku lakukan sebenarnya!" Cristian sambil menggaruk kepalanya dengan kencang.
"Jika kau tidak bisa melakukannya dengan kencang, maka lakukanlah secara pelan! Itu mungkin bisa menyelesaikan latihanmu hari ini" Suara gadis yang di belakangku,
Aku langsung melihat kebelakangku, seorang wanita yang memiliki ciri-ciri yang sama seperti anak-anak galang, dan memakai baju yang panjang sampai menutupi celana pendeknya yang menampilkan tubuh menawannya, ternyata gadis itu...
"Kau, kalau tidak salah... Hmmm... Kau Lisa kan?" Cristian yang kebingungan sambil memegang dagu.
"Bukan! Aku adalah bayangan!" Gadis yang bernama lisa.
"Hah?! apa yang kau bicarakan? Aku tahu kau adalah lisa!" Cristian yang kebingungan.
"Bayangan tidak mempunyai nama!" Lisa sambil menutup setengah mukanya dengan telapak tangannya.
"Sebelum kau menyamar, tertutuplah sedikit! Mungkin aku tidak bisa mengetahuimu!" Cristian yang menatap Lisa.
"Bodoh sekali kau manusia! Aku sekarang sedang menyamar! Karena kau sekarang sudah mengetahui penyamaranku, aku akan membunuh mu!" Lisa dengan nada datarnya,
"baiklah-baiklah kau adalah bayangan, aku menyerah, jadi tolong jangan ganggu latihanku!" Cristian sambil mengambil pedang yang di lemparnya tadi.
"Tetapi aku tidak bisa melepasmu begitu saja, rasakan ini!" Lisa dengan suara datarnya.
"Huhh... Apa mak-" Cristian dengan suara lelahnya.
Kaki anak itu mencapai mukaku, yang membuatku terpental jauh.
"aww, itu sakit nak, jadi jangan lakukan itu lagi yah!" Cristian sambil memegang wajah yang di tendang oleh Lisa.
Aku langsung melihat tanganku yang tadi ku gunakan menutupi mulutku ini, aku kaget ternyata ada darah pada telapak tanganku ini.
"Jika kau lelaki mungkin aku sudah mengejarmu sekarang, dan menghajarmu bocah!" Dalam hati Cristian yang kesal.
Lalu bocah itu maju kepadaku lagi.
"Baiklah-baiklah aku menyerah, kau yang menang jadi tolong jangan lakukan hal yang tadi lagi yah!" Cristian dengan hidung yang berdarah dan muka melasnya,
"Hahaha, baiklah jika kau menyerah! Mulai dari sekarang kau harus mengikuti perkataanku!" Lisa dengan sombongnya,
"Baiklah aku akan menurutimu, jadi apakah sekarang aku bisa melanjuti latihanku sekarang? Karena waktu latihanku mungkin sebentar lagi!" Cristian yang tersenyum paksa.
"Baiklah kalau begitu, aku akan mengajarimu bagaimana caranya latihanmu ini cepat selesai!" Lisa suara datarnya.
"ehhh, tapi kata gal- maksudku ayahmu, aku harus latihan sendiri. Jika kau mengajariku tentang latihan ini, mungkin ayahmu akan marah!" Cristian dengan suara pelannya.
"Jika itu terjadi, kau harus melindungiku!" Lisa.
"Dihh, sumpah ribet banget ini bocah! Mengapa galang melepaskan anaknya yang ganas ini sih! " Dalam hati Cristian yang kesal.
"Tetapi...." Cristian dengan wajah cemasnya,
"Tidak ada tapi-tapi! Aku akan melatihmu titik!" Lisa sambil menggoyangkan jarinya.
Aku pun langsung memulai lagi tugas latihan yang di berikan galang itu.
"Jangan terlalu kencang mengayunkannya! Pelan tapi pasti, kau harus bisa mengukur tenagamu sendiri, agar kau bisa mengetahui kekuatanmu sampai mana... Akupun dari tadi melihatmu berlatih, kemampuanmu membaca pola serangan ayah waktu itu sangat mengesankan, tetapi kau orangnya tidak bisa sabar dan tak bisa mengikuti situasi, jika kau bisa mengubah 2 hal itu, aku yakin kau bisa menjadi kuat!" Lisa dengan suara yang datar.
"Huhhh.... Aku tidak ingin mendengar ceramah dari orang yang memukulku tanpa alasan!" Dalam hati cristian yang kelelahan.
"Ohhhh begitu, kalau begitu aku akan melakukan apa yang kau katakan, cukup pelan saja kan, itu mudah!" Cristian sambil tersenyum.
"Baiklah, coba lakukan lagi!" Lisa dengan suara yang datar.
Dan aku langsung mengikuti instruksi bocah ini, awalnya aku tidak percaya dengan perkataan bocah ini, tetapi sekarang aku sudah sampai lebih 50 kali mengayunkan pedang ini.
"Wooahhh aku tidak percaya ini! Aku bisa mencapai angka 50, bukankah ini keren?!" Cristian yang terlihat senang.
Sesaat aku senang sebentar, pedang ini menyentuh batang ini lagi.
"SIIIAAAL!!" Cristian yang terlihat kesal dengan urat di wajahnya,
aku langsung memukul batang dengan pedang kayuku, tetapi malah tubuh yang bergetar,
"kepala kau siaaal!!!" Lisa sambil memukul kepalaku.
Aku langsung terjatuh, akibat di pukul oleh bocah ini.
__ADS_1
"Awwww" Cristian yang sambil memegang kepalanya.
"Jika kau senang karena usahamu sedikit berhasil sebelum mencapai target, kau mungkin akan menjadi manusia gagal!" Lisa dengan suara datarnya.
"Baiklah, kalau begitu aku akan berusaha lebih keras lagi guru!" Cristian dengan percaya diri,
"Benar berusahalah lebih keras! Jika kau gagal dan gagal lagi berusahalah lebih keras lagi! Sampai kau lupa dengan kata putus asa!" Lisa yang terlihat semangat sambil mengepalkan tanga.
Aku langsung bangkit kembali, dan memulai latihanku dari Nol lagi.
"Baiklah aku akan mulai lagi!" Cristian dengan suara semangatnya.
Aku langsung memulai latihanku ini, walau pelan tetapi pasti sampai ketujuanku.
Lisa hanya melihat ku berlatih dan mengelilingiku dari tadi, sangat membuatku bingung dan juga ada rasa takut di terkam oleh bocah ini saat aku berlatih, tetapi aku terus melanjutkan latihanku.
"71... 72... 73... 74..." Cristian.
"Jika bisa lemaskan peganganmu itu pada pegangan pedang itu! Karena itu akan membuang-buang tenagamu, ingatlah ini semakin kau berkonsentrasi menuju tujuanmu, semakin banyak ketegangan yang akan bermunculan pada tujuan akhirmu, dan itu membuat mu kelelahan, karena banyak berpikir dan berakhir dengan kegagalan, jadi jangan terlalu di bawa serius! Karena ini adalah latihan!" Lisa sambil menjelaskan.
Aku hanya bisa mendengarkannya, dan tetap melanjutkan latihanku sampai selesai.
"85...86... 87... 88... 89... 90..." Cristian,
"Aku lupa memberitahumu, jika kau berlatih dengan pelan bukan berarti kau terus melakukannya dengan pelan, seharusnya kau tingkatkan kecepatanmu jika sebentar lagi mencapai akhir latihanmu ini!" Lisa,
Aku tetap menghiraukan perkataaan Lisa
"97... 98... 99...100" Cristian.
"Sep, aku telah menyelesaikannya.... Sungguh latihan yang merepotkan!" Cristian yang masih mengatur pernapasannya.
"hey kau mendengarku tidak? Sebaiknya kau harus mengulangi latihanmu, dan mengikuti saranku!" Lisa.
"Apa maksudmu? Aku kan sudah mencapai tujuanku, jadi itu tidak di perlukan lagi!" Cristian yang masih mengatur pernapasannya.
"hahh?! Apa maksudmu tidak di perlukan lagi?!" Lisa dengan nada kesalnya.
"Baiklah-baiklah, hal itu aku akan melakukannya besok, karena tubuhku belum benar-benar beradaptasi dengan latihan ini! Jadi sekarang aku ingin mengambil napas dahulu!" Cristian yang masih mengatur pernapasannya.
"Baiklah jika begitu yang kau inginkan! Aku tidak bisa menolaknya!" Lisa dengan suara yang datar.
Aku langsung duduk dan meluruskan kakiku yang pegal dari tadi, dan lisa yang masih berdiri di bawah pohon rindang ini yang masih tetap memandangku yang kelelahan,
"Ya ampun, padahal dia hanya bocah tetapi dia sangat pintar sekali dalam mengajari orang dan menceramahi orang yah, tidak seperti si galang yang hanya memberi contoh yang membuatku kesal, mana mungkin aku langsung bisa yang hanya melihat gerakan itu! Dan mengikuti latihan tanpa instruksi seseorang. Tetapi bocah ini sangat pengertian sekali, walau aku membenci sikapnya yang suka mengatur-atur, tetapi dia mengajarku sampai aku benar-benar bisa. Sepertinya aku harus memberinya hadiah, apa itu yah?" Cristian dalam hati.
"Hey li- maksudku kau, jika di beri permintaan yang dapat mengabulkan apapun seluruh dunia ini, apa yang akan kau minta?" Cristian.
"Aku? Tentu saja mendapatkan cinta yang sering di ceritakan oleh teman setenda waktu penaklukan kemarin!" Lisa yang percaya diri.
"Wahh.. Permintaan* yang merepotkan*! " Dalam hati Cristian.
"Hmmm, cinta yah? Hey apakah aku bisa meminta permintaan padamu?" Cristian.
"Apa itu?" Lisa yang kebingungan.
"Bisakah kepalamu tidur di pangkuanku?" Cristian sambil menunjukan pangkuannya kepada Lisa,
"itu saja? tentu saja bisa." Lisa.
Tanpa curiga dia langsung menimpa pangkuanku dengan kepalanya.
"terima kasih!" Cristian.
Aku langsung mengelus kepalanya,
"A-a-apa yang kau lakukan?" Lisa yang tiba-tiba menjadi gugup.
"Ternyata rambut kalian sangat indah jika dipandang dari dekat yah." Cristian sambil mengelus rambut lisa.
"A-apa yang kau ingin lakukan sebenarnya?!" Lisa yang mulai gugup dan mukanya yang merah di pandang dari atas sini.
"Tentu saja aku sedang memberimu cinta!" Cristian sambil tersenyum kecil.
"I-ini bukanlah cinta yang di bicarakan oleh teman-teman wanitaku saat di tenda!" lisa yang mulai gugup.
"Dalam ingatanku walau samar-samar, jika seorang wanita berdegup kencang saat di beri sesuatu oleh lelaki, itu adalah cinta!" Cristian yang masih mengelus kepala lisa.
Lalu keheningan pun muncul di sini, akupun hanya bisa mendengar suara angin yang bersiul di telinga ini.
"ya tuhan, apa tujuanmu mengirimkanku kedunia yang hancur ini sebenarnya....? " Cristian sambil menatap langit.
__ADS_1