
Pikiranku mulai berputar-putar akibat ini bocah bernama Pipi,
"Kakak, boleh tidak aku menikmatimu?" pipi dengan wajahnya yang tersipu,
Dalam hati Cristian,
Sial! Wajahnya sangat manisa sekali! Apakah aku harus menolak ajakannya?! Jika aku menolaknya, itu hanya membuatnya sakit hati dan bersedih, kalau begitu aku akan menerima apa adanya!
"Apakah kau benar-benar ingin melakukannya? Kau tahu, jika kau melakukannya kau akan melewati batasanmu! Apakah kau ingin melewati batasanmu?!" cristian dengan wajah yang serius.
"Iya, aku ingin melewati batasanku! Asal bisa menikmatimu!" Pipi dengan wajah yang merah.
Dalam hati Cristian,
Menikmati? Jika kupikir-pikir anak ini mempunyai telinga yang sama dengan lelaki yang bernama Galang itu, dan Galang bilang dia adalah manusia serigala, jika itu benar maka maksud anak ini adalah dia ingin menikmati ku itu artinya dia ingin....!
Aku langsung dengan panik, dan ingin mendorong anak ini, tetapi dia sudah memelukku duluan dengan erat, tenaganya sangat kuat! Akibatnya aku tidak bisa melepaskan pelukan anak ini,
"Pi... Pipi, to... Tolong lepaskan kakak dahulu! Karena kakak ingin ke toilet." Cristian yang ketakutan.
"Tidak boleh! Kakak di sini dulu sampai aku puas!" Pipi yang masih memelukku,
Aku langsung memeluk pipi,
"Pipi, tolong lepaskan kakak! Karena kakak sudah tidak tahan, jadi biarkan aku ke toilet!" Cristian dengan nada yang lembut,
Lalu pintu yang ada di ruanganku di dobrak,
"Pipi!" Galang dengan paniknya.
"Pipi, apa yang kau lakukan?!" Luna yang teriak
Aku langsung bangun, ketika melihat 3 orang yang tiba-tiba masuk ke ruanganku,
"I... Ini adalah salah faham! Aku bisa menjelaskannya!" Cristian yang langsung melepaskan pelukannya lalu duduk.
"Kau seharusnya berbaring manusia bodoh!" Luna dengan suara kesalnya.
"Baiklah, maafkan aku!" Cristian sambil berbaring kembali,
"Pipi, lepaskan pahlawan manusia itu, jika tidak kau akan kena hukuman!" Galang sambil menggertak,
"Berisik sekali kalian ini, aku hanya menikmati aroma pahlawan saja tetap di ganggu! Apakah kalian kurang kerjaan hah?!" Pipi dengan menggertak.
"Sial! Kepribadiannya berubah, aku harus segera menghentikannya!" Luna.
"Eeehh, apakah ini benar-benar pipi? Mengapa cara bicaramu berubah?" Cristian yang ketakutan.
"Aku benar-benar pipi, tetapi mereka selalu mengganggu jika aku sedang bersenang-senang, makanya aku marah." Pipi yang masih memelukku.
Lalu Luna pun langsung punya telinga dan buntut yang sama seperti Pipi,
"Menjauh dari pahlawan Pipi!" Luna dengan tegas.
Luna langsung menarik punggung Pipi, dan di lempar ke dinding dekat pintu.
"Woy, tunggu dulu! Aku ikut....!" Cristian yang panik.
Aku ikut terlempar akibat dipeluk si Pipi ini.
Dalam hati Cristian,
Sial! Jika terus begini Pipi akan terhantam lebih dulu ke tembok bersamaku, aku harus melakukan sesuatu!
Aku langsung berusaha mengurangi kecepatan berputar agar aku dahulu yang terhantam,
Dalam hati Cristian,
Sedikit lagi!
"Ughh!" Cristian yang terhantam dengan tembok.
Dalam hati Cristian
Kecelakaan ini mengingatkanku pada suatu kejadian! Apa itu yah?
"Ohh tidak, Pahlawan tertabrak duluan dengan tembok untuk melindungi pipi....!" Wanita yang bersama galang dan luna.
"segera bawa dia....!" Galang.
Aku langsung hilang kesadaran/pingsan setelah terhantam dengan tembok ini.
Biasanya jika aku pingsan atau tertidur aku selalu di temani mimpi buruk yang membuatku sangat lelah, tetapi sekarang mimpi itu sama sekali tidak datang, apakah ini hari keberuntunganku? Aku bangun dari tidurku, tetapi bukan sebuah ruangan yang ku lihat, aku hanya melihat padang rumput yang luas, dan sebuah pohon yang besar dan rindang.
Dalam hati Cristian,
Apakah tempat ini benar-benar ada di dunia nyata?.....
Tidak lama kemudian, saking damainya aku tertidur di bawah pohon yang rindang ini, tetapi aku langsung bangun! Aku yang tidak ingin kehilangan mimpi seperti itu, malah mendapati ruangan yang tidak asing bagiku, ini adalah ruangan yang tadi ku tempati sebelumnya.
dalam hati cristian dengan rasa penyesalannya,
Sial! Mimpi damaiku telah lenyap, apakah ini adalah karma bagiku?
Aku langsung keluar ruangan untuk mencari angin segar, tetapi itu adalah rencanaku saja.
__ADS_1
"Ohh pintunya sudah di perbaiki toh, sepertinya aku tidak perlu khawatir dengan tragedi kemarin." Cristian yang masih cemas,
Aku yang masih trauma dengan tragedi kemarin, sepertinya di dalam ruangan ini saja cukup damai bagiku. Tanpa pikir panjang aku beranjak dari kasurku dan ingin mengunci pintunya, tetapi yang kulihat.
Dalam hati Cristian yang ketakutan,
Woy kuncinya mana?! Kok bisa pintu tidak memakai kunci, apakah tempat ini benar-benar aman setelah tragedi kemarin?!
Dan dia langsung mencoba gagang pintu itu untuk mencoba membuka pintu, tetapi pintunya tidak bisa di buka sama sekali,
Dalam hati Cristian,
Pintu ini terkunci! Mungkin galang kemarin yang melakukan ini, sepertinya aku tidak perlu khawatir lagi.
Aku langsung kembali berbaring lagi di kasurku,
Dalam hati Cristian,
Aku harap orang-orang kemarin itu tidak kesini lagi untuk merawatku.
Tetapi lemparan wanita itu yang bernama luna, cukup kuat yah. Hampir saja membunuhku, dan juga anak perempuan itu yang bernama pipi, pelukannya cukup kuat, bahkan aku orang dewasa pun tidak bisa mendorong atau melepaskannya dari tubuhku.
Sebenarnya aku takut, jika saja 3 orang itu tidak datang, mungkin aku akan menjadi daging segar untuk si Pipi itu! Sepertinya aku harus menjauhi dia dahulu untuk sementara waktu.
Tidak lama kemudian aku berbaring di sini, dengan pikiranku yang melayang-layang, ada orang yang mengetuk pintu secara tiba-tiba, dan suara wanita yang masuk kedalam kamar ini,
"Permisi, aku ingin mengantarkan makanan untuk tuan Pahlawan, jika boleh biarkan aku masuk keruanganmu tuan pahlawan." Suara wanita yang ada dibalik pintu,
"Silahkan!" Cristian,
Aku yang sudah sangat pusing dengan kejadian kemarin, langsung menyuruh orang yang di balik pintu masuk, tanpa menanyakan identitas wanita ini,
Dalam hati Cristian
Sial, aku lupa! Jika orang-orang kemarin yang datang kembali, maka berakhirlah hidup damaiku yang sementara ini! Tetapi pintu ini tidak bisa di buka! Dia tidak akan bisa masuk sebelum galang yang membuka pintu itu.
"Ohh tidak, kenapa pintunya terkunci? Sedangkan tidak ada lobang kuncinya. " Wanita yang ada di balik pintu itu.
"Kakak, itu adalah sihir yang di buat oleh kakak luna kemarin! Agar pahlawan Itu tidak kabur atas kejadian kemarin yang menimpanya." Anak perempuan yang di balik pintu,
"Ohh kalau begitu, kita harus memanggil luna? Sepertinya nanti kita akan membuat Tuan Pahlawan ini lama menunggu, jadi aku do-" Wanita yang ada di balik pintu,
Lalu gagang pintu yang masih menyangkut dengan pintu, terlepas dengan begitu cepat, melewati tempatku berbaring dan hampir mengenai kepalaku.
"-brak saja!..." Wanita yang ada di balik pintu.
Dalam hati Cristian dengan penuh rasa takut,
Ya Tuhan, kapan siksaan ini akan berakhir ?...
"Biarlah, yang penting sekarang kita tidak menyia-nyia kan waktu, ayolah kita masuk!" Wanita yang di balik pintu,
"Huh, baiklah!" Anak perempuan dengan suara yang kelelahan.
Aku yang tidur di sini melihat ke samping dengan rasa takut,
Dalam hati Cristian yang ketakutan.
siapakah gerangan yang telah mendobrak pintu itu?
"Maaf, kamu siapa? Dan juga Pipi, jangan bilang kamu kesini untuk memakanku?" Cristian dengan perasaan yang takut dan terpaksa tersenyum kepada mereka yang datang.
Aku melihat 2 orang gadis yang ciri-cirinya sama dengan 2 orang kemarin yang membuat masalah dengan ku, tetapi 1 orang wanita ini pernah ku lihat di mana yah itu?
"Tidak sopan sekali! Kau menyamakanku dengan pipi yang lebih muda dariku? Namaku Sintia bukan pipi, pahlawan bodoh!" Sintia sambil mengejekku,
Aku yang sedikit kesal dengan anak ini, karena anak ini telah mengejekku, sepertinya ku lewatkan dahulu. Aku ingin mengetahui siapa wanita ini, apakah dia adalah induknya? Karena jika di lihat tampangnya sepertinya dia yang paling tua, dan juga melihat dari bodynya lebih behhh, ah tidak usah di sebutkan, tidak mungkin aku menyukai gadis yang hampir memakanku, apalagi induknya.
"Dan kau kakak, siapa?" Cristian bertanya dengan suara yang datar.
"Ohh, maafkan aku! Aku lupa memperkenalkan diri, namaku Michiru, aku yang paling tertua di sini. Jadi kedatanganku ke sini ingin memberikanmu obat, agar kau langsung sembuh dari mana yang berlebihan, yang di tanamkan di tubuhmu oleh ayah kemarin, dan juga agar kau segera latihan bersama ayah hari ini! Jadi..." Michiru.
"Oyy, tunggu dulu! Ayahmu menanamkan apa katamu?" Cristian yang ketakutan.
"Ohh itu rahasia keluarga, kami tidak bisa memberitahumu pahlawan!" Michiru menjawab dengan santainya,
"Jangan sembarangan menanam apa pun di dalam tubuh orang sialan! Sayang sekali aku juga tidak ingin meminum obat yang terlihat mencurigakan yang kau bawa sekarang, sebelum kau memberitahu apa yang ayahmu tanam di tubuhku!." Cristian dengan sombongnya.
"Sudah kuduga kau pasti menolaknya! Setelah aku memberitahu kenyataannya, tetapi inilah yang ku tunggu! Jika kau tidak ingin meminum obat ini karena alasan tertentu, aku akan memaksamu, sintia pegang dia aku ingin memaksanya meminum obat ini! Tentunya dengan caraku sendiri." Michiru dengan tegas dan sambil tersenyum jahat kepadaku.
"Oyy tunggu dulu! Apa yang kalian lakukan?! Lepaskan aku sekarang!" Cristian yang ketakutan, sambil melepaskan diri dari cengkraman sintia.
"Ohoho, kau tidak mungkin bisa lepas dari cengkraman adikku! Karena kau adalah manusia biasa, tidak seperti kami half human! Aku tidak akan melepaskanmu pahlawanku!" Michiru yang sambil menimpa Cristian.
"Tu... Tu... Tunggu dulu itu mu itu mu! Menempel padaku, dan juga mengapa obat yang harus di berikan padaku, kenapa kau yang makan?!" Cristian yang penuh rasa takut dan gemetaran karena di timpa oleh Michiru.
"Ohh ini adalah caraku, untuk melayani orang sepertimu! Aku akan melakukannya, selamat makan~" michiru sambil tersenyum dan ingin menciumku,
"Tu- Apa yang kau lakukan! Jika Galang suamimu melihat ini, dia akan membunuhku tahu!" Cristian yang masih gemetaran,
suasana langsung hening setelah aku mengatakan hal seperti itu.
"Apa maksudmu?! Apakah aku terlihat setua itu bagi mu?!" Michiru yang terlihat kesal.
"fefff" Sintia yang ingin tertawa.
__ADS_1
Michiru yang tadi memaksaku dan ingin mencabuliku, langsung diam sambil mengeluarkan air mata.
"I... Iyakan, Galang adalah suamimu? Dan kau adalah induk mereka." Cristian yang masih ketakutan.
Lalu michiru tertawa sebesar-besarnya,
"Hahaha, keputusanku tidak salah, setelah aku memberi obat ini aku ingin membuat anak denganmu! Aku tidak akan melepaskanmu !" Michiru sambil tertawa,
"Oyy, apa kata..." Cristian yang langsung terdiam.
Lalu aku langsung di cium oleh jablay ini, dan di cekoki obat yang ada di dalam mulutnya, lidahnya mulai mengacak-acak di dalam mulutku, sampai beberapa menit, membuat kepalaku berputar-putar.
Dalam hati Cristian,
Apakah ini yang namanya kedamaian?
"Ba-bagaimana? Enak kan?" Michiru dengan wajah yang tersipu,
"Iya, enak juga.." Cristian sambil tersenyum manis,
Dalam hati Cristian,
Tu...Tunggu dulu! Mau bagaimana pun dia adalah Half Human, aku tidak boleh tergoda, tetapi jika ciuman saja mungkin di bolehkan!
Tetapi Michiru yang telah menciumku dia langsung pingsan dan terjatuh di dadaku.
"Wo-woyy! A-apapun yang akan kau lakukan padaku! Hatiku tidak akan pernah menjadi milikmu!" Cristian yang malu-malu.
"Sudah ku duga, kak Michiru tidak mungkin berani melakukan hal seperti itu kepada lelaki! Apalagi sampai ingin memperkosamu, jadi jangan terlalu di ambil pusing!" Sintia sambil menarik tangan wanita yang menimpaku ini.
Lalu Sintia keluar menyered wanita yang bernama michiru keluar.
"Oh iya, setelah kau meminum obat, kau di suruh ke belakang rumah oleh ayah, untuk latihan!" Sintia sambil menyered michiru.
"Di mana itu di belakang rumah? Aku tidak tahu?" Cristian yang kebingungan
"berisik sekali kau ini! Cari saja olehmu sendiri, aku ingin membawa kakakku menuju kamarnya!" Sintia dengan kesalnya, dengan aura emasnya.
"Ma-maafkan aku" Cristian yang ketakutan.
Lalu Sintia keluar dari ruangan ini, dan aku pun segera keluar dari ruangan ini, menuju kebelakang rumah ini.
Aku yang terus berusaha mengitari rumah yang besar ini sampai aku ada di belakang rumah, dan bertemu dengan galang.
"Oyy kemarilah! Kemarilah!" Galang sambil teriak, yang sedang melatih 3 anak kecil.
"Ok aku kesana!" Cristian sambil berlari menuju galang.
"Mengapa kau memanggilku? Katanya kau ingin melatihku? Apakah benar itu?" Cristian,
"Oh iya, aku ingin melatihmu! Karena ini adalah permintaan wanita itu." Galang sambil tersenyum.
"Wanita itu? Siapa dia?" Cristian bertanya sambil kebingungan.
"Si Rena, yang membawamu ke sini dengan kudanya!" galang.
Dalam hati Cristian,
Ternyata dia toh yang telah membawaku keneraka ini, sungguh membuatku kesal. Jika aku kembali, aku akan menghukumnya menggunakan baju pelayan yang ada di sini, lihat saja!
"Baiklah, latihannya akan langsung di mulai! Atur pernapasanmu dalam latihan ini paling di utamakan, jika kau lelah sebelum latihan selesai, mungkin akan banyak luka yang di terima oleh mu! Jadi jangan sampai kelelahan yah!" Galang.
Dan Galang melemparkan pedang kayu yang di pegangnya kepadaku.
"Apa maksudmu!..." cristian dengan wajah paniknya,
Belum menyelesaikan kata-kataku si Galang itu langsung kebelakangku dengan cepat, dan langsung menyerang. Aku langsung menangkis serangan itu, galang langsung pergi lagi dengan cepat setelah menekanku,
Dalam pikiran Cristian,
Aku bisa melihat kecepatannya! Apakah aku harus tetap diam dan berpura-pura tidak melihatnya?!
Lalu dengan cepat galang ada di depanku, dan langsung menyerangku.
"Kena kau!" Cristian.
Tetapi ketika aku ingin menangkis serangannya, dia langsung dengan cepat menghilang dari hadapanku.
Dalam hati Cristian,
Sial! Sungguh kecepatan yang membuatku muak! Apa aku harus menggunakan skillku?!
Tiba-tiba saja Galang ada di belakangku, dia langsung menyerangku, tetapi aku tidak bisa diam langsung mengaktifkan skillku!
"TIME WALL! " Cristian,
Dan sebuah dinding berwarna ungu muncul di belakangku, si galang pun langsung berhenti menyerang,
"Hmmm, mata itu! Kau bisa melihat jelas kecepatanku, bersiaplah pahlawan aku akan menambahkan kecepatanku!" Galang dengan wajah seriusnya.
Dalam hati Cristian yang kebingungan,
Kenapa dengannya? Ini hanya latihankan, mengapa dia seserius ini?
Lalu aku yang sedang kebingungan karena galang yang mulai serius dalam latihan ini, tiba-tiba saja, tangan kiriku terkena pukulan, yang membuat tanganku kesakitan,
__ADS_1
"Sialan kau! Aku tidak punya pilihan lain, aku akan mengaktifkan skill bertahanku, untuk mengalahkanmu!" Cristian yang kesal....