Reincarnation Full Of Suffering

Reincarnation Full Of Suffering
Chap 23


__ADS_3

Sekarang aku sedang berdebat dengan Lisa di bawah pohon rindang ini.


"Su-sudah ku bilang ini bukanlah cinta yang di bicarakan oleh teman-temanku saat di tenda!" Lisa yang gugup.


"Hmmm, memang seperti apa cinta yang di bicarakan oleh teman-teman mu itu?" Cristian yang masih mengelus rambut lisa,


"Seperti ketika 2 orang yang saling mencintai menceritakan sesuatu yang romantis, setelah itu saling berpelukan dan berakhir dengan se-se-sebuah ci-ci-ci...." Lisa yang gugup dan mukanya yang memerah,


"Ci...? Apa itu aku ingin tahu!" Cristian sambil tersenyum,


"Di-diam lah aku sedang konsentrasi mengatakannya!" Lisa yang malu-malu melihatku.


Dia langsung menutupi wajahnya dengan telapak tangannya, sambil menggoyang-goyangkan kepalanya di pangkuanku.


" Ahh, dia sangat manis sekali saat sedang malu-malu!" Dalam hati Cristian yang senang.


"Haha, memangnya kita sedang membicarakan tentang apa sih? Bukankah ini cinta yang di bicarakan oleh teman-temanmu itu kan?" Cristian sambil tertawa kecil.


Dia langsung membuka wajahnya yang tertutup telapak tangan.


"Be-berarti kau juga me-me-mencintai ku kah?" Lisa dengan wajah yang tersipu malu dan gugup.


"Tentu saja, aku mencintaimu!" Cristian sambil tersenyum,


Tiba-tiba saja Lisa ke mode half human, buntutnya bergoyang-goyang dengan cepat, dan mukanya yang putih terlihat merah saat ku pandang,


"Aduh, hal merepotkan pasti akan terjadi, aku harus menyelesaikan kesalahpahaman ini!" Dalam hati Cristian yang penuh rasa cemas.


"Da-dan aku juga mencintai adik-adikmu juga lisa!" Cristian melanjutkan kata-katanya, sambil tersenyum.


Saat itu juga buntutnya yang bergoyang dengan kencang langsung kaku dan lurus, seperti merasakan bahaya ada di sekitarnya, mukanya yang merah perlahan-lahan kembali menjadi normal.


"Si-sial! Apakah perkataanku menyakitinya?! Mana mungkin aku benar-benar mencintai mereka, sedangkan aku selalu merasakan bahaya jika dekat dengan mereka, dan juga aku meminta hal ini sebenarnya untuk membuat dia senang, tetapi mengapa menjadi seperti ini situasinya!" Dalam hati Cristian yang cemas.


Tetapi buntutnya pun langsung lemas kembali seperti biasa, dan perlahan mengecil, telinga serigalanya pun berubah menjadi telinga manusia lagi, terdapat senyuman yang manis, saat aku yang melihatnya dari atas pangkuanku,


"Deg... Deg... Deg"


"Di-dia jadi manis sekali! Mengapa aku bisa dag dig dug begini?! Padahal dia masih kecil... Sadarlah Cristian, dia masih kecil! Jangan sampai kau menjadi hewan buas karena bocah ini!" Dalam hati Cristian serba salah,


"Andai saja di daphrine hell ini masih banyak orang sepertimu, mungkin kini aku dan kakak-kakakku sudah bersama-sama bermain di atas sana dengan tenang!" Lisa yang masih di pangkuanku sambil menatap langit.


"Me-mengapa bisa begitu? Mengapa kau harus pergi ke atas sana bersama kakak-kakakmu?" Cristian yang kaget dan bingung.


"Bukankah sudah jelas, jika manusia sepertimu masih banyak, yang tidak pernah memandang ras, kami tidak perlu repot-repot berjuang dengan sekuat tenaga, dan juga bisa meninggal adik-adikku yang manis kepada orang-orang sepertimu dengan tenang!" Lisa dengan suara yang makin mengecil.


Lalu dia memalingkan wajahnya kembali dan menutup wajahnya dengan telapak tangannya, dan aku langsung mengelus kepalanya kembali.


"Andai saja masih banyak orang-orang sepertiku yah? *S*elama ini aku ingin bertanya-tanya mengapa kalian di benci oleh rasku, sedangkan aku tidak memiliki perasaan seperti itu kepada kalian! Apakah ada yang salah dengan ku ini? Karena aku tidak membenci kalian semua di sini, tetapi akupun juga masih takut dengan kalian, karena aku masih trauma dengan adikmu yang bernama pipi itu! Jadi maaf kan aku yang masih takut dengan kalian!" Dalam hati Cristian, dengan rasa bersalahnya.


"Hey lisa, mengapa manusia benar-benar membenci kalian? Apakah pernah terjadi sesuatu di antara ras kalian?" Cristian yang langsung bertanya.


"Aku tidak tahu awalnya mengapa mereka benar-benar membenci ras setengah hewan, tetapi aku selalu mendengar manusia-manusia yang selalu memandang kami ketika membeli barang ke pasar, sering berbicara kami adalah pembawa sial, dan beberapa toko pun sering menolak kami yang hanya membeli bumbu untuk memasak, bahkan ada juga yang menerima kami beli di tokonya, itupun harganya tidak wajar hanya karena kami ras manusia setengah hewan, dan akhirnya kami tidak bisa membeli apapun dari pasar karena hal seperti itu" Lisa yang masih di atas pangkuanku dengan wajah yang murung.


"Sial! Aku mengacaukannya. Apakah ini kenangan terburuk dirinya yang pernah di alami sebelumnya? Aku sangat merasa bersalah sekarang karena bertanya hal bodoh ini. " Dalam hati Cristian yang penuh penyesalan.


"Aku minta maaf! Tentang pertanyaan bodohku ini!" Cristian sambil merapatkan kedua telapak tangannya.


Lalu telapak tangannya Lisa langsung memegang pipiku, sambil mengelusnya.


"A-a-apa yang kau lakukan lisa?! Jika yang lain lihat nanti mereka ikut-ikutan sepertimu!" Cristian yang panik.


"Ternyata benar kata ayah, kau orangnya sangat baik, walau kami berempat tidak bisa merasakan hawa keberadaanmu, tetapi kau selalu di dekati oleh anak-anak entah harum apa yang mereka cium darimu, apakah itu kebaikanmu atau memang sesuatu yang berharga ada di dalam hatimu ini?" Lisa sambil mengelus pipiku, dan langsung menyentuh dadaku.


"Tidak-tidak-tidak! Mereka mencium bau ku pasti karena aku adalah mangsa yang selama ini mereka cari! " Dalam hati Cristian dengan wajah cemasnya, dan perasaan dag dig dug.


Kita yang sedang bermesraan seperti ini, di ganggu oleh Galang yang tiba-tiba saja muncul di depan kami tanpa suara.


"Lisa apa yang kau lakukan?" Galang bertanya dengan polosnya, sambil memegang dagu karena melihat lisa yang tidur di pangkuanku.


Lisa langsung bangun dari pangkuanku.


"A-a-ayah! Tidak a-aku..." Lisa yang gugup karena kaget.


"ayah?!" Cristian sambil melihat ke atas.


"woahhh ayah!.... Galang i-ini salah paham! Aku bisa menjelaskannya sekarang juga!" Cristian yang kaget karena tiba tiba saja melihat galang.


"Lalu bagaimana kau akan menjelaskannya?!" Galang dengan wajah serius.


"Ja-jadi begini, aku yang kesulitan tentang latihan yang kau berikan ini, meminta bantuan ke lisa yang tiba-tiba saja muncul di pintu belakang sana, karena aku yang tidak mengerti dengan contoh yang kau berikan jadi aku langsung meminta bantuannya dan dia langsung mau mengajariku sampai selesai!" Cristian yang berusaha menjelaskannya.

__ADS_1


"lalu apa hubungannya Lisa yang tidur di pangkuanmu?" Galang dengan wajah seriusnya.


"Karena aku sangat ingin mengelus rambut silver yang mereka punya, jadi aku memintanya tidur di pangkuanku!" Cristian yang semangat sambil mengepalkan kedua tangannya.


"Hmmm" Galang dengan wajah yang serius sambil memegang dagunya.


Wajah galang yang semakin dekat dengan wajahku, mungkin karena dia curiga denganku yang berusaha berbohong ini.


"H-hey galang wajahmu sangat dekat, tolong jauhkan wajahmu yang mengesalkan itu!" Cristian yang mulai kesal.


"Ohh maaf! Sepertinya aku terlalu terbawa suasana" Galang yang langsung mundur dari ku.


"Hahhhh, lalu kau tiba-tiba kesini ingin apa?" Cristian dengan nada kelelahannya,


"Ohh iya aku lupa, ayo segera ke dapur! Kita harus menyiapkan piring-piring untuk makan siang sekarang!" Galang sambil menepuk tangannya.


"Tidak! Aku tidak mau makan sop asin itu pokoknya! Aku akan berpuasa untuk hari ini!" Cristian dengan nada tegasnya.


"Pahlawan, jika kau tidak menghabiskan sop yang di buat oleh anakku, nanti anakku akan sedih!" Galang sambil tersenyum.


"Lalu apa masalahnya denganku? Jelas-jelas dia yang salah! Mengapa aku yang harus bertanggung jawab!" Cristian dengan nada tegasnya.


Lalu galang langsung menyentuh pundakku.


"Tentu saja jika putriku bersedih aku sebagai ayahnya tidak akan tinggal diam!" Galang dengan aura yang menakutkannya itu.


Tubuhku langsung merinding karena aura si galang si*lan ini.


"baiklah! Izinkan aku ikut denganmu guru!" Cristian tanpa basa-basi.


"Baiklah kalau begitu, ayo segera ke medan perang yang sesungguhnya!" Galang dengan wajah yang serius.


"Baiklah guru!" Cristian dengan suara tegasnya.


"Ya ampun, aku tidak tahu apa yang sedang mereka pikirkan" Lisa sambil menggeleng-gelegkan kepalanya.


Aku langsung pergi dengan Galang ke dapur untuk membantu 2 orang yang di sana dan lisa hanya bisa kebingungan karena melihat situasi yang tiba-tiba berubah.


Seperti biasa michiru yang selalu gugup ini lagi-lagi melakukan kesalahan, dan aku yang harus di marahi atas kesalahannya karena dekat dengannya saat bertugas, oleh petugas keamanan di sini yaitu luna, dia sudah seperti penjaga yang kerjaannya hanya membagi tugas, dan melihat kami.


"Ma-maafkan aku tu- maksudku Cristian" Michiru dengan suara gugupnya,


"Tidak apa-apa, yang penting lagi apakah tanganmu ada yang terluka karena piring yang pecah tadi?" Cristian dengan wajah yang serius.


"apa maksudmu? Coba aku lihat sini?" Cristian sambil tersenyum.


Lalu michiru memperlihatkan telapak tangannya kepadaku, aku pun langsung melihatnya.


"apa maksudmu tidak apa-apa?! Bukankah sudah jelas ini luka yang lumayan besar, lihat darahmu mengalir terus! Baiklah tunggu di sini!" Cristian dengan wajah paniknya.


Aku langsung menuju ke luna untuk bertanya tentang perban yang waktu itu pernah di pakaikan kepadaku.


"Luna apakah kau tahu perban yang pernah di pakai pada tubuh ku ini?" Cristian yang mulai panik


"ohh tahu, memangnya kenapa kau bertanya tentang barang itu? Dan juga apa-apaan wajah menjijikan itu?!" Luna dengan wajah juteknya,


"Perkataanmu selalu membuat hatiku sakit luna!" Dalam hati Cristian.


"Mi-michiru terluka karena piring tadi, jadi aku ingin mengobatinya!" Cristian dengan suara kecil,


"Apa michiru terluka?! Apa yang kau lakukan sih sebagai lelaki?!" Luna dengan wajah kesalnya kepadaku.


"huss jangan berisik, nanti Galang mendengar ini!" Cristian dengan suara kecil.


Tiba-tiba saja hawa dingin muncul di belakangku, dan ada yang memegang pundakku dengan tangan dinginnya.


"pahlawan siapa yang terluka!" Suara galang dari belakangku.


"A-ahh, Galang apa maksudmu siapa ya-" Cristian dengan nada yang ketakutan.


Tiba-tiba saja hawa ini semakin dingin.


"Segera beritahu aku!" Galang dengan suara tegasnya dari belakang.


"iya, itu michiru! Dia bilang lukanya tidak seberapa, tetapi aku hanya ingin membantunya saja agar bisa cepat di obati!" Cristian yang takut.


Hawa dingin itu langsung lenyap.


"Nih kotaknya berisi perban yang waktu itu kau pakai, tetapi sepertinya kau akan sia-sia melakukannya! Jika kakak bilang akan sembuh yah pasti sembuh!" Luna yang sibuk menyiapkan air di meja satu persatu.


"Te-terima kasih atas sarannya, tetapi tidak ada yang namanya sia-sia kalau kita sudah berusaha!" Cristian dengan rasa percaya dirinya.

__ADS_1


Aku langsung pergi dari sini dan melihat Galang bersama Michiru.


"Sepertinya dia sedang memeriksa Michiru, pada bagian yang terluka!" Dalam hati Cristian yang cemas.


Aku langsung berlari, dan langsung bertanya kepada michiru.


"Michiru mana lukamu yang tadi?! Sini akan ku obati sekarang!" Cristian yang sibuk membuka box yang di bawanya tadi.


"Sepertinya sudah sembuh, hehe" Michiru sambil melihatkan telapak tangannya.


"Apa!! Bukankah tadi lukanya lumayan lebar?!" Dalam hati Cristian.


"Bu-bukankah tadi lukamu lumayan besar tadi?! Mengapa bisa sembuh secepat itu? Bagaimana itu caranya?" Cristian yang kaget.


"Hmm, aku pun juga tidak tahu, hehehe." Michiru sambil tersenyum.


Aku pun mengembalikan kotak ini ke Luna, dan kembali beres-beres lagi sampai anak-anak mulai makan. Seperti biasa anak-anak galang mengerumuni ku, aku yang merasa gelisah karena di lihat terus oleh anak-anak ini, ingin rasanya segera pergi dari sini dengan tenang, tetapi makanan ini yang membuat makan ku lambat, sampai selesai makan pun makananku masih tersisa dan berakhir di marahi oleh luna sang penjaga kawasan ini.


Sekarang aku berada di belakang rumah lagi untuk berlatih, tetapi...


"Hey pipi! Coba serang aku kalau kau bisa!" Falsa dengan suara kerasnya,


"hyaa!" rachel sambil memukul kepala jena menggunakan pedang kayu dengan cepat.


"aww, rachel itu sakit coba jangan berubah dulu! Aku kan belum bisa!" Jena,


Dan masih banyak anak galang yang berlatih di sini.


"Sepertinya aku tidak akan selamat di sini !" dalam hati cristian yang cemas,


"cristian ayo kita juga berlatih!" Lisa dari belakangku.


"Ahh, tidak! Aku akan di latih oleh ayah kalian!" Cristian yang memaksakan senyum,


"Ayah? Bukankah dia sedang melatih adik-adikku?" Lisa yang kebingungan.


"Apa?! Bukannya dia harus melatihku! Mengapa dia melatih anak-anaknya sendiri?!" cristian yang kaget.


"Sudah lah, ayah tidak akan bisa melatihmu sampai jam latihan pedang ini selesai! Jadi ayo kita berlatih sekarang!" Lisa dengan mata yang bekilauan.


"Ba-baiklah kalau begitu..." Cristian yang seperti terpaksa.


"Yeayy!!" Lisa yang gembira.


"Ahh, cemas rasanya!" Dalam hati Cristian yang cemas.


"Baiklah aku akan menyerangmu lebih dulu!" Lisa sambil memegang pedangnya.


Lisa langsung menyerangku dengan pedang kayu, tetapi aku bisa membaca gerakannya, dan langsung menangkisnya.


"Haha, lumaayan juga untuk pemula sepertimu bisa membaca gerakanku!" Lisa yang berdiri di depanku.


"Hmm, jika kau berkata seperti itu, berarti diriku ini masih lemah yah! Baiklah aku akan menyerangmu lebih dahulu mulai sekarang!" Cristian sambil membentangkan pedangnya.


"Gaya itu! Sepertinya sangat keren!" Lisa dengan wajah serius.


Aku langsung menyerang lisa dengan serangan bertubi-tubi, tetapi dia menangkis seranganku.


"Haha, sepertinya kau belum mengetahui gaya seranganmu itu! Jika begini aku gampang menemukan kelemahanmu!" Lisa dengan sombongnya.


Aku langsung teringat dengan latihan pedang bersama galang waktu itu, kelemahanku adalah.


"Pergelangan lengan kananku!" Dalam hati Cristian.


Benar saja Lisa ingin menyerang pergelangan lengan kananku untuk melucuti pedangku ini, tetapi aku sudah menyadarinya lebih dari tadi setelah dia berkata seperti itu, dan aku melepaskan pedangku yang menebasnya dari atas saat itu juga.


"Jika kau ingin melucuti pedangku dahulu, itu tidak perlu! Karena ..." Dalam hati Cristian yang penuh percaya diri.


Lisa sudah menyerang pergelangan tangan kananku.


"Aku sudah melepaskan pedangku!" Cristian.


Dan saat itu juga pedang yang sengaja ku jatuhkan ini tepat di atas kepalanya telah ku ambil dengan tangan kiriku, walaupun dia sadar tentang ini, itu sudah tidak berarti lagi, karena pedangku ini sudah ada di lehernya.


"Sepertinya kau harus menyerah!" Cristian yang sedang mengambil napas,


"Haha, lumayan untuk manusia sepertimu " Lisa sambil tersenyum.


"Hahh, tentu saja aku bisa mengetahuinya karena Galang sudah mengajariku sebelumya, jadi sudah bisa ku tebak untuk kelemahan orang-orang sepertiku!" Cristian yang terlihat lelah.


"Haha, kau mempunyai potensi yang baik dalam mengingat, aku yakin kau pasti bisa menjadi yang terhebat di sini dan bisa mengalahkan ayah!" lisa yang terlihat semangat.

__ADS_1


Aku yang lelah ini, hanya bisa membalas perkataannya dengan senyuman.


"Kau benar, aku pasti bisa menjadi yang terkuat di sini! Bukan untuk mengalahkan ayahmu! Tetapi raja iblis yang membuat kalian seperti ini....." Dalam hati cristian...


__ADS_2