Reincarnation Full Of Suffering

Reincarnation Full Of Suffering
Chap 01


__ADS_3

 


Aku Rian seorang perjaka yang sudah ber umur 27 tahun, yang sedang duduk di sofa ruang tamu dengan wajah yang murung melihat ke langit langit dan berkata.


"Mengapa dia selalu marah marah kepadaku? Padahal hanya kesalahan kecil begitu."


Padahal dia cewe juga kenapa bisa begitu? Terutama hanya kepada diriku saja. Apa kejadian waktu itu aku masuk ke ruang kantornya untuk memberi laporan, karena penting aku masuk tanpa mengetuk pintu dahulu, dan berakhir tragis! Sebuah monitor terlempar ke kepalaku setelah itu aku tidak ingat apa apa karena pingsan. Setelah bangun aku terkejut sudah ada di ruangan kesehatan dan di sampingku terdapat sebuah air minum dan sebuah surat dalam hatiku,


W**ah sepertinya bonus ini!


Tetapi saat aku mengambil surat itu dan membalikannya aku membaca judul surat itu dengan subject,


SP untuk Si mesum.


"Apa apaan ini padahal aku tidak sengaja melihatnya juga! Mengapa harus di beri SP."


Dan itu kata kata yang aku berikan ke Ratu Iblis di kantor ku, tapi dia berkata


"Jika kau ingin membuat surat pengunduran diri, itu tidak perlu! Karena aku sudah menyiapkannya di mejaku ini! "


Dengan takutnya aku langsung menjawab,


"Baiklah bu, saya minta maaf atas kesalahan saya yang terjadi sebelumnya! "


Dan Ratu Iblis membalas,


"Jika kau sudah mengerti akan kesalahanmu aku akan memaafkan mu, jika kau mengulangnya lagi jangan harap kau bisa kehadapan ku lagi! "


Setelah dia berkata seperti itu, aku mengucap kan terima kasih banyak ke Ratu iblis itu, dan segera keluar dari ruangannya akan tetapi semua wanita yang satu ruangan bahkan rekan kerja ku menatapku dengan hina, dalam hati aku berkata,


Hancur sudah harapan ku untuk menikahi rekan kerjaku!

__ADS_1


Setelah aku melamun cukup lama di dalam ruang tamu karena hujan deras aku mendengar sebuah ketukan pintu, dalam hatiku berkata,


Siapa yang mengirim paket untukku saat hujan begini? Mungkin kontrakan di sebelahku yang diketuknya.


Akan tetapi ketukannya semakin besar saja dan aku langsung beranjak dari tempat duduk dan berkata  


"Siapa di sana?"


Tapi tak ada respon


"Siapa yang mengetuk pintu?"


Tidak ada respon sama sekali tapi makin besar ketukannya dan makin cepat,


"Baiklah-baiklah aku kesana,"


Dan setelah aku membukakan pintu sebuah petir menggelagar, di sana aku melihat mahluk dengan setelan putih dan muka yang terhalang rambut,


"Ohh, adikku yang cantik ternyata yang datang malam-malam begini, ayo masuk dahulu !, untuk ganti baju mu yang basah. "


"Cih, insting loliconnya bikin jijik!"


Dalam hati aku berkata


Oyy, aku kakak mu! Berani banget ngomong kayak gitu di belakang kakak mu ini!


Adiku langsung masuk ke rumah ku tanpa berkata apa apa,


"Jika kau tidak membawa baju mu pakai baju kakak saja yang di lemari sebelah kiri, karena bajunya sudah tidak terpakai mungkin muat di kamu." Rian.


Setelah aku memberitahunya aku segera menyiapkan makanan instan keruang tamu untuk adikku yang basah kuyup itu, setelah ku mengantar makanan instan itu ke dia, aku langsung bertanya,

__ADS_1


"Oh iya, kenapa kamu kesini? Emang di rumah kenapa? Apa kamu lagi kangen ama kakakmu?."


Adikku yang menatap ku dengan tatapan yang sinis membuat hatiku hancur dan dia langsung bicara,


"Aku hanya ingin lari dari kenyataan."


Dalam hatiku,


Ohh, adikku yang malang.


"Mengapa kau berbicara seperti kau yang paling di sakiti di dunia ini, coba tolong katakan kepadaku apa yang terjadi! Mungkin aku bisa mencari jalan keluarnya"


Aku yang sedikit lembut sambil mengelus kepalanya, tetapi dia langsung berkata


"A-a-a-aku tidak memerlukan bantuan mu!,"


Dengan wajahnya yang merah, sepertinya dia demam.


"Hey Fitri, kenapa mukamu memerah? Apakah kau demam?" Rian,


Lalu aku langsung menempelkan kening ku ke keningnya, sambil berkata,


"Hmm, sepertinya kau kena demam, aku akan keluar untuk membelikan obat untukmu yah."


Akan tetapi sebuah pukulan menghantam pipi kiri ku sampai terjatuh, dan adikku langsung lari ke kamar ku langsung berkata,


"Dasar kakak mesum, nggak peka, tol*l!"


Dan mengunci rapat kamar ku.


dalam hatiku

__ADS_1


Ahhh, sepertinya aku akan tidur di ruang tamu ini untuk sementara waktu ini....


 


__ADS_2