Reincarnation Full Of Suffering

Reincarnation Full Of Suffering
Chap 16 - Latihan yang berat !


__ADS_3

Aku yang sedang kebingungan karena Galang yang mulai serius dalam latihan ini, tiba-tiba saja, tangan kiriku terkena pukulan, yang membuat tanganku kesakitan.


"Sialan kau! Aku tidak punya pilihan lain. Aku akan mengaktifkan skill bertahanku, untuk mengalahkanmu!" Cristian yang terlihat kesal.


"Coba saja, jika kau bisa melakukannya!" Galang sambil tersenyum,


"EYE TIME...." Cristian,


sesaat aku ingin mengaktifkan kekuatanku, aku langsung teringat,


Dalam hati Cristian,


Jika aku mengaktifkan EYE TIME CONTROLLER, sepertinya percuma kalau dia lebih kuat dariku! Karena serangannya tadi sudah menunjukan seberapa kekuatannya, terutama dia Half Human, berarti jika ....


lalu aku yang sedang berpikir untuk mengalahkan galang, saat itu juga galang menyerangku lagi.


"Cara berpikirmu sangat lambat pahlawan! Coba tunjukan skill bertahanmu itu yang tadi kau banggakan!" Galang sambil maju dengan kecepatan tinggi.


Galang yang sudah berada tepat di depanku, langsung menyerangku dengan serangan beruntunnya.


"Hahaha, kerahkan skill bertahanmu itu! Sebelum aku melukaimu lebih banyak lagi!" galang sambil menyerang,


aku yang hanya bisa menahan serangan Galang, tanpa pikir panjang aku langsung mengaktifkan skillku.


"TIME WALL! " Cristian,


Lalu Galang langsung mundur setelah aku mengucapkan kode skill ku, dan sebuah dinding ungu muncul di tengah pertarungan kita.


"Apa yang sedang kau lakukan pahlawan? apakah mungkin kau ingin lari dari ku?!" Galang yang kebingungan.


"Haha, ternyata benar sepertinya aku harus memulainya dari Nol. Serang lah aku Galang aku tidak akan menggunakan skillku lagi dalam pertarungan ini! Tetapi sebagai gantinya kau harus mengeluarkan kekuatan maximalmu di pertarungan ini galang!" Cristian dengan sombong mengacung kan pedang kayunya.


"Hmmm, menarik! Sungguh menarik kau manusia! Jika itu keinginan mu baiklah aku akan mengeluarkan potensi maximalku!" Galang dengan senyuman sombongnya.


Galang langsung menggunakan kekuatan maximalnya, dan aura hitam yang tadi mengelilinginya langsung berhamburan kemana-mana, membuat semua anak-anak yang di dalam rumah teriak dan keluar ketakutan karena aura ini. Kaki ku gemetaran, karena sangat tidak percaya dengan kekuatannya.


Dalam hati Cristian yang ketakutan,


Sepertinya aku salah dalam memilih lawan.


Lalu terdengar para wanita sedang menuju kemari,


"Disana kak! Aura hitam itu berasal!" Luna sambil menunjuk kemari.


"Oh, ternyata ayah! Mengapa dia menggunakan kekuatannya saat latihan seperti ini?" Michiru yang kebingungan.


"Sepertinya pahlawan bodoh itu menantang ayah!" Luna,


"Hah, tidak mungkin! Seharusnya dia tahu siapa ayah, kenapa dia menantangnya?!" Michiru.


Aku yang sedang ketakutan ini, dibuat lebih takut dan bingung dengan perkataan para gadis ini,


Dalam hati Cristian yang ketakutan,


Sepertinya aku akan mati di sini!


Aku langsung melihat perubahan Galang, rambut hitamnya menjadi warna silver dan juga mempunyai buntut yang sama dengan para gadis itu, mata yang sebelumnya kuning, sekarang berwarna merah darah, dengan tatapan yang tajam siap menerkam mangsanya, sungguh sesuatu yang mengerikan sedang berada di hadapanku ini.


Aku langsung menyiapkan pedang kayuku, dan saat itu juga Galang langsung menyerangku dengan pedang kayu, aku langsung menangkis serangan kilatnya itu,


"Sial, anginnya! ugh!" Cristian yang terlempar.


Aku langsung terpental oleh angin yang di bawa oleh Galang itu, agar tidak berakibat fatal pada tubuhku ini karena terlempar oleh angin, aku langsung menusukkan pedang kayu ini ke tanah, dan saat itu juga galang sudah ada di depanku, lalu menebas pedang kayu yang ku jadikan topangan ini.


"Sial!" Cristian yang ketakutan.


Aku langsung melepaskan peganganku dari pedang kayu yang patah ini,


Dalam hati Cristian yang cemas,


Sial! aku akan menabrak tembok!


Aku langsung menabrak tembok dengan punggungku, dan saat itu juga galang langsung berubah ke bentuk semula,


"Sudah ku duga! Kau masih lemah dalam pertarungan fisik, mungkin sekarang aku akan melatih fisikmu dahulu!" Galang yang terlihat kelelahan,


"Aww, apa maksudmu? Aku masih terlihat lemah? Jelas-jelas kau menggunakan kekuatan maximalmu! Jelas saja aku kalah, haha." Cristian yang tertawa walau terlihat kesakitan,


"Lalu kenapa kau tidak menggunakan kekuatanmu? Bukankah kau pahlawan yang akan mengalahkan Raja Iblis itu?" Galang,


"Percuma saja, walau aku menggunakan kekuatanku, itu tidak akan ber efek kepadamu yang lebih kuat dari ku!" Cristian,


"Hmmm, seterah kau saja! Sekarang kita akan berlatih berlari." Galang,


"Berlari apa maksudmu? Seharusnya kita berlatih pedang, karena aku akan di kirim ke medan pertempuran kan? Lalu untuk apa gunanya berlari?!" Cristian yang kebingungan.


"Bodoh sekali kau ini." galang.


"Hah, bodoh?!" cristian yang terlihat kesal,


"Berlari untuk menguatkan kakimu agar kau tidak gampang terhempas oleh sesuatu, misalnya tadi aku menyerangmu, kau langsung terhempas karena dorongan anginku. Fisikmu terlalu lemah dari pada kekuatanmu, pada intinya kau harus mengikuti instruksi ku! Jika kau ingin sekuat diriku!" Galang yang terlihat serius,


"Baiklah, seterah kau saja! Sekarang aku cukup berlari kan?! Aku akan berlari!" Cristian dengan wajah seriusnya.


"Larilah 10 kali mengitari rumah ini ok!" Galang sambil tersenyum.


"Huhhh, sedikit sekali! Aku bahkan bisa mengitari rumah ini lebih dari 20 kali lebih dengan keadaanku begini, mengapa kau menyuruhku untuk berlari 10 kali?!" Cristian sambil kebingungan,


"Hmmm, kita lihat saja nanti!" Galang sambil tersenyum.


"Apa maksudmu?!" Cristian dengan wajah yang seriusnya,

__ADS_1


"Latihan di mulai! Segeralah lari pahlawan!" Galang sambil tersenyum.


"Baiklah, aku akan mengikuti instruksimu!" Cristian dengan wajah seriusnya.


Aku langsung berlari sambil berpikir,


Mengapa Galang terlihat senang tadi? Sepertinya perasaanku tidak enak.


Belum saja 1 kali putaran, tepat di depan rumah teras ini banyak sekali bocah yang mirip dengan pipi yang ingin menerkam ku kemarin sedang menangis semua. Aku terus berlari untuk menghindari bocah-bocah yang sedang bersedih ini, dan sampai menuju tempatku mulai berlari.


"Oyy, Galang! Apa-apaan tadi di depan teras rumah, banyak sekali bocah yang mirip pipi! Bukankah lebih baik mereka di dalam jika aku masih berlatih!" Cristian yang mulai gelisah,


"Kau tidak perlu khawatirkan tentang mereka, yang lebih penting kau harus selesaikan latihanmu saat ini! Atau kah kau tidak bisa berlari lebih dari 1 kali?! " Galang sambil tersenyum


"cihh, baiklah aku akan menyelesaikan latihanku!" cristian yang kesal.


Aku langsung berlari lagi mengitari rumah ini, sampai di depan teras, aku melihat 3 wanita itu sedang menenangkan mereka.


Dalam hati Cristian yang ketakutan,


Sepertinya aku harus berlari lebih cepat, sebelum ketentraman ini berakhir!


Aku langsung berlari lebih cepat, agar bisa menyelesaikan latihanku ini.


Dalam hati Cristian yang kesal,


Sialan kau Galang! Pasti kau sengaja melakukan ini, karena kau tahu anak-anakmu sedang ada di depan rumah ini. Aku tidak akan memaafkan penghinaan ini galang! awas saja kau Galang!


Belum saja sampai 5 kali putaran, aku sudah di jegat oleh anak kecil yang hampir mirip dengan pipi ini.


"Kakak, kau sedang apa?" anak kecil yang mirip pipi,


"Aku sedang berlari, dan kau siapa?" Cristian yang gelisah.


"aku kan pipi, yang kemarin menjaga kakak! Apakah kakak tidak ingat aku?!" Pipi sambil memegang tanganku.


"O-ohh, kau Pipi yah, yang kemarin menjagaku! Maaf yah aku ingin berlari dahulu, karena ini tugas dari ayah kalian!" Cristian yang tampak mulai ketakutan,


"Boleh pipi ikut kakak? Pipi juga ingin berlari pagi agar bisa besar seperti kak michiru!" Pipi yang masih memegang tanganku.


Dalam hati Cristian,


Kau ingin besar apanya, jangan sampai membuatku salah paham nak!


"Se-sepertinya tidak boleh! Karena tadi ayahmu hanya menyuruhku saja." Cristian yang sudah mulai panik,


"tidak! Pokoknya aku ingin ikut bersama kakak! Nanti aku akan bilang pada ayah!" Pipi sambil menggoyangkan tanganku dengan kencang.


"A-a-aw, ba-baiklah, tolong lepaskan tanganku!" cristian yang terlihat kesakitan.


"Terima kasih kakak! aku sayang kakak." Pipi sambil memelukku.


Pipi yang tiba-tiba saja melompat dan memelukku, mulai mengendusku lagi.


aku langsung berusaha melepaskan pipi yang sedang memelukku.


Dalam hati Cristian dengan perasaan cemas,


Semoga saja galang tidak mengizinkannya!


Lalu para anak kecil yang melihat kami langsung ingin ikut berlari denganku.


"Kakak pipi ingin kemana? Boleh tidak kami ikut main?" Anak yang sedang duduk di depan rumah.


"Boleh, ayo kita bermain kejar-kejaran!" Pipi sambil tersenyum,


"Ayo!" Anak-anak yang ingin mengikuti Pipi,


Dalam hati Cristian dengan perasaan yang cemas,


Aku tidak percaya ini, 5 anak kecil ini akan mengikuti latihanku! Jika aku bisa jaga jarak mungkin tidak akan terjadi apa-apa.


"Baiklah kalian cukup ikuti aku dari belakang yah! Jangan sampai ada yang mendahului aku, oke!" Cristian yang tersenyum, walau terlihat cemas.


"Baiklah!" anak-anak.


Dalam hati Cristian,


Cemas rasanya


Aku dan anak-anak ini pun mulai berlari, sampai ke tempat ayahnya anak-anak ini.


"Ayah aku ingin ikut latihan bersama kak cristian! boleh tidak?" Pipi.


"Menurut ayah boleh saja, tetapi bagaimana dengan kak cristian itu? Apakah dia mengizinkan kalian ikut latihannya?" Galang,


"Aku dan adik-adikku sudah minta izinnya, Jadi tinggal ayah saja! Jika ayah berkata begitu berarti kami boleh dong!" pipi sambil tersenyum,


"Baiklah, tenang saja ayah akan selalu mendukung kalian! Jika kalian ingin lomba lari dengan cristian juga tidak apa, benar tidak cristian?" galang sambil tersenyum,


Dalam hati Cristian yang kesal,


Sialan kau galang! Kau benar benar menjebakku!


"Tunggu dulu! Jika kalian ingin lomba lari itu tidak mungkin, karena aku masih latihan, jadi lombanya nanti saja yah. " cristian sambil tersenyum walau terlihat cemas.


"Huh, tapi tidak seru jika tidak ada pemenang, jika ada lomba berarti ada pemenang. " Anak kecil yang ikut ikut Pipi.


"Itu benar! Jika ada perlombaan membuat kami semakin semangat!" Pipi yang semangat.


dalam hati cristian yang penuh rasa cemas,

__ADS_1


Itulah yang saat ini aku cemaskan nak!


"Ba-baiklah jika itu ke inginan kalian." Cristian yang tersenyum paksa.


aku dan anak-anak ini pun memulai lomba larinya,


dalam hati cristian dengan rasa cemas,


cukup lari seperti biasa saja, jangan ikut-ikutan seperti para bocah yang sedang berusaha mencari kemenangan!


"Hey kakak, kenapa kau tidak lari? Kita kan sedang lomba?" anak kecil,


"Yah aku sedang berlari, ini adalah batas kecepatanku!" Cristian sambil tersenyum


"Falsa kejar aku kalau bisa!" Pipi


"Hey kakak, itu melanggar aturan karena menggunakan kekuatanmu!" Anak kecil yang di panggil Falsa,


"Itu tidak sama sekali! Selagi masih bisa di kendalikan mengapa tidak, hehe." pipi sambil tersenyum,


Dalam hati Cristian,


Ahh anak-anak memang manis saat mereka tersenyum.


"Baiklah jika kakak menggunakan kekuatannya, maka aku juga akan menggunakan kekuatanku sendiri!" Falsa


Lalu Falsa pun mengikuti kakaknya yang menggunakan skill perubahannya, dia pun mempunyai telinga dan buntut yang persis dengan kakaknya saat berubah,


"Lihat kakak! aku juga bisa berubah sepertimu! Ayo kita mulai siapa yang paling cepat di sini!" Falsa.


"Baiklah, tetapi aku lari duluan yah! Bye-bye." pipi,


"Kakak curang, aku akan menyusulmu!" Falsa langsung berlari dengan cepat.


Tetapi ada juga beberapa bocah yang tidak berubah, aku tidak tahu alasannya, tetapi aku cukup lega melihat mereka yang masih normal tidak seperti 2 bocah ini.


aku langsung mengelus mereka sambil berlari, yang hanya ikut-ikutan kakaknya,


"Anak baik!" Cristian sambil tersenyum.


Tetapi anak yang ku elus kepalanya, langsung berhenti dan memegang tanganku di atas kepalanya, menariknya ke depan mulutnya,


"dek, kamu mau ngapain?" Cristian yang terlihat kebingungan.


Sesaat dia membuka mulutnya, aku langsung menarik tanganku,


"A-a-apa yang ingin kau lakukan?!" Cristian yang ketakutan sambil memegang tangannya.


Dan anak kecil itupun menangis sederas-derasnya, sisa 2 bocah lainnya ikut menangis.


Aku yang sangat bingung dengan situasi ini, rasanya ingin segera menyelesaikan latihan hari ini,


"Kakak, sudah tinggalkan saja mereka! Nanti mereka akan di urus oleh kakak Michiru" Pipi yang masih berlari.


"Benar! Yang penting lagi kita harus memulai lombanya terlebih dahulu!" Falsa yang terlihat semangat.


"Ba-baiklah, ayo kita mulai latihannya!" Cristian yang mulai kebingungan.


Kami pun memulai latihan meninggal anak-anak tadi yang menangis.


Aku yang hanya bisa melihat mereka berubah seperti itu, sekarang cukup berdo'a agar aku bisa selamat dari latihan pertamaku ini.


aku dapat melihat akhir dari latihan hari ini, tetapi 1 bocah yang bernama pipi tiba-tiba memanggil ku dari belakang,


"kakak aku datang! " Pipi,


Pipi pun memelukku dari belakang.


"Pi-pipi, kenapa kau memelukku?! Aku kan sudah bilang ini adalah latihan, jadi kita harus terus berlari, jadi tolong turun. Jika aku berlari sambil menggendongmu, itu akan membuatku keletihan!"Cristian yang panik.


Pipi yang di gendong olehku langsung menciumku,


"baiklah, pipi minta maaf karena sudah membuat kakak lelah!" Pipi sambil tersenyum.


"Pi-pi-pipi! Ini masih Pipi yang tadi ikut berlari denganku kan? Kenapa kau tiba-tiba saja menciumku?!" Cristian yang mulai ketakutan,


"iya kok, aku masih pipi, aku menciummu karena aku sayang sama kakak!" Pipi sambil tersenyum.


setelah latihan berlari yang sangat melelahkan ini selesai,


Dalam hati Cristian,


Akhirnya aku masih hidup dari latihan ini, di temani bocah-bocah yang melihatku seperti daging segar saat ini.


"Kakak lombanya sudah selesai?" Falsa.


"Iya, lombanya sudah selesai, jadi pemenangnya adalah pipi! Sekarang kamu dan kakakmu boleh pulang, karena kegiatan hari ini sudah selesai. " Cristian sambil tersenyum,


"Hmm, tidak! Latihan belum selesai! Kau akan berlatih pedang bersama anak-anakku, jadi selama aku mencari makanan tolong jaga anak-anakku tuan pahlawan!" galang sambil memohon.


"Tidak perlu terlalu formal Galang, panggil saja aku Cristian.... Oyy, tunggu dulu! Apa maksudmu menjaga anak-anakmu ini?! Dan latihan hari ini belum selesai?! Jangan bercanda! Matahari sudah ada di atas kepala dan juga aku belum makan dari pagi, akibat anak tertua mu itu!" Cristian dengan nada kesalnya.


"Makanya sekarang aku ingin mencari makanan kehutan untuk kalian semua! Jadi tolong jaga mereka yah cristian. Kalian Falsa dan Pipi berlatih dengan pedang kayu ini melawan pahlawan kuat itu, ok!" Galang sambil mengepalkan tangannya memberi semangat kepada 2 bocah ini.


"Baiklah, ayah!" falsa dan pipi,


Lalu galang pun pergi dari sini meninggalkan ku, sekarang hanya aku dan 2 anak perempuan ini dengan mata merah yang menyala-nyala yang siap menerkamku kapan saja, belum lagi kakak tertuanya yang seperti orang gila itu.


Dalam hati Cristian yang pasrah,


Berada di sini tanpa ayah mereka, apakah aku akan selamat di sini sampai kedatangannya?

__ADS_1


Sambil mengacungkan pedang layaknya seorang samurai yang sedang bertahan, cristian memulai survival bertahan hidupnya beberapa jam ke depan.....


__ADS_2