Reincarnation Full Of Suffering

Reincarnation Full Of Suffering
Chap 02 -


__ADS_3

Setelah aku di pukul oleh adikku sendiri, aku segera keluar untuk membelikan obat untuk adikku yang manis, tetapi aku melihat hujan dan petir yang menghalangi jalanku untuk membeli obat adikku yang kusayangi itu.


"Cih memang sial, hujan ini menghalangi jalanku untuk membeli obat adikku! Andai diriku punya sihir seperti di tokoh-tokoh fiksi, diriku akan menghentikan mu, baik lah untuk kali ini diriku akan memakai armour berharga yang telah lama diriku simpan di belakang rumah ku!" Rian


Aku segera mengambil jas hujan di gudang apartemenku, dan segera keluar untuk membeli obat untuk adikku. Saat sudah di depan apartemen, seperti biasa sepeda motor ku yang slalu siap siaga apapun yang terjadi, di saat aku ingin memundur kan motorku dari parkiran ini! Motorku tidak bisa di tarik kebelakang sama sekali!


"Hey, Ada apa wahai kudaku mengapa kau menolak diriku yang ingin berbelanja obat untuk adikku? Cihh, padahal aku sudah mempercayai dirimu setelah aku lunasi dirimu tetapi apa yang kau berikan padaku? Bukan hal seperti ini yang aku inginkan kau tahu? " Rian,


Sesaat aku melihat kunci gembok yang menyangkut di kunci motor ku,


"Maafkan diriku atas kesalahpahaman ini! Diriku lupa membuka segelmu! "


Setelah aku membuka gembok di cakram motorku dan langsung menghidupkan motor, belum beberapa meter dari parkir apartemenku tiba tiba motorku mati.


"Jangan-jangan! Diriku lupa memberi kekuatanku(bensin)! Untuk dirimu tadi siang, betapa sialnya diriku hari ini" Rian.


Tetapi sebuah sepeda ibu kos sedang ter parkir di pinggir motorku dan aku langsung memeriksa rante dan cakram di sepeda tersebut untuk melihat ke amanan yang di pakai ibu kos pada barangnya yang berharga ini! Ternyata tidak ada satu pun keamanan yang dia pakai.


Dalam hatiku


Memang hebat ibu kos ini, saking kaya nya membiarkan barang seperti ini tanpa keamanan sama sekali!


Aku yang langsung merapatkan kedua telapak tangan ku seperti berdoa dan membungkukkan badanku dan berkata,


"Maaf ibu kos! Aku meminjam sepedamu dahulu untuk beli obat adikku".


Saat di jalan perjalananku sangat lancar, sampai ketika aku di dekat pertigaan penyeberangan jalan, seekor kucing yang sedang mengejar tikus lewat di hadapanku, sontak aku langsung membelokan sepeda ku dan malah terjatuh ke pagar tanaman di pinggir jalan, aku langsung mencaci mereka.

__ADS_1


"Woy nj*ng! Kalo jalan liat-liat nyet!"


Dan si kucing dengan senganya membalas,


"Woy s*tan! Gw kucing yah bukan an*ing!"


Dengan kesal, aku membalas perkataannya.


"Hahh! Gw manusia yah cing bukan setan! Lagi pula...."


Kucing itu langsung memotong kata-kata ku,


"Tidak ku sangka, masih ada seorang manusia yang bisa mengerti bahasa kami! Tetapi maaf aku tidak punya waktu dengan manusia rendahan dan pengangguran seperti mu!"


Aku yang kesal, langsung menggunakan tanganku untuk mencengkram kucing itu, tetapi dia dengan begitu mudahnya menghindari cengkraman ku dan langsung berlari sambil bicara,


"Booodoh! Dasar manusia bodoh kau tidak akan bisa mengejarku! Hahahaha"


Dan kucing itu langsung menghilang di deras nya hujan. Di saat tadi aku berdebat dengan kucing itu aku bisa merasakannya! Tatapan yang dingin, yang membuatku merinding saat aku di SD (Sekolah Dasar), berbicara dengan hewan yang ku pungut di jalan, tetapi aku malah lari dari tatapan itu, dan aku sekarang ingin melihat seseorang dengan hawa dingin yang sama persis di waktu ku SD, yang dari tadi melihat kesini! Aku langsung menoleh ke belakangku, akan tetapi tatapan mengerikan itu langsung menghilang, dan hanya ada seseorang nenek yang duduk di halte bis dengan derasnya hujan,


Untuk apa seorang nenek-nenek di saat hujan-hujan begini duduk di halte bis?


Saat aku termenung melihat nenek itu, dia langsung tersenyum kepadaku, dan aku langsung membalasnya dengan senyuman juga.


Tidak mungkin seorang nenek-nenek memiliki tatapan seperti itu!


Setelah aku berpikiran seperti itu aku langsung melanjutkan jalan ku menuju apotek untuk membeli obat adikku.

__ADS_1


 


Sesampainya aku di apotek ini, aku langsung bertanya kepada kasir di toko apotek tersebut,


"mba! Ada paracetamolnya yang buat nurunin panas demam?"


Kasirnya menjawab,


"Ada pak, silahkan tunggu nanti kami akan carikan!"


Kurang dari 2 menit obat itu baru bisa di temukan dan langsung ku bayar, setelah itu aku langsung menuju jalan pulang lagi, seperti biasa aku pasti melewati pertigaan itu lagi, aku jalan dengan pelan tetapi aku hanya melihat nenek itu yang masih duduk di halte tersebut dengan derasnya hujan.


Aku yang merasa kasihan segera ke sana dan langsung bertanya,


"Maaf nek, nenek lagi ngapain disini? Apa lagi di tengah hujan deras ini. Apakah nenek sedang menunggu cucu nenek yang ingin menjemput nenek? "


Dan nenek itu langsung membalas sambil terbatuk batuk,


"Uhuk-uhuk! Aku sedang menunggu seseorang."


Seseorang? Siapakah itu? Anak, cucu, suami atau menantu? Aku yang cukup kebingungan langsung memberi mantel hujanku dan langsung bicara,


"Maaf nek, mungkin ini saja yang dapat ku berikan yang dapat melindungi dirimu dari derasnya hujan agar pakaian nenek tidak basah."


Aku yang ingin pergi, tapi nenek itu memanggil,


"Nak! Terima kasih. Semoga tuhan memberkati."

__ADS_1


Sambil telapak tangannya seperti memberkati, aku langsung tersenyum kembali ke nenek itu dan langsung pergi menuju jalan pulang ke rumah...


 


__ADS_2