
Setelah sampai di rumah, aku langsung memberi obat itu kepada adikku
"Fitri, kamu ada di dalam? Nih obatnya udah di beliin ama kakak, jadi minum sekarang biar besok bisa sekolah!" Rian,
Tetapi tidak ada suara dari pintu kamarku,dalam hatiku berkata,
Hmmm, sepertinya dia telah tertidur.
Setelah aku mengetuk pintu di kamar adikku, aku langsung mencari selimut untuk tidur di ruang tamu, tetapi tidak ada satu pun yang ada.
Aku lupa! Ternyata semua kain dan pakaian ku ada di dalam kamarku!
Dalam hati merasa kecewa aku langsung tidur di bangku ruang tamu di temani dinginnya malam...
Aku yang bingung karena terbangun secara tiba-tiba dimana semua bercak darah bertebaran dan daging-daging berhamburan, di desa seperti perkampungan dengan latar bangunan eropa abad pertengahan dengan gemuruh petir dan hujan deras itu se akan memaksaku untuk lari tetapi aku tidak bisa dan tubuhku terus berlari dan berlari sampai dimana sebuah rumah, diriku yang tidak terkendali ini! Langsung kedalam (sebenarnya aku tidak ingin ke dalam karena pasti ada sesuatu yang mengerikan lagi), dan aku melihat kepala seorang wanita yang terpenggal di atas tombak,
Dan seorang bayi yang tertusuk dengan beberapa bilah, dalam hati ku,
Sungguh keji manusia ini, yang dengan santainya menusuk perut bayi ini.
Tetapi aku merasakan kesedihan, kepedihan yang ada di dalam hati tubuh ini yang seakan akan aku bisa terbakar oleh perasaan ini, dan aku berusaha memalingkan mataku dari mayat wanita dan bayi itu akan tetapi tidak berhasil sama sekali! Ketika aku berusaha untuk tidak melihat semua ini, tubuh yang tidak terkendali ini bergerak sendiri! Dan memalingkan pandangannya dari kedua mayat ini! Lalu langsung ke depan.
Aku terkejut di halaman yang tadi nya banyak rumah tapi sekarang hanya kerangkanya saja bahkan ada yang sudah sepenuhnya menjadi abu, dalam hati penuh rasa takut,
****! Padahal tadi jelas-jelas hujan deras! Tetapi mengapa semua rumah di sini terbakar dengan mudahnya!
Ketika aku yang sedang berpikir keras ini, tiba-tiba saja tubuh ini terbang ke atas se akan aku di tinggalkan di bawah ini dan aku langsung terbangun dari lantai tempat sofa aku tidur tadi malam, aku langsung berkata,
"Syukurlah hanya mimpi, tetapi mimpi itu terlalu mengerikan untuk menjadi kenyataan."
__ADS_1
Aku pun langsung melihat jam dinding,
"Sial, jam 6 lewat sekarang! Adikku sedang apa sih sebenarnya, sampai aku tidak di bangunkan."
Aku langsung berlari menuju kamarku, dan mengetuk pintu kamarku,
"Fitri bangun dong! Kakak mau berangkat kerja nih, bakal telat kalo kamu tidak membukakan pintunya!"
Adikku langsung berkata dengan batuk dan suara serak,
"Buka saja kak! Uhuk... Karena pintu tidak kukunci!"
Setelah aku mendengar jawaban dari adikku, aku langsung membukakkan pintu dan langsung ke dalam tetapi aku melihat adikku yang masih terkapar di kasurku, aku langsung berkata,
"Kenapa kamu masih di kasur?"
Adikku membalas dengan suara yang serak
"Aku masih mengantuk! "
"Hmm, sepertinya aku harus minta izin ke kantorku untuk libur hari ini."
Adikku langsung membalas
"Ti-ti-ti-tidak perlu melakukan itu! Aku masih baik-baik saja. Bagaimana nanti jika kau kena demamku nanti?"
Aku langsung menjawab,
"Itu tidak mungkin, karena aku kakakmu yang kau sayangi! Pasti kau akan berusaha agar penyakitmu tidak menular kepadaku, bagaimanapun caranya." Rian sambil tersenyum.
Sambil tersenyum aku mengelus kepalanya, tetapi sebuah tendangan menghantam kepala di bagian kananku, secara replek aku langsung menahan kaki adikku, dan berkata
"Nggak boleh main kasar yah adikku sayang!"
__ADS_1
Adikku langsung bangun dari kasur dan membalas,
"Pergi dari kamar ini! Atau aku akan menggunakan bela diriku, Untuk mengusirmu dari kamar ini! "
Tetapi dia langsung duduk kembali dan memegang kepalanya yang pusing. Aku yang berusaha menidurkan adikku lagi, tetapi dia malah marah-marah.
"A-a-a-apa yang kau lakukan kakak bodoh! Aku bisa tidur sendiri." Fitri yang marah-marah.
Setelah aku berdebat cukup lama dengan adikku, aku langsung menelpon kantorku atau izin ke managerku untuk cuti hari ini! Saat di telpon aku lama berdebat dengan manager tentang pekerjaanku yanh menumpuk di kantor.
"Sudah ku bilang ibu manager yang jomb-, maksud ku yang cantik, adikku sedang sakit demam makanya aku izin untuk hari ini, tolong kerja sama nya pak-, maaf maksudku bu manager!"
Alasanku yang dapat membuat managerku marah karena kata-kataku yang menyindirnya,dia langsung membalasnya
"Ahhh aku lupa kau kan siscon(rasa cinta yang lebih kepada saudara lawan jenis), ternyata kau memang seorang siscon yang parah. Baiklah, jika kau sangat memaksa aku akan mengijinkanmu untuk hari ini saja, karena tugas mu sekarang sedang di kerjakan oleh teman-temanmu di kantor jadi jangan sampai telat yah besok karena mungkin ada kejutan yang membuatmu sangat terkejut",
Di waktu yang sama ketika manager itu bilang kejutan yang membuatku sangat terkejut, aku langsung berpikir
Apa yang akan terjadi saat aku masuk besok?!
Si manager langsung berbicara lagi,
"Jika tidak ada pertanyaan lagi, aku akan menutup telpon! Terima kasih telah memberitahu ku karena kau libur hari ini."
Secara spontan aku pun mengucapkan,
"Sama-sama."
Telpon pun langsung tertutup, untuk sejenak aku melupakan masalah di kantorku. Aku langsung menyiapkan kompres air panas untuk adikku yang sedang sakit itu dan langsung menaruh di keningnya, dia langsung berkata
"Kakak bodoh !"
Aku hanya bisa tersenyum ketika adikku berkata kasar, dalam hati ku
__ADS_1
Kau tetap cantik walau sedang marah dan tersenyum...