
Disebuah ruangan serba putih, terlihat seorang pemuda terbaring diruangan itu. Beberapa saat kemudian tampak pemuda itu menandakan akan terbangun dari tidurnya.
Perlahan kelopak matanya terbuka memperlihatkan tatapannya yang kosong. Dengan setengah sadar pemuda itu bangun dan menatap sekeliling dengan tatapan bingung.
'Dimana ini? mengapa semuanya tampak putih? Dan...siapa aku? ' Batinnya dengan bingung.
Tapi tiba-tiba kepalanya terasa nyeri dan rasa sakit secara bersamaan, ia memegang kepalanya dengan kuat menahan rasa sakit.
Sebuah ingatan asing masuk kedalam kepalanya dengan paksa. Rasa sakit luar biasa tidak tertahankan dan ia hanya bisa menjerit kesakitan di ruangan itu.
Puluhan menit berlalu dan kini kepalanya sudah tidak merasakan sakit dan nyeri. Dari ingatan itu ia menyadari siapa dirinya dan mengapa dirinya bisa berada ditempat asing ini.
...
Aska, pemuda SMA biasa yang hidup tanpa kehadiran kedua orang tuanya. Aska hanya mempunyai Nenek dan Kakeknya yang bersedia membesarkannya dari kecil sampai saat ini.
Orang tuanya meninggal saat ia berumur 2 tahun, Karena dirinya yang masih kecil ia belum mengerti apa-apa dan tidak tahu bahwa orang tuanya meninggal karena kecelakaan pesawat.
Aska mengetahui kedua orang tuanya meninggal saat ia berumur genap 10 tahun. Tentu ia merasa sedih mengetahui kebenaran yang menyakitkan itu. Ingin marah kepada Kakek dan neneknya yang menyembunyikan fakta itu tapi ia mengerti kenapa mereka menyembunyikan, Itu untuk kebaikannya sendiri.
Aska saat ini berumur 17 tahun ajaran kedua SMA. Dan saat ini ia sedang berangkat ke sekolah dengan berlari karena bangun kesiangan.
Beberapa menit berlari akhirnya ia sampai di gerbang sekolahnya, tampak masih banyak siswa dan siswi berlalu lalang memasuki sekolah. Aska menghirup udara banyak-banyak karena kelelahan akibat berlari.
"Hah... Kupikir akan terlambat. Tahu begini aku datang berjalan saja." Aska mengelap keringat diwajahnya dan tampak sedikit kesal.Lalu ia berjalan hendak masuk kedalam sekolah.
Dan Aska pun menjalani pelajaran sekolahnya dengan bosan. Aska sendiri sangat pintar di sekolahnya, dan selalu menjadi top ranking sekolah no 1.
Ia cukup populer di sekolahnya karena pintar, tapi Aska jarang berinteraksi dengan teman-teman kelasnya karena menurutnya tidak berguna itu dan membuang waktu.
Lebih baik ia menggunakan waktunya untuk menonton anime dan membaca berbagai novel kesukannya. Aska mulai menyukai anime saat ia masih SMP dan sampai sekarang ia masih menyukainya.
__ADS_1
- SORE HARI -
Pelajaran telah usai dan Aska kini sedang tidur dikelasnya. Beberapa saat ia bangun dari tidurnya dan menyadari bahwa waktu sudah sore hari. Karena masih mengantuk ia membilas wajahnya dengan air dan merasa segar kembali.
Aska mulai keluar dari sekolahnya dan berniat langsung pulang kerumah. Tapi ia ingat bahwa hari ini ada keluaran novel baru yaitu Overlord dan Chainsaw man , tidak ingin novel kesukaannya habis Aska mulai berlari dengan cukup cepat.
Saat ingin menyebrang jalan, Aska yang tengah berlari tidak menyadari bahwa sebuah Mobil Truk sedang melaju kearahnya dengan kencang.
Orang-orang sekitar yang melihatnya tentu merasa panik. " Hei awas!! "
'Sial'
Aska mengumpat dalam hati, Karena Truk itu sudah dekat jadi Aska tidak mempunyai kesempatan untuk menghindari nya.
TRINNNN!!
BRAKKK!!
Tubuh Aska terlempar sejuah Enam meter dan badannya menabrak kuat aspal jalan sampai terguling.
Aska yang sudah kehilangan banyak darah tidak bisa mempertahankan kesadarannya dan mulai menutup matanya.
"Hei nak bertahanlah, Ambulans akan segera datang."
Aska tersenyum dan mulai memandangi langit-langit yang entah kenapa sangat indah. 'Sepertinya sudah saatnya, aku tidak kuat lagi. Kakek, nenek terimakasih sudah merawat dan membesarkan ku dengan baik Aku menyayangi kalian.' Dan kini Aska benar benar menutup matanya sepenuhnya.
Satu hari berlalu dan mayat Aska sedang dimakamkan dengan layak. Kakek dan neneknya menangis karena kehilangan satu-satunya cucu yang mereka sayangi. Berat rasanya ditinggalkan oleh seorang yang kita sayangi tapi apa boleh buat jika takdir sudah menentukan nya.
...
Kembali ke Aska saat ini. Setelah mengingat semuanya Aska hanya menghela nafas Berat. Ia jadi merasa kasihan terhadap kakek dan neneknya, ia juga belum bisa membalas kebaikan mereka yang sudah mau mengurusnya semenjak orang tuanya meninggal.
__ADS_1
Aska merebahkan tubuhnya karena ia terlalu lelah. Dan mulai menutup matanya, setidak ia ingin membiasakan diri dengan kejadian yang menimpa dirinya. Aska juga bingung saat ini ia berada dimana.
"Sepertinya kau sedang banyak pikiran bocah." tiba-tiba suara terdengar entah dari mana asalnya.
"Begitulah..." tanpa sadar Aska menjawabnya.
"Hahahah! Tidak perlu bersedih bocah. Itu pasti sudah takdirmu. "
"Sepertinya kau benar... Eh? "Aska berdiri dari tidurnya dan merasa kaget. Seorang kakek tua berdiri didepannya dengan senyuman.
"Yo bocah. " kata kakek itu manyapa Aska yanh sedang bengong.
"K-kau sejak kapan berada disitu! Apakah kau hantu yang gentayangan." kaget Aska.
"Ck! tajam sekali mulutmu itu bocah." Kakek tua itu menatap kesal kearahnya.
"l-lalu kau itu apaan.. " tanya Aska berhati-hati.
"Menurutmu?" Kakek itu balik bertanya.
"Eee.. Kau adalah kakek tua? " Aska berkata dengan wajah polosnya.
'Bocah sialan ini!..Hahhh.. sabar-sabar." kakek itu tampak menahan amarahnya tetapi ia mencoba untuk bersabar. Lagian bocah didepannya ini juga tidak salah.
"Kek, kau kenapa? wajahmu memerah, apakah kau tidak enak badan. Atau jangan-jangan kau kebelet ingin berak? " tanya Aska.
Perkataan Aska itu langsung membuat kakek tua itu menambah marah dan kesal." Dasar bocah sialan!! "
.
.
__ADS_1
TAMAT.