
Sebuah tempat yang seluruhnya hanyalah berwarna putih. Terdapat sebuah meja yang tangah diduduki oleh dua orang yang tampak berrbincang.
"Jadi kakek, sebenarnya tampat apa ini? Apakah ini surga? atau akhirat? " tanya Aska bertubi-tubi.
"Bocah! jika kau ingin bertanya, tanyalah satu persatu! "marah kakek itu.
"Yaah aku hanya bertanya saja, lagian kakek juga tidak perlu marah-marah nanti cepat tua loh~ hehe. " kata Aska bercanda.
"Hehe dengkulmu." ketus kakek tua itu.
"Aku akan menjawab pertanyaanmu itu. Tempat ini bukanlah sesuatu yang kau pikirkan. ini hanya dimensi ciptaanku. " jelas kakek.
"Oh." balas Aska biasa saja.
Wajah kakek tua itu menggeram marah, entah sudah berapa kali ia dibuat marah oleh bocah didepannya ini. Tapi ia harus menahan amarahnya, harga dirinya bisa jatuh.
"Lalu kakek ini siapa? " tanya Aska penasaran dengan identitas kakek tua didepannya.
"Pertanyaan yang bagus, Biar aku perkenalkan diriku yang bijaksana ini. Orang-orang mengenalku sebagai Divine Absolute. " ucapnya dengan bangga.
"Jadi kakek adalah seorang dewa!" ucap Aska terkejut.
"Benar, aku adalah seorang dewa tertinggi."
"Lalu kakek, apa yang akan terjadi padaku setelah ini. Kau tahu aku sudah mati di duniaku sebelumnya. " Aska penasaran.
"Aku sudah melihat kehidupanmu sebelumnya. Aku akui bahwa kau anak yang baik dan suka menolong orang, meskipun sikapmu kurang ajar. " kata dewa itu sedikit memujinya dan meledek.
Aska menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "K-kalo itu.. Aku minta maaf dengan sikapku yang kurang ajar kepada kakek dewa. " Aska meminta maaf dengan tulus.
"Aku menerima permintaan maafmu. Jadi karena kau adalah bocah yang baik dikehidupan sebelumnya jadi aku akan memberimu pilihan yang pasti kau akan tertarik. "
"Hooh, apa itu? " Aska tampak tertarik.
"Kau akan kureinkarnasikan ditempat manapun yang kau inginkan. Mau itu dunia lain, Anime, novel atau manga. Kau bebas memilihnya. Aku memberimu kebebasa untuk meminta apapun yang kau inginkan untuk bekal di dunia nanti. " Kata kakek dewa.
Sontak Aska langsung terkejut sekaligus senang. Akhirnya mimpi wibunya menjadi kenyataan. Tapi Aska juga bingung harus memilih dunia yang mana.
"Kakek dewa, aku harus memikirkannya terlebih dahulu. Apakah kakek tidak keberatan? " tanya Aska.
"Tentu. " Kakek dewa tampak tidak keberatan.
Lalu Aska mulai memikirkan dunia apa yang ingin ia tempati. Beberapa menit berlalu Aska berpikir dan akhirnya ia sudah memutuskan dunia apa yang ingin ia tempati serta beberapa permintan.
"Tampaknya kau sudah memutuskan dunia apa yang ingin kau tempati. " kata kakek dewa.
Aska mengangguk lalu berkata. "Aku ingin Berinkarnasi di dunia anime bernama High School DxD. "
"Hooh, anime harem itu kah? lau apa permintaan mu." ujar kakek dewa menatap Aska yang sedang tersenyum.
"Tadi kakek dewa bilang aku bebas ingin meminta apapun kan? " tanya Aska memastikan.
Kakek dewa hanya mengangguk.
__ADS_1
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan."
"Pertama aku ingin meminta.
[ 1. Aku ingin menjadi Gilgamesh
Aku ingin sebuah manas Dari novel Tensura. Dan sudah mencapai tingkat tertinggi
Pemahaman instan
Bloodline Emperor dragon Azure
Aku ingin tipe tubuh yang dapat menyerap jenis energi apapun di alam semesta ini dan membuatnya menjadi tidak terbatas ]
"Apakah hanya begitu saja? kupikir kau akan meminta hal lain yang jauh lebih kuat. " kata kakek dewa heran.
Aska menggelengkan kepalanya. "Aku hanya ingin itu saja. Lagian jika aku langsung kuat, itu tidak akan menyenangkan. Lebih baik aku memulainya dari awal dan mendapatkan kekuatan yang kuinginkan dengan usaha ku sendiri. "
'Anak yang bijak.' batin kakek dewa.
"Baiklah aku menghargai keputusanmu." Lalu kakek dewa memperlihat sebuah bola cahaya ditangannya. Dan bola itu langsung masuk kedalam tubuh Aska.
"Masuklah kedalam portal itu, itu akan memindahkanmu kedunia lain." Sebuah portal hitam terlihat didepan mereka.
Aska mengangguk paham lalu berdiri dari kurisnya. Sebelum masuk kedalam portal, Aska berbalik menatap kakek dewa lalu menundukkan kepalanya.
"Terimakasih atas kesempatan yang kau berikan padaku kakek dewa. Aku akan terus mengingatmu. Aku akan menjadi kuat dan menemuimu, sampai saat itu tiba kuharap kau tidak mati duluan karena sering marah. " Ucap Aska lalu langsung masuk kedalam portal.
"Cih dasar bocah sialan, tapi yah... Sampai saat itu tiba. Teruslah menjadi kuat dan datang kepadaku. " Gumam kakek dewa sambil tersenyum. Lalu sosoknya hilang meninggalkan tempat itu yang telah menjadi hening kembali.
...
Disuatu ruangan seperti kamar, muncul sebuah portal berwarma hitam mengeluarkan seorang anak kecil berambut emas.
__ADS_1
"Aduh.. duh.. Dasar kakek tua itu main asal lempar saja. Huh.. untung aku tidak mati. " ucapnya dengan kesal.
Anak itu mengusap wajahnya, saat tangan itu menyentuh wajahnya ia merasakan ada hal yang aneh.
"Eh? "
Aska terkejut melihat tangannya yang begitu kecil, kebetulah ia jatuh tepat didepannya ada cermin. Aska berjalan kearah cermin tu dan terkejut melihat pantulan dirinya yang menjadi anak kecil.
"Kakek dewa sialan!! " teriaknya marah.
[ Halo Master. ]
Tiba-tiba sebuah suara wanita yang merdu terdengar di telinga Aska. Aska yang sedang emosi tiba-tiba dirinya menjadi lebih tenang ketika mendengar suara itu.
"Kau?... Ah! kau pasti manas yang kuminta dari kakek tua sialan itu kan. " kata Aska.
[ Benar master. Aku adalah sebuah manas yang master pinta. ]
[ Master, sang Absolute Divine mengirim anda sebuah surat. Apakah master ingin membacanya? ]
"Berikan padaku." Lalu sebuah serpihan cahaya keluar dari kekosongan membentuk sebuah kertas dan mendarat tepat didepan Aska.
Aska mengambilnya dan mulai membacanya.
...[ Isi surat : Yoo bocah, aku ingin memberitahumu bahwa terdapat kesalahan teknis saat aku mengirimmu. Aku minta maaf untuk itu. Tapi tenang saja, aku mengirimmu tepat 12 tahun sebelum Plot dimulai. Jadi kau bisa bersenang-bersenang dengan kehidupan barumu. Oh! aku juga sudah menyiapkan sebuah rumah untukmu tinggal, lalu untuk kekuatanmu Aku sengaja menyegelnya terlebih dahulu untuk berjaga-jaga kau tidak bisa mengendalikan aura mu. Jika kau ingin melepas segelnya, kau hanya perlu memerintahkan manas yang yang ada didalam dirimu.]...
...[~Abolute Divine~]...
Setelah Aska selesai membacanya, surat itu melebur menjadi debu dan terbang terbawa angin.
Aska menghela nafas pelan, lalu kambali menatap dirinya dipantulan cermin. Saat ini Aska berpenampilan sebagai Gilgamesh tapi versi kecil.
Wajah sombong dan angkuh itu dapat dilihat oleh Aska. Entah kenapa Aska merasa bahwa sifatnya sekarang berubah dan mirip dengan Gilgamesh.
'Mungkin karena aku meminta menjadi Gilgamesh, jadi kakek dewa membuatku seolah menjadi Gilgamesh itu sendiri.' pikir Aska.
Aska menilai bahwa namanya tidak cocok dengan penampilannya. Mulai sekarang Aska mengganti namanya menjadi Gilgamesh.
"Lalu etto.. apakah kau mempunyai nama? " tanya Aska atau sekarang kita sebut saja Gilgamesh.
[ Tidak. ]
"Jawabanmu datar sekali ya, jadi apakah kau ingin sebuah nama?" tanya Gilgamesh kembali.
[ Itu semua tergantung master ingin memberikanku nama atau tidak. ]
Kemudian Gilgamesh mulai berpikir nama apa yang cocok untuk manas nya. Setelah lama berpikir ia menemukan nama yang cocok.
"Mulai sekarang namamu adalah... "
.
.
__ADS_1
TAMAT.