REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER

REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER
BAB 19


__ADS_3

Setelah menghabiskan waktu bersantainya bersama Kunou dan Yasaka. Gilgamesh kembali kekamarnya dengan diantar oleh Kunou.


Semenjak Gilgamesh mengatakan setuju untuk melatih Kunou, sepanjang hari wajahnya selalu terlihat bahagia dan tersenyum. Sepertinya dia tidak sabar untuk dilatih oleh Gilgamesh yang sudah ia anggap sebagai kakaknya.


Yasaka juga turut senang dengan Kunou yang terlihat bahagia, dalam hati ia berterima kasih pada Gilgamesh untuk itu.


"Onii-chan kita sudah sampai." Kata Kunou setelah mereka tiba di depan pintu kamar Gilgamesh.


"Terimakasih sudah mengantarku Kunou." Kata Gilgamesh sambil mengelus kepala Kunou.


"Hehehe." Kunou terlihat senang atas perlakuan Gilgamesh.


"Onii-chan aku tidak sabar untuk pelatihan besok! " Kunou berkata dengan semangat.


"Ummu, untuk sekarang Kunou tidurlah terlebih dahulu lalu persiapkan diri untuk besok karena aku akan melatihmu dengan keras dan tidak menerima keluhan mengerti?" Kata Gilgamesh memberi peringatan dan juga semangat untuk Kunou.


"Baik Shisou! " Balas Kunou dengan semangat empat lima dan dia tidak sabar menunggu hari esok.


Setelah itu Kunou pun pergi menuju kamarnya dan menghilang dari pandangan Gilgamesh.


Didalam kamarnya, Gilgamesh sedang memikirkan cara untuk melatih kunou. "Kalau tidak salah Youkai itu mahir dalam menggunakan teknik Senjutsu, Youjutsu, dan Touki kan? "


[ Master banar. ] Jawab singkat Raphael.


"Menurutmu latihan macam apa yang harus kuajarkan padanya, apakah kau punya saran Raphael-chan? " Tanya Gilgamesh sedikit bingung.


[ Mengapa anda harus bingung? tinggal ajarkan saja dia teknik sederhana seperti Mugen Tsukoyomi atau Ameterassu, mudah kan? ]


"Serius?... " Wajah Gilgamesh berubah menjadi datar setelah mendengar saran dari Raphael yang tidak manuk akal.


Gilgamesh memijat pelipisnya dengan lelah lalu berkata "Sebelumnya aku mengagumimu karena kecerdasan dan kebijaksanaanmu seperti dalam Novel yang kubaca... tapi sepertinya aku salah dan sekarang rasanya ingin sekali aku menjitak kepalamu itu." Ucap Gilgamesh dengan nada datar.


[ Hehe saya hanya bercanda master, kenapa anda menganggapnya serius. ]


"Hehe dengkulmu! " Teriak Gilgamesh emosi.


[ Yah tidak perlu emosi seperti itu master, kali ini saya akan memberi saran yang serius. ]


Gilgamesh menenangkan dirinya lalu berbicara "Hah~ baiklah, jadi apa saranmu?" Tanya Gilgamesh setelah dia menenangkan dirinya.


[ Untuk awal-awal mengapa tidak ajari saja dia sihir dasar, contohnya semacam sihir memanipulasi ruang dan waktu? Ahh! atau mungkin sihir yang bisa menghancurkan alam semesta dengan sekali serangan. Bagaimana master? ] Kata Raphael dengan nada penuh percaya diri.


Mendengarnya, Gilgamesh hanya bisa melongo seperti orang bodoh. "Mana bisa begitu bodoh! Dasar manas sialan! jika kau keluar aku akan serius menendang pantatmu dan membenarkan otakmu yang rusak itu! " Teriak Gilgamesh emosi dan mengumpat Raphael dengan kesal.


[Ehh... apakah saya salah? ]


"......"

__ADS_1


•••


Keesokan Harinya.


Saat ini disebuah bukit kecil tidak jauh dari kediaman Yasaka, Terlihat Gilgamesh dan Kunou yang tengah bersiap untuk berlatih.


Lalu tidak jauh dari sana, Yasaka duduk dengan tenang dibawah sebuah Pohon yang cukup besar dan memperhatikan mereka dengan penuh senyuman hangat.


"Baiklah Kunou apakah kau sudah siap?" Tanya Gilgamesh memastikan.


"Aku selalu siap Shisou! " Balasnya dengan semangat.


Gilgamesh tersenyum tipis lalu berkata "Yosh!kalau begitu kita akan memulai latihannya."


"Sebelum itu, apakah kau sudah bisa mengendalikan mana?" Tanya Gilgamesh.


"Emhh, aku belum terlalu ahli tapi ibu sudah mengajariku sebelumnya." Jawab Kunou.


"Bisakah kau tunjukkan." Ujar Gilgamesh.


"Emm... " Angguk Kunou, kemudian ia memejamkan matanya dan mulai berkonsentrasi.


Lalu aura berwarna kuning pudar keluar dari tubuh Kunou. "Bagaimana Shisou?" Tanya Kunou.


"Hmm, masih kurang dan pengendalian mu terhadap mana masih belum sempurna. Kalau begitu untuk saat ini akan kuajarkan bagaimana cara mengendalikan mana yang benar." Kata Gilgamesh.


Kemudian Gilgamesh menyuruh Kunou untuk bersikap lotus dan bermeditasi, Fokuskan kesadaran dalam satu titik dan Kunou mulai menyerap Mana dengan cukup cepat kedalam tubuhnya.


Keringat bercucuran di setiap tubuh Kunou karena energi mana yang ia serap terlalu banyak dan melewati batas yang bisa ditampung olehnya. Gilgamesh menyuruh Kunou untuk menstabilkan energi mana yang kacau di dalam dirinya dan mengontrolnya.


Gilgamesh sedikit memberi bantuan dan arahan pada Kunou. Melihat muridnya sedikit kesusahan, Gilgamesh segera menyalurkan sedikit energi ilhainya untuk mempermudah Kunou dalam pengendalian Mana yang ada didalam tubuhnya.


Dan sepertinya Kunou memiliki bakat yang bagus didalam dirinya, dia dapat mengendalikan Mana yang kacau hanya dalam waktu tidak sampai 40 menit.


Gilgamesh tersenyum bangga pada muridnya karena memiliki benih pertumbuhan yang cukup bagus. Menggunakan kemampuan [Kreasi ajaib-nya] Gilgamesh membuat sihir baru yang dapat membersihkan tubuh Kunou yang dipenuhi oleh keringat dengan instant yaitu [Magic Cleansing].


"Bagus Kunou, kau dapat mengendalikan energi Mana dengan cepat. Ingin lanjut latihan atau beristirahat dulu? " Tanya Gilgamesh.


"Lanjut saja Shisou! " Balas Kunou.


Gilgamesh mengangguk, "Kalau begitu kita akan mempelajari sihir dasar [Fire Bal] sebagai permulaan." Lalu ditangan Gilgamesh muncul lingkarang sihir kecil yang dapat mengeluarkan sebuah sihir api berwarna merah pekat.


Wajah Kunou berbinar melihat hal itu, dengan cepat dia mengikuti arahan yang diberikan oleh Gilgamesh. Memejamkan matanya dan memfokuskan energi mana di tangan-nya, lalu Kunou mulai membayangkan sebuah api yang melayang ditangannya.


Api kecil berwarna merah keluar dari tangan Kunou. "Shisou lihatlah aku berhasil !" Ucap Kunou senang.


"Bagus, tapi pengendalian sihirmu masih kurang." Lalu Gilgamesh mulai mengajarkan Kunou cara membuat sihir api yang lebih kuat dari sebelumnya .

__ADS_1


Meskipun sedikit kesusahan tapi Kunou dengan tekadnya berhasil mengikuti semua pelatihan yang diberikan oleh Gilgamesh.


Yasaka dengan tenang memperhatikan kegiatan mereka dan dia merasa bahagia melihat putrinya terlihat senang dan antusias dengan adanya Gilgamesh.


Diam-diam Yasaka memperhatikan Gilgamesh dari kejauhan, terkadang pipinya memerah melihat senyuman Gilgames dan hatinya merasa hangat.


•••


½ hari berlalu semenjak pelatihan mereka, kini Kunou terlelap lelah dipangkuan ibunya. Yasaka mengelus kepala Kunou dengan lembut. "Sepertinya dia sangat kelelahan. Mungkin dia terlalu semangat mengikuti latihannya." Yasaka tertawa kecil.


"Yah bagaimanapun ini adalah hari pertama kalinya dia menggunakan sihirnya pasti energi mana-nya terkuras habis." Ucap Gilgamesh santai.


Yasaka mengangguk, tapi lama-kelamaan wajahnya memiliki rona merah karena baru menyadari bahwa mereka saat ini bisa dibilang lagi duduk berduaan!


Tiba-tiba dia merasa gugup dan dia sedikit membuang wajahnya kearah lain agar Gilgamesh tidak menyadari bahwa saat ini ia sedang gugup dan tidak melihat wajahnya yang memerah.


Gilgamesh memperhatikan Yasaka yang bertindak aneh, 'Kenapa dia memalingkan wajahnya? ' Pikir Gilgamesh.


Lalu Gilgamesh mencoba melihat Yasaka yang berada disampingnya "Yasaka kau ke-" disaat dirinya sedang merangkak, tiba-tiba tangannya terpleset taik cicak membuat dirinya kehilangan keseimbangan tubuhnya dan berakhir dengan menimpa tubuh Yasaka.


(A/N : M-maaf Author salah ketik, soalnya keyboard author sedikir error🗿🤓)


•••


"Kyahh! " Yasaka sangat terkejut karena tiba-tiba Gilgamesh menimpa dirinya.


"A- A-nu G-gil-"


Gilgamesh langsung membekap mulut Yasaka lalu berkata, "Sstt pelankan suaramu nanti Kunou terbangun." Bisik Gilgamesh.


Gilgamesh menghela nafas lega, 'Dasar Author sialan! kanapa kau malah menjebakku dalam situasi seperti ini! ' Batin Gilgamesh kesal.


Yasaka haya diam dan menganggukan kepalanya, saat ini wajahnya sudah merah seperti tomat dan dia merasa sangat malu. Meskipun dalam hati sedikit senang.


Hembusan nafas keduanya memburu membuat suasana menjadi panas. Gilgamesh tetap mempertahankan wajah santainya meskipun dalam hati dia merasa sangat gugup dan malu tapi dia harus mempertahankan imagenya.


Keduanya dapat merasakan aroma tubuh masing-masing. Aroma tubuh Gilgamesh membuat Yasaka menjadi nyaman tapi juga membuat tubuhnya memanas. Jika mereka tidak segera bangun, mungkin Yasaka akan jatuh pingsan karena tidak tahan.


'Bukankah ini yang dinamakan sebagai mengambil kesempitan dalam kesempatan kan? ' Pikir Gilgamesh.


Lalu Gilgamesh memperhatikan wajah Yasaka yang sudah sangat merah itu dan nafasnya yang tidak teratur, secara tidak sadar Yasaka membuat wajah Ahegao.


Gilgamesh terpana dengan itu lalu tanpa sadar dia berkata "Dilihat dari dekat... ternyata kau sangat cantik dan sexy yah Yasaka."


___________________________________________


__ADS_1


Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.


__ADS_2