
Dirumah Azazel...
Saat itu, Vali yang tengah terbaring di atas tempat tidur akibat luka yang dia dapat. Sudah seharian dia tidak sadarkan diri akibat pertarungannya dengan seseorang yang tidak diketahui namanya.
Pertarungan dengan orang tersebut memberikan dampak yang sangat besar pada tubuhnya, sehingga dia harus beristirahat dengan cukup untuk membaikkan kondisi tubuhnya seperti semula.
Bahkan Armornya hancur akibat pertarungan itu, tapi tidak membutuhkan waktu yang lama untuk Albion memperbaikinya.
Vali menggerjap matanya beberapa kali, pandangannya sedikit buram, butuh beberapa saat sampai pandangannya kembali normal. Vali memegang kepalanya yang sedikit pusing dan mencoba mengingat apa yang terjadi pada dirinya.
"Begitukah, aku...kalah oleh orang itu ya?" Gumam Vali ketika ia mengingatnya.
[ Partner, apa kau tidak apa-apa? ] tanya Albion sedikit khawatir.
"Apa maksudmu? Aku baik-baik saja, hanya tubuhku sedikit kaku." Kata Vali dengan nada kecil. Vali meremas kasurnya dengan kuat, dia sedikit kesal karena kalah.
Sedangkan Albion, dia hanya menghela nafas melihat Parternya seperti itu. Ya, ini pasti pukulan telak untuk Vali, karena dirinya sangat jarang kalah dalam sebuah pertarungan dan ini adalah kekalahan pertamanya.
Vali tidak lemah, hanya saja dia salah memilih lawan.
Vali meremas tangannya dan berkata "Aku belum cukup kuat, jika aku saja kalah dengan mudah oleh orang itu, bagaimana caraku untuk membunuh bajingan tua itu, aku harus berusaha, untuk menjadi lebih kuat."
Albion tersenyum tak kala dia melihat bahwa semangat Vali sudah kembali. [ Aku akan mendukungmu Partner.]
•••
Kemudian Vali menghubungi anggota-anggota team nya untuk segera berkumpul, dia harus segera memberitahu pada anggotanya bahwa dia dikalahkan oleh orang yang tidak diketahui identitasnya.
Setelah menghubungi teamnya, Vali segera bersiap untuk berangkat. Tapi, dirinya dihentikan oleh suara Azazel...
"Mau pergi kemana kau Vali?" tanya Azazel ketika dia melihat Vali keluar dari kamarnya dan terlihat ingin pergi.
Tanpa menoleh, Vali berkata pada Azazel "Aku ada urusan mendadak. Oh ya, Azazel apakah kau mengetahui nama orang yang mengalahkanku itu? "
"Ah pemuda itu? dia bernama Gilgamesh." jawab Azazel.
"Begitu? " balas Vali singkat dan langsung pergi tanpa menunggu balasan dari Azazel.
Melihat Vali yang seperti itu, Azazel mengangkat bahunya tidak peduli. Dia sama sekali tidak khawatir dengan kondisi anak itu, karena dia tahu jika Vali itu anak yang keras kepala jadi tidak ada gunanya untuk menghentikannya.
•••
Antartica, markas besar Chaos Brigade...
Disebuah pegunungan yang semuanya tertupi oleh es serta badai salju yang sangat tebal. Suhu disana sangatlah dingin, sehingga mustahil untuk manusia bertahan dari suhu serendah itu.
Diantara lembah-lembah itu, terdapat sebuah bangunan yang adalah markas dari organisasi bernama Chaos Brigade berada.
Organisasi yang dipimpin oleh Ouroboros Dragon, Naga tak terbatas Ophis, salah satu Eksistensi terkuat di dunia HSDXD selain Great Red dan Trihexa 666.
•••
( A/N : nama naga ophis itu sebutuannya apa ya? author lupa, Ourobosos? Ouroboros?atau Ourobos? )
•••
Didalam bangunan tersebut, terkumpullah anggota-anggota Chaos Brigade di sebuah meja bundar. Saat ini, Vali dan teamnya sedang menunggu kehadiran pemimpin Chaos Brigade yaitu Ophis.
"Omong-omong Vali, jarang sekali kau meminta kami berkumpul seperti ini kecuali jika ada hal penting. Apakah ada sesuatu yang penting yang ingin kau sampaikan? bahkan pemimpin pun harus datang." Tanya seseorang (?) bernama Bikou pada Vali.
"Ya, ini mengenai seseorang manusia yang dapat mengalahkanku." Kata Vali tenang, dan itu sukses membuat seisi ruangan terkejut dibuatnya.
Seketika itu pula, Vali langsung di bombardir oleh pertanyaan-pertanyaan team nya.
Seorang Vali dikalahkan? dan lagi, yang mengalahkannya adalah seorang manusia!
Diluar nalar, coy !
__ADS_1
Vali yang kekuatannya masuk dalam Top 50 besar makhluk kuat di dunia DxD, jika itu seorang yang kekuatannya berada di Top 20 sampai 10 besar maka itu adalah hal wajar kalau Vali kalah.
Dan tidak ada manusia yang cukup kuat untuk mengalahkan Vali, kecuali Cao-cao Pemimpin dari Fraksi Pahlawan.
"Tch, berhentilah bertanya, nanti akan kujelaskan pada kalian." Ucap Vali sedikit kesal, dan itu sukses membuat team nya berhenti bertanya.
Dalam keheningan tersebut, sebuah portal tercipta mengalihkan pandangan semua orang padanya, dari dalam portal tersebut nampak sosok Loli--ekhm, Gadis kecil dengan pakaian Gaun gotic, memiliki pandangan yang kosong dan penampilan seperti boneka dengan rambut hitam panjang sampai lutut.
Identitas gadis kecil itu adalah Ophis, sang Infinite Dragon.
Dalam diam, Ophis berjalan mengacuhkan semua orang dan dia langsung saja duduk di kursi yang sudah disiapkan untuknya. Tidak ada yang keberatan dengan sikap Ophis tersebut, karena hampir semua orang tahu bagaimana sifatnya.
"Baiklah, karena semuanya sudah berkumpul jadi aku akan memulai rapatnya." Kemudian Vali menjelaskan tentang dirinya yang bertarung melawan seseeorang manusia yang mampu mengalahkannya, mulai dari kekuatannya yang dapat memunculkan portal emas dan mengeluarkan senjata yang mengandung unsur ilahi, serta penampilannya.
Lagi-lagi, semua anggota team nya terkejut dengan pernyataan Vali, dan ada satu sosok yang lebih terkejut ketika mendengar itu.
"Bu-bukankah itu sangat kuat? dapat memunculkan senjata yang mengandung unsur ilahi, kekuatan fiisk yang kuat, lalu armor emas itu. Bagaimana kita tidak tahu bahwa ada manusia sekuat itu? " yang bicara adalah seorang pria berambut pirang berkacamata, dia adalah Arthur Pendragon.
"Et-etto... a-anu, benar, bukankah kita mempunyai daftar nama manusia yang terlibat dalam dunia Ghaib, tapi bagaimana kita tidak tahu jika ada manusia sekuat itu didalam daftar? " kata seorang gadis berpakaian penyihir dan rambut pirang, dia bermama Le Fay.
"Hmm, tapi ini mengejutkan-nya~... Vali adalah yang terkuat diantara kita saja bisa dikalahkan oleh orang itu, apa yang harus kita lakukan padanya Vali-nya~? " Kuroka berkata, dia adalah wanita ras Nekoshuko, mempunyai Oppai gede dan penampilan yang cantik.
"Memang benar, kehadirannya patut kita waspadai kedepannya. Menurutmu, bagaimana... Enkidu? " tanya Vali pada seseorang yang sedari tadi diam menyimak.
Semua team Vali pun memfokuskan pandangan mereka pada Enkidu.
"E-ehh... ntahlah, biarkan aku berpikir dulu." Kata Enkidu, dia berpenampilan seperti Bishoujo, rambut hijau indah panjang, mempunyai mata hijau zamrud seperti kristal, dan berpakaian putih menutupi tubuhnya.
'Apakah 'Dia' sudah kembali? tapi bagaimana, dari kekuatan serta penampilan yang dikatakan oleh ketua, itu sama persis dengan 'dia'. Oh ya, ada satu hal yang belum dipastikan.' Batin Enkidu tidak merasa yakin dengan tebakannya.
"Vali, apakah kau mengetahui namanya? " Tanya Enkidu pada Vali.
"Ya, dia bernama Gilgamesh." Kata Vali.
'Ah...itu sudah pasti dia, tidak salah lagi. ' Batin Enkidu lemas.
"Enkdiu-nya, apakah kau tidak apa-apa-nya, wajahmu terlihat lemas?" tanya Kuroka ketika melihat ekspresi Enkidu.
"Um, aku hanya sedang gelisah saja, tidak perlu khawatir." balas Enkidu memcoba menutupi rasa keterkejutannya.
"Apa, dia kuat? " kata Ophis pelan tapi bisa didengar oleh semua orang di ruangan itu.
Team Vali merasa sedikit terkejut ketika Ophis bicara, biasanya Ophis selalu diam dan terlihat tidak peduli dengan sekitarnya.
"...Karena dia dapat mengalahkanku, berarti dia pasti lebih kuat dariku. Aku mengira, dia belum mengeluarkan kekuatan penuhnya saat melawanku saat itu, dan aku tidak tahu pasti seberapa kuat dia." Kata Vali.
"Pertemukan aku dengan dia... " ucap Ophis dan itu membuat Vali sedikit terkejut.
"Itu... agak mustahil, karena aku tidak tahu dimana dia saat ini. Mungkin, Azazel tahu dimana keberadaanya." Balas Vali.
"Begitu..."
Lalu mereka pun melanjutkan rapat dengan membahas renaca kedepannya, dengan adanya kehadiran Gilgamesh, itu membuat mereka harus berwaspada.
Karena mereka tidak tahu, dimanakah Gilgamesh berpihak.
Disaat orang-orang Chaos Brigade membicarakan tentang Gilgamesh, saat ini dirinya sedang berada di kendaraan terbang miliknya menuju kesuatu tempat.
•••
__ADS_1
Dimensi Gate Of Babylon...
Saat ini, Gilgamesh sedang mengendarai kendaraan terbang Vimana menuju kerajaan yang ada di dimensi Gate Of Babylon.
Beberapa saat yang lalu, Gilgamesh bertanya pada Raphael mengenai masa-lalunya, serta sejarah tentang dirinya sebagai 'Raja Pahlawan'.
Dan, seperti dugaan Gilgamesh, Kakek dewa itu atau juga bisa disebut sebagai 'Absolute Divine' telah merencanakan sesuatu tentang sejarah dirinya.
Raphael sendiri, dia hanya memberikan pentunjuk pada Gilgamesh untuk memasuki dimensi Gate Of Babylon. Jika Gilgamesh ingin mengetahui tentang dirinya dimasa lalu, maka Gilgamesh harus mencaritahunya sendiri dan Raphael akan membantunya.
Meskipun Gilgamesh keberatan dengan itu, tapi dia tidak bisa memaksa Raphael dan terus bergantung dengannya sepanjang waktu. Ada saatnya ia harus bertindak sendiri tanpa bergantung dengan Raphael.
Saat ini, Gilgamesh telah sampai di kerajaan yang beberapa waktu lalu telah dia kunjungi, mau berapa kalipun dia melihat, istana itu benar-benar indah, layak untuk disebut sebagai harta dunia.
•••
( A/N : Baca bab 14 jika lupa tentang isi dari Dimensi Gate Of Babylon)
•••
"Mau berapa kalipun aku melihatnya, Istana ini benar-benar mengagumkan untuk dilihat. Tapi, tujunku kemari bukan untuk itu." lalu, Gilgamesh menanyakan Raphael apa yang harus ia lakukan selanjutnya.
[ Saya mengerti tuan.]
.
.
[ Mencari letak lokasi yang ingin dituju...]
.
.
[Koordinat berhasil ditemukan.]
.
.
[ Bersiap untuk memindahkan tuan menggunakan teleportasi...]
Setelah Raphael mengatakan hal tersebut, Gilgamesh langsung dipindahkan kedalam sebuah ruangan yang terlihat seperti Aula yang terdapat singgasan didepannya.
"Ini?..." Gilgamesh menatap bingung sekitarnya, bagaimana dia bisa berada di Aula ini? Aula ini berbeda dengan apa yang dia lihat di dimensi Gate Of Babylon.
[ Master, anda harus duduk di singgasana tersebut.]
Dahi Gilgamesh menyengrit curiga pada Raphael, untuk apa Raphael menyuruhnya untuk duduk di singgasana itu? dan lagi tempat asing ini yang Gilgmesh sendiri tidak tahu dimana ia berada.
[ Saya tahu apa yang anda pikirkan Master, saya tidak akan melakukan hal yang dapat membahayakan tuan saya sendiri, anda bisa percaya pada saya.] Ucap Raphael untuk meyakinkan Gilgamesh yang terlihat ragu.
"Aku tidak bermaksud untuk mencurigaimu, hanya saja...lupakan, lalu apa yang terjadi jika aku melakukan apa yang kau suruh?" tanya Gilgmesh memastikan.
[ Saya mengerti kekhawatiran anda, tapi disanalah langkah terkahir untuk mengetahui masa lalu, sejarah, serta hal-hal yang mengungkapkan jati diri anda.]
"Hmp baiklah, aku akan melakukannya."
Kemudian Gilgamesh pun berjalan menuju singgasana tersebut, lalu Gilgamesh pun duduk di singgasana itu.
Sesaat tidak ada hal yang mengganjal, tapi tidak lama kemudian pandangan Gilgamesh digantikan dengan sebuah hal yang membuatnya tercengang.
"Ini... serius? "
END
___________________________________________
__ADS_1
Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.