REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER

REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER
BAB 20


__ADS_3

Yasaka yang mendengar perkataan Gilgamesh langsung memerah karena malu dan asap imajiner keluar dari kepalanya. Entah itu Gilgamesh mengatakannya secara tidak sadar atau tidak Yasaka tetap merasa malu dan senang.


Tidak ingin membuang kesempatan yang berada dihadapannya, Gilgamesh segera mendekatkan wajahnya pada Yasaka berniat meng Kiss-nya.


Entah apa yang merasuki dirinya, Tubuh Yasaka seolah bergerak sendiri dan menerima kiss panas dari Gilgamesh.


Lalu bibir keduanya pun bertemu, Bibir Yasaka terasa manis dan kenyal menurut Gilgamesh.


"e-mnhh~ mhnn~ <3" Suara erangan kecil dari Yasaka terdengar dan terlihat sangat menikmatinya.


'A-aku berciuman dengan Gilga!? ' Pikir Yasaka tidak menyangka.


Mereka berdua terlena dengan itu dan berciuman sangat lama. Rasa nikmat dari keduanya membuat mereka lupa dengan kehadiran Kunou. Seolah dunia milik mereka sendiri.


"Hahh*hahh*" Mereka menyudahi kiss panas tersebut karena Yasaka yang kehabisan nafas.


Gilgamesh menjilat bibir bawahnya dan tersenyum menggoda, "Bibirmu Tadi itu sangat nikmat Yasaka. Aku jadi ketagihan..." Kata Gilgamesh dan menatap lurus mata indah Yasaka.


"U-uhh, aku tidak menyangka bahwa kau akan bertindak seberani itu. Padahal masih ada Kunou disini." Ucap Yasaka sambil mengatur nafasnya.


"haha~ kesempatan sudah ada didepan mataku jadi sangat disayangkan jika aku menyia-nyiakannya. " Ungkap Gilgamesh santai.


"Ughh, K-kamu harus bertanggung jawab dengan apa yang talah kau laukan padaku." Kata Yasaka dengan nada kecil.


Gilgamesh membelai wajah Yasaka yang terlihat masih memerah itu "Memangnya aku berbuat sesuatu padamu? ciuman kecil seperti itu tidak mungkin membuat kau hamil, kau tahu?" Kata Gilgamesh menggoda Yasaka.


"Tentu saja karena kau telah merebut ciuman pertamaku b-baka! " Ucap Yasaka sedikit kesal dan wajahnya memerah karena malu.


"Eh?..." Gilgamesh linglung sesaat dan mencoba mencerna apa yang barusan dikatan oleh Yasaka.


"Ya-yasaka, apa kau sedang membohongiku?" Kata Gilgamesh tidak percaya.


"Tentu saja tidak! lagian untuk apa aku membohongimu." Balas Yasaka.


'Emangnya dia belum dicium oleh mantan suaminya? —tunggu jika itu ciuman pertamanya...apa jangan-jangan...' Batin Gilgamesh terkejut.


"Kalau begitu apa kau juga masih pe-perawan?" Tanya Gilgamesh sedikit malu ketika mengatakannya.


Wajah Yasaka memerah mendengar pertanyaan itu, kemudian Yasaka mengangguk kecil sebagai jawaban.


"Lalu bagaimana dengan Kunou? " Lanjut Gilgamesh dan dia sangat penasaran dengan hal tersebut.


"U-um ya it—"


"Emnh, ibu... " Erangan dari Kunou membuat mereka mengalihkan pandangannya, segera kedunya bangun dan menjaga jarak.


"Hoamm Ibu, Onii-chan, aku mendengar suara aneh tadi... " Kunou mengucek matanya dan masih dalam keadaan setengah sadar.


Yasaka sedikit memerah mendengar perkataan Kunou, "A-ahh Kunou sudah bangun? bagaimana kalau kita kembali saja sebentar lagi akan malam." Ucapnya mencoba mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


"Hah~ kau benar, kalau begitu kita kembali dan lanjutkan esok hari." Kata Gilgamesh, meskipun saat ini dia dilanda rasa penasaran tentang Yasaka tapi dia menahannya. Banyak waktu untuk bertanya padanya jadi tidak perlu terburu-buru.


"Kunou bangunlah, kita akan kembali." Kata Yasaka pada Kunou yang masih ngelindur.


"Sepertinya dia masih mengantuk. Kalau begitu aku akan menggendongnya." Ujar Gilgamesh lalu ia menggendong Kunou.


"Maaf merepotkanmu Gil." Kata Yasaka.


"Tentu, tidak masalah."


Setelah itu mereka pun menuruni bukit dan berjalan menuju ke tempat kediaman Yasaka yang letaknya di belakang bukit ini.


•••


Dikamar Gilgamesh.


Gilgamesh duduk di tatami-nya ditemani segelas wine bersamanya, ia perlu menenangkan pikirannya agar tidak terlalu pusing dan dapat berpikir jernih.


Perkataan Yasaka tadi membuatnya sedikit terkejut. Jika Yasaka masih perawan lalu bagaimana dengan Kunou? apakah Yasaka mengadopsinya? tapi itu akan aneh karena keduanya begitu mirip dan banyak persamaan.


"Hahh~ apa yang telah kau lakukan kakek tua sialan. Meskipun aku tidak keberatan dengan hal tersebut." Ungkap Gilgamesh.


[ Bukankah itu hal yang bagus master? itu berarti dia masih suci dan belum dijebol ] Kata Raphael asal ceplos.


"Perkataanmu asal sekali ya, tapi kau benar sih. Jika begitu bukankah aku yang akan menjadi pria pertama untuknya? " Ucap Gilgamesh berfantasy.


Tok


Tok


Tidak peduli dengan siapa yang datang, Gilgamesh segera membuka pintu kamarnya dan terlihat Yasaka sedang berdiri didepan pintu kamar Gilgamesh.


'Yasaka? apa yang ingin dia lakukan.' Batin Gilgamesh.


"Yasaka kah, kukira siapa. Silahkan masuklah" Ucap Gilgamesh memersilahkan Yasaka memasuki kamarnya.


"Umm Maaf mengganggu... "


Yasaka saat ini memakai pakaian kimono berwarna kuning polos dan tali yang mengikat pinggangnya lalu bagian dadanya yang dibiarkan terbuka memperlihatkan belahan dadanya.


Lalu keduanya pun duduk berhadapan di tatami dan meja kecil sebagai jarak diantara mereka.


"Jadi kenapa kau datang di malam hari begini? jika orang lain melihatnya nanti terjadi kesalah pahaman loh~ " Gilgamesh berkata dan tidak segan untuk menggoda Yasaka ketika melihat pakaiannya.


"Disini aku adalah pemimpinnya jadi tidak akan masalah. Aku juga bebas berbuat sesukaku dan tidak ada yang akan protes." Balas Yasaka dengan tenang.


"U-uhm, untuk kejadian sore tadi. Aku ingin kau melupakannya dan menganggapnya tidak pernah terjadi." Ucap Yasaka dengan nada sedih.


Gilgamesh mengerutkan keningnya tidak suka dengan perkataan Yasaka, "Hm? kenapa kau berkata seperti itu."

__ADS_1


Yasaka menundukkan kepalanya lalu berkata "T-tidak, hanya saja aku merasa kurang pantas saja melakukannya pada pria yang lebih muda dariku. Dan jug—"


Gilgamesh segera manarik wajah Yasaka dan mengarahkan padanya. "Kenapa kau memikirkan hal sepele seperti itu? kau tahu umur hanyalah angka dan tidak ada batasan untuk orang saling mencintai."


"Dan aku juga tidak terlalu peduli dengan perbedaan umur diantara kita." Kata Gilgamesh serius.


"Ehh... kau mengatakannya seolah kau sedang melamarku." Ucap Yasaka dan wajahnya memerah kembali.


Gilgamesh tersenyum kecil lalu berbisik ditelinga Yasaka "Benar, saat ini aku sedang melamarmu Yasaka."


"Ehh! tapi kita bahkan baru bertemu dan belum saling mengenal. Aku juga ragu kamu akan menyukaiku karena aku sudah berumur." Ujar Yasaka.


"Tidak, kau salah besar Yasaka. Bahkan sebelum kita bertemu aku sudah mencintaimu." Kata Gilgamesh yakin.


"Ughh kau membuatku bingung." Ucap Yasaka.


"Jangan khawatir, meskipun kamu tidak mencintaiku. Aku akan berusaha agar kau bisa menerima diriku." Ungkap Gilgamesh.


"K-kau tidak perlu melakukan itu, karena aku juga sudah j-jatuh cinta padamu" Kata Yasaka malu-malu, dan dia menutup wajahnya yang merah dengan kedua tangannya.


Senyuman terukir diwajah Gilgamesh ketika mendengar pernyataan Yasaka. Gilgamesh membuka kedua tangan Yasaka yang menutupi wajahnya.


Terlihat di pipi Yasaka sudah merah merona dan membuatnya menjadi semakin cantik. Gilgamesh memperpendek jarak antara bibir nya dan bibir Yasaka.


Yasaka dengan malu-malu melakukan hal yang sama. Lalu keduanya pun bertemu kembali, lidah mereka saling menari didalam sana.


"Hmmhh~ " Erangan kecil Yasaka merasakan rasa nikmat ketika bibi kecilnya bertemu dengan Gilgamesh.


Jembatan saliva tercipta setelah keduanya menyudahi ciuman-nya. "Aku mencintaimu Yasaka." Kata Gilgamesh.


"Umh, aku juga mencintaimu Gil." Sahut Yasaka sambil membelai wajah tampan Gilgamesh.


Gilgamesh mendorong Yasaka kelantai dengan perlahan, lalu dia mencium kembali Yasaka dengan Nafsu.


Kedua tangan Gilgamesh mulai bergerak dengan nakal meraba tubuh Yasaka yang sangat menggoda. Gilgamesh menarik tali yang mengikat kimono Yasaka sampai terlepas dan memperlihatkan bentuk tubuhnya yang indah.


"Kau sangat sexy Yasaka~ " Kata Gilgamesh dan Yasaka hanya bisa menahan malu ketika Gilgamesh menatapnya dengan nafsu.


Yasaka merentangkan kedua tangannya kearah Gilgamesh, "Jadikan aku sepenuhnya milikmu Gil." Ucapnya.


"Tentu, dan aku tidak akan menahan diri."


Lalu suara erangan penuh cinta memenuhi kamar Gilgamesh. Untung Raphael segera mmebuat penghalang kedap suara agar suara ******* mereka tidak didengar oleh Youkai yang sedang berjaga.


___________________________________________



Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.

__ADS_1


__ADS_2