
Seraffal langsung cemberut dibuatnya. "Mouu ! So-tan jahat... hu... hu...hu. Kan hari ini So-tan sudah janji mau melakukan apapun yang diinginkan Onee-sama." Seraffal berkata dengan ekspresi wajah menangis lucu.
"Ugh... t-tapi...o-nee-sama...ak-aku m-malu." Jawab Sona yang pasrah dengan rengekan Kakaknya.
Sebenarnya Sona sangat menyayangi kakaknya tapi karena kakaknya mempunyai sifat Siscon dan Lolicon akut parah membuat Sona sering merasa malu jika pembuatan kakaknya terhadap dia terlihat di depan umum. Akhirnya dia membuat sebuah perjanjian untuk melakukan apapun yang kakaknya inginkan asalkan kakaknya tidak muncul saat dia sedang berada disekolah.
Itu ia lakukan agar Imagenya sebagai ketua Kaichou (Ketua Osis) yang dingin dan datar tidak rusak karena tingkah kakaknya yang siscon akut, itu adalah mimpi buruknya jika orang lain mengetahuinya.
*Ckrekk.*
"Hee Gambar yang manis dan imut dari Sona kaichou."
Mendengar namanya disebut, Sona langsung membalikkan badannya dengan kaku dan wajahnya yang sudah pucat.
'Tamatlah riwayatku.' Benak Sona pasrah.
•••
Ketika Sona membalikkan tubuhnya kebelakang, ia melihat salah satu anggota bangsawannya yaitu Tsubaki Shinra!
"T- t-tsubaki ! a-apa! ! " Sona berkata terbata-bata karena terlalu terkejut.
Dan saat ini, Sona sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.
Apa yang dia lakukan disini? apakah dia mengikutiku? apakah dia melihat semuanya? tidak! bukan waktunya memikirkan hal itu, sekarang bagaimana cara memberinya penjelasan yang masuk akal? berpikirlah Sona! berpikirlah!
"Oya? Shinra-chan ! kebetulan banget ya, kita bertemu disini. Hei hei ! Shinra-chan, lihatlah penampilan So-tan apakah dia imut? bagaimana menurutmu? " Tanya Seraffal antusias.
'Hentikan Onee-sama ! berhentilah memerkan adikmu ! image yang sudah aku bangun akan hancur nantinya ! ' Benak Sona pasrah dengan nasibnya.
"Fufuf... itu imut kok Seraffal-sama, sisi Kaicho yang berpenampilan seperti ini harus diabadikan dan harus dikenang." Tsubaki Shinra berkata dan menggoda Sona.
"Benar kan? benar kan? padahal So-tan terlihat imut tapi dia selalu menyangkalnya dan berekspresi datar." Ujar Seraffal setuju.
Sambil berusaha menahan malunya, Sona berusaha mengubah ekspresi dan berkata. "E-ekhem ! Shinra, apa yang sedang kau lakukan disini? kau tidak mengutit kami kan?" Tanya Sona datar, meskipun masih ada rona merah diwajahnya.
Tsubaki terkekeh melihat Ketuanya yang sedang menahan malu itu. "Aku tidak menguntit anda kok Kaicho, mungkin ini hanyalah kebetulan." Ucap Tsubaki.
"Hmm benarkah? " Sona menatap tajam Tsubaki, dan Tsubaki sedikit memalingkan wajahnya dan menahan tawa.
"Mouu So-tan ! kenapa kamu mengabaikan kakakmu ini. Ayo kita lanjutkan lagi cosplay nya dan kamu harus menuruti permintaan kakakmu selama seharian penuh, Shinra-chan! kamu juga boleh bergabung loh" Seraffal berkata sambil menarik tangan Sona.
"Boleh kah? terimakasih Seraffal-sama." Balas Tsubaki senang.
'Ini kesempatanku untuk melihat sisi lain dari Kaicho hihi.' Batin Tsubaki.
Sona hanya pasrah dan mengikuti kemauan kakaknya yang lolicon akut ini, ia juga harus menahan malu serta kekesalannya Kepada Tsubaki yang mengetahui rahasia terbesarnya.
•••
Disisi lain, saat ini Gilgamesh tampak sedang berjalan santai menikmati berbagai acara di Akihibara. Banyaknya para wibu yang sedang ber-cosplay macam macam Anime yang terkenal seperti One-piece, naruto dan yang paling populer adalah Boku No Pico.
"Huff... aku tidak menyangka impian di dunia lamaku bisa terwujud disini. Banyak anime-anime yang terkenal di dunia lamaku ada disini, bahkan ada juga anime baru yang tidak aku ketahui." Gumam Gilgamesh sambil memperhatikan sekitar.
"Kuharap salah satu waifuku yaitu Makima bisa ada disini. Meskipun dia manipulator tapi kecantikan dan keindahan yang dimilikinya tiada duanya." Gumam kecil Gilgamesh.
Saat itu, pandangan Gilgamesh teralihkan pada sekumpulan orang yang bergerombol di satu tempat seperti sedang menyaksikan sesuatu.
__ADS_1
Banyak orang-orang yang penasaran juga menuju ke situ dan seketika menjadi pusat perhatian.
'Apa yang sedang terjadi? apakah ada semacam hajatan pernikahan? ' Pikir Gilgamesh penasaran.
Karena penasaran Gilgamesh pun menghampiri tempat itu dan ingin melihat apa yang terjadi disana.
"Hei lihat wanita itu... bukankah dia sangat cantik? " Ucap salah satu orang wibu.
"Kau benar, dia sangat cantik dan juga manis." Sahut orang disebelahnya.
"Sosoknya bagaikan dewi yang turun dari surga! terlebih pakaian kimono yang ia pakai itu! ughh...sangat cocok dengannya." Ujar wibu random.
"Aku baru tahu ada wanita secantik dia di dunia ini. Padahal kukira hanya cewe anime sajalah yang paling cantik."
"Sudahilah khayalanmu itu kawan, kau terlalu banyak nolep sehingga tidak mengetahui adanya keindahan lain di dunia ini."
Semua orang berbisik-bisik dan berkomentar mengenai wanita yang entah darimana muncul dan langsung menjadi pusat perhatian.
Sementara wanita yang mereka bicarakan itu, dirinya tampak linglung dengan keadaan sekitar dan wajahnya juga terlihat panik.
"Kenapa aku bisa sampai disini? padahal niatku tadi hanya berjalan-jalan saja tapi kenapa malah jadi seperti ini." Gumam wanita tersebut.
"Aku menyesal karena keluar dan hanya berjalan tanpa tujuan. Sekarang aku menjadi pusat perhatian dan aku tidak bisa menggunakan sihir teleportasi karena tempat ini terlalu ramai, hah sungguh merepotkan." Gumannya lagi dengan lelah.
Di lain sisi, Gilgamesh yang sudah sampai ditempat tersebut langsung melihat sosok wanita yang menjadi pusat perhatian tersebut.
Gilgamesh mengerutkan keningnya dan berkata, "Apa yang dilakukan dewi sableng itu disini. Dia terlalu mencolok jadi tidak heran akan terjadi kegaduhan, seharusnya dia lebih berhati-hati lagi." Ucap Gilgamesh lelah.
Kemudian Gilgamesh pun menghampiri wanita yang tidak lain adalah dewi Matahari yaitu Ameterassu. Tanpa sepatah katapun, Gilgamesh langsung menarik lengan Ameterassu dan membawanya menjauh dari kerumunan itu.
"Tu-tunggu ! siapa ka-" Ameterassu sedikit terkejut karena ada orang asing yang tiba-tiba manarik lengannya, tapi mengetahui orang itu adalah Gilgamesh ia menyengrit tidak senang.
"Hmph teruslah bermimpi ! siapa juga yang ingin melecehkan dewi bodoh sepertimu, kau bukan tipeku jadi jangan berharap." Ketus Gilgamesh.
"Da-dasar pria sialan, kau adalah pria terburuk dan menjengkelkan yang pernah aku temui." Balas Ameterassu kesal.
"Apakah aku terlihat peduli." Ujar Gilgamesh datar yang masih menarik lengan Ameterassu.
"Hmph! lihat saja kau pirang sialan, aku pasti akan mengadukan perbuatanmu pada Ayahku." Ancam Ameterassu.
Seketika Gilgamesh menghentikan langkahnya dan melepaskan lengan Ameterassu.
Ameterassu tersenyum sinis dan menduga bahwa Gilgamesh ketakutan dengan ancamannya. "Kenapa pirang? apakah sekarang kau ketakutan, ya untuk semacam manusia lemah sepe-"
Ucapan Ameterassu tersela ketika Gilgamesh tiba-tiba mendekatkan wajahnya pada Ameterassu dan menatap tajam wajahnya yang sontak membuatnya terkejut dan hampir terjatuh tapi ditahan oleh tangan Gilgamesh.
"Lihat dan perhatikanlah wajahku baik-baik... apakah aku terlihat peduli dengan ancaman basimu itu? " Gilgamesh berkata dengan pelan tapi juga mengintimidasi.
Bukannya merasa takut, wajah Ameterassu berubah menjadi merah merona dan asap mengepul dari kepalanya. 'Te-terlalu dekat ba-baka! ' Benak Ameterassu panik.
Dentuman jantung terasa lebih cepat dan berat, nafas juga semakin tidak teratur, wajahnya memanas dan tubuhnya sedikit lemas. Melihat wajah super tampan Gilgamesh membuat Ameterassu tiba-tiba menjadi tidak berdaya.
Mengabaikan keadaan Ameterassu, Gilgamesh kembali menarik lengannya dan berjalan menuju suatu Kafe yang berada didekat situ.
Sesampainya disana, Gilgamesh dan Ameterassu disambut oleh petugas berpakain Maid dan sepasang aksesoris kucing yang menambah kesan imut.
"Selamat datang di Kafe wibu sejuta umat Tuan dan Nyonya." Sambutnya dengan senyuman.
__ADS_1
"Ya, apakah masih ada tempat untuk kami tempati." Tanya Gilgamesh.
"Tentu masih ada Tuan, silahkan ikuti saya." Balas Maid tersebut lalu menuntun Gilgamesh.
"Apakah ada yang ingin tuan dan nyonya pesan? " Tanya Maid itu.
Gilgamesh melirik Ameterassu yang menundukkan wajahnya itu, karena Ameterassu tak kunjung bicara jadi Gilgamesh akan menggantikannya.
Gilgamesh tidak tahu jika perbuatan tadinya itu sukses membuat Ameterassu salting berat dan dirinya saat ini sedang berusaha mengendalikan jantungnya yang masih berdetak cepat.
"Tolong makanan ringan dan...sepasang minuman yang imut, terserah yang mana saja." Kata Gilgamesh.
"Baik tuan, segera kami siapkan." Balas Maid itu lalu pergi.
melihat perginya maid itu, Gilgamesh kembali memandang Ameterassu yang masih setia menundukkan kepalanya tersebut. "Dari tadi kau terus menundukkan dan memalingkan wajahmu, dan pipimu juga terus memerah. Apakah kau lagi diabetes atau kebelet ngising? " Tanya Gilgamesh bingung.
"Ma-mana mungkin begitu b-baka ! -i i-ini semua gara-gara kau !" Kata Ameterassu kesal dan sedikit teriak.
Gilgamesh bingung dan berkata, "Salahku? Dasar wanita aneh." Kata datar Gilgamesh.
"B-berisik kau pirang." Umpat Ameterassu.
Gilgamesh menghela nafas ringan dengan sifat tsundere dewi sableng ini. "Hah...dasar women, jadi apa yang sedang kau lakukan disini? " Tanya Gilgamesh.
"Bukan urusanmu." Jawab singkat Ameterassu yang masih kesal.
Gilgamesh tersenyum kecil lalu berkata. "Begitu kah? kalau begitu aku akan bilang pada Yasaka jika kau berkeliaran di dunia manusia tanpa ada alasan yang jelas."
Ameterassu terkejut dengan perkataan Gilgamesh dan hanya bisa mengutuknya. "Cu-curang ! beraninya kau menggunakan nama Yasaka untuk mengancamku." Ucap Ameterassu sedikit takut.
"Bagaimana? jika kau memberitahuku maka aku tidak akan mengadukannya pada Yasaka-." Lanjut Gilgamesh sembari tersenyum licik.
"Hmph! dasar pria menyebalkan...baiklah aku akan kuberitahu. Aku kesini karena ingin mengajukan kontrak kerja sama dengan Grigory, hanya itu saja." Jawab Ameterassu.
"Kau berbohong." Kata Gilgamesh datar.
"A-aku berbicara dengan jujur ! saat ini aku dan saudaraku masih menginap dihotel jadi sebelum ke Grigory aku sedikit keliling." Balas Ameterassu.
"Dan kau tersesat... hah kau memang pantas dijuluki dewi sableng ya, aku baru tahu jika seorang dewa bisa tersesat. Apa itu karena kau yang terlalu bodoh? yah itu masuk akal." Gilgamesh menyindir Ameterassu.
Sebelum Ameterassu membalasnya, seorang Maid membawakan pesanan yang dipesan oleh Gilgamesh tadi.
"Makanan sudah datang jadi simpanlah kata-kata mutiaramu untuk nanti dan makanlah." Ucap Gilgamesh sedikit tertawa ketika melihat wajah Ameterassu yang tampak menahan kesal.
Dan Ameterassu pun dengan pasrah memakannya sambil menahan kekesalannya pada Gilgamesh.
Gilgamesh sukses membuat dirinya kesal hari ini...tapi dia tidak membencinya. Dalam hati Ameterassu tersenyum tipis dan diam-diam dirinya merasakan perasaan senang.
END.
•••
(Penampilan Ameterassu...kawai bukan? hehe.)
___________________________________________
__ADS_1
Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.