REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER

REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER
BAB 14


__ADS_3

Aku memunculkan GOB yang lumayan besar, lalu mengeluarkan sebuah kendaraan berbentuk seperti kapal yang memiliki singgasana. Aku menaiki kendaran terbang tersebut yang bernama 'Vimana' sebuah kendaraan Throne yang bisa terbang dan memiliki kecepatan cahaya.



Aku menaikinya dan mengelilingi benua utama ini, Benua utama ini memiliki ukuran yang sangat luas, bahkan memiliki 2x lipat dari benua Asia yang ada dibumiku.


Sebagian besar benua ini hanyalah hutan, Dan pinggiran benua yang berupa laut.


"Raphael, apakah tidak ada kehidupan selain aku disini? " tanya aku ketika melihat bahwa hutan yang aku lewati sangat sunyi.


[Benar Master, lagipula dari awal Dimensi ini hanyalah sebuah tempat penyimpanannya harta Dunia. Jadi hanya masterlah kehidupan yang berada di dimensi ini.]


Bukankah jika begitu sangat disayangkan? maksudku, kenapa tidak membuat peradaban baru disini. Semisalnya kerajaan atau kehidupan baru.


"Tunggu? bukankah lebih baik memindahkan klan Nekomata ke dimensi ini dan membuat peradaban baru. Menurutmu bagaimana Raphael." Aku cukup senang dengan itu, cukup sayang jika dibiarkan seperti ini Bukankah lebih baik jika ada penghuninya.


Tempat ini juga sangat cocok untuk Klan Nekomata, dan mungkin mereka bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan baru ditempat ini.


[ Itu semua tergantung pilihan Master, saya tidak berhak menolaknya ]


"Berarti sudah diptuskan ya... " Aku sudah memutuskan akan memindahkan klan Nekomata ke dimensi GOB ini.


Setelah beberapa saat menjelajahi benua Utama ini, Akhirnya aku sampai pada sebuah kerajaan sangat besar dan luas. Aku terkagum dengan keindahan istana tersebut.


Memasuki kawasan kerajaan tersebut, Aku dapat melihat perkotaan berjejer rapih. Bangunan kerajaan tersebut dibuat dengan adamantium dan juga emas. Banyak hiasan yang terbuat dari emas ataupun berlian dan monumen patung-patung menghiasi keindahan kerajaan tersebut.



Setelah menjelajahi bagian luar Kerajaan, Aku sampai pada Istana yang berdiri dengan megah dan mewah, Istana itu bertemakan zaman kuno. Berbagai tumbuhan tumbuh disekitar lingkungan istana itu.


Tidak sampai situ, Aku turun dari Vimana dan berjalan memasuki Aula Istana itu. Aku menaiki cukup banyak anak tangga, Banyak patung dan monumen serta beberapa senjata legenda terpajang. Hingga akhirnya sampai pada sebuah Pintu besar yang terbuat dari emas dan beberapa permata.


Membuka pintu tersebut sampai akhinya aku melihat sebuah Singgasana yang ada untukku. Tanpa menunggu lama, aku duduk di singgasana itu.


"Aku benar-benar merasa seperti Raja sungguhan, dan Istana ini sungguh sangat mengagumkan. " Aku hanya bisa berdecak kagum melihat keindahan Istana ini.


"Raphael, ada yang ingin kutanyakan padamu, dan aku harap kau menjawabnya dengan jujur. " kataku pada Raphael.


[Itu semua tergantung apa yang ingin master tanyakan pada saya]


"Apakah kau bisa menyalin kekuatan Rimuru Tempest yang ada di ********?"


[Dengan pemahaman dan keterampilan saya sebagai Manas tertinggi itu bisa dilakukan, apakah master berniat untuk melakukannya?]

__ADS_1


"Benar, aku berniat menyalin beberapa skil Rimuru lalu membuat beberapa skil lainnya yang mungkin bisa membantuku nanti." ucapku.


[Maka dengan senang hati saya akan membantu master]


"Lalu aku ingin kau membuat beberapa kehidupan disini... "


•••


...| Gilgamesh POV |...


Setelah keluar dari Dimensi Gate Of Babylon tadi, aku segera saja menuju klan Nekomata untuk memindahkan mereka kedalam dimensi.


Setibanya aku di klan Nekomata, aku segera menyuruh Lucy untuk mengumpulkan seluruh Nekomata di halaman luas yang berada belakang kediamannya.


"Bagaimana apakah mereka sudah kau kumpulkan? " tanyaku pada Lucy yang berada disebelahku, lalu ada Nana dan juga Yae Miko.


"Semuanya sudah saya kumpulan Tuan Gilgamesh." Lucy menjawab Gilgamesh. Lucy juga penasaran mengapa Gilgamesh menyuruh Nekoma berkumpul disatu tempat.


Lucy juga sempat bertanya kepadaku mengenai alasannya, dan aku hanya membalasnya dengan senyuman tipis saja.


"Berapa banyak jumlah kalian yang masih hidup saat ini? dan juga kalian yang tewas." tanyaku pada Lucy.


"Kami semua yang masih hidup berjumlah 768, dan yang telah tewas berjumlah 232 Tuan! " jawab Lucy dengan.


'Ternyata iblis biadab itu cukup banyak membunuh Nekomata, untung saja waktu itu aku menghancurkannya.. ' batinku mengingat hari itu, yah... itu adalah pemandangan yang indah.


"Bagus... " Aku menatap para Nekomata yang juga menatapku dengan rasa penuh penasaran dan menunggu kata-kataku.


Aku berdehem untuk mengalihkan mereka semua agar tertuju padaku. "Sebelumnya aku meminta maaf karena mengumpulkan kalian secara tiba-tiba. Aku ada pengumuman untuk kalian, dan mungkin ini adalah nasib untuk kalian kedepannya. Maka dengarkanlah baik-baik perkataanku."


"Aku berniat untuk memindahkan kalian semua ketempat yang lebih menjamin keselamatan kalian semua. Karena menurutku jika kalian dibiarkan terus tanpa pengawsan, kalian pasti akan diburu lagi oleh para iblis biadab itu." Ucapku dengan suara yang tegas.


Semua ekspresi Nekomata itu menjadi senang mendengar ucapan Gilgamesh yang memperdulikan mereka, tapi mereka bertanya -tanya kemana mereka akan dipindahkan?


Seolah mengetahui apa yang Nekomata pikirkan, aku kembali berbicara, "Kalian semua akan kupindahkan kedalam ruang dimensi yang aku ciptakan. Simpan dulu pertanyaan kalian untuk sekarang, Kalian akan mengetahuinya nanti setibanya disana."


"Jadi apakah kalian mau? "


Semua Nekomata tampak berpikir, mereka terlihat bingung untuk memilihnya karena ini menyangkut masa depan mereka semua.


"Aku bersedia Tuan Gilgamesh! " suara Anak kecil berambut merah muda terdengar dari kerumunan.


'Ah dia, kalau tidak salah neko yang waktu itu menanyakan keberadaan Kuroka dan Shirone kan? ' batinku ketika melihat wajahnya.

__ADS_1


"Kau yakin? apakah kau tidak manaruh kecurigaan kepadaku, lupakan soal kalian yang menganggapku sebagai penyelamat klan Kalian. Kalian bebas memilih antara yang baik atau tidaknya keputusan kalian." ucapku sambil menatap para Nekomata.


"Untuk meyakinkan kalian semua, Aku berjanji akan memberi kalian apa yang dinamakan 'kebahagiaan' kepada kalian semua! jadi kalian akan memilih untuk ikut denganku, atau ingin tetap tinggal disini? " Aku berkata dengan keras agar semuan Nekomata menaruh kepercayaannya padaku.


"KAMI SEMUA BERSEDIA AKAN MENGIKUTIMU TUAN GILGAMESH!" Jawab mereka serempak dengan suara yang keras.


'Sepertinya mereka tidak memiliki keraguan sedikitpun. ' batinku tersenyum tipis.


"Hah~ apa boleh buat, meskipun aku masih penasaran dengan tampat yang anda maksud tapi aku akan setia mengikutimu Tuan! " ujar Lucy dan dibalas anggukan Nana.


"Tenang saja, kalian akan mengetahuinya nanti. Nah, kalian semua bersiaplah aku akan memindahkan kalian! " Lalu aku memunculkan sebuah lingkaran portal berwarna emas diatas para Nekomata, pusaran dari dalam portal menyedot kami semua masuk kedalamnya.


Dan seger kami pun menghilang dari desa dan meninggalkan kesunyian di tampat ini. Oh! untuk rumah mereka juga ikut tersedot kedalam portal, jadi kawasan ini menjadi sebuah lahan kosong yang tidak berpenghuni.


...| Dimensi Gate Of Babylon |...


Disekelilingku sudah ada pantai tempat awal aku masuk kesini, dan didepanku adalah Nekomata yang aku kirim kesini.


Semuanya tampak bagitu senang dan bahagia ketika melihat pemandangan ini yang telah lama tidak mereka lihat, beberapa dari mereka bahkan ada yang mengeluarkan air mata. Sebelumnya pemukiman mereka hanyalah tempat kumuh dan tidak begitu ter urus.


"Ini adalah Dimensi yang tadi aku katakan, disini banyak buah-buahan dan sumber daya alam lain jadi kalian tidak perlu khawatir untuk kebutuhan hidup kalian." aku berkata memberi mereka penjelasan.


"Oh ya, disini juga ada kehidupan. Tapi hanya hewan dan monster saja. Untuk monster ada tingkatannya sendiri. Aku ingin kalian semua berlatih disini, dimasa depan mungkin aku akan membutuhkan kalian. "


"KAMI TIDAK AKAN MENGECEWAKAN ANDA TUAN GILGAMESH. " jawab mereka dengan suara lantang, itu merupakan kesenangan sendiri bagiku.


"Untuk sekarang kalian semua bisa memanggilku Tuan muda saja." kataku pada mereka yang dibalas anggukan.


"Kalau begitu aku perg-" ucapanku terpotong karena tiba-tiba semua Nekomata berlutut dihadapanku termasuk Lucy dan Nana.


"Eh? apa yang kalian lakukan?" tanyaku heran.


"Tuan Muda! kami semua ingin mengadibkan hidup dan takdir kami kepada Tuan, dan kami bersumpah setia pada Tuan Muda! " semua Nekomata berucap dengan keras.


Aku menoleh kearah Lucy meminta penjelasan, "Fufu~ Kami sudah memikirkannya dari saat anda menyelamatkan nyawa sebagian dari klan kami. Dan aku berharap bahwa Tuan menerima kami." kata Lucy.


'Ini... berada diluar renacanku...Padahal aku hanya berniat menaruh mereka disini untuk bisa menciptakan peradaban baru.' batinku dengan lelah.


"Yah tidak apalah, Baiklah aku akan menerima kalian... Tapi tidak semudah itu. Kalian semua harus membuktikan bahwa kalian akan berguna untukku dimasa depan! " kataku dengan lantang.


"Kami semua tidak akan mengecewakan anda, Tuan Muda! " jawab mereka.


___________________________________________

__ADS_1



Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.


__ADS_2