
Di desa tempat tinggalnya para klan Nekomata, terjadi kekacauan akibat serangan dari para iblis klan neberius.
Para iblis itu menyerang semua nekomata dengan membabi-buta akan tetapi mereka tidak membunuhnya karena mereka akan menjadikan nekomata itu bahan percobaan eksperimen.
Di lain sisi seorang anak kecil yang memiliki rambut dan telinga neko berwarna hitam, terlihat sedang berlari untuk menghindari serangan dari para iblis.
Berlari dengan sekencang mungkin berniat untuk bersembunyi, dengan tertantih-tantih ia terus berlari berharap dia akan selamat. 'Siapapun tolong aku! ' batin neko itu. Akan tetapi takdir seolah berkata lain...
Tepat diatasnya, terdapat salah satu iblis yang ingin mencoba menangkapnya. "Ketemu!" ucap iblis itu, lalu ia mengeluarkan serangan sihir untuk menyerang neko itu.
Serangan berupa leser berwarna merah tepat mengenai tanah yang dipijaknya dan membuat ledakan kecil, lalu neko itupun terpental dengan cukup jauh.
Tubuhnya menabrak salah satu rumah dan tubuh kecilnya menembus rumah itu sampai hancur.
Gadis neko itu meringis kesakitan, kepala berdarah akibat benturan lalu beberapa tulang dipunggungnya patah. Pandangannya menjadi buram seketika, tak lama kemudian ia tidak sadarkan diri dengan keadaan yang mengenaskan.
Iblis itu tersenyum licik melihat hal itu, ia turun dan berniat untuk membawa gadis neko itu untuk menjadi bahan percobaan keluarga neberius.
Tepat ketika tangannya ingin menyentuh tubuh gadis neko itu, tiba-tiba sebuah lingkaran emas muncul diarah sampingnya dan mengeluarkan rantai yang langsung mengikat tubuhnya.
"A-akhh!! " Iblis itu berteriak kesakitan akibat rantai itu menembus tubuhnya dan mengikatnya. Energi ilahi yang tercampur dirantai itu tentu membuat tubuh iblisnya merasakan panas tidak tertahankan.
"Ah! maaf-maaf, apakah kau kesakitan? tentu sakit yah.. hehe." sebuah suara anak kecil terdengar dari arah atas atap rumah, sosoknya berdiri dengan angkuh dan menatap rendah iblis yang berada dibawahnya.
"K-kau sialan! lepaskan aku, jika tidak aku akan membunuhmu." ucap iblis itu berteriak.
"Hah?" sosok anak kecil yang ternyata adalah Gilgamesh menatap iblis itu dengan tatapan bodoh.
"Akhkhhh!! " Gilgamesh memperkuat rantai yang mengikatnya dan membuat Iblis itu merasakan sebuah rasa sakit yang sangat menyiksa.
"S-sialan k-kau bocah! ini rasanya sakit kau tahu! " umpat iblis itu kepada Gilgamesh.
Mengabaikan perkataan iblis didepannya, Gilgamesh berniat untuk langsung membunuhnya dan menghabisi iblis lainnya.
Disamping Gilgamesh keluar riak emas yang mengeluarkan sebuah tombak dengan bilah yang tajam. Mengayunkan tangannya kearah depan dan tombak itu melesat dengan cepat kearah iblis itu.
******!!
Tombak itu menembus tubuh iblis itu sampai berlubang dan perlahan tubuhnya menjadi melebur menjadi abu.
Setelah itu Gilgamesh menghampiri gadis neko tadi yang hampir diculik, melihat keadaanya ia segera mengeluarkan sihir penyembuhan.
Setelah selesai menyembuhkannya dan melihat bahwa tubuhnya sudah dalam kondisi baik-baik saja, "Gadis ini harus kuapain? apakah aku perlu menggendongnya? tapi itu akan merepotkan dan membuatku kesusahan nantinya."
"Raphael, apakah aku bisa menyimpannya didalam ruang Imajiner milikmu?" tanya Gilgamesh.
[ Bisa master, semua jenis benda ataupun makhluk hidup dapat disimpan di ruang dimensi Imjiner sampai tidak terbatas ] jawab Raphael.
"Kalau begitu tolong pindahkan gadis ini keruang Imajiner milikmu." kata Gilgamesh, lalu tubuh gadis itupun menghilang setelah tertelan oleh sebuah portal.
Gilgamesh hanya mengangguk puas, lalu tubuhnya melebur menjadi serpihan cahaya dan sosoknya pun menghilang.
•••
Beberapa saat berlalu, Gilgamesh membunuh semua iblis yang menyerang dengan mudah tanpa adanya kesulitan, bahkan tidak sampai 1 jam.
"Aku ucapkan terimakasih karena kau telah membunuh iblis itu dan menyelamatkan klan kami." disebuah ruangan tampat tadi mereka berbicara, Lucy mengucapkan rasa terimakasih pada Gilgamesh.
"Tidak perlu mengucapkan terimakasih, Karena aku belum menyelamatkan mereka semua yang berada di dunia bawah. Setelah itu barulah kau ucapkan terima kasih." Gilgamesh berkata dengan tenang.
Lucy yang mendengarnya masih sedikit terkejut dengan apa yang ingin dilakukan oleh Gilgamesh. Ada rasa kekhawatiran dalam dirinya, ia juga belum mengetahui niat sebenarnya dari Gilgamesh mengapa dia ingin menyelamatkan ras Nekomata.
Melihat ada keraguan dalam raut wajah Lucy, Gilgamesh menghela nafas pelan, "Kau pasti ingin tahu apa tujuanku menyelamatkan klan kalian kan? akan aneh jika tiba-tiba orang asing datang dan berkata akan menyelamatkan kalian."
"Tapi kau tidak perlu khawatir, karena aku tidak memiliki niat atau tujuan yang buruk dan jahat pada kalian. Ini murni karena aku ingin menyelamatkan klan Nekomata." ujar Gilgamesh.
Pada akhirnya Lucy mencoba untuk percaya apa yang saat ini dilakukan Gilgamesh.
__ADS_1
"Sudah berapa banyak nekomata yang mereka culik? " tanya Gilgamesh menatap Lucy.
Raut wajah Lucy menjadi sedih ketika mendengar pertanyaan itu, "Sebagian dari kamui sudah diculik dan dibunuh dengan kejam oleh mereka. Kami sudah mencoba meminta bantuan pada Fraksi Youkai lainnya, tapi mereka tidak menanggapinya."
Gilgamesh hanya mengangguk kepalanya, lalu ia berdiri dan berkata. "Kalau begitu aku pergi dulu. Kau tunggulah disini dan menunggu kabar baik dariku." ucapnya sambil tersenyum, lalu tubuh Gilgamesh menjadi serpihan cahaya.
Lucy hendak berbicara tapi terlambat karena Gilhamesh sudah menghilang. Dalam hati Lucy berharap besar kepada Gilgamesh.
•••
Disebuah Laboratium.
Tampak banyak sekali orang-orang berpakaian medis seperti sedang meneliti sesuatu.
Puluhan tabung yang didalamnya terdapat nekomata yang telah mereka culik. Keadaan tubuh nekomata itu sangat jauh dari kata baik, Banyak luka kecil maupun besar ditubuh mereka.
Salah satu orang Raboratium berbicara, "Cih! kenapa mereka lama sekali menculik nekomata yang tersisa! dasar tidak berguna." umpatnya dengan kesal.
"Bersabarlah tuan, mungkin mereka sedang ada kendala jadi mereka sedikit terlambat." ucap salah satu orang yang berpakain medis.
"Lupakan, kita akan mempercepat waktu untuk memulai eksperimen. Kita tidak perlu menunggu mereka." ucapnya, lalu ia memberikan sinyal kepada yang lainnya untuk memulai eksperimen.
'Heheh! dengan begini aku dapat menciptakan pasukan yang sangat disegani oleh dunia bawah! aku yakin keempat raja iblis akan tertarik ketika melihatnya.' batinnya sambil tersenyum licik.
Saat ingin mulainya eksperimen, Tiba-tiba dari arah atas muncul sebuah ledakan dan terlihat seorang iblis yang terjatuh serta menghancurkan beberapa ruang laboratorium tersebut.
BRAAKK!!
Para iblis di laboratorium terkejut dengan ledakan barusan. Dan melihat mayat iblis yang terlempar dengan keadaan tubuh sudah berlubang.
"A-apa yang barusan terjadi? "
"apakah ada penyusup! "
"Kalian! panggilah penjaga kemari."
Seketika kepanikan terjadi akibat kejadian barusan. Kemudian para iblis neberius merasakan sebuah kehadiran yang sangat kuat sedang menuju kemari. Segera saja mereka langsung bersikap waspada...
"KAU! SIAPA KAU!! BERANI SEKALI KAU MEMASUKI TEMPAT RAHASIA INI. APAKAH KAU TIDAK TA- "
CRASSS!
Sebelum iblis itu berbicara lebih lama, Gilhamesh segera saja memotong lengan kirinya dengan kecepatan yang tidak dapat dilihat.
"17 kelas menengah, 8 iblis kelas tinggi, lalu 2 iblis kelas tertinggi. Sementara yang lainnya hanyalah sekumpulan kroco. Ternyata mereka lemah sekali ya...padahal aku sedikit berharap bahwa mereka sedikit kuat." Gilhamesh berkata setelah merasakan kehadiran mereka, lalu dengan matanya menatap rendah iblis yang berada di seluruh ruangan laboratorium.
Karena ruangan yang cukup sunyi, Para iblis yang mendengarnya menahan kesal dan mereka mengeluarkan aura membunuh.
"Kalian semua! habisi anak itu! "
Beberapa iblis kelas menengah menyerang Gilgamesh yang tetap tenang dan diam ditempat. Mereka semua menyeringai jahat karena mereka pikir anak didepannya ketakutan tetapi...
SWINNGGG!
JLEBB!
CROOTTT!
CRASSS!
Entah serangan darimana, Iblis yang menyerang Gilgamesh berakhir mengenaskan dalam hitungan detik. Tubuh mereka semua terdapat sebuah senjata yang tertancap dan sebagian tubuh mereka berlubang.
Kejadian tiba-tiba itu terjadi secara mendadak dan membuat iblis lainnya terdiam beberapa saat dengan mata melebar.
"A-apa yang terjadi.."
"I-ini mustahil! "
__ADS_1
"Pasti i-ini ulah anak itu! " mereka semua syok sekaligus merasakan kengerian dan menatap anak kecil di depan mereka yang sedang menyeringai lebar memperlihatkan mata merahnya yang bersinar...
"Hahahaha! apakah kalian terkejut? yah kalian tidak perlu terkejut begitu... karena kalian juga akan bernasib sama seperti iblis itu! " ketawa Gilgamesh membuat para iblis gemetar ketakutan melihat sosoknya.
Puluhan riak emas muncul disamping Gilgamesh memperlihatkan bermacam-macam senjata yang siap diluncurkan.
"Apa yang kalian tunggu! cepat serang anak itu! " ucap salah satu iblis kelas tertinggi yang berada di tempat itu.
Mereka semua tersadar lalu menyerang Gilgamesh dengan penuh keraguan dan kaki yang gemetar.
Boomm!
Booomm!
Suara ledakan terjadi akibat serangan Gilgamesh yang meledak setelah bersentuhan dengan tubuh para iblis. Mereka semua tidak diberi kesempatan untuk bernafas karena Gilgamesh dengan mudah melancarkan serangannya.
Author : Skip aja deh, author gak terlalu bisa buat scane action atau pertarungan.
•••
Beberapa puluh menit berlalu setelah menghabisi seluruh iblis yang berada di laboratorium, dan hanya beberapa iblis kelas rendah yang tersisa dan tidak perlu dikhawatirkan.
Kini Gilgamesh hanya perlu membebaskan para nekomata yang berada ditabung, sekalian mencari keberadaan Shrione dan kuroka.
Semua Nekomata dalam keadaan tertidur atau pingsan, sepertinya mereka akan mengalami trauma setelah terbangun akibat kejadian yang menimpa mereka.
Seluruh nekomata Gilgamesh pindahkan keruang dimensi Imajiner.
[ Lapor : Berhasil mendeteksi keberadaan Shrione dan Kuroka, dan terdeteksi sebuah rubah didalam laboratorium ini. ]
Gilgamesh mengangguk, tapi ia mengerutkan keningnya karena sesuatu yang aneh, "Rubah? kenapa ada seekor rubah ditempat ini. Apakah iblis sampah itu juga menculik Fraksi youkai lainnya. " batin Gilgamesh bingung.
Mengabaikan hal yang tidak penting, Gilgamesh berjalan menuju ruangan tempat Shirone dan kuroka berada dengan bantuan Raphael.
Sesampainya, tampak keadaan keduanya tidak baik-baik saja, Tubuh mereka dipenuhi luka bekas cambukan dan beberapa bekas suntikan.
Gilgamesh menggeram marah, "Dasar iblis rendahan! mereka sudah keterlaluan...Setelah ini akan kuhancurkan seluruh wilayah neberius dari dunia bawah! " ucap Gilgamesh dengan tatapan haus darah.
Gilgamesh segera menyembuhkan keduanya lalu menggendong mereka. Ia berniat akan manaruh mereka ditempat yang sepi dan meninggalkannya. Gilgamesh tidak ingin terlalu merubah plot, tetapi dimasa depan ia sudah menandai mereka yang akan menjadi miliknya.
Biarkanlan plot berjalan dengan semestinya, tetapi apa yang sudah ia miliki akan tetap menjadi miliknya, apapun yang terjadi.
Lalu Gilgamesh berteloportasi kesebuah hutan jauh dari laboratorium, ia menaruh Shirone dan Kuroka ditempat yang aman lalu berkata.
"Jagalah diri kalian baik-baik. Dimasa depan nanti kita pasti akan bertemu kembali." ungkap Gilgamesh, dia menyadari bahwa mereka setengah sadar jadi mereka berdua pasti akan mendengar ucapannya.
Setelah mengucapkannya, Gilgamesh kembali ketempat laboratorium itu berniat mencari keberadaan rubah yang di deteksi oleh Raphael.
Memasuki sebuah ruangan yang sangat gelap, tetapi Gilgamesh masih dapat melihat dengan jelas. Melihat sekelilingnya, Gilgamesh mendapati sebuah sangkar berukuran kecil berada disebuah meja.
Gilgamesh menghampirinya dan mendapati seekor rubah kecil berwarna pink dengan kaki yang terluka.
"Aura kehidupannya sangat tipis, jika tidak segera diselamatkan pasti rubah kecil ini akan mati."
Dia membuka sangkar yang mengurungnya, lalu mengambil rubah itu dan mengelus bulunya yang sangat lembut.
Karena matanya dapat melihat jelas digelapnya ruangan ini, Gilgamesh dapat melihat sosok Rubah ini dengan jelas. "Entah kenapa aku terasa tidak asing dengan rubah kecil ini." ucap Gilgamesh mencoba mengingat.
[ Jawab : Rubah kecil ini berasal dari dimensi lain, sepertinya ia terjebak oleh ruang&waktu dan berakhir di dunia ini. ]
Gilgamesh mengangguk paham mendengarnya lalu ia bertanya, "Apakah kau mengetahui di dimensi mana ia berasal? "
[ Tentu master, rubah ini berasal dari dimensi sebuah game yaitu... ]
•••
_____________________________________________
__ADS_1
Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.