
Setelah menghancurkan tempat rahasia laboratorium keluarga neberius, Selesai dengan urusannya di tempat laboratorium bekas penelitian. Gilgamesh segera meninggalkan tempat itu dan berniat untuk langsung kembali, akan tetapi ada satu hal yang harus ia lakukan.
Gilgamesh berteloportasi kesebuah tempat tinggalnya para keluarga neberius, Gilgamesh akan menghancurkan tempat itu dan melenyapkannya dari dunia bawah.
Di ketinggian langit, Gilgamesh menatap sebuah perkotaan yang cukup besar. Sebelumnya Gilgamesh sudah meminta bantuan pada Raphael untuk menemukan lokasi tempat wilayah keluarga neberius.
"Sekarang aku akan menghancurkan tempat kotor ini dari peta dunia bawah. Ini adalah hadiah dariku karena perbuatan kalian yang sudah membuatku marah dan muak."
"Setelah itu mungkin dunia bawa- tidak, seluruh dunia DxD akan menjadi waspada pada sosok yang menghancurkan tempat kotor ini." ucap Gilgamesh sambil menunjukkan seringai kejamnya.
Tidak mengetahui malapetaka yang sedang mengintai, kondisi di dalam perkotaan masih sangat ramai dan damai. Sepertinya para warga kota tidak mengetahui sisi gelap keluarga neberius, dan tentang percobaan eksperimen yang mereka lakukan. Bahkan para Gret Four maou pun tidak mengetahuinya.
Tidak ingin membuang waktu terlalu lama, Gilgamesh segera bersiap untuk melakukan sebuah serangan yang cukup besar sampai bisa meratakan wilayah neberius.
Tiba-tiba tekanan udara sekitar menurun drastis, Energi sihir dalam jumlah besar berkumpul pada satu titik. Aura berwarna merah serta kilat menyambar dari segala arah.
Dibawah kaki Gilgamesh, muncul Gate Of Babylon yang mengeluarkan gagang senjata dengan Aura kehancuran yang sangat kuat.
Gilgamesh menarik gagang senjata tersebut yang berwarna emas, memperlihatkan seluruh penampilannya. Sebuah pedang yang bahkan tidak layak disebut 'pedang' karena ujung yang tumpul dan bilahnya berbentuk bundaran.
Gagang pedang tersebut dapat dikatakan sangat indah dan memiliki kesan keagungan sendiri, dengan warna emas mengkilap lalu dihiasi corak biru tua gelap.
Lalu bilah pedang yang berwarna hitam serta dihiasi corak indah dengan garis-garis berwarna merah membentuk sebuah pola yang memiliki kesan siapapun yang melihatnya pasti akan merinding.
Bilah pedang tersebut berputar dengan lambat sampai seiring berjalannya waktu semakin cepat.
Di ujung pedang tersebut, tercipta sebuah energi yang terhisap. Menghisap energi dengan kecepatan yang tinggi dan mengubahnya menjadi energi chaos.
[ Lapor : Dengan kekuatan master saat ini dan kondisi fisik master yang mesih belum mampu menahan beban kekuatan pedang Ea, master hanya bisa mengeluarkan kekuatan penuh pedang Ea sebesar 40% ] Pemberitahuan dari Raphael terdengar di telinga Gilgamesh.
Menanggapinya, Gilgamesh hanya mengangguk lalu ia berbicara dengan nada dingin.
"Itu sudah cukup untuk meratakan wilayah ini. Nah.. sekarang saatnya untuk menghabisi para iblis rendahan. Sesalilah perbuatan kalian dan tebuslah dosa-dosa kalian para sampah Neberius." Gilgamesh berkata dengan nada Dingin yang dalam.
"Hancurkan mereka semua!..."
"Enuma.... Elish! "
WINGGGGG!!!
DUMBRBRBRB!!
BOOOMMMMBBB!!
Suara dentuman yang sangat-sangat keras terdengar diseluruh dunia bawah, seluruh tanah bergetar hebat akibat serangan itu yang bahkan melebihi nuklir-tersebut.
Kini Wilayah keluarga neberius sudah rata dengan tanah, sebuah kawah yang sangat luas mencapai 12 kilo meter dan kedalaman mencapai 4,5 kilo meter tercipta setelah menerima serangan Gilgamesh.
Tidak hanya dunia bawah yang merasakan kengerian dari pedang penghancur Ea, seluruh dunia DxD dapat merasakan hal tersebut.
•••
Di Surga.
"K-kakak, Energi apa ini. Merasakannya saja membuatku merinding." ucap Gabriel.
Gabriel adalah seorang wanita cantik dengan tubuh menggoda, rambut bergelombang berwarna pirang, mata bulatnya yang berwarna hijau zamrud. Gabriel bisa dikatakan adalah Malaikat tercantik di surga.
"Benar, siapapun yang bisa mengeluarkan energi ini pasti adalah sosok yang sangat kuat. Kirimlah beberapa malikat untuk menyelidiki asal energi itu! " ucap Michael.
__ADS_1
"Dan kita akan mengadakan rapat mendadak" lanjutnya.
Michael adalah seorang pemimpin dari fraksi malikat, ia mempunyai fisik dengan wajah tampan lalu rambut panjang. Seorang yang lemah lembut terhadap sekitarnya.
"Baik Michael." ujar Uriel.
•••
Di Sebuah tempat yang disebut Grigory.
Seorang pria Paruh baya yang memiliki rambut berwarna hitam serta poninya yang memiliki warna pirang, sedang tertidur disebuah ruangan.
Tidak lama, Suara dentuman dan Energi yang kuat dia rasakan. Terkejut dengan hal itu, ia segera membuka matanya yang membulat.
"A-apa yang terjadi!? " kata Azazel dengan kaget.
Seseorang masuk keruang itu tanpa permisi, "Azazel apakah kau merasakannya? " ucap pria Paruh baya dengan tubuh tegap dan besar, ia adalah Baraqiel.
"Ya aku merasakannya, Sepertinya ini berasal dari dunia bawah. Baraqiel pimpinlah pasukan dan selidiki hal itu." perintah Azazel.
•••
Dunia Bawah/Underworld.
Sebuah ruangan yang ditengahnya terdapat meja bundah yang diisi oleh Empat orang, Tidak jauh dari situ terdapat seorang wanita berpakaian pelayan dengan rambut berwarna perak.
"I-ini!... Sepertinya ada sosok kuat yang sedang berbuat kekacauan di dunia bawah. Dan lagi Energi ini sangat kuat." kata seorang pria yang memiliki paras tampan, dengan rambut berwarna merah. Dia adalah Sirzech Lucifer.
"Kau benar Sirzech, Dan lagi aku merasakan Energi ini berasal dari arah wilayah keluarga Neberius. Kita harus kesana untuk memastikan." seorang pria yang memiliki ciri-ciri rambut berwarna hijau dan mata biru langit mengenakan pakaian ala bangsawan, dia adalah Ajuka Belzeebub.
Seorang wanita yang memiliki paras cantik dan sedikit kekanak kanakan, berambut hitam dengan gaya Twin Tail, lalu mata berwarna ungu berkata. "Aku setuju dengan Ajuka-chan, kita harus menyelidikinya."
Lalu mereka pun mengangguk secara bersamaan dan bersiap untuk pergi.
Dipojok ruangan, Sosok Grayfia terlihat dengan raut wajah rumit. "A-aura dan Energi ini terasa sangat familiar, apakah 'dia' sudah kembali? jika iya...cepatlah temui aku, aku sangat merindukanmu." Dalam hati Grayfia mengingat seseorang yang sudah lama ia rindukan.
"Grayfia, segera persiapkan dirimu, dan juga siapkan lingkaran teleportasinya." ucap Sirzech menatap Grayfia yang ada di pojokan.
"Eh, b-baik Sirzech-sama." Grayfia berkata sedikit kaget.
(A/N : Males nampilin satu-satu, pokoknya satu dunia DxD terkejutlah gitulah..)
•••
"Pemandangan yang indah... " Gumam Gilgamesh melihat dampak serangan yang dikeluarkan oleh pedang EA meskipun hanya 40%.
"Oh! banyak kehadiran yang mendekat kearah sini, sepertinya mereka dari berbagai Fraksi lain. Aku harus segera pergi dari sini." ucap Gilgamesh, bukannya takut menghadapi mereka, hanya saja ini bukan waktu yang tepat untuk menunjukkan dirinya.
Dan Sosok Gilgamesh pum menghilang dari sana.
Beralih ketempat Klan Nekomata.
Sosok Gilgamesh muncul di dekat masuk perdesaan, Gilgamesh berjalan masuk berniat langsung ketempat Lucy berada.
Tidak mengetuk pintu, Gilgamesh bergegas masuk tanpa memperdulikan para Nekomata yang melihatnya dengan aneh.
Didalam ruangan, Tampak seekor neko berwarna putih bersih menatap langit dengan ekspresi rumit. Tidak lama pintu terbuka dengan keras, membuat Lucy kaget sekaligus marah.
"S-sudah kubilang jangan masuk tanpa perm-" ucapannya terhenti karena ia melihat sosok Gilgamesh yang berdiri di pintu.
"Hooh? apakah kau berniat mengusirku? " kata Gilgamesh sambil tersenyum.
__ADS_1
Lucy terkuat melihatnya, dengan panik ia segara berkata, "T-ternyata itu adalah Anda, kukira siapa, Maafkan sikapku."
Gilgamesh tertawa ringan, "Aku hanya bercanda saja... Lucy aku ingin kau para Nekomata dikumpulkan di tempat yang luas. Aku akan menunggunya."
Bingung dengan perkataan Gilgamesh, Lucy ingin bertanya tetapi Gilgamesh langsung pergi tanpa memperdulikannya. Tentu Lucy kesal dibuatnya, tapi ia merasa akan mendapatkan kejutan yang besar.
Tidak lama kemudian, Seluruh nekomata telah berkumpul. Seluruh nekomata yang tersisa hanya sekitar 80an ekor, dan mereka semua adalah perempuan.
Lucy berjalan menghampiri Gilgamesh lalu berbicara, "Aku sudah mengumpulkan mereka semua, apa yang ingin kau lakukan."
Gilgamesh hanya tersenyum tidak menjawab, ia mengibaskan tangannya dan muncul sebuah cahaya berwarna hijau yang cukup terang memperlihatkan Nekoma yang telah diculik dalam keadaan pingsan.
Sontak, seluruh nekomata yang melihat hal itu terkejut sekaligus merasa bahagia. Mereka kemudian menghampiri nya dan menangis bahagia melihat teman mereka dalam kondisi baik-baik saja.
Lucy dan Nana merasakan hal yang sama, mererka tersenyum bahagia melihat para Nekomata yang diculik kembali dengan selamat.
Lucy menghampiri Gilgamesh yang sedang memperhatikan mereka, "Aku ucapkan Terimakasih banyak Tuan Gilgamesh, aku tidak menyangka bahwa anda akan melakukannya." ungkap Lucy dengan tulus.
Gilgamesh hanya tersenyum, ia juga ikut merasakan senang karena melihat kebahagiaan mereka.
Tiba-tiba gadis kecil Nekomata yang memiliki bulu berwarna merah mengampiri Gilgamesh, "Ne Tuan, kemana Shirone dan kuroka-nechan, kenapa mereka tidak ada? apakah mereka tidak selamat?" ucapnya dengan sedih.
Gilgamesh mengusap kepala neko merah itu lalu berkata, "Tenang saja, mereka yang kau sebut itu memang tidak ada di Laboratorium, tapi aku yakin mereka selamat. Karena aku tidak menemukan mayat mereka. Kau tenang saja mereka pasti selamat dan akan kembali nanti."
"Benarkah? " tanyanya dengan wajah tidak sedih lagi.
Gilgamesh tersenyum lalu mengangguk.
"Lucy hari ini aku sangat lelah, aku akan kembali kedunia manusia, esoknya pasti aku akan kembali. Kau uruslah sisanya." kata Gilgamesh lalu ia segera pamit tanpa menunggu jawaban dari Lucy.
"Dasar, selalu saja pergi tanpa menunggu jawaban dariku..." kesal Lucy, lalu perlahan tubuhnya di tutupi sebuah aura dan yang tadinya hanyalah neko putih dengan tiga ekor, kini berubah menjadi wanita yang sangat cantik sekaligus menggoda iman.
"Fufu.. aku akan selalu menunggumu Tuan Gilgamesh." ucapnya sambil tersenyum penuh arti.
•••
Di sebuah kamar, Muncul sebuah cahaya berwarna emas yang membentuk sosok anak kecil yang tampan sekaligus imut disaat yang bersamaan.
"Huhh... ini adalah hari yang melelahkan. " Ucap Gilgamesh lalu ia segera membanting tubuhnya ke kasur.
"Raphael tolong keluarkan rubah kecil itu dari ruang Imajiner." perintah Gilgamesh.
Tidak menjawab, Didepan Gilgamesh muncul sebuah portal kecil yang mengeluarkan seekor rubah kecil yang dalam keadaan pingsan karena aura kehidupannya yang tipis.
Gilgamesh mengambilnya dan merasakan sentuhan bulu yang sangat lembut, membuatnya ketagihan.
"Aura kehidupannya sedikit membaik tapi sepertinya itu akan susah untuk memulihkannya. "
"Kalau tidak salah. seingatku, ia akan kembali pulih setelah menyerap energi seseorang." kata Gilgamesh tidak yakin.
Gilgamesh mengarahkan jari telunjukknya lalu kearah bibir rubah itu, rubah tersebut dendiri langsung membuka mulutnya dan mulai menghisap energi dari dalam.
"Oh! ternyata benar.. " tiba-tiba rasa kantuk yang berat menimpa Gilgamesh, Tidak bisa bertahan lama, segera saja ia tumbang.
[ Lapor : Kondisi Master dalam keadaan kurang baik karena terlalu banyak mengeluarkan kekuatan dan juga pemakaian Energi yang besar. Untuk sementara master akan tertidur untuk memulihkan diri. ]
___________________________________________
Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.
__ADS_1