
"Kunou sayang... kamu hanya bercanda saja kan? " Kata Yasaka sambil tersenyum manis tapi terlihat aura gelap menyelimuti tubuhnya.
Kunou membalas perkataan ibunya dengan tegas. "Tidak ibu, aku tidak bercanda. Aku serius menyukai Onii-chan dan ingin menjadi istrinya !"
"Tidak bisa Kunou, kau masih kecil jadi tidak pantas untuk menjadi istri Gil. Dan hanya ibu lah yang pantas! " Ucap Yasaka tidak kalah tegas.
Mendengar perkataan ibunya membuat Kunou cemberut. Kunou berlari dan langsung memeluk Gilgamesh dengan erat. "Onii-chan, apakah Kunou bisa menjadi istrimu? apakah Onii-chan menyukaiku? Aku akan melakukan apa saja demi dirimu! " Kata Kunou sambil mengeluarkan ekspresi wajah Pupy Eyes.
Yasaka tampak terkejut dengan perkataan anaknya dan hanya bisa mengumpat dalam hati. "Dasar anak licik."
Gilgamesh tersenyum masam lalu mengelus kepala Kunou. "Hah~ Kunou-chan, apakah kamu mengerti arti dari ucapanmu?."
Kunou hanya menganggukan kepalanya sebagai jawaban.
"Baiklah aku akan menjadi pasanganmu. Tapi tidak untuk sekarang, setidaknya sampai kau cukup umur untuk melakukannya." Kata Gilgamesh.
Kunou tampak berpikir lalu berkata, "Baiklah kalau begitu sampai saatnya tiba bisakah Onii-chan berjanji untuk tidak meninggalkan Kunou? "
Gilgamesh hanya mengiyakannya saja, "Aku janji."
Setelah itu Kunou pun pergi dengan senyuman manis diwajahnya dan hatinya berbunga-bunga. Kunou meledek ibunya yang terlihat menahan kesal.
Gilgamesh melirik Yasaka yang sedang berdiri disana, lalu menghampirinya dan kelihatannya Yasaka marah dan juga cemburu.
Berdiri dihadapannya, Gilgamesh berkata. "Tidak perlu cemburu seperti itu Yasaka. Kunou masih kecil jadi pasti dia berkata tanpa mengetahui maknanya. Dan mungkin setelah besar dia akan melupakannya."
Yasaka menghela nafas lalu menatap wajah Gilgamesh. "Baiklah setidaknya untuk saat ini aku akan membiarkannya. Meskipun kami tidak memiliki hubungan darah sama sekali, tapi rasanya aneh jika mempunyai suami yang sama dengan Kunou yang sudah ku anggap sebagai anakku sendiri." Ungkap Yasaka.
Gilgamesh memegang dagu Yasaka lalu menciumnya. Yasaka terkejut dan wajahnya sedikit merah.
Meskipun mereka sudah berhubungan badan tapi ini adalah pengalaman pertama bagi Yasaka dan itu membuatnya gugup, apalagi dia belum mempunyai pengalaman dengan pria lain sebelumnya. Bisa dikatakan bahwa ini adalah hal pertama dan baru baginya.
Gilgamesh melepaskan ciumannya lalu berkata sambil tersenyum, "Kamu terlihat sangat imut jika cemburu seperti itu Yasaka."
Yasaka segera mendorong Gilgamesh agar menjauh dari hadapannya, "Berhentilah menggodaku b-baka Gil. Kamu cepatlah bersihkan dirimu dan segeralah keruang makan." Ucap Yasaka lalu berlari kecil meninggalkan Gilgamesh yang sedang tersenyum senang.
"Yeah~ bukankah dia sangat imut." Gumam Gilgamesh melihat tingkah Yasaka yang masih malu-malu.
Kemudian Gilgamesh segera membersihkan dirinya lalu langsung menuju keruang makan yang sudah ada Yasaka dan Kunou menunggu kedatangannya.
Mereka sarapan pagi dengan suasana bahagian dan senyuman yang menghiasi ruang makan tersebut.
Disaat Gilgamesh sedang asik memakan makanannya, dirinya dikejutkan dengan perkataan Raphael.
[ Master... sepertinya anda harus segera kembali kerumah anda. Kalau tidak, Rubah yang ada disana akan mencari keberadaan master. Dan master tahu apa yang akan terjadi selanjutnya kan? ]
"Ah gawat... " Seketika keringat dingin mengalir di kening Gilgamesh.
Menyadari perubahan ekpresi pada wajah Gilgamesh membuat Yasaka penasaran. "Gil, apakah kau tidak apa-apa? kenapa kau terlihat pucat seperti itu."
"Ah, aku baik-baik saja, tidak perlu khawatir." Kata Gilgamesh mengelak.
"Begitu... " Yasaka hanya mengangguk dan tidak lanjut bertanya.
__ADS_1
"Yasaka, setelah aku melatih Kunou. Aku akan mengajak kalian pergi kesuatu tempat. Dan ada sesuatu yang harus kamu ketahui." Ucap Gilgamesh menatap bergantian keduanya.
"Kesuatu tempat? memangnya kau ingin mengajak kami kemana? " Tanya Yasaka penasaran.
"Onii-chan! apakah kita akan pergi jalan-jalan ?" Ujar Kunou dengan semangat.
"Kalian akan mengetehuinya nanti." Jawab Gilgamesh tersenyum misterius yang membuat Yasaka dan Kunou penasaran.
'Yah kuharap dia akan mau menerimanya, tapi melihat sifatnya pasti dia akan merasa senang kan karena aku membawa calon istri baru kerumah...mungkin? ' Batin Gilgamesh.
•••
Setelah Gilgamesh melatih Kunou sebentar. Kini Gilgamesh mengajak Yasaka dan Kunou pergi kesuatu tempat, yaitu rumahnya yang ada di kyoto.
Sebelum pergi, Gilgamesh menjelaskan pada Yasaka bahwa dia sudah memiliki kekasih lain selain dirinya. Dan mungkin untuk kedepannya Gilgamesh akan memiliki banyak wanita.
Yasaka terkejut dengan pengakuan dari Gilgamesh, Yasaka mulai berpikir keras bahwa ini adalah hal yang baik atau buruk untuk dirinya.
Setelah beberapa waktu berpikir, Yasaka menerima semua itu demi bisa hidup bersama Gilgamesh yang sudah mengambil hatinya. Meskipun ini baik atau justru buruk untuknya tapi semua itu biarkan takdir yang menjelaskan.
Karena jaraknya cukup jauh, Gilgamesh mengambil kesempatan ini untuk sekalian mengajak keduanya berkeliling menikmati keindahan kota Kyoto dan sesekali mencicipi makan-makanan ringan yang tersedia.
Ketiganya menjadi pusat perhatian karena mereka terlihat seperti pasangan dan keluarga yang harmonis. Terlebih dengan kecantikan dan ketampanan yang dimiliki Yasaka dan Gilgamesh serta keimutan dari Kunou.
Setelah cukup lama mereka bersenang-senang, Gilgamesh membawa Yasaka dan Kunou menuju Kediaman-nya.
Yasaka dan Kunou menatap mansion besar didepannya dengan wajah bingung. "Gil tempat apa ini? apakah ini adalah rumahmu." Tanya Yasaka.
Gilgamesh langsung membuka pintu mansion-nya tersebut. Dan Belfats segara menyambut kedatangannya.
"Selamat datang kembali Gilgamesh-sama." Sambut Belfats dengan senyuman diwajahnya.
"Ya aku kembali Belfats. Apakah Yae berada didalam?" Tanya Gilgamesh.
"Yae-sama sedang berada diruang tamu. Dan menunggu kedatangan anda." Balas Belfats.
Gilgamesh segera masuk kedalam dan Yasaka serta Kunou mengikutinya dari belakang. Yasaka menatap Belfats sesaat, dan dibalas senyuman ramah oleh Belfats.
"Ara~ selamat datang Anata." Ucap Yae Miko setelah melihat Gilgamesh disana.
Gilgamesh segera menghampiri Yae Miko yang sedang duduk disofa, lalu ia mencium kening Yae Miko dengan lembut. "Aku pulang Yae, maaf tidak memberi kabar selama tiga hari."
Yae Miko menatap wajah Gilgamesh yang sedang merasa bersalah tersebut lalu tersenyum. "Tidak apa-apa, selama kamu baik-baik saja aku merasa lega." Kata Yae Miko santai.
Yasaka yang melihat interaksi keduanya berpikir bahwa itu adalah Yae Miko. Wanita yang di jelaskan oleh Gilgamesh sebagai kekasihnya.
"Jadi Anata, bisakah kau memberi penjelasan pada dua wanita yang kau bawa itu?" Tanya Yae Miko penasaran pada wanita yang dibawa oleh Gilgamesh.
Gilgamesh segera melirik Yasaka yang masih berdiri disana, Kemudian Gilgamesh manarik Yasaka untuk duduk disofa.
"Perkenalkan dia adalah Yasaka. Dia merupakan seeokor rubah sama seperti kamu dan dia juga adalah pemimpin Fraksi Youkai sekarang." Kata Gilgamesh.
Yae Miko mengangguk mengerti lalu menatap Gilgamesh, "Lalu? kuarasa bukan itu saja yang harus kamu jelaskan." Tanya Yae Miko lagi.
__ADS_1
"U-mm, dia juga adalah kekasih baruku." Ucap Gilgamesh gugup.
"Ara~ setelah menghilang selama beberapa hari kamu pulang dengan membawa calon Istri baru, Anata memang hebat." Ucap Yae Miko dengan senyuman khas miliknya.
Lalu Yae Miko mengalihkan pandangannya pada Yasaka. "Jadi Nona, apakah benar bahwa kau adalah kekasih-nya?" Tanya Yae Miko.
Yasaka sedikit kaget dengan pertanyaan yang tib-tiba. "B-benar aku adalah Kekasihnya, namaku Yasaka." Jawab Yasaka dengan jujur.
Yae Miko memperhatikan Yasaka dari atas sampai bawah, dan dia akui bahwa tubuh Yasaka sangat cantik dan juga menggoda. Jadi tidak heran bahwa Gilgamesh akan tertarik padanya.
"Lalu Anata, apakah kau sudah menjelaskan siapa diriku padanya?" Tanya kembali Yae Miko.
Gilgamesh mengganggukan kepalanya. "Sudah, dia menerimanya tanpa penolakan dan tidak keberatan sedikit pun. Sisanya aku serahkan padamu Yae." Jawab Gilgamesh.
Yae Miko mengangguk mengerti dengan perkataan Gilgamesh. Yae Miko melirik Yasaka sebentar lalu berdiri dan langsung menarik tangannya.
"Yasaka kan? ikuti aku, ada sesuatu yang harus kita bicarakan sebagai sesama wanita." Kata Yae Miko.
Yasaka menoleh kearah Gilgamesh, dan Gilgamesh hanya mengangguk saja. Yasaka menghela nafas dan pasrah mengikuti Yae Miko.
Gilgamesh tersenyum kecil melihatnya, lalu ia melirik kearah Kunou yang sedang memakan cemilan ditemani Belfats. Gilgamesh pun bergabung menikmati cemilan yang dibuat oleh Belfats.
•••
Yae Miko membawa Yasaka masuk kedalam kamarnya. Mereka pun duduk di tepi kasur dan Yasaka dalam keadaan gugup.
"Jadi adik, sudah sejauh mana hubunganmu dengan Gilga? " Tanya Yae Miko membuka pembicaraan.
"Umn I-itu, ka - kami sudah melakukannya." Balas Yasaka dengan wajahnya yang memiliki rona merah ketika mengatakannya.
"Hooh, tidak kusangka sudah melakukan hal itu padahal aku hitung baru beberapa hari saja semenjak pertemuan kalian kan? " Tebak Yae Miko.
"Ka-kamu benar... " Ucap Yasaka.
" *Cekikkan* Panggil saja aku sebagai kakak perempuanmu Yasaka." Ucap Yae Miko sambil tersenyum.
'Kayaknya dia jauh lebih muda dariku, tapi kenapa dia menyuruhku memanggilnya sebagai kakak? ' Pikir Yasaka heran.
"B-baik jika itu maumu Onee-sama." Sahut Yasaka gegelapan.
"Fufufu~ Adik, kamu ternyata sangat imut ya." Kata Yae Miko sambil menggoda Yasaka.
Dan Yasaka hanya bisa memerah karena sifat Yae Miko yang suka menggoda dirinya.
Setelah itu mereka asik berbincang membicarakan hal-hal tentang wanita dan sesekali tentang Gilgamesh. Seperti tipe wanita yang disukai Gilgamesh, makanan favoritnya, sifat Gilgamesh yang sangat Posesif dan yang lebih penting ialah Gilgamesh yang menyukai Oppai berukuran besar.
Keduanya melanjutkan perbincangan tersebut sampai lupa waktu. Hanya dalam beberapa waktu saja Yae Miko dan Yasaka sudah menjadi akrab.
___________________________________________
Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.
__ADS_1