
Mendengar pernyataan Gilgamesh yang membuatnya tertarik untuk mengetahui nya, Ameterassu bertanya padanya, "Benda asing kah ? jika tidak salah, Iblis biadab itu menggunakan sistem Tuan&Pelayan dengan benda yang disebut Evil Piece." Kata Ameterassu mengingat.
Gilgamesh mengangguk lalu membalasnya, "Yang kau katakan tidak salah, mereka menggunakan benda itu untuk meningkatkan kekuatan serta populasi ras mereka. Raja iblis Ajuka Belzeebub yang membuat benda itu."
"Tapi sepertinya ada yang aneh dengan Evil Piece itu, didalam benda itu, aku merasakan adanya sebuah inti sihir dan juga kutukan." Ungkap Gilgamesh.
"Kutukan?... " (Ameterassu/Yasaka)
"Ya kutukan, sebuah kutukan yang mengandung energi kegelapan yang dapat membuat jiwa seseorang terasa sakit tak tertahankan jika sedikit saja menolak atau membantah majikan mereka."
"Perlahan tapi pasti, sekali saja pelayan yang tidak mematuhi perintah majikannya maka otomatis kutukan tersebut akan aktif dan perlahan menyebar kesuluruh tubuh lalu lama kelamaan mereka akan mati." Jelas Gilgamesh.
Yasaka dan Ameterassu tentu sangat terkejut dengan pernyataan tersebut, keduanya menahan amarah karena Fraksi iblis sudah melakukan hal keji seperti itu.
"Rasanya ingin sekali aku membunuh mereka, menghancurkannya berkeping-keping sampai tak bersisa lalu membuang mereke kedalam jurang nereka." Geram Ameterassu dan Yasaka mengangguk setuju.
"Tapi bukankah itu percuma, itu sama saja tidak menguntungkan mereka karena pelayan mereka mati akibat kutukan yang mereka tanam sendiri, apa mungkin... " Ucap Yasaka sengaja menggantung.
"Ya, pasti mereka mempunyai penawarnya. Dengan begitu akan mudah mengendalikan budak mereka dengan membuat mereka mati."
"Tapi itu sisi negatif nya, jika dinilai dari posisi positif nya sang pelayan akan cepat bertambah kuat dengan menghancurkan batasan di dalam diri mereka. Selain mengandung kutukan, energi kegelapan yang mereka tanam juga dapat digunakan sebagai tambahan kekuatan jika bisa memanfaatkannya dengan baik. Tapi itu terlalu beresiko." Jelas Gilgamesh panjang lebar.
"Meskipun begitu... tetap saja tindakan mereka tidak mudah untuk dimaafkan. Aku semakin khawatir dimasa depan nanti mereka akan membuat seluruh dunia ini berubah, ini hanyalah masalah waktu saja."
"Mulai sekarang kita harus meningkatkan keamanan, mengingat Yasaka yang hampir diculik juga membuat ku khawatir." Ameterassu berkata dengan cemas.
"Apa yang perlu dikhawatirkan dengan makhluk kroco seperti mereka, aku bisa aja langsung memusnahkan dari muka bumi ini, tapi itu akan membuat cerita ini cepat tamat dan Author pasti akan marah."
"Soal Yasaka, ada aku yang hebat ini melindunginya dari segala mara bahaya." Ucap Gilgamesh santai.
"Ugh... sifat sombongmu itu terlihat menjengkelkan." Keluh Ameterassu.
Kemudian mereka pun melanjutkan pembicaraan hal yang tidak begitu penting, sampai waktu malam, Ameterassu memutuskan akan kembali.
Didalam Kamar.
"Aku berjanji pada diriku sendiri akan melindungi kalian dari penyerangan yang di lakukan oleh Fraksi Pahlawan dimasa depan nanti, aku berjanji." Gumam Gilgamesh sembari mengelus pelan kepala Yasaka yang saat ini sedang terlelap di pelukannya.
__ADS_1
Keesokan Harinya, Gilgamesh membantu Yasaka untuk menyelesaikan pekerjaannya agar cepat selesai dan tidak jarang Gilgamesh melatih Kunou agar bisa melindungi diri.
Enam hari mereka lewati, Yasaka memutuskan untuk pindah ketempat kediaman Gilgamesh dan tinggal bersama dengan menyerahkan tanggung Jawab urusan Fraksi Youkai pada bawahan kepercayaannya.
Tapi bukan berarti dia melepas kepemimpinannya sebagai pemimpin Fraksi Youkai, jika ada masalah serius Yasaka akan datang dan menyelesaikannya, lagipula jarak Mansion Gilgamesh dan tempat Fraksi Youkai tidaklah jauh.
•••
Kota Kuoh.
>| Po'v Gilgamesh |<
Saat ini aku sedang bersantai di ruang tamu rumah. Rumah ini adalah tempat pertama kalinya diriku tiba di dunia DxD ini, jadi aku kembali kesini karena sebentar lagi Plot akan dimulai Kira-kira sekitar 4 bulan lagi.
Untuk berjaga-jaga aku memutuskan untuk tinggal disini, aku juga sudah meminta izin pada Yae dan juga Yasaka, meskipun susah tapi entah kenapa mereka mengizinkanku.
Tapi jujur saja... tinggal sendirian dirumah yang lumayan besar ini membuatku kesepian, dulu ada Yae Miko jadi suasana rumah ini terasa sedikit ramai dibandingkan dengan yang sekarang. Apa boleh buat, aku harus bertahan lagipula ini bukan yang pertama kali jadi tidak ada masalah.
Well, karena jenuh dirumah terus aku memutuskan untuk keluar dan mencari udara segar. Aku memakai setelah kasual biasa yang dipakai oleh Gilgamesh di animenya.
Dan yah aku juga sebenarnya bingung ingin pergi kemana dan tidak tujuan sama sekali, tapi aku hanya berjalan dan mengikuti insting binatangku.
Akihabara, sebuah pusat perbelanjaan yang biasa disebut sebagai tempat surganya para Otaku, termasuk diriku yang entah kenapa bisa berada disini, bahkan sayapun tidak tahu.
Tampat ini banyak menjual aneka Figur-figur anime, komik&novel, game otome dan lain-lain. Pokoknya tempat ini menjual yang berhubungan dengan Otaku dan Anime.
Saat ini puluhan ribu Otaku beramai-ramai memasuki pintu utama Akihabara bahkan mereka rela mengantri selama lebih dari empat jam dan rela berdesak-desakan.
Yah inilah Otaku atau orang yang sangat serius mendalami peran dan hobinya. Mereka para Neet dan para Otaku saat ini sedang menantikan sebuah eveng acara cosplay "Magic World : Sakurai " sebuah game otome yang lagi ramai dimainkan. Dan ini adalah Event besar yang diadakan tiga bulan sekali.
"Ayo njing! berbaris dengan rapi dan tertib. Sebentar lagi pintu akan segera dibuka jadi mohon bersabar ya mek." Kata seorang petugas.
"Bukankah tempat ini sangat luar biasa...sangat banyak wanita yang sedang ber-cosplay dan lagi mereka sangat cantik! " Gumamku terkejut.
"Untung saja aku tidak mengajak Yae atau Yasaka untuk kembali, Yosh ! ini adalah kesempatanku untuk menikmati tampat hebat ini tanpa ada gangguan sama sekali." Ucapku bersemangat.
| Po'v End |
__ADS_1
Ditempat antrian terdapat dua saudari yang juga mengikuti Event besar ini, salah satunya si kakak memakai setelan cosplayer dan ia membawa sebuah tongkat sihir ditangannya sementara sang adik sedang menundukkan kepalanya karena merasa sangat malu.
"Onee-sama, apa kita benar-benar akan mengikuti kegiatan memalukan ini, aku malu jika ada siswa disekolah yang melihatku disni. Terlebih dengan pakaian yang aku kenakan saat ini." Kata sang adik dengan rona merah diwajahnya yang terlihat imut.
Sebelum sang kakak menjawab pintu Akihabara terbuka terlebih dahulu. Sang kakak kemudian menarik lengan adiknya dengan semangat tanpa menghiraukan keluhan sang adik yang sudah malu setengah mati.
"O- onee-sama, apakah aku harus memakai pakaian memalukan ini, apa aku boleh melepasnya? jujur saja pakaian ini sangat tidak nyaman." Kata adik yang mempunyai rambut dengan potongan Bob dan dia memakai kacamata.
"Ahh! So-tan kamu sangat imut !" Kata sang Kakak langsung melompat dan memeluk adiknya.
Dia adalah Sona Sitri atau juga bisa disebut Souna Shitori, Ketua osis Sma gakuen Kuoh yang juga pewarin keluarga sitri pilar 72 klan iblis.
Bersama sang Kakak yang bernama Seraffal Leviathan, salah satu Four Great Maou Satan.
"He-hentikan Onee-sama." Kata Sona dengan depresi dan menjauh dari pelukan Seraffal.
Seraffal langsung cemberut dibuatnya. "Mouu ! So-tan jahat... hu... hu...hu. Kan hari ini So-tan sudah janji mau melakukan apapun yang diinginkan Onee-sama." Seraffal berkata dengan ekspresi wajah menangis lucu.
"Ugh... t-tapi...o-nee-sama...ak-aku m-malu." Jawab Sona yang pasrah dengan rengekan Kakaknya.
Sebenarnya Sona sangat menyayangi kakaknya tapi karena kakaknya mempunyai sifat Siscon dan Lolicon akut parah membuat Sona sering merasa malu jika pembuatan kakaknya terhadap dia terlihat di depan umum. Akhirnya dia membuat sebuah perjanjian untuk melakukan apapun yang kakaknya inginkan asalkan kakaknya tidak muncul saat dia sedang berada disekolah.
Itu ia lakukan agar Imagenya sebagai ketua Kaichou (Ketua Osis) yang dingin dan datar tidak rusak karena tingkah kakaknya yang siscon akut, itu adalah mimpi buruknya jika orang lain mengetahuinya.
*Ckrekk.*
"Hee Gambar yang manis dan imut dari Sona kaichou."
Mendengar namanya disebut, Sona langsung membalikkan badannya dengan kaku dan wajahnya yang sudah pucat.
'Tamatlah riwayatku.' Benak Sona pasrah.
___________________________________________
__ADS_1
Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.