
"Mulai sekarang namamu adalah Raphael. Bagaimana apakah kau menyukainya?. " kata Gilgamesh.
[ Tentu master! saya berterimakasih kepada master karena telah memberikan saya sebuah nama. ]
"Tidak perlu dipikirkan, mulai sekarang dan seterusnya mohon bantuannya Raphael. " kata Gilgamesh.
[ Baik master, serahkan saja pada saya. ]
Gilgamesh tersenyum tipis mendengarnya. Lalu ia melihat sekelilingnya. Sebuah kamar yang begitu besar dan mewah, dan nuansa elegan. Lalu terdapat kasur yang cukup besar, cukup untuk disi lebih dari 8 orang.
Gilgamesh berjalan kearah kasurnya dan merebahkan dirinya. "Ahh! kasur ini lembut sekali. Aku harus berterimakasih kepada kakek dewa. "
"Raphael, tolong perlihatkan statusku." kata Gilgamesh.
Lalu sebuah layar hologram melayang di depan Gilgamesh.
•••
...Nama : Gilgamesh...
...Age : 6 tahun...
...Gender : Pria sejati...
...Title : Raja Pahlawan.The Lord Of Protagonis Isekai....
...Skil : Omniverse God Manas Raphael, Gate Of Babylon, All Noble Phantas, Gate Of Darkenes(Terkunci), Though Accelaretion....
...Keterampilan : Pemahaman Instant...
...Ras : Setengah Dewa...
...Element : Ilahi...
...Bloodline : Emperor Dragon Azure (1/999)...
...Tipe tubuh : Absorbent body...
...Kekuatan : Iblis kelas menengah (Segel : Dewa super kuat)...
...Alter ego : terkunci(Dewa Naga)...
•••
Gilgamesh mengangguk paham melihat statusnya, kurang lebih ia mengerti mengapa kekuatannya disegel.
Gilgamesh bangun dari kasurnya menuju jendela, ia membuka jendelanya dan melihat bahwa hari masih siang. Gilgamesh memutuskan untuk pergi keliling kota, sekalian ia juga ingin mengunjungi beberapa tempat.
__ADS_1
Gilgamesh berkeliling kota sampai tidak terasa bahwa hari sudah mulai sore. Selama berkeliling Gilgamesh juga mengunjungi tempat terjadinya Plot canon. Tempatnya sendiri tidak jauh berbeda yang ada dianime.
Karena hari sudah mulai gelap, Gilgamesh memutuskan untuk kembali pulang. Disaat ia melewati sebuah taman, Gilgamesh melihat ada sorang gadis kecil sedang duduk diayunan.
[ POV : GILGAMESH ]
Setelah aku berkeliling kota, aku memutuskan untuk kembali karena matahari sudah mulai terbit. Selama berkeliling, aku juga mengunjungi banyak tempat.
Saat ini aku sedang berjalan santai menuju rumahku. Disaat aku melewati sebuah taman, aku melihat ada seorang gadis kecil berambut cokelat sedang duduk.
"Bukankah itu irina shidou? Hah.. Aku tidak menyangka akan bertemu dengan salah satu harem si mesum itu. Padahal aku baru saja tiba di dunia ini" batinku.
Aku berjalan menghampirinya, dan sepertinya dia tidak sadar jika aku mendekatinya. Ketika jarak hanya kurang lebih 2 meter barulah ia menyadari keberadaanku.
"Kamu?.. " Irinia menatap bingung Gilgamesh yang sedang menatapnya.
Bukannya menjawab Gilgamesh bertanya balik ke Irina, "Apa yang dilakukan gadis kecil sepertimu ditempat ini? hari sudah mulai malam, apakah kau tidak takut jika ada yang menculikmu? "
"I-itu.. " Irinia ragu menjawab anak didepan nya.
Aku menghela nafas pelan, lalu aku duduk disamping bangku Irina, "Apakah kau punya masalah? "
Irina sedikit ragu ingin mengatakannya tapi dia berusaha menceritakan masalahnya, "T-teman-teman disekolah menganggapku sebagai seorang laki-laki! padahal aku seorang perempuan. Dan karena penampilan ku yang aneh aku dijauhi teman-teman ku dan tidak ada yang mau berteman denganku."
Aku melihat irina yang menundukan kepalanya, sepertinya dia sedang sedih karena tidak ada orang yang menganggapnya sebagai seorang perempuan dan tidak ada yang mau berteman dengannya.
"Wajar jika teman sekolahmu menganggap kau sebagai laki-laki, coba lihat rambut pendekmu yang seperti seorang laki-laki. Jika kau ingin dianggap perempuan maka panjangkanlah rambutmu. " ucapku sambil melepas topi yang menutupi rambutnya.
"Apakah kau bodoh? jika kau ingin memanjangkan rambutmu setidaknya tunggulah paling lama 3 bulan. " ucapku datar.
Irina tampak terkejut mendengarnya, "A-apakah begitu? kukira hanya dalam seminggu rambutku sudah mulai tumbuh."
Aku menatap Irina dengan senyum tipis, "Hei! apakah kau mau berteman denganku? kebetulan aku baru saja pindah kekota ini. Jadi aku tidak memiliki teman. " kataku.
Tampak Irina terkejut sekaligus senang, "Tentu aku mau! Perkenalkan namaku Irina Shidou." kata Irina antusias.
"Aku Gilgamesh, senang berteman denganmu Irina. " ucapku sambil tersenyum.
Irina membalas senyumanku tapi kemudian ia tersadar dan menatapku dengan aneh.
"Oh iya! bagaimana kau bisa mengetahui bahwa aku adalah seorang perempuan? " tanya Irina dengan curiga.
'Tentu saja dari anime' aku ingin mengatakanya begitu tapi dia pasti tidak percaya.
"R-a-h-a-s-i-a." ucapku berniat menggoda Irina.
Irina mengembungkan pipinya kesal karena jawaban yang kurang memuaskan.
__ADS_1
"Matahari sudah hampir terbenam, bagaimana kalau aku mengantarkanmu pulang. Akan sangat berbahaya kalau nanti kau sampai terculik." kataku mengalihkan topik pembicaraan.
Masih dengan perasaan senang karena ada yang mau berteman dengannya, Irina segera saja menarik tangan Gilgamesh menuju rumahnya. Tentu, Gilgamesh hanya bisa pasrah ketika tangannya ditarik.
[ POV END ]
Cukup lama berjalan sampai akhirnya mereka tiba didepan rumah Irina, "Terimakasih karena sudah mau mengantarku pulang Gilga-kun!" ucap Irina antusias.
"Apa-apaan dengan panggilan aneh itu! " ketus Gilgamesh.
Irina hanya terkekeh melihat ekspresi Gilgamesh.
"Kalau begitu aku pulang dulu, Sampai jumpa lagi Irina. " kata Gilgamesh sambil berbalik pergi.
Irina menahan tangannya dan berkata, "Apakah kita akan bertemu lagi? " tanya Irina dengan sedih.
Aku tersenyum melihatnya, lalu mengelus kepalanya dengan pelan, "Dalam waktu dekat aku akan datang berkunjung kerumahmu. Tapi jika kau ingin datang kerumahku, aku tidak keberatan. Kebetulan rumahku tidak jauh dari sini. " ujar Gilgamesh sambil memberikan alamat rumahnya kepada Irina.
Dengan senang hati Irina menerima hal itu.
•••
Didalam kamarnya, Gilgamesh merebahkan tubuhnya dikasur dan termenung.
"Hah.. Aku bingung kedepannya aku harus ngapain. Apakah mengikuti alur plot dengan semestinya atau merubah plotnya? "
"Nee Raphael-chan, apakah kau ada saran? " tanya Gilgamesh.
[ Mengapa tidak merubah plotnya saja dan merebut semua harem protagonis yang mesum itu? bukankah itu semua keinginan master dari awal ]
"Kau ada benarnya juga, tapi... bukankah protagonis itu memiliki daya tarik sendiri untuk mengikat Heroine nya? Aku tidak sudi jika aku yang harus mengejarnya!" ucap Gilgamesh dengan tegas.
[ Master tenang saja, saat ini Master adalah sang Protagonis nya. Semenjak master berada didunia ini, Master telah merebut gelar Protagonis yang ada di anime ini. ]
"Hee begitukah? mengapa aku tidak mengetahuinya." ujarku dengan bingung.
[ Apakah anda tidak melihat Title di status anda? ] Raphael berkata dengan nada datar.
Gilgamesh buru-buru melihat kembali statusnya, dan benar saja dia melihat title nya The Lord of Protagonis Isekai. Meskipun tidak begitu paham, tapi Gilgamesh dapat menebak apa artinya.
"Aku cukup lelah hari ini, Raphael-chan tolong bangunkan aku ketika matahari sudah mulai terbit. " perintah Gilgamesh.
[ Baik master ]
Lalu Gilgamesh pun menutup matanya perlahan sampai akhirnya tertidur pulas.
_____________________________________________
__ADS_1
Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.