REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER

REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER
BAB 11


__ADS_3

Tidak jauh dari daerah kuil, Gilgamesh mengamati keadaan sekitar dari atas pohon yang cukup tinggi.


Hampir dua jam Gilgamesh berada di situ, dan selama itu tidak ada hal yang mencurigakan semuanya tampak baik-baik saja.


"Raphael, apakah benar hari ini canon penyerangan kuil? aku sudah lama menunggu tapi tidak ada hal yang terjadi, apa kau mengerjaiku? " ucap Gilgamesh mengeluh.


[ Hah... ini sudah kesepuluh kalinya master bertanya pertanyaan yang sama, bersabarlah sedikit. ingat Orang sabar di sayang tuhan.. ]


"Terserah kau saja." kata Gilgamesh malas berdebat dengan Raphael.


Selang beberapa menit menunggu, akhirnya terlihat beberapa kelompok berjubah hitam yang tampak mencurigakan.


Gilgamesh mengamatinya dan merasakan energi mereka, "Malaikat jatuh dan beberapa iblis liar yah.. dan lagi semuanya berada di tingkat menengah. " ungkap Gilgamesh setelah menilai kekuatan mereka.


Kelompok tersebut bergerak cepat memasuki daerah kuil, beberapa dari mereka menjaga keadaan sekitar dan mereka tampak berhati-hati.


"Hooh, tampaknya mereka cukup cerdas ya. Tapi itu semua percuma jika dihadapnku. baiklah saatnya sedikit bersenang-senang.. " Gilgamesh memperlihatkan senyuman kecilnya.


•••


[ POV AKENO ]


Halo semua, perkenalkan aku Akeno Himejima. Aku adalah seorang gadis kuil dan juga setengah Malaikat jatuh.


Aku tinggal di sebuah kuil di pinggiran kota bersama ibuku, Shuri Himejima dan juga ayahku Baraqiel. Ibuku adalah manusia biasa, sedangkan ayahku dia adalah petinggi Malaikat jatuh.


Keluargaku diusir dari Klan Himejima karena mereka mengetahui identitas ayahku yang adalah petinggi malaikat jatuh. Dan kami pun memutuskan untuk mengasingkan diri.


Pada saat itu Ayahku Baraqiel pergi menyelesaikan misi, dan semenjak itu dia tidak pernah kembali lagi.


Aku juga sering melihat ibuku yang bersedih dan kesepian karena ayah tidak kunjung balik. Aku sudah mencoba untuk menghiburnya, tapi dia selalu mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan selalu memberikan senyuman palsu untuk menutupi kesedihannya.


Mulai saat itu aku mulai membencinya, dan berharap bahwa dia tidak akan kembali di kehidupanku dan juga ibuku.


Jujur saja aku sedikit kesepian karena tidak ada teman yang mengajakku bermain. Tapi pada suatu hari, aku bertemu dengan seorang anak kecil semuruanku. Dia memiliki ciri-ciri rambut berwarna emas murni, mata merah tajamnya dan pupil yang seperti predator. Nama dia adalah Gilgamesh.


Mungkin penampilannya terdengar menyeramkan, tapi bagiku tidak karena dia memiliki wajah yang menurutku sangat tampan. Semenjak pertemuanku dengannya kehidupanku mulai berubah.


Dia selalu datang ke kuil dan bermain denganku, dia juga selalu menggodaku dan itu membuat wajahku selalu memerah.


Tidak jarang dia juga sering menggoda ibuku, Tapi anehnya ibuku malah merasa senang dengan hal itu dan menjadi sering tersenyum.


Aku turut senang dengan hal itu. Aku juga sempat berpikir bahwa ibuku juga menyukai Gilgamesh, tapi pikiran itu langsung kubuang jauh-jauh. Karena tidak mungkin kan ibuku menyukai anak kecil yang semuruan denganku...mungkin?


Hari-Hari terus berlalu dengan damai, tapi tidak dengan hari ini..


Diruang tamu, aku dan Ibuku sedang bersantai dan sesakali berbicang. Tidak lama kemudian aku dan ibuku mendengar suara ricuh diluar.


*Brakk.*


Dan tiba-tiba pintu rumah digebrak dengan keras menampilkan beberapa orang berjubah hitam.


"Siapa kalian!! " ibuku langsung menghampiriku dan menyembunyikanku dibelakang punggungnya.


"Akhirnya ketemu juga kau ******! " salah satu dari mereka berbicara.


"O..Oka-saan.." aku ketakutan melihat mereka, dan kakiku juga gemetar.


Shuri berbalik dan menatap Akeno yang sedang ketakutan, "Tidak apa-apa Akeno, Ada ibu disini. Kamu tetaplah bersembunyi dibelakang mengerti? " ucap Shuri sambil tersenyum.


"Hmh.. " Akeno hanya mengangguk kecil dan membenamkan wajahnya dipunggug Shuri.


"Apa mau kalian? " tanya Shuri sambil menatap mereka dengan tajam.


"Khekhe...kami disini ingin membunuhmu atas perintah kepala klan Himejima." ucap salah satu orang berjubah hitam sambil tersenyum jahat.


Shuri hanya bisa terkejut dalam hati.

__ADS_1


"Heeh ternyata kau memiliki putri yang cukup cantik ya.. "


Mendengarnya Shuri langsung mengambil sikap waspada.


Dua orang dari mereka maju berniat untuk memisahkan Akeno dan Shuri. Shuri mencoba melindungi akeno dengan mengenggam tangannya dengan kuat, tapi itu percupa karena musuh mereka adalah iblis dan malaikat jatuh sedangkan Shuri hanyalah manusia biasa.


Lalu Akeno dan Shuri pun ditarik keluar dari rumah dengan paksa.


"T-tidak lepaskan! i-ibu tolong! "Akeno hanya bisa berteriak dengan bergelimang air mata.


"Akeno.. " suara dari Shuri terdengar Lirih. Kekuatannya tidak sebanding dengan mereka dan hanya bisa pasrah.


"Sayang sekali jika anak ini dibunuh. Tapi apa boleh buat ini adalah perintah atasan...Jadi maaf ya nona kecil kau harus mati sekarang juga." orang berjubah hitam mengeluarkan pedang dari sakunya dan bersiap untuk menabas Akeno.


'Siapapun tolong aku dan ibuku!..tolong datanglah Gilga-kun! ' pikir Akeno berharap ada yang ingin menolongnya dan satu-satunya laki yang ia pikirkan adalah Gilgamesh.


Orang berjubah hitam tersebut mengayunkan pedangnya tinggi dan siap kapan saja untuk membunuh Akeno.


"T-tidak Akeno! tolong lepaskan dia, aku bersedia melakukan apapun untuk kalian.. Hiks.. hikss tolong lepaskanlah dia.. " Shuri hanya bisa memohon, tapi tidak didengarkan oleh mereka.


SLASHH!


Suara tebasan terdengar ditelinga Shuri, Ia memjamkan matanya dan bersedih dengan apa yang menimpa dirinya dan juga putri kesayangannya.


"Akhhkhh! "


Suara teriakan terdengar, dan Shuri membuka matanya dan terkejut melihat sosok yang ia kenal sedang melindungi Akeno.


"Hmm... tidak semudah itu iblis rendahan! " suara yang akrab terdengar ditelinga Akeno, dan melihat Gilgamesh yang memegang sebuah pedang dan mencoba melindunginya.


"Yo Akeno-Chan, apakah kau baik-baik saja?" tanya Gilgamesh sambil tersenyum manatap Akeno.


"Hiks.. Gilga-kun." Akeno senang dengan kedatangan Gilgamesh.


"Siapa kau!! " salah satu dari orang berjubah hitam berteriak kearah Gilgamesh.


Tidak menunggu waktu untuk musuhnya bergerak Gilgamesh segera membunuh iblis yang ingin menyerang Akeno dengan sekali tebasan. Dan tubuh iblis itu pun terpotong dengan rapih.


Gilgamesh melesat kearah Malaikat jatuh yang sedang menahan Shuri. Dalam sekekap Gilgamesh muncul dihadapannya lalu mengayunkan pedangnya ke bagian jantung.


JLEBB!!


Pedang suci Durandal Gilgamesh menembus dada malikat jatuh itu yang terkejut dengan serangan yang tiba-tiba, dan ia pun terbunuh dengan mudah oleh pedang suci Durandal Gilgamesh.


Shuri terkejut kerena Gilgamesh memiliki kekuatan yang dapat membunuh malaikat jatuh dengan sekekap saja.


"Bibi Shuri, bisakah kau membawa Akeno pergi dari sini? untuk mereka aku akan menahannya selama kalian pergi." Gilgamesh berkata sambil tersenyum kepada Shuri.


Shuri terkejut mendengarnya dan dia pun berkata, "Eh? tapi bagaimana dengan Gilga-kun? " tanya Shuri khawatir dengan Gilgamesh.


"Bibi tenang saja, aku cukup kuat untuk membunuh mereka." kata Gilgamesh percaya diri.


"B-Bagaimana jika aku sa-" Gilgamesh memotong perkataan Shuri karena ia tahu apa yang ingin dikatakan olehnya.


"Bibi Shuri kumohon..." Gilgamesh tersenyum lembut kepada Shuri.


Shuri meneteskan air matanya melihat senyuman Gilgames yang menurutnya siap mengorbankan nyawanya demi ia dan Akeno.


"Gilga-kun apa yang kau katakan! aku tidak akan pergi, kita akan tetap bersama disini dan aku tidak ingin berpisah darimu! " Akeno berteriak marah kepada Gilgamesh dan air mata membasahi dirinya.


"Maaf Akeno-chan, ini demi kabaikanmu dan juga bibi Shuri. Semoga kalian hidup bahagia disana dan tenang saja aku berjanji akan tetap hidup." Gilgamesh berkata sambil menunjukkan senyuman indahnya.


Shuri terpaksa menuruti permintaan Gilgamesh dan ia pun menghampiri Akeno dan langsung menariknya dengan kuat.


"Tidak ibu! lepaskan aku tidak ingin berpisah darinya!"


"Ibu tolong lepaskan aku! aku tidak ingin meninggalkan Gilga-kun! " teriak Akeno histeris dan mencoba membrontak dari tarikan Shuri. Karena tubuhnya yang kecil ia tidak bisa berbuat apa-apa.

__ADS_1


'Maaf Akeno ini demi kebaikanmu.. dan kuharap Gilga-kun selamat.' batin Shuri sambil berlari menjauh dari Kuil dan masuk ke dalam hutan.


Melihat bahwa mereka sudah cukup jauh dari pandangannya, Gilgamesh menatap orang-oranh berjubah hitam yang berjumlah 9 orang. Mereka semua terdiri dari Malaikat jatuh dan Iblis liar.


"Kenapa kalian diam saja? maju dan seranglah aku, aku membutuhkan sedikit pemanasan disini." ucap Gilgamesh sambil meregangkan tubuhnya.


"Jangan sombong dulu kau bocah! " mereka terpancing emosi oleh provokasi Gilgamesh.


Salah satu dari mereka melesat kearah Gilgamesh sambil bersiap menyerangnya dengan sebuah tombak cahaya berwarna merah di tangannya.


"Mati kau! "


BUMMB!


Sesuatu yang mengejutkan terjadi, Orang yang ingin menyerang Gilgamesh tersebut menjadi kabut darah akibat terkena serangan Gilgamesh. Yaitu gelombang sonic.


Mereka semua terkejut melihat teman mereka mati dalam sekejap.


"Ada apa dengan kalian? jika kalian tidak segera menyerang kalian akan mati sia-sia loh." Gilgamesh berkata dengan remeh.


"Sialan kau bocah, Akan kami siksa sebelum kau mati." Ucap pemimpin mereka.


"Perkataanmu itu aku kembalikan pada kalian." sosok Gilgamesh menghilang dari tempatnya, lalu ia muncul di salah satu Iblis liar dan langsung menebas kepalanya.


Kejadian itu terus berulang sampai tersisa satu malaikat jatuh yang tengah menatapnya dengan penuh ketakutan dan seluruh tubuhnya bergetar hebat.


Shushh!


Gilgamesh mengayunkan pedangnya kearah samping, dan noda darah yang berada di pedang itu menghilang dari bilah pedangnya.


Gilgamesh berjalan menghampiri malaikat itu, melihat Gilgamesh yang mendekat sontak malaikat jatuh itu merangkak mundur dengan tergesa-gesa.


Jlebb!


Gilgamesh menusuk pedangny kearah kaki malaikat itu, Malaikat tersebut berteriak kesakitan.


"Akhkhh!..tolong bunuh aku... " ucapnya memohon dengan lemah.


"Hooh, apakah jika korban yang ingin kau bunuh memohon seperti itu kau akan mengampuninya? sepertinya tidak." kata Gilgamesh lalu ia menusukkan pedang suci Durandalnya ketubuh malaikat jatuh itu sampai tewas.


"Hah~...bahkan pertarungan ini tidak layak disebu sebagai pemanasan." Gilgamesh berkata dengan ekspresi bosan.


Sebelum meninggalkan kuil, Gilgamesh membakar seluruh daerah kuil berserta mayat iblis dan malaikat jatuh sampai hangus dan tidak meninggalkan bukti sedikitpun.


•••



(A/N : Pedang Durandal yang dipakai oleh Gilgamesh. [SC: Pinterest]


Deskprisi : Durendal (デュランダル, Dyurandaru): Pedang Mahsyur Tiada Tandingan (絶世の名剣, Zessei no meiken)


Tahap: 2-D


Jenis: Anti-Unit


Pedang suci bercahaya ini telah disihir oleh tiga keajaiban, tidak membenarkan bilahnya beransur pudar sama sekali meskipun Mana penggunanya kering. Lagenda purba menyebut Durendal sebagai pedang yang kebal dan tidak boleh dimusnahkan, serta mengatakan bahawa pedangnya pernah digunakan oleh Hector, seorang pejuang berkebolehan yang bertarung dalam Iliad karya Homeros.


Kemudian, pedang ini menjadi popular sebagai pedang yang diberikan kepada seorang paladin bernama Roland oleh Maharaja Rom Suci iaitu Charlemagne, yang asalnya menerima pedang tersebut daripada seorang malaikat.


(SC: Wikipedia.)


•••


___________________________________________


__ADS_1


Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.


__ADS_2