
Keesokan harinya.
Didalam kamarnya, Gilgamesh masih tertidur pulas tidak menandakan akan terbangun. Bahkan matahari sudah mulai terbit menyinari paginya dunia yang suram ini.
Dua jam berlalu Gilgamesh menandakan akan terbangun dari tidurnya, Perlahan kelopak matanya terbuka dan sinar matahari menyilaukan pandangannya.
"Ughh... aku sedikit pusing." katanya sambil memegangi kepalanya.
[ Selamat pagi master ] Sambut Raphael kepada Gilgamesh yang masih mengumpulkan nyawanya.
"Pagi juga...Raphael apakah kau mengetahui kenapa kamarin malam aku merasakan kantuk yang sangat berat? " tanya Gilgamesh.
[ Kamarin anda terlalu memaksakan diri untuk menggunakan pedang Ea, meskipun kekuatan master sudah cukup untuk memakainya tetapi dampak beban yang diberikan memengaruhi mental dan fisik master yang masih kecil. ]
"Aku lupa jika aku masih barumur enam tahun, hah.. aku sedikit ceroboh." Gilgamesh handak turun dari kasurnya, Tetapi sesuatu yang menggumpal dan lembut terasa di tangannya.
"Enhh..ahnhh.."
Tiba-tiba suara erangan seorang wanita terdengar ditelinga Gilgamesh dan membuatnya kaget, "Eh? "
Lalu Gilgamesh meremas-kembali tangannya mencoba memastikan bahwa ia salah dengar dan salah pegang sesuatu.
"Emnh! hnhm! Master... "
Suara erotis itu kembali terdengar di telinga Gilgamesh, Dengan penuh keberanian Gilgamesh menarik selimut tempat asal suara itu berasal.
Diasaat selimut terbuka, menampilkan seorang wanita kecil sekitar seumuran dengan Gilgamesh sedang tertidur tetapi ada rona merah dipipinya.
Wanita itu memiliki ciri-ciri rambut panjang berwarna merah muda, ia memakai sebuah pakain seperti Yukatta/Kimono berwarna putih dengan paduan warna merah muda.
Lalu sebuah anting berwarna emas, kemudian sebuah telinga yang seperti rubah berwarna selaras dengan rambutnya. Paras wajahnya sangatlah cantik dan menawan bahkan melebihi semua wanita di dunia ini.
Gilgamesh tampak tertegun melihat kecantikan surgawi tersebut, kemudian ia kembali sadar dan menarik kembali tangannya.
Mengatur nafa dalam-dalam tidak menimbulkan suara sedikitpun, ia mencoba untuk menenangkan dirinya barulah Gilgamesh bisa berfikir jernih.
"Huhh... tenang-tenang, jangan panik."
Beberapa saat kemudian setelah mengatur nafasnya, "Raphael, kenapa kau tidak bilang bahwa ia akan kembali kewujud manusia setelah menyerap energi ku! " Gilgamesh berkata dalam pikirannya dan mengumpat kepada Raphael.
[ Anda tidak bertanya ] Jawab singkat dan datar Raphael.
Mendengar jawaban dari Raphael, Gilgamesh hanya bisa menahan kesal di hatinya. 'Dasar manas sialan! tunggu saja pembalasanku.' batin Gilgamesh sambil tersenyum jahat.
"Tapi jika dipikir-pikir kembali... Bukankah dia terlihat sangat cantik dibandingkan dengan versi Gamenya? dan juga ia saat ini masih dalam bentuk kecilnya yang imut." kata Gilgamesh sambil tersenyum.
[ Master... apakah anda adalah seorang pecinta Lolicon? ]
Bagaikan tersambar petir, perkataan Raphael membuat Gilgamesh mematung tidak berdaya.
•••
__ADS_1
Flash Back.
Di Laboratorium keluarga Neberius.
"Entah kenapa aku terasa tidak asing dengan rubah kecil ini." ucap Gilgamesh mencoba mengingat.
[ Jawab : Rubah kecil ini berasal dari dimensi lain, sepertinya ia terjebak oleh ruang&waktu dan berakhir di dunia ini. ]
Gilgamesh mengangguk paham mendengarnya lalu ia bertanya, "Apakah kau mengetahui di dimensi mana ia berasal? "
[ Tentu master, rubah ini berasal dari dimensi sebuah game yaitu Genshin Impact dan dia adalah Yae Miko ]
Mendengarnya aku terkejut, "Bagimana bisa itu terjadi? bukankah ia hanya karakter Fiksi dari sebuh game? " Gilgamesh berkata dengan bingung.
[ Master sendiri saat ini sudah menjadi karakter Fiksi dari sebuah anime, jadi jangan terlalu heran. Awalnya dimensi anime dan game memiliki kemiripan yang hampir sama, jadi tidak menutup kemungkinan bahwa ada karakter fiksi dari game dan anime yang lain ] Jawab Raphael panjang lebar.
"Oh begitu... apakah ini sengaja dibuat oleh Kakek dewa itu? " tanya kembali Gilgamesh.
[ Kemungkinan mencapai 78% ]
Gilgamesh hanya mengangguk tidak ambil pusing, ia juga tidak keberatan dengan kehadiran karakter lain. Dan mungkin dimasa depan nanti akan ada pertunjukkan yang sangat tidak terduga, ia tidak sabar menantikan hal itu.
•••
Kembali kesaat ini.
Gilgamesh beranjak dari kasurnya dengan perlahan, ia tidak ingin membangunkan Yae Miko yang sedang tertidur.
Selesai membersihkan dirinya, Gilgamesh bergegas keluar kamar dan ingin memasak sesuatu buat dirinya dan juga Yae Miko tentunya.
Bahan makanan masih cukup banyak dan kondisinya juga masih bagus, jadi tidak ada masalah soal kualitasnya.
Jujur saja dengan tubuh kecil ini membuat Gilgamesh sedikit kerepotan, Ia menjadi tidak leluasa bergerak apalagi jika ditempat yang tinggi.
Setengah jam berlalu Gilgamesh membuat sarapan pagi. Ia menuju kamar berniat untuk membangunkan Rubah kecil itu, setelah menyerap energinya semalam pasti ia sudah kembali kondisi semula.
Membuka pintu, Gilgamesh melihat bahwa Yae Miko masih tertidur. ia mengampiri nya berniat untuk membangunkannya, tapi Gilgamesh tidak tega ketika melihat wajah damai Yae Miko saat ini tertidur.
"Sial.. Entah kenapa hasrat wibu sejatiku bangkit setelah melihat waifuku menjadi kenyataan!" ucap Gilgamesh ketika melihat wajah yang menurutnya sangat mempesona dan juga ekor rubahnya yang bergoyang kesana kemari menambah kesan imut.
[ Master -_- ]
(A/N : Hehehe boy 🗿☕)
•••
"Gawat! gawat! Gairah wibuku bergejolak didalam tubuhku! aku harus menanhannya. Jangan sampai aku dikuasi oleh semacam godaan rendahan ini." ucap Gilgamesh mati-matian menahan dirinya agar tidak menyentuh Yae Miko.
"S-setidaknya sedikit saja aku ingin menyentuh bulunya... Benar! sedikit saja." lalu Gilgamesh perlahan menyentuh bulu rubah Yae Miko yang sedang bergeliat.
__ADS_1
Lembut dan hangat... itulah yang dirasakan olehku saat menyentuh bulu indahnya. Apakah ini yang dinamakan Surga Dunia? jika iya, aku ingin terus selamanya seperti ini.
Terbawa oleh suasana, Gilgamesh mendekatkan wajahnya kepada ekor Yae Miko dan menikmati lembut dan kehangatannya.
"Emnhn.. " Yae Miko membuka matanya karena ia merasakan panas ditubuhnya dan juga nikmat disaat yang bersamaan.
Ekor sensitifnya terlihat dipegang oleh sesuatu yang menimbulkan perasaan aneh, "Eh! master apa yang anda lakukan! " Yae Miko terkejut melihat Gilgamesh yang sedang memainkan bulu Ekornya.
Gilgamesh sendiri ia langsung merasa panik ketika mendengar suara Yae Miko. Segara saja ia sedikit menjauh dari tempat tidur.
"T-tidak-tidak, ini tidak seperti yang kau pikirkan. aku tidak berniat berbuat mesum atau melakukan pelecehan seksual pada tubuhmu." kata Gilgamesh dengan panik.
[ Tapi anda melakukannya.. ] kata datar Raphael.
'Diam kau! ' umpat kesal Gilgamesh.
Masih dengan rona merah diwajahnya, Yae Miko berkata dengan pelan, "Selama itu master yang melakukannya, aku tidak keberatan." ucapnya dengan suara pelan dan rona merah dipipinya bertambah.
Gilgamesh pura-pura tidak mendengar hal itu, dan berusaha untuk mencairkan suasana yang panas ini. "Lupakan hal itu, dan kuharap kau mau mamaafkanku."
"Sepertinya kau sudah lama sadar dan tidak terkejut dengan kebaradaanku." kata Gilgamesh.
"Emnh... Saat master membebaskanku dari sangkar itu aku sudah sadar. Dan tiba-tiba aku dipindahkan keruangan seperti dimensi yang sangat gelap saat itu, tapi tidak lama aku merasakan ada tangan yang menyentuhkan dan membawaku keluar."
(A/N : Yang dimaksud adalah saat dia berada di ruang Imajiner milik Raphael)
"Saat itulah aku melihat Master, dan master jugalah yang telah menyembuhkanku." ungkap Yae Miko sambil Tersenyum manis.
'Sialan senyuman itu sangat manis dan juga mematikan.. ' batin Gilgamesh.
"E-ekhem, untuk sekarang mari kita keluar dan sarapan. Kita akan membicarakannya lagi setelah itu." kata Gilgamesh dengan tenang.
"Baik master! " dengan semangat Yae Miko menghampiri Gilgamesh dan memeluk lengannya dengan kuat.
'Ughh.. meskipun tubuhnya masih kecil tapi gunung kembarnya sudah sebesar ini. Bahkan akeno masih datar seperti papan cucian.' batin Gilgamesh menahan godaan dari Yae Miko.
Lalu mereka turun kebawah dengan Yae Miko yang senantiasa memeluk lengan Gilgamesh. Menghabiskan seluruh makanan yang tersedia.
Selesai sarapan, Mereka berdua duduk diruang tamu sambil berbincang ringan mencairkan suasana yang tadinya canggung.
Gilgamesh juga menanyakan beberapa hal tentang kenapa Yae Miko bisa berada di dunia ini, Meskipun Gilgamesh tidak keberatan. Tapi ia membutuhkan alasannya.
•••
(A/N : untuk sekarang Alurnya dibawa santai aja, nanti saat udah memasuki eps 1 baru dah tu. Untuk sekarang nikmati aja dulu alurnya, tapi kalo ga ada yang suka Author bakal usahain cepetin alurnya biar ga bosan oke.)
___________________________________________
Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.
__ADS_1