REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER

REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER
BAB 10


__ADS_3

Cukup lama Yae Miko dan Gilgamesh berbincang dan sesekali mereka bercanda seperti sudah akrab.


Yae Miko adalah orang yang paling banyak bertanya tentang Gilgamesh, ia juga terlihat antusias saat bersama Gilgamesh.


Gilgamesh juga sempat menanyakan bagaimana Yae Miko bisa berada disini? dan dari mana ia berasal.


Dan Yae Miko hanya bingung mendengar pertanyaan Gilgamesh, ia sendiri juga masih kelihatan seperti tidak mengingat sesuatu.


Tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, Gilgamesh akhirnya memutuskan bertanya pada Raphael dan tentu langsung dijawab oleh Raphael.


[ Jawab : Sepertinya ia terkirim kedunia ini disaat Time Line dia baru lahir atau ia tercipta. Kemungkinan ada yang sengaja mengirimnya kesini. ]


Mendengar penjelasan dari Raphael, Gilgamesh hanya menganggukan kepalanya tanda ia mengerti.


'Sepertinya mulai sekarang aku harus sedikit berhati-hati kedepannya, tidak ada yang tahu takdir aku nanti akan seperti apa. Aku harus segera meningkatkan kekuatanku agar tidak ada hal yang tidak diinginkan terjadi. ' batin Gilgamesh.


Gilgamesh berlatih dihalaman rumah ditemani oleh Yae Miko yang senantiasa bersamanya. Gilgamesh juga memiliki rencana untuk melatih kekuatan Yae Miko juga agar ia bisa melindungi dirinya sendiri.


Tapi untuk sekarang Gilgamesh akan fokus untuk melatih kekuatannya sendiri. Setidaknya sampai Time Line kuil Akeno diserang.


Hanya beberapa jam Gilgamesh melakukan talihannya dan dia langsung menyudahinya.


Yae Miko yang sedari tadi memperhatikan Gilgamesh, ia berjalan menghampirinya dan memberikan handuk untuk menyeka keringatnya dan juga botol minum. "Ini master, silahkan dipakai." ucap Yae Miko sambil tersenyum.


Gilgamesh membalas senyuman itu lau ia mengambil handuk dan minuman yang beberikan oleh Yae Miko. "Terima kasih Yae Miko."


"Sama-sama master." balas Yae Miko sambil tersenyum.


•••


12.00


Melihat hari yang masih siang bolong, Gilgamesh berniat untuk mengajak Yae Miko keliling kota sekalian mengajaknya jalan-jalan.


Tentu Yae Miko merasa senang mendengarnya, ia langsung menarik tangan Gilgamesh dan mengajaknya keluar dengan penuh semangat.


Gilgamesh hanya bisa pasrah ketika dirinya ditarik oleh Yae Miko, melihat wajahnya yang terlihat antusias Gilgamesh tidak bisa menolaknya.


Kehadiran mereka berdua mengundang banyak perhatian dari semua orang yang mereka lewati. Banyak yang mengagumi kecantikan Yae Miko dan ketampanan Gilgamesh yang umurnya masih kecil.


Yae Miko dan Gilgamesh hanya mengabaikan orang-orang yang memandang mereka, selama mereka tidak menganggu waktunya maka mereka akan aman.


Disaat mereka sedang berjalan-jalan, Gilgamesh berpapasan pada sosok wanita berambut merah crimson dan dibelakangnya berdiri sosok wanita anggun dan juga cantik memakai pakaian maid.


Mereka adalah Rias Gremory dan Grayfia Lucifuge.

__ADS_1


"Cih kenapa aku harus bertemu dengan si ****** merah ini.. " gumam Gilgamesh menatap tidak suka pada Rias Gremory.


"Aku sedikit mempunyai permainan yang menarik disini.. " Gumamnya sambil menyeringai, Lalu saat mereka saling berpapasan Gilgamesh melepaskan sedikit aura ilahinya pada Rias Gremory dan juga Grayfia.


Rias dan juga Grayfia tersentak kaget ketika merasakan aura ilahi yang cukup kuat untuk menekan mereka. Rias sendiri ia langsung memegang kepalanya yang pusing dan tubuhnya yang tiba-tiba terasa panas.


Kekuatan Rias saat ini masih sangatlah lemah, lemah banget malahan. Jadi otomatis tubuhnya akan terasa seperti terbakar karena aura ilahi yang dimiliki Gilgamesh.


Grayfia sedikit terganggu dengan hal itu, tapi bukan yang itu ia pikirkan saat ini. "I-ini tidak salah lagi, Ini adalah energi milik dia! aku tahu batul aura dan energi miliknya." Gumam Grayfia, lalu kepalanya menoleh kesana-kemari mencari sosok anak kecil yang mengeluarkan energi tersebut.


"Grayfia-Onesama, k-kepala dan tubuhku terasa sakit.. " suara dari Rias menyadarkan Grayfia.


"Rias-sama, kita harus kembali secapatnya takut ada musuh yang sedang mengincar." kata Grayfia lalu ia menarik tangan Rias dan membawanya ketempat sepi lalu berteloportasi ke dunia bawah.


Di tempat tidak jauh mereka bertemu, Gilgamesh tertawa melihat kondisi Rias. Lalu tatapannya beralih pada sosok Grayfia, "Ini adalah pertemuan pertamaku denganya...tapi kenapa aku merasa sangat sering bertemu dengannya?" Gumam Gilgamesh melihat Grayfia dari kejauhan.


"Master, apakah master tidak apa-apa? juga kenapa kita bisa berada di sini, bukankah tadi kita masih berada dikota? " pertanyaan Yae Miko membuyarkan lamunan Gilgamesh.


"Tidak apa-apa, mari kita lanjutkan perjalanannya." Gilgamesh berkata sambil tersenyum.


'Mungkin tadi itu adalah perasaanku saja.. ' batin Gilgamesh tidak ambil pusing.


Mereka berdua melanjutkan perjalanan mereka yang sempat tertunda, Gilgamesh mengajak Yae Miko ke berbagai tempat hiburan dan tempat-tempat indah lainnya.


"Apakah ini yang disebut sebagai kencan? " gumam Gilgamesh sambil melihat Yae Miko yang sedang memakan Es Krim dengan senyuman diwajahnya.


Tidak terasa hari sudah mulai sore, Gilgamesh memutuskan untuk kembali kerumah dan beristirahat, Yae Miko tidak keberatan dan menyudahi perjalanan mereka.


Sesampainya dirumah, Gilgamesh langsung saja mandi untuk membersihkn tubuhnya. Lalu ia kedapur menyiapkan makan malam.


Yae Miko tampak menikmati makanan yang disajikan oleh Gilgamesh, ia makan dengan lahap.


"Makanlah dengan perlahan, apakah segitu enaknya masakanku? " Gilgamesh bertanya dengan penasaran, Karena menurutnya rasa masakannya biasa saja standar rumahan.


Yae Miko tidak menjawab tapi ia menganggukan kepalanya berkali-kali. Gilgamesh tertawa kecil melihat tingkah Yae Miko.


"Yae, apakah aku boleh memanggilmu seperti itu? " tanya Gilgamesh.


"Master bebas ingin memanggilku seperti apa. " ucapnya sambil tersenyum.


"Kalau begitu kau juga boleh memanggilku sesukamu." ujar Gilgamesh.


"Eh boleh? kalau begitu aku akan memanggilmu Gilgamesh-sama saja." kata Yae.


Gilgamesh hanya mengangguk lalu kembali makan.

__ADS_1


Esokan harinya, seperti biass Gilgamesh selalu berlatih dipagi harinya. Selesai berlatih Gilgamesh memasak sarapan pagi.


Selesai sarapan, Gilgamesh mengajak Yae ke kuil tempatnya Akeno. Dengan adanya Yae Miko pasti Akeno akan senang karena mendapatkan teman baru seumurannya.


Setidaknya itulah yang diharapkan Gilgamesh tapi ini mah....


"Aku adalah wanita milik Gilgamesh-sama! " ucap Yae dengan bangga.


"Tidak! aku adalah wanita yang cocok untuk Gilga-kun, aku juga sudah pernah mandi bersamanya." sahut Akeno sambil membusungkan dadanya yang masih datar.


"Hmph! jangan terlalu bangga gadis kecil, Gilgamesh-sama pernah menyentuh tubuhku. Dan juga... Heh! " kata Yae, lalu ia menatap gunung Akeno yang masih datar dan menatapnya dengan sinis.


Yae Miko membandingkan dirinya dengan punya Akeno, Tentu ia merasa bangga punya miliknya yang jauh lebih besar dari pada milik Akeno.


Akeno memerah melihatnya, ia juga merasa malu sekaligus kesal. "A-apaan kau ini! dasar wanita mesum! kau pasti menggoda Gilga-kun dengan tubuhmu itu." Akeno berkata sedikit teriak.


'Whoah ucapan akeno tajam sekali ya.. ' batin Gilgamesh ketika mendengarnya.


Gilgamesh menghampiri mereka berdua yang masih berdebat, menepuk kepala mereka dengan lembut lalu berbicara.


"Baik-baik, bisakah kalian berdua berhenti bertengkar. Kupingku terasa sakit mendengar teriakan kalian. " ucap Gilgamesh menenangkan mereka.


"Hmph! " Akeno dan Yae Miko secara bersamaan memalingkan wajahnya.


"Hah~mempunyai dua wanita ternyata cukup merepotkan ya.. " Gumam Gilgamesh.


Hari-Hari terus berlalu Gilgamesh lewati, tidak terasa sudah satu tahun ia berada di dunia ini. Sekarang umurnya sudah mencapai 7 tahun.


Tubuhnya semakin tinggi, cukup tinggi untuk anak semuruannya. Wajahnya juga terlihat lebih dewasa dan yang paling penting adalah bertambah tampan.


Dan tepat malam hari ini adalah terjadinya penyerangan di kuil Akeno dan Shuri. Gilgamesh cukup sedih karena ia akan berpisah dengan Akeno, Gilgamesh akan tetap mengikuti alur cerita dengan semestinya dan tidak berniat untuk mengubahnya.


Gilgamesh terlalu malas jika harus merubah merubah Plot. Kedepannya pasti ia akan kerepotan memprediksi masa depannya, jadi sebisa mungkin ia akan membiarkan plot berjalan seperti di animenya.


Tapi itu untuk sekarang, tidak untuk kedepannya. Kemungkinan di masa depan Gilgamesh akan mengacak-acak plotnya.


Saat ini Gilgamesh sudah bersiap untuk rencana nanti malam. Dia tidak akan membawa Yae Miko karena rubah kecil itu masih terlalu lemah untuk bersaing dengan para iblis.


Selesai dengan urusan ini barulah ia akan melatih Yae Miko, Gilgamesh yakin dengan bakatnya pasti Yae Miko mempunyai kekuatan yang besar dalam waktu dekat.


•••


(A/N : Menurut kalian ini Shuri harus diapain? dibiarkan mati? atau mengambilnya dan menjadikan dia harem MC? kalau kalian punya saran silahkan saja tulis di komentar, Author akan mempertimbangkannya oke.)


___________________________________________

__ADS_1



Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.


__ADS_2