REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER

REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER
BAB 26


__ADS_3

Keesokan Harinya.


Didalam kamar Gilgamesh dan Yasaka yang masih dalam keadaan tertidur dan saling berpelukan. Terlihat senyuman diwajah mereka menandakan kebahagiaan.


Sinar matahari menerangi kamar keduanya yang masih tidur nyenyak. Yasaka adalah orang pertama yang bangun terlebih dahulu, ia melihat Gilgamesh sedang tidur dengan damai didalam pelukannya.


Yasaka membelai wajah Gilgamesh dengan lembut. "Aku tidak menyangka bahwa kebahagiaan yang kuharap kan akan terkabul dengan adanya kehadiran dirimu didalam hidupku. Aku sempat berpikir bahwa ini adalah sebuah mimpi..." Yasaka berkata dan menempel kan keningnya pada Gilgamesh, menikmati kehangatan ini.


"Jika kau menganggap bahwa ini adalah mimpi...maka aku akan dengan senang hati akan membuat mimpi ini menjadi nyata." Ucap Gilgamesh tiba-tiba, dan dirinya mendengar perkataan Yasaka tadi.


Yasaka terkejut dan langsung menatap Gilgamesh yang sedang tersenyum padanya. Dengan malu-malu Yasaka berkata, "K-kamu mendengar nya ?"


Gilgamesh tersenyum dan langsung membawa kepala Yasaka kedalam pelukannya. "Ya aku mendengar ucapanmu barusan. Saat ini aku mungkin belum bisa sepenuhnya membuatmu bahagia, tapi mulai saat ini aku akan berusaha untuk membahagiakan mu dan juga Kunou."


"Umm, aku menantikannya. Tapi jangan aku saja yang kamu prioritas kan, Miko Onee-chan juga harus kamu bahagia kan." Ucap Yasaka.


"Tenang saja, aku juga tidak melupakan dia. Mungkin kamu dan para Readers tidak tahu kebersamaan ku dengan Yae Miko. Tapi Author sudah menyiapkan sebuah rencana khusus aku dan Yae Miko." Kata Gilgamesh sembari tersenyum.


"Wahhh, kamu malah ngasih spoiler Gil." Sahut Yasaka merasa lucu.


"A-ah maaf Thor hehe." Gilgamesh tertawa canggung.


Author "....."


•••


Yasaka bangkit dari tidurnya dan berkata, "Kamu cepatlah mandi, aku akan membangun kan Kunou dan membuat makanan untuk sarapan pagi kita." Lalu Yasaka pun pergi meninggalkan Gilgamesh.


"Oke." Balas singkat Gilgamesh.


Gilgamesh bangun dan langsung menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya, lalu menggosok gigi. "Yah meskipun aku tidak mandi tapi wajahku tetap tampan ya." Ungkap Gilgamesh narsis.


Setelah itu Gilgamesh segera menuju ruang makan yang berada cukup jauh dari kamarnya. "Kira-kira kapan ya si Author langsung time skip ini cerita. Aku tidak sabar untuk melihat plot animenya dan langsung menontonnya. Lalu entah kenapa, aku merasa di masa depan nanti bakalan ada hal yang merepotkan menantiku." Gumam Gilgamesh.


"Bodo amatlah, kan gw MC nya hehe."


Selesai bergumam tidak jelas, akhirnya Gilgamesh sampai di tempat ruang makan yang langsung disambut oleh penjaga Youkai yang waktu itu.


Didalam sudah ada Kunou yang menunggu, Gilgamesh melihat sekelilingnya mencari Yaska dan melihatnya di dapur. "Eh jadi yang memasak makanan waktu itu adalah Yasaka sendiri ? pantas saja saat aku memujinya dia terlihat senang." Batin Gilgamesh.


"Selamat pagi Onii-chan !" Sapa Kunou ketika melihat Gilgamesh sudah datang.


Gilgamesh tersenyum lalu membalas sapaan Kunou. "Pagi juga Kunou, sepertinya Yasaka belum selesai memasak jadi aku akan membantu nya dulu." Kata Gilgamesh lalu pergi kedapur.


"Baik Onii-chan." Balas Kunou.


Gilgamesh menghampiri Yasaka yang sedang bersenandung riang sembari memasak itu.Gilgamesh terkekeh melihat Yasaka yang menurutnya lucu, Yasaka juga memakai semacam apron yang terlihat sangat cocok dan imut.


Ditambah ciri-ciri Youkai Yasaka keluar menambah kesan ssheexy nya. Karena dulu Gilgamesh adalah seorang wibu akut jadi dia tahan tahan melihatnya keimutan seorang Furyy ini.


Gilgamesh memeluk Yasaka dari belakang dan mengagetkan nya. "Kyahh~"


'Wahh Khodamnya keluar.' Batin Gilgamesh tertawa kecil dalam hatinya.


Yasaka langsung berbalik melihat siapa yang meanganggunya itu dan mendapati Gilgamesh dibelakangnya. "Gil ! kau membuatku kaget saja, aku saat ini sedang fokus memasak jadi lepaskan dulu." Ucap Yasaka beralasan.

__ADS_1


Gilgamesh tidak memperdulikan perkataan Yasaka, dan dengan jahil ia menggigit kuping rubah Yasaka lalu tangannya bergerak membelai ekor Yasaka yang lembut itu


"Kyahh ! ...u-hnhmm G-gil jangan d-dulu...b-bagaimana a-ahmnh jika n-nanti Kunou me- mendengarnya." Yasaka terengah-engah dan nafasnya mulai memburu, wajah nya terdapat rona merah yang membuatnya semakin imut.


"Tenang saja aku sudah memasang penghalang kedap suara, dan aku ingin sedikit bermain denganmu." Gilgamesh berkata dengan menggoda.


Yasaka hanya pasrah dan mengikuti permainan Gilgamesh, ia tidak membencinya tapi harus tahu waktu dan tempat dong !


Singkat cerita, setelah mereka bermain sebentar. Gilgamesh melepaskan Yasaka yang sudah kelelahan itu. Kunou juga sudah menunggu di depan jadi tidak baik jika terus berlama lama, Kunou bisa curiga nanti.


Yasaka kembali memasak makanannya yang tertunda, karena Gilgamesh ia membutuhkan lebih banyak waktu lagi untuk menyelasaikannya.


Selesai memasak, Yasaka, Kunou dan Gilgamesh pun memakannya dengan lahap seperti tidak ingin kehabisan. "Pelan-pelanlah, aku memasak cukup banyak jadi tidak akan kehabisan." Yasaka tertawa kecil melihat mereka berdua.


Pintu ruang makan terbuka memperlihatkan salah satu tetua Youkai yang menghampiri Yasaka. Yasaka mengerutkan keningnya karena tetua itu tidak mengetuk pintu terlebih dahulu dan masin terobos aja.


"Maaf mangganggu waktu anda Yasaka-sama. Saya ingin melaporkan bahwa hari ini anda kedatangan tamu dari Fraksi Shinto, dan dia adalah orang yang cukup berpengaruh." Lapor tetua itu pada Yasaka.


Yasaka sedikit terkejut mendengar laporannya, "Apakah itu Lady Ameterassu ? kenapa dia datang berkunjung." Gumam Yasaka bingung.


Yasaka manatap tetua Youkai itu lalu berkata. "Kau boleh pergi, lalu perintah kan para Youkai dan tenguu untuk melakukan persiapan penyambutan."


"Baik Yasaka-sama...kalau begitu saya permisi." Lalu tetua Youkai itupun pergi.


Yasaka melirik Gilgamesh yang sedang asik makan tersebut dan berkata. "Gil, sepertinya hari ini aku kedatangan Lady Ameterassu. Lalu aku ingin kamu juga turut hadir, aku yakin dia pasti terkejut dengan kehadiranmu."


Mendengar perkataan Yasaka, Gilgamesh hanya mengiyakannya saja dan tidak berniat untuk menyembunyikan identitasnya.


"Baiklah, tapi aku akan melakukan sedikit pelatihan terlebih dahulu sembari menunggu kedatangan nya." Ucap Gilgamesh.


Gilgamesh mengangguk dan lanjut makan, 'Ya aku tidak menyangka bahwa Lady Ameterassu akan datang ke Kyoto, Kira-kira apa yang membuatnya datang kemari. Dan kuharap dia wanita yang cantik.' Batin Gilgamesh penasaran.


Beberapa waktu setelah mereka menyelesaikan sarapannya, kini Gilgamesh berada di halaman rumah Yasaka untuk berlatih. Sedangkan Yasaka sibuk menyiapkan penyambutan dan Kunou yang membantu.


Hampir 1 jam terlewati, Gilgamesh yang masih berlatih dirinya di datangi oleh penjaga Youkai dan memberi kabar bahwa dirinya disuruh datang oleh Yasaka.


Gilgamesh mengangguk lalu mengikuti penjaga itu yang mengantarkannya, sampailah mereka di depan halaman depan kediaman Yasaka.


Disana sudah ada Yasaka dan Kunou yang sedang menunggu kedatangannya, beberapa Youkai dan Tenguu juga ada sebagai pengawal yang menyambut.


"Gil, akhirnya kamu datang juga." Kata Yasaka menatap Gilgamesh yang sudah berada di sampingnya.


"Tentu~ mana mungkin aku tidak datang disaat ada tamu yang cukup penting berkunjung." Ucap Gilgamesh santai.


"Lalu bagaimana dengan pelatihan mu? apakah itu berjalan lancar ?" Tanya Yasaka sekadar basa-basi.


"Iya cukup memuaskan, suasana di sini sangat nyaman dan membuatku betah berlama-lama berada disini." Gilgamesh berkata dengan jujur.


"Aku senang mendengarnya." Ujar Yasaka tersenyum pada Gilgamesh.


Sambil menunggu kedatangan Lady Ameterassu, mereka pun berbincang untuk santai menghabiskan waktu.


Lalu tiba-tiba Gilgamesh merasakan hawa kehadiran yang kuat sedang datang mendekat kearah tempat ini.


"Sudah datang kah? " Gumam Gilgamesh dan ia menatap kedepan dengan tajam.

__ADS_1


Sebuah lingkaran sihir terbentuk di depan mereka semua, lingkaran sihir tersebut lumayan besar lalu semacam tulisan dan simbol aneh mengelilingi lingkaran sihir tersebut.


Dari lingkaran sihir teleportasi itu mengeluarkan empat sosok, satu perempuan cantik serta postur tubuhnya yang idaman polsek, kulit putih dan sehalus giok, wajahnya tipe onee-saan tapi juga sedikit imut dengan pakaian kimono yang tampak mencolok dan sisanya adalah laki-laki yang berpenampilan seperti pengawal.


Lalu saat perempuan itu melihat Yasaka, ia langsung berlari kearah Yasaka dan memeluknya dengan erat. "Yasaka ! lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu? apakah kamu baik-baik saja? " Tanya perempuan tersebut pada Yasaka dengan energik.


"Ughh... Aku baik-baik saja Ameterassu, terimakasih sudah mengkhawatirkanku. Lalu bagaimana denganmu? " Yasaka berkata sekaligus bertanya.


"Tentu aku sangat baik." Sahut Ameterassu dengan senyuman diwajah manisnya.


"Y-yah...aku sudah menduga nya." Ucap Yasaka tertawa ringan.


Ameterassu melihat sekelilingnya dan menyadari adanya pria asing yang sedang berdiri di belakang Yasaka dengan santai. "Nee Yasa-chan siapa dia? aku baru pertama kali melihatnya." Tanya Ameterassu curiga.


"Hmm? ah dia kah, biar aku perkenalkan dia adalah Gilgamesh. La-lalu dia adalah ke-kekasihku." Jawab Yasaka malu-malu dan wajahnya memerah ketika mengatakannya.


Seketika Ameterassu diam membeku seperti patung ketika mendengar pernyataan Yasaka yang adalah sahabat baiknya itu. "Kekasih... kekasih... kekasih... " Gumam Ameterassu tidak karuan.


Yasaka panik dan menggoyangkan tubuhnya cukup kencang dan untungnya Ameterassu kembali sadar meskipun wajahnya masih tidak percaya dan terkejut.


Gilgamesh mendekat kearah mereka dan berkata, "Yoo~ Dewi Matahari, Ameterassu. Aku Gilgamesh dan aku adalah kekasihnya Yasaka, salam kenal~" Sapa Gilgamesh santai.


Ameterassu membalas perkataan Gilgamesh, "Salam kenal juga. Yah aku tidak menyangka bahwa Yasaka akan memiliki seseorang kekasih tanpa sepengetahuanku."


"Tadi namamu Gilgamesh kan? rasanya aku pernah mendengar nama itu dan terasa tidak asing, apakah kita pernah bertemu sebelumnya." Lanjut Ameterassu bertanya.


"Tidak, ini pertama kalinya kita bertemu. Mungkin kau pernah mendengar nama orang yang sama denganku di suatu tempat. " Ucap Gilgamesh santai.


"Apakah begitu?...Hnm aku merasakan aura ilahi didalam tubuhmu." Kata Ameterassu merasakan unsur ilahi yang ada didalam diri Gilgamesh.


Gilgamesh tersenyum kecil dan berkata, "Dewa memang hebat ya dapat merasakan auraku meskipun sudah aku tekan." Kata Gilgamesh dengan nada santai, tapi matanya menatap lekat diri Ameterassu.


(A/N : Disini Raphael tidak membantu menekan aura dan energi Gilgamesh yah. Jadi itu murni hasil dari latihan keras Gilgamesh, makanya agak sedikit tidak sempurna dalam pengendalian.)


Kenapa Gilgamesh tidak menyuruh Raphael untuk menekan aurnya? singkatnya dirinya tidak ingin terlalu mengandalkan Raphael dan lebih berlatih sendiri tapi masih sedikit dibantu oleh Raphael sebagai pembimbingnya.


Mengendalikan aura, energi, kekuatan, keahlian bertarung dan kontrol penuh terhadap Gate Of Babylon itu hasil dari latihan Gilgamesh selama dirinya berada di dunia DxD ini. Mungkin Raphael akan membantu sedikit jika Gilgamesh tidak bisa dan memberinya pembelajaran.


(A/N : Mc nya mandiri coy 🗿)


"E-ekhem, bagaimana jika kita lanjutkan pembicaraannya di dalam saja. Tidak enak rasanya berbicara diluar." Ujar Yasaka sedikit kesal karena dirinya diabaikan.


"Y-yah kamu benar, bagaimana jika kita melanjutkan pembicaraannya di dalam saja Gilgamesh-dono? " Ucap Ameterassu merasa tidak enak pada Yasaka.


"Tentu~ tidak masalah." Balas Gilgamesh.


___________________________________________



(A/N : Ohhh So Cutee !! jadi ***** hehe.)


(Sc : Fb)


Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.

__ADS_1


Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.


__ADS_2