
Tiga hari berlalu tanpa adanya hal yang menarik. Saat ini Gilgamesh sedang menuju kediaman Azazel untuk menepati janjinya.
Gilgamesh juga sedikit tidak sabar karena penasaran seperti apa lawannya nanti, meskipun ia sudah menebaknya.
Sekitar 15 menit berjalan akhirnya sampai juga Gilgamesh di tempat kediaman Azazel. Sebuah rumah yang terlihat mewah dan cukup luas.
Tidak ingin berlama-lama Gilgamesh segera melewati gerbang rumah itu dengan cara melompatinya, itu dilakukan karena gerbangnya dikunci dan tidak ada penjaganya sama sekali.
Sampai di depan pintu, Gilgamesh mengetuk pintu tersebut dan menunggu ada yang membukanya. Sebuah hawa kehadiran mendekat kearah pintu dari dalam rumah.
"Hawa kehadiran yang sedikit aneh ya, Raphael apakah kau mengetahui sesuatu?" tanya Gilgamesh penasaran dengan hawa asing yang mendekat kearahnya.
[ Jawab : Itu adalah darah campuran dari seorang darah iblis sejati dan naga. ]
"Ah sepertinya aku tahu apa yang kau maksud." Gumam Gilgamesh sedikit tersenyum.
...*Suara Pintu yang terbuka*...
Pintu terbuka memperlihatkan sosok laki-laki ikemen dengan rambut silver dan mata abu-abu setajam pedang.
"Siapa kau? " tanya laki-kaki tersebut pada Gilgamesh.
Melihat sosoknya wajah Gilgamesh langsung suram seketika dan ada kekecewaan terukir diwajahnya. "Apakah... kau adalah orang yang bernama Vali? " tanya Gilgamesh.
Vali langsung menatap tajam Gilgamesh dan menjawabnya "Benar, lalu siapa kau? "
Gilgamesh segera mendesah dan terlihat tidak bersemangat. "Bukan orang yang penting, omong-omong apakah Azazel ada didalam?"
"Tidak ada, sudah 3 hari dia menghilang tanpa alasan yang jelas." jawab Vali.
Gilgamesh sedikit kesal mendengarnya "Cih pak tua itu, membuang waktuku saja."
Vali mengangkat alisnya keheranan dengan pemuda pirang didepannya, tapi sesaat kemudian senyuman terukir diwajahnya dan menatap Gilgamesh dengan tertarik.
"Aku merasakan energi sihir ditubuhmu dan itu terlihat cukup kuat. Apakah kau ingin menemaniku latihan tanding? "
'Akh orang ini benar-benar maniac petarung.' batin Gilgamesh.
"Huh? kau ingin mengajakku latihan tanding? itu cukup menarik, lagian aku juga tidak ada pekerjaan yang dilakukan jadi aku akan menerima ajakanmu." kata Gilgamesh menerima ajakan Vali.
"Kalau begitu ikuti aku."
'Raphael menurutmu dia berada di tingkat berapa? ' Tanya Gilgamesh dalam pikirannya.
[ Dia cukup kuat, saat ini dia berada di tingkatan kelas Tertinggi dengan mode Juggernaut.]
Lalu Vali mengajak Gilgamesh kedalam rumah dan langsung menuju kesebuah arena tertutup yang seluas lapangan sepak bola.
"Apakah ini tempatnya? dan sebuah penghalang ya." Ucap Gilgamesh setelah mengamati adanya penghalang tipe pelindung di sekitar arena.
"Oh kau menyadarinya, ini barrier khusus yang dibuat Azazel untukku latihan. Dia berkata ini diperlukan untuk mengurangi dampak kerusakannya." jelas Vali.
Lalu Gilgamesh dan Vali mengambil jarak masing-masing.
"Baiklah, apa kau ingin pemanasan dulu atau langsung saja? " kata Vali memancing.
Gilgamesh membalasnya dengan senyuman sinis dan berkata "Yang kau rasakan saat ini hanyalah gumpalan energi sihir yang bocor dari tubuhku, jadi jangan menilai orang dari luarnya saja atau kau akan menyesal nantinya."
"Terimakasih nasihatnya, baiklah aku akan memulainya sebagai pembuka."
"Balance Break ! " ucap Vali sedikit teriak.
__ADS_1
"Vinishing Dragon : Balance Breaker ! "
Setelah mengucapkan itu, cahaya berwarna putih-kebiruan menyelimuti tubuh Vali yang tertutup sebuah armor dan sepasang sayap berwarna biru.
Kemudian Vali langsung melesat dengan cukup kencang kearah Gilgamesh sambil melayangkan tinjunya.
Melihat lawannya yang melaju kencang kearahnya, Gilgamesh mengangkat tangannya kearah atas dan 8 riak berwarna emas muncul di sampingnya.
Vali langsung saja meningkatkan kewaspadaan dan bersiap dengan serangan yang akan datang padanya. "Tipe jarak jauh ya, ini sedikit merepotkan."
Dari dalam riak tersebut keluarlah serangan berupa pedang dan tombak yang melesat kearah Vali untuk menghambat pergerakannya.
"Apa itu? apakah itu semacam Sacred Gear, senjata itu mengandung ilahi yang kuat ! aku harus segara menghindar." Vali terus melesat sambil menghindari beberapa pedang yang terus berdatangan kearahnya.
[ Vali kau harus sedikit berhati-hati pada serangan orang itu, pedangnya cukup untuk membuat beberapa kerusakan jika mengenainya. ] Ucap Albion pada Vali.
"Aku tahu."
Merasa serangan yang dikeluarkan tidak cukup untuk mengenai Vali, Gilgamesh menambah kecepatan serangannya dan memunculkan beberapa portal di dekat posisi Vali.
3 buah portal emas muncul di samping Vali yang cukup membuatnya terkejut. Tongkat sihir muncul dari dalam portal tersebut dan langsung melesatkan tembakan energi yang mengakibatkan gelombang kejut pada Vali.
Sebelum serangan tersebut tepat mengenai Vali, ia sempat membagi kekuatan dari serangan energi itu dengan Divide.
"Lumayan... ini membuatku semangat !" kata Vali menatap lurus Gilgamesh yang terlihat santai.
"Ah begitukah? sepertinya sifat maniac bertarungmu keluar ya. Baiklah aku akan meladenimu sampai kau puas." lalu Gilgamesh memakai Zirah Emas nya yang sangat mencolok.
"Kalau begitu aku tidak akan segan." sosok Vali melesat dengan kecepatan tinggi dan mengarahkan tinjunya pada wajah Gilgamesh.
Gilgamesh dapat melihat serangan itu dengan mudah, ia menahan serangan dari Vali hanya dengan tangan kosong.
"Lumayan kuat." Gilgamesh tersenyum remeh, lalu Gilgamesh melempar Vali dengan kuat sampai terlempar ke tembok arena.
"Ghukk ! ....cih rupanya dia sangat kuat, Albion aku serahkan kerusakannya padamu." Kata Vali dan Albion menjawabnya,
[ Serahkan urusan ini padaku kawan, kau cukup fokus dengan lawanmu.]
"Jangan harap aku akan membiarkanmu pulih dengan mudah." di belakang Gilgamesh muncul puluhan riak emas yang langsung melaju kearah Vali.
Dengan susah payah Vali menghindari serangan tersebut dan memikirkan cara mendekati Gilgamesh supaya bisa bertarung jarak dekat.
"Cih serangan yang merepotkan, Divide ! Divide ! Divide ! " Vali membagi kekuatan Gilgamesh sampai berkali-kali tapi serangannya bahkan tidak berdampak.
"Usaha yang percuma, kau tidak akan bisa membagi kekuatanku yang memilki konsep tidak terbatas." kata Gilgamesh sambil memberhentikan serangannya.
"Kenapa kau berhenti? " tanya Vali keheranan dan kesal karena ia menganggap bahwa Gilgamesh meremehkannya.
"Aku akan menyerangmu dengan kekuatan fisikku." kata Gilgamesh sambil bersiap-siap.
Vali langsung merasakan adanya bahaya disekitarnya, dan benar saja Gilgamesh langsung muncul dihadapan Vali sambil melayangkan tinjunya.
Vali berusaha menahan tinju dari Gilgamesh dengan menyilangkan tangannya tapi itu tidak berdampak apa-apa dan Vali terpukul mundur sampai beberapa meter.
Bughh!
__ADS_1
'Oi serius, aku bahkan hanya meninju dengan ringan tapi kenapa dia terlihat seperti kesakitan.' pikir Gilgamesh heran.
[ Itu karena kekuatan fisik master sudah melebihi dewa Shiva dan ditambah dengan tanda segel Naga anda sudah mencapai 999.]
'Heeh begitukah, tidak heran kalau dia terlihat sangat kesakitan.'
Kemudian keduanya melanjutkan pertarungan mereka dengan beradu pukulan di udara sampai membuat arena yang seluas lapangan bola tersebut hancur berantakan akibat pukulan mereka yang menimbulkan gelombang angin yang kuat.
Melihat celah yang sangat terbuka dari Vali, Gilgamesh segara membanting Vali dengan cukup keras bahkan sampai membuat kawah kecil.
"Ada apa Vali? apa hanya segitu saja kekuatan yang dirumorkan sebagai pengguna Sacred Gear Dividing terkuat? itu tidak sesuai dengan kenyatannya." kata Gilgamesh dengan nada sombong.
Vali meremas tangannya dan merasa sangat marah karena diremehkan. "Baiklah jika itu maumu! aku akan menunjukkan kekuatan penuhku padamu."
Vali langsung bangkit dan mulai terdengar suara seperti rapalan mantra.
| Aku, yang akan terbangun, aku sang Naga Suci yang telah mengambil karunia Kuasa dari Tuhan, iri ku yang tidak terbatas, mimpiku yang tidak terbatas, aku akan menjadi Naga Putih Maha Kuasa dan aku akan membawamu kebatas surga putih ! Juggernaut Drive ! |
Seketika tubuh Naga Vali mulai membesar dan energi nya yang semakin kuat.
Dalam diam Gilgamesh menunjukkan seringainya.
[ Vali, ini hanya akan bertahan sampai 1 menit, lebih dari itu kau akan terkena dampaknya.] kata Albion.
"Itu lebih dari cukup." balas Vali, lalu ia melesat dengan kecepatan yang 4x lipat dibanding yang tadi.
"Kemarilah dan buat aku terhibur Vali !" kata Gilgamesh yang juga melesat kearah Vali berniat baradu kekuatan fisik lagi.
Keduanya mulai menyerang satu sama lain dan kerusakan dari keduanya mulai menghancurkan sekeliling mereka.
Gilgamesh tampak mendominasi pertarungan itu dan tidak memberikan jeda untuk Vali menyerang balik.
Armor Vali yang sudah hancur dan terlihat babak belur, sedangkah kondisi Gilgamesh yanh masih sehat wal afiat.
Sungguh perbedaan kekuatan yang sangat jauh, bagaikan langit dan bumi.
1 Menit berlalu kini Vali sudah terluka parah dengan darah di tubuhnya dan armor yang melindungi tubuhnya sudah hancur total.
Lalu Vali pingsan tidak sadarkan diri dan armor nya menghilang.
"Jadi inilah akhirnya." Gilgamesh tersenyum penuh kemenangan.
[ Master, bukankah anda terlalu kejam? ]
"Apa? bukankah dia dulu yang mengajakku sparing, aku hanya mengikuti permintaannya saja jadi aku tidak bersalah." kata Gilgamesh mengelak.
[ Huhh anda terlihat seperti kekanak kanakan.]
Well Gilgamesh hanya mengabaikan perkataan dari Raphael dan berniat untuk mengembalikan tempat ini seperti semula, sebelum ketahuan sama Azazel.
Tapi sebelum Gilgamesh melakukan itu...
"A-apaan ini ! " Azazel berteriak karena terkejut ketika elihat arena yang sudah hancur tidak bersisa dan lagi melihat kondisi Vali yang sudah seperti orang mati.
"Ah gawat... "
END
___________________________________________
__ADS_1