REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER

REINCARNATION IN DXD UNIVERSE X CROSSOVER
BAB 30


__ADS_3

Setelah mereka menghabiskan makanan yang telah disajikan oleh Kafe tersebut, Gilgamesh langsung membayarnya dan berniat untuk kembali karena merasa sudah tidak ada hal yang perlu ia lakukan.


"Kalau begitu aku akan kembali, sampai jumpa Dewi sableng." Ucap Gilgamesh sedikit bercanda.


"Berhentilah memanggilku dengan nama itu ! aku mempunyai namaku sendiri." Keluh Ameterassu.


Gilgamesh langsung menatap datar Ameterassu dan berkata. "Sepertinya kau tidak menyadari diri sendiri ya."


"I-itu...baiklah-baiklah aku yang salah ! kau puas sekarang Gil." Kata Ameterassu sedikit kesal dan wajahnya sedikit memerah.


Gilgamesh tersenyum tipis mendengar nya lalu ia membalasnya. "Ya aku cukup puas...kalau begitu sampai jumpa lagi Amy-can dan jangan sampai tersesat lagi." Ucapnya, Gilgamesh pun meranjak pergi dari sana.


*Blushh.*


Seketika wajah Ameterassu memerah seperti tomat karena terkejut dan juga malu ketika namanya disebut oleh Gilgamesh. "A-amy-chan...apakah itu namaku yang dia maksud." Sesaat Ameterassu linglung, tapi lama kemudian sebuah senyuman indah terukir diwajahnya.


'Ini pertama kalinya ada seseorang yang memanggilku seperti itu, nama yang imut dan sangat cocok dengan diriku. Aku anggap ini sebagai hadiah darimu Gil.' Batin Ameterassu kemudian ia juga pergi dari Kafe tersebut.


•••


Terlihat Gilgamesh yang sedang duduk disebuah bangku yang ada di taman penuh keramaian warga kota yang sedang beraktivitas. Gilgamesh duduk dengan santai ditemani kaleng minuman ditangannya.


Tidak lama kemudian seseorang dengan pakaian ber-jas hitam yang cukup rapi datang dan langsung duduk disebelahnya. Dia adalah seorang pria yang sudah berumur dan ia memiliki rambut hitam dengan poni berwarna kuning gelap.


Dan tentu saja Gilgamesh mengetahui siapa pria yang ada disebelahnya tersebut. Yah dia sudah berulang kali menonton anime ini jadi sulit untuk melupakannya.


"Bukankah sedikit tidak sopan jika kau langsung duduk disebelah orang asing Pak tua. Keberadaanmu lumayan mengangguku loh." Ucap Gilgamesh santai tanpa melirik pria disampingnya yang adalah Gubernur malaikat jatuh yaitu pak tua mesum Azazel.


"A-ah maaf jika menganggu aktifitas mu anak muda. Tapi ada yang ingin kuketahui pada dirimu." Kata Pria tersebut.

__ADS_1


"Hee... padahal kita baru bertemu tapi kau sudah ingin menanyakan hal yang aneh, jadi apa yang ingin kau ketahui Pak tua atau harus kusebut Pak malaikat jatuh-san." Sahut Gilgamesh sedikit memancing.


"Hebat, kau bisa mengetahui identitasku meski hanya sekali lihat. Anak muda, bisakah kamu memberitahuku soal siapa dirimu sebenarnya? kau tahu sosokmu lumayan ditakuti oleh Fraksi-Fraksi besar." Azazel berkata dengan penasaran.


"Hooh...jadi kau mengetahui siapa diriku ya, sepertinya kau mempunyai ahli Intel yang berguna, kau membuatku sedikit tertarik pak tua Azazel." Balas Gilgamesh tertarik dengan Azazel.


"Wah...kau bahkan mengetahui namaku, pasti kau juga sudah tahu tentang identitasku yang lain bukan?" Ucap Azazel menebak.


"Tentu saja aku tahu, kau adalah Gubernur Grigory kan dan kau juga adalah Malaikat Jatuh. Energimu terlihat jelas dan juga aku belum pernah bertemu dengan Malaikat jatuh sekuat dirimu jadi kau adalah malaikat jatuh terkuat saat ini." Balas Gilgamesh sambil meneguk minumannya dan menghabiskannya.


"Pemuda yang menarik, tapi bagaimana kau tahu jika aku adalah Gubernur Malaikat jatuh? " Tanya Azazel penasaran.


"Aku mengetahuinya dari informasi dan ingatan malaikat jatuh yang sudah kubunuh waktu dulu. Ahh, jangan menyalahkanku karena mereka lah yang memulainya duluan jadi aku hanya membalasnya saja." Kata Gilgamesh santai.


"Yah itu bukanlah masalah besar, aku masih mempunyai puluhan ribu Malaikat jatuh yang berada dibawah kendaliku diluar sana. Beberapa anggota yang mati bukanlah suatu masalah untukku." Balas Azazel tidak peduli.


"Sepertinya kau tidak terlalu peduli terhadap bawahanmu ya, pemimpin macam apa kau ini." Kata Gilgamesh datar.


"Sepertinya kau hanya mengetahui siapa aku dan julukanku yang terkenal yah. Aku tidak keberatan untuk memberitahumu akan namaku, kau cukup memanggilku Gilgamesh saja." Gilgamesh menjawab.


Mendengar nama yang disebutkan oleh pemuda didepannya ini, Azazel merasa tidak asing dengan nama itu. "Gilgamesh kah...entah kenapa aku merasa pernah mendengarnya dan bertemu dengannya. Aku sudah semakin tua ya, bahkan mengingat nama orang saja sudah sulit seperti ini " Ujar Azazel sembari mengingat sesuatu.


'Reaski yang sama dengan Ameterassu waktu pertama kali mendengar namaku, sepertinya ada hal yang harus kuketahui sekarang.' Benak Gilgamesh.


"Mungkin itu hanya kebetulan, aku juga kurang mengerti kenapa ibuku menamaiku sama persis dengan nama tokoh utama legenda sumeria. Pasti ada sebuah alasan untuk itu." Gilgamesh berkata dan mengarang cerita.


"Kamu benar, tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini, setiap tindakan dan peristiwa pasti ada penyebab dan alasannya." Azazel menanggapi perkataan Gilgamesh dengan bijak.


"Haha, kata-kata yang bagus untuk pak tua sepertimu. Kau benar, tidak ada sebuah kebetulan tanpa adanya alasan yang jelas di seluruh alam semesta ini." Balas Gilgamesh tersenyum tipis.

__ADS_1


Gilgamesh menghirup angin dengan pelan lalu menghembuskannya, ia menoleh kearah Azazel dan berkata. "Sekarang apa yang mau kau lakukan? kebetulan aku butuh lawan yang kuat dan dapat meregangkan ototku. Mau gelud sekarang? aku juga sedang tidak ada kerjaan saat ini."


Azazel sedikit berkeringat dengan ucapan Gilgamesh, ia tersenyum canggung dan membalasnya. "Sebelum itu, maukah kau menunggunya selama 3 hari saja? aku akan memutuskannya saat itu tiba. Kupikir, aku tahu lawan yang sebanding denganmu, saat waktunya tiba aku akan mengundangmu." Azazel berkata lalu ia bangkit dari bangkunya berniat pergi.


'Hee...aku dapat menebak siapa lawan yang akan kuhadapi nanti, saatnya melihat kau adalah Pria atau mungkin Perempuan?' Gilgamesh berkata didalam pikirannya.


"Aku ada masalah yang cukup serius yang harus kuselesaikan sekarang jadi harus segera kembali, Ini soal bangsaku dan Iblis. Yah mungkin nanti akan terjadi sedikit pertikaian dan perang kecil-kecilan." Ucap Azazel lalu ia berjalan sedikit menjauh.


"Aku tidak masalah dengan itu, aku harap lawanku nanti akan bertahan setidaknya 1 jam. Dan juga, palingan nanti kau ujung-ujungnya ingin berdamai denganku." Kata Gilgamesh tersenyum remeh.


Azazel hanya terkekeh saja kemudian menghilang dengan lingkaran sihir dibawah kedua kakinya. Entah hukum anime atau apa, saat Azazel menghilang tidak ada orang sekitar taman yang menyadarinya padahal dia menghilang tepat ditengah-tengah keramaian.


"Dia sudah pergi ya, padahal aku ingin mengobrol sedikit lama lagi. Hah... sekarang aku sudah mulai bosan, balik ke Kyoto ajalah. Sekalian aku akan menghabiskan waktu untuk bersama dengan keluarga kecilku." Ucap Gilgamesh berniat pulang ke Kyoto dan bertemu dengan calon istrinya.


[Ingin Pulang? rupanya anda masih ingat rumah dan keluarga anda ya.] Suara datar dari Raphael terdengar di dalam pikiran Gilgamesh.


"Raphael? sudah lama kau tidak berbicara yah. Soal itu, tidak mungkin aku akan melupakan rumah sekaligus keluarga tersayangku. Ada tiga rubah dan Maid yang pasti sudah merindukanku." Gilgamesh berkata sambil berjalan menjauh dari taman.


[Anda kepedean sekali ya, kemungkinan mereka merindukan anda hampir 5%.]


Gilgamesh sedikit murung lalu berkata. "Hei ayolah Raphael, tidak bisakah kau membiarkanku sedikit berharap."


[Aku hanya bercanda.]


Karena hari masih siang, Gilgamesh memutuskan untuk kembali ke rumahnya terlebih dahulu. Saat malam hari barulah ia akan pulang ke Kyoto. Sambil berjalan dirinya juga berbincang dengan Raphael sekedar menghilangkan kebosanannya.


END


___________________________________________

__ADS_1



Note : Jangan Lupa Like, Vote,Komen Dan Rating Bintang 5 Nya Supaya Author Makin Rajin Updatenya.


__ADS_2