
"Tunggu, sebentar!" ucap Verlyn tiba-tiba menghentikan langkah mereka.
"Ada apa, duk?" tanya mbok Sari.
"Besok.... kalian siap-siap, karena besok aku mau mempertemukan kalian sama seseorang?" ucap Verlyn.
"Siapa, dok?" tanya pak Nurdin penasaran.
"Bertemu... Baim dan Vindy besok, pak mbok?" ucap Verlyn
"Beneran, duk?" sahut mbok Sari dengan begitu bahagia.
"Tapi, dengan satu syarat?" sambung Verlyn, kemudian melontarkan sebuah i syarat kepada mereka berdua, serta senyum tak pernah luntur namun nampak seperti di paksakan.
"syarat apa, duk?" tanya pak Nurdin semakin penasaran.
"Bapak dan mbok harus ikutin semua apa yang aku perintahkan, salah satunya besok kalian harus melakukan penyamaran? Kalau kalian setuju, besok aku bawa kalian bertemu mereka?" jelas Verlyn memberitahu, sambil menaikkan satu alisnya melirik kearah kedua orangtua yang ada di sampingnya.
Terlihat dari mereka berdua saling menatap satu sama lain, kemudian perlahan memutuskan.
"Baik... duk, kami setuju?" jawabnya secara bersamaan.
"Oke, kalau begitu besok kalian siap-siap ya?" sambung Verlyn dengan menampilkan senyum terpaksa untuk menyembunyikan perasaan, sekaligus agar orangtua itu tidak menaruh curiga kepadanya.
"Terima kasih duk, kalau begitu kami permisi ke atas dulu?" jawab mbok Sari sambil mengucapkan terima kasih.
"Silahkan dan selamat istirahat?" kemudian di balas anggukan kepala, serta senyum mengembang dari sudut bibir wanita itu sambil melambaikan tangan kepada anaknya yang kini mulai tenang kembali.
Setelah memastikan mereka menghilang dari balik pintu, barulah Verlyn membuka suara untuk memberi tugas kepada David sang asisten.
"Kau... ingat apa yang pernah aku jelaskan pada mu, David? aku... ingin malam ini, kau harus menuntaskan nya sekarang juga?" gumam Verlyn menatap ke depan, berbicara tanpa memandang wajah asistennya.
"Baik, kalau begitu saya permisi nona?" jawab David sedikit membungkukkan badan, sambil berpamitan kepada atasannya untuk segera melaksanakan tugas.
"Hmmm, hati-hati?" ucap Verlyn, kemudian sang asisten perlahan melangkah mundur dan keluar rumah untuk segera menyelesaikan tugas.
Sementara Verlyn, kemudian melangkah pergi menuju dapur untuk mengambil sesuatu.
"Murni?" panggil Verlyn kepada salah satu pembantu rumahnya.
"Sa---saya nona?" jawab Murni sambil membungkukkan badan untuk membeli hormat.
"Persediaan... telur kampung dan madu ku, masih ada kan Murni?" tanya Verlyn sambil membuka pintu kulkas.
"Ma---masih ada, nona?" jawab Murni, sambil mengangguk.
Glek.
Glek.
Glek.
"Ingat... persediaan ku untuk yang tiga itu, jangan sampai habis ya Murni?" tutur Verlyn kembali mengingatkan, setelah menenggak segelas air.
"Baik, nona?" jawab Murni, kembali mengangguk tanda mengerti.
"Tolong... sediakan itu sekarang, karena aku ingin meminumnya sebelum tidur?" bisik Verlyn meminta.
"Baik, nona?" kemudian Murni perlahan membuka pintu kulkas dan mulai membuat sesuatu untuk majikannya.
"Kau... jangan selalu di ingatkan Murni, jika sudah malam begini langsung buatkan apa yang aku minta? Dan... sebelum bangun, kau juga harus menyediakan itu untuk ku pagi-pagi?" bisik Verlyn kembali, sambil Murni dengan cekatan membuatkan majikannya sesuatu sebelum kembali kamarnya.
__ADS_1
"Si---silahkan di minum nona, ini sudah jadi?" sahut Murni menunduk takut, sambil menyodorkan segelas telur kampung mentah+madu untuk di konsumsi majikannya sebelum tidur.
Glek.
Glek.
Glek.
"Setelah... ini silahkan istirahat kembali, dan tolong jaga rahasia ini baik-baik?" sambung Verlyn berbisik, setelah menenggak habis telur mentah+madu tersebut. Kemudian di balas anggukan kepala oleh pembantunya.
Manfaat telur ayam kampung dicampur madu yang pertama, yaitu dapat membantu meningkatkan stamina. Karena telur, menjadi salah satu makanan untuk memenuhi kebutuhan protein manusia. Protein sendiri sangat penting jika seseorang ingin membangun stamina, dalam tubuhnya? Karena protein ini, di pecah oleh sistem pencernaan di dalam tubuh. Maka dari itu, sangat bagus jika ingin meningkatkan stamina dalam tubuh. Apalagi wanita seperti Verlyn atau Devina, sangat membutuhkan protein demikian untuk meningkatkan stamina dalam tubuhnya? Agar tubuh dan mentalnya bisa kuat menghadapi, segala permasalahan yang mungkin datang secara bertubi-tubi dalam hidupnya nanti.
Sebelum kecelakaan pesawat, itu adalah salah satu rutinitas yang pernah di jalankan oleh Verlyn? Namun mengingat masalah yang di hadapi tubuh yang di panjamnya kini semakin menjadi-jadi, Verlyn pun mulai mengkonsumsi kembali telur ayam kampung mentah dengan campuran madu untuk meningkatkan stamina dan kualitas otaknya dalam berpikir.
Dan mulai malam ini, Verlyn pun sudah mengatur jadwalnya untuk menentukan waktu yang tepat untuk mengkonsumsi makanan dan minuman tersebut, yaitu pagi sebelum makan, dan malam sebelum tidur.
Setelah itu Verlyn perlahan pergi meninggalkan dapur, naik ke atas menuju kamarnya di lantai tiga, tepatnya bersebelahan dengan kamar anaknya Ezra.
Begitupun dengan pembantu rumah yang bernama Murni, setelah majikannya pergi? Ia pun perlahan kembali masuk ke dalam kamar, yang ada di belakang samping dapur. Kamar Murni memang sengaja di pisah dengan kamar Linda, untuk mempermudah bila dirinya di panggil oleh sang majikan.
***
Tak terasa waktu begitu cepat berlalu, malam hari akhirnya menjelang pagi. Mbok Sari dan pak Nurdin perlahan membuka mata, dengan wajah penuh kebahagiaan. Mereka terlihat bersemangat melangkah masuk kamar mandi, untuk membersihkan badan secara bergantian. Sambil menunggu suaminya selesai, mbok Sari perlahan meraih sebuah botol susu? Kemudian dengan cekatan, mbok Sari segera membuatkan Baby Ezra susu menggunakan air hangat yang sudah tersedia khusus untuk si Baby.
"Ncuk... Ezra, sambil nunggu bapak selesai yuk nunung cucu dulu sayang?" ucap mbok Sari begitu sangat gemasnya dengan wajah bayi di hadapannya, sambil menyodorkan sebuah botol susu ke arah mulut bayi tersebut.
Tak cukup lama, pak Nurdin pun akhirnya keluar dengan wajah fresh setelah mandi.
"Astaga... bapak, lama banget sih? Sudah... hampir setengah susu ncuk Ezra minum, tapi bapak baru keluar?" ucap mbok Sari begitu sangat bersemangat, namun sedikit kesal karena suaminya enggan keluar kamar mandi juga? Padahal mbok Sari pun ingin membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, sebelum keluar kamar.
"Hehehehe..... maaf, mbok? Habis... airnya seger sih, jadi lupa berhenti deh?" jawab pak Nurdin sambil sedikit bercanda kepada istrinya.
"Iishh... bapak ini, sudah tahu kita bakal ketemu anak nanti pake berlama-lama segala di dalam kamar mandi? Sudah... gantiin mbok dulu tuh jagain ncuk Ezra, gilaran mbok lagi nih bersihin badan?" ketus mbok Sari sambil menepuk kesal bahu suaminya, lalu perlahan melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
"Mbok... mbok, begitu saja kok marah?" tutur pak Nurdin sambil cekikikan, melihat kekesalan di dari raut wajah istrinya.
Begitulah ke hermonisan pak Nurdin dengan istrinya mbok Sari ketika malam menjelang pagi. Dan orangtua mana yang tidak bersemangat, jika ingin berjumpa kembali dengan anak yang sudah lama tidak mereka lihat.
Sejak anak-anaknya menikah dan pindah ke kota, sudah jarang mereka untuk bertatap muka? Apalagi kini mereka punya keluarga sendiri, pastilah kesibukan mereka tidak bisa di tinggalkan begitu saja.
Dan begitu ada kesempatan untuk bertemu, tentulah kedua orangtua itu sangat bersyukur dan bahagia sekali.
Begitupun suasana kediaman yang kini mereka tempati.
Ceklit.
Terlihat pria tampan dan gagah melangkah memasuki rumah tersebut dengan dua bodyguard mengikuti langkahnya dari belakang. Siapa lagi kalau bukan, David Guetta Titanium dan kedua anak buahnya Sandi dan juga Nando.
Pria tampan itu memasuki rumah dan terlihat sedang mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan sambil mencari seseorang.
"Bi... Mur, apa kau melihat nona Verlyn?" Dan bertanya kepada salah satu pembantu yang di jumpainya.
"Di---di ruangan sesanak olahraganya mungkin, Tuan David?" jawab Murni sambil menunjuk keluar arah samping rumah.
"Oh... terima kasih ya, Bi?" sambung David mengangguk sembari melirik anak buahnya untuk memberi kode, lalu mereka pun kembali melangkah keluar menuju ruang sesanak olahraga Verlyn sang atasan.
"Masalah... apalagi sih ini, kenapa mereka tiba-tiba mencari nona Verlyn?" Membuat Murni sang pembantu merasa penasaran di buatnya.
Begitupun Linda, setelah mereka pergi? Ia pun perlahan melangkah menghampiri Murni, di mana temannya itu berdiri untuk memulai bergosip.
"Mur... ada apa ini, kok tiba-tiba Tuan David nyari-nyari nona Verlyn gitu?" bisik Linda bertanya, sambari mengercipkan sedikit mata lebarnya.
__ADS_1
"Gak... tahu juga Lin, soalnya Tuan David cuma nanya terus pergi lagi tapi gak ngomong apa masalahnya?" jawab Murni memberitahu sambil terus mengerjakan tugas rumahnya.
"Hmmm, jadi penasaran mau ngintip dikit ahhh?" ucap Linda yang berniat keluar rumah untuk mendengar percakapan majikan dan David sang asisten.
"Eekh... jangan Lin, kalau ketahuan nanti bisa berabe kita? Udah... mending selesaiin tugas cepat, nah tuh tugas kita di belakang masih ada banyak? Kalau... benar-benar ketahuan, mau kamu benar-benar di tendang dari rumah ini?" sambung Murni sedikit melarang dengan lembut, sambil menakut-nakuti temannya itu agar tidak pergi menguping pembicaraan antara majikan dan juga David sang asisten.
Sedangkan Dari ke jauhan, David dapat melihat jelas? Bagaimana sang atasan begitu sangat bersemangat, dalam berlatih kebugaran tubuh untuk meningkatkan stamina tubuhnya. Sekaligus untuk mengembalikan tubuh sintalnya kembali, agar misi balas dendamnya nanti dapat terwujud dengan baik dan lancar.
"Hay... jaga pandangan, kalau tidak ingin mata kalian buta permanen hari ini juga!" tegur David kepada kedua anak buahnya, saat mereka menatap tajam tubuh seksi Verlyn sang atasan idamannya.
"Ma---maaf, Tuan?" jawab mereka secara bersamaan, sambil menunduk takut.
Tok.
Tok.
Tok.
"Permisi... nona, boleh kami masuk?"
Izin David, sambil mengetuk pintu terlebih dahulu. Dan wanita itu pun perlahan menghentikan aktivitasnya, dan melangkah menghampiri David dan juga kedua anak buah asistennya.
Ceklit.
"Ada perlu apa?" tanya Verlyn sambil membuka pintu, dan berdiri tepat di hadapan mereka dengan tubuh sedikit seksi.
Glek.
Membuat mereka bertiga, kesusahan menelan selivanya.
"Ada apa sih kalian bertiga, aneh banget?" tutur Verlyn memandang heran wajah ketiga pria yang ada di hadapannya.
"To---tolong tutup tu---tubuh anda dulu, nona?" jawab David sedikit tergagap, sambil dengan susah payah menelan selivanya.
"Astaga... baru seperti ini, kalian udah gak tahan? Bagaimana nanti, kalau tubuh ku udah benar-benar.... Hmmm? Kalian... pasti gemetar gak kuat, tapi maaf gak bakal aku kasih?" ucap Verlyn sedikit menerbitkan senyum indahnya, sambil menarik piyama panjangnya lalu memakainya. Namun wajah ketiga pria itu, sukses di buat panas dingin karena wanita itu sedikit menggodanya.
"Ada perlu apa kalian datang kemari?" tanya Verlyn setelah memakai piyama panjangnya. Lalu David memalingkan muka, dan mulai membuka suara.
"Semua.... tugas sudah saya laksanakan, nona? Termasuk... mendaftarkan anda kembali, menjadi model namun masih di tempat yang sama? Dan... mereka sengaja saya panggil, untuk mengawal anak nona saat kita pergi nanti?" jelas David berbicara panjang lebar.
"Kapan, waktu pendaftaran nya?" tanya Verlyn sambil menatap tajam wajah tampan asistennya.
"Dua hari lagi, nona?" jawab David memberitahu.
"Bagus, tapi hari ini kita masih ada tugas? Dan aku sudah tidak sabar lagi, melihat reaksi mereka ketika aku datang nanti ke rumahnya?" ucap Verlyn berbicara panjang lebar, sambil menyilangkan tangan di depan dadanya? Kemudian berjalan keluar dari ruang sesanak olahraga, dan di ikuti oleh David sang asisten dan juga kedua anak buahnya Sandi dan juga Nando dari belakang.
"Kalian... berdua gunakan mobil yang berbeda, saat kita pergi nanti? Aku... masuk bersih-bersih sebentar, 15 menit lagi kita langsung berangkat?" sambung Verlyn dalam menjelaskan, lalu ketiga pria itu hanya tersenyum sambil mengangguk tanda mengerti. Kemudian Verlyn pun perlahan melangkah masuk ke dalam rumah, namun saat ingin menaiki anak tangga. Wanita itu malah tidak sengaja berpapasan dengan mbok Sari dan juga pak Nurdin yang ingin turun ke bawah sambil menggendong si Baby Ezra anak wanita yang tidak jauh dari pandangan nya.
Bersambung.
¿?¿??¿??¿??¿??¿¿?¿??¿??¿¿?¿??¿??¿¿?¿
Nah... loh, penasaran kan dengan ceritanya. Oke, sebelum author lanjut jangan lupa tinggalkan jejak dulu dong.
Vote👈
Like♥️
Komentar 💌
And Favoritkan😍
__ADS_1
See you again And terima kasih 🤗🤗🤗.