Reinkarnasi Gadis Pelakor

Reinkarnasi Gadis Pelakor
BAB 19. Aku tidak sudi menikah denganmu


__ADS_3

BRAK.


"Baby, apa yang kau lakukan!!"


"Vi---Vindy, bagaimana kau bisa tahu kalau aku ada disini?"


"Hmm... aku tidak lemah, seperti istrimu Bab! Jika... aku tidak bisa menghubungimu, dengan segala cara pasti aku akan lakukan untuk menemukan dirimu!"


"Dan... kau wanita ******, akan ku bunuh kauuu!!"


SRET.


"Aaakhh...!!"


Teriak Vindy, dan tiba-tiba menyerang wanita itu dengan pisau buah yang kebetulan ada di ruangan tersebut. Melihat kekasihnya berselingkuh dengan wanita lain, sontak saja Vindy gelap mata? Ia meraih pisau buah itu, kemudian mengarahkan benda tajam itu kearah wanita yang bersama dengan kekasihnya. Lalu tanpa basa-basi, langsung menggores wajah cantik wanita yang ada diatas kekasihnya itu.


BRUK.


TAK.


Serangan tiba-tiba yang di lakukan, wanita selingkuhannya? Membuat Jonathan langsung menyingkirkan wanita diatasnya dengan kasar, sehingga wanita yang di kenal bernama Sinta Marissa itu, terpelanting kesamping hingga terjatuh ke lantai dan keningnya terbentur pada kaki meja yang ada disana. Dan secara bersamaan, Sinta meringis kesakitan karena luka yang di timbulkan oleh Vindy di bagian wajahnya? Juga bagian kepalanya, karena keningnya tiba-tiba membentur kaki meja.


"Ba--Baby!" ucap sang kekasih dengan tergagap.


Dia bangkit dan memakai pakaiannya kembali yang tergeletak di lantai.


Sedangkan Vindy, mendekati wanita itu yang masih meringis dengan tubuh polosnya.


SRETT.


"Shttt!" ringis Sinta, saat rambutnya di tarik paksa dengan kasar keatas.


"Sakittt!" lirihnya dengan tatapan terkejut dan takut.


Vindy yang sudah di kuasai oleh amarahnya? Tak menghiraukan lagi dengan, ringisan wanita itu. Bahkan Vindy menghempas tubuh sintal wanita itu, dengan kasar. Sehingga membentur pada dinding di ruangan VVIP disana.


Prangg.


"Aaakhh!" teriak Sinta, saat tubuh polosnya terbentur di sudut dinding.


"Baby, hentikann!" pekik sang kekasih, mencoba untuk menghentikan amukan wanita selingkuhannya.


Sungguh pria itu sangat terkejut melihat, wanita selingkuhannya menggila malam ini.

__ADS_1


"Bab... lepaskan, dia!! Vin... tolong lepaskan, dia!!" teriak Jonathan saat wanita selingkuhannya tak menghiraukan perkataannya, malah semakin menggila? Dalam menyiksa wanita penghibur itu, yang bermain dengannya barusan.


Sedangkan Vindy yang melampiaskan amarahnya, terus menghejar wanita penghibur itu yang ia anggap sudah merebut kekasihnya. Dan Vindy kembali menarik rambut wanita itu dari belakang, sehingga kepada Sinta mendongak ke atas.


"Vindy... sayang, lepaskan dia. Ingat... sayang, kau bisa membunuhnya nanti?" ucap Jonathan mencoba membujuk wanita selingkuhannya, yang kini memainkan benda tajam di wajah wanita itu. Bahkan kini sudah turun ke leher wanita itu. Wajah Sinta menjadi pucat, saat benda tajam nan dingin itu menyentuh pipinya.


"V---Vin, to---tolong lepaskan a---aku?" lirih wanita itu dengan suara tergagap.


Namun?


SRET.


"aaakhh!" pekik wanita bernama Sinta, karena wanita selingkuhan pria itu tak berniat untuk menghentikan kegilaannya? Membuat Jonathan kembali terkejut, dengan tindakan yang di lakukan Vindy tepat di depan matanya.


"Baby... lepaskan, dia? Kau... bisa membunuhnya, kalau seperti ini!" bujuk Jonathan dengan begitu hati-hati, sambil mendekati wanita selingkuhannya secara perlahan.


"Hehehehe...!!" Namun, bukannya menghentikan perbuatannya? Vindy malah menyeringai, sambil terkekeh dengan tatapan sangat mengerikan.


"Kenapa? Kau... takut, kehilangan jalangmu ini Jonathan?" tanya Vindy kepada Jonathan dengan suara dingin dan memberi tatapan mematikan kepada kekasihnya.


Jonathan kembali tertekun, saat melihat aura mengerikan pada wanita selingkuhannya.


"Oh... jadi seperti ini wajah asli, wanita ****** ini? Ya Tuhan? Benar-benar... hancur hidupku, jika aku memperistri wanita seperti dia?" umpat Jonathan dalam hati, lalu dengan cepat Jonathan menggelengkan kepalanya dan kembali mendekati wanita selingkuhannya itu.


"Astaga... sayang, kau salah paham? Tadi... aku terpengaruh banyak minuman, dan aku pikir kalau itu adalah kau? Sayang... maafkan dia ya, lepaskan dia?" ucap Jonathan berbicara panjang untuk membujuk, sekaligus menenangkan wanita selingkuhannya? Agar tidak menyiksa, wanita penghibur itu lagi.


Di dalam ruangan yang mewah, disana masih terlihat ketegangan? Yang mana kondisi didalamnya sudah sangat memprihatikan, dan berantakan. Bahkan deru nafas ketiga manusia di dalam sana, masih terdengar saling memburu.


Bahkan saling bertautan, satu sama lain.


"Le---lepaskan... aku, Vin?" lirih Sinta dengan nada gemetar, saat benda tajam yang dipegang oleh Vindy menari-nari di wajahnya.


"Ck, jangan harap aku akan melepaskan mu?" ujar Vindy dengan nada dingin, dan masih dengan aura mengerikan.


"Kau... sudah berani mengkhianatiku, Sin? Maka... jangan pernah berharap, aku akan mengampunimu?" ucap Vindy dengan penuh penekanan, dan masih masih memainkan benda tajam itu disana.


"Dan... apa hukuman buat wanita ******, sepertimu? Apakah... aku harus merusak, wajah cantikmu ini? Atau... haruskah aku membunuhmu, disini?" ucap Vindy sambil meletakkan benda tajam itu, di leher Sinta. Membuat wanita itu seketika memucat, dengan tubuh gemetar.


"Ja---jangan... Vin, a---aku mohon?" lirih Sinta dengan suara yang hampir tak terdengar.


"Kau... tentu sudah tahu siapa aku, Sin! Tapi... kenapa kau, malah bermain cantik di belakang ku!!" ucap Vindy sambil menyusuri tubuh polos Sinta, dengan benda tajam tersebut.


Bahkan setiap perkataan dingin Vindy, membuat tubuh Sinta semakin gemetar hebat.

__ADS_1


"Apa... kau ingin, aku mengambil semuanya sekarang darimu? Ataukah... aku perlu, mencabut nyawamu se---"


PLAK.


SRET.


"Sudah... ku katakan padamu baik-baik, tapi kau masih tak mau berhenti? Jika... kau terus menggila seperti ini, kau bisa membunuh wanita itu!!" ucap Jonathan yang sudah penuh amarah, ia menampar wajah wanita selingkuhannya dengan keras, sambil merebut benda tajam yang masih ada di genggaman tangan Vindy. Dan akibat tamparan Jonathan yang begitu keras, tubuh Vindy sampai terpelanting dan jatuh tersungkur di lantai.


"Dan... kau, cepat keluar dari sini?" sambung Jonathan dengan tegas, kepada wanita penghibur yang bermain dengannya barusan.


Mendengar suara pria itu, wanita penghibur bernama Sinta Marissa? Langsung memakai pakaiannya kembali, dengan wajah pucat dan tubuh gemetar. Setelah selesai, ia pun segera pergi meninggalkan tempat itu.


Sedangkan Vindy segera, kembali bangkit setelah kekasihnya tega menampar dirinya.


"Kau... memang pria brengsek, Jonathan?" ucap Vindy, setelah berdiri kembali.


"Memang... kenapa kalau aku brengsek, dan kau mau apa. Hah!" ucap Jonathan dengan suara terdengar begitu kasar.


"Bab... dua bulan lagi, kita akan menikah? Tapi... kenapa kau malah bermain gila, dengan perempuan ****** itu?" ucap Vindy yang tak mau kalah, dan ia pun ikut meninggihkan suaranya.


"Kenapa, ada masalah?" tanya Jonathan sambil menaikkan satu alisnya, menatap wajah wanita selingkuhannya.


"Ya... jelas masalah dong, kau adalah calon suamiku? Mana... mungkin aku rela, kau bercinta dengan wanita lain?" ucap Vindy memberitahu.


"Hmm... wanita ****** teriak ******, sungguh aneh? Kau... belum menjadi istriku kau sudah banyak drama, apalagi kalau kau sudah menjadi istriku?" gumam Jonathan sambil tersenyum sinis, menatap wajah wanita selingkuhannya.


PLAK.


"Jonathan, kau sungguh pria brengsek!! Kau... tega sama aku, kau tidak punya perasaan?!" ucap Vindy dengan suara terdengar begitu sangat keras memenuhi ruangan itu.


"Ya... aku tega, karena aku tidak sudi menikah dengan wanita banyak drama sepertimu!! Belum... menjadi istriku, kau sudah memiliki banyak kebohongan? Ini... itu, besok apalagi?" sambung Jonathan berbicara panjang lebar untuk memberitahu, sambil melangkah pergi karena berniat untuk segera meninggalkan tempat.


"Tapi, Bab---?"


"Aakh... sudah lah, aku sudah tidak mood lagi? Daripada... berdebat denganmu di sini, mending aku pulang dan istirahat?" ucap Jonathan, sambil menghempas kasar tangan wanita selingkuhannya dan segera melangkah pergi meninggalkan tempat, lalu meninggalkan wanita selingkuhannya seorang diri disana.


Bersambung.


¿?¿??¿??¿??¿??¿¿?¿??¿??¿¿?¿??¿??¿¿?¿


Bijak-bijaklah dalam membaca ya, guys? Yang masih di bawa umur, tidak di perkenankan untuk membaca cerita di bagian ini.


Maaf ya guys, jika dalam cerita ku banyak mengandung hal-hal yang berbau ya gimana gitu.

__ADS_1


Hehehehe, biasa lah guys? Cerita tak akan seru, jika dalam cerita tak ada yang sedikit menarik. Yaaa contohnya ya itu?


Hehehehe, maafkan author ya guys. Dan silahkan di lanjut bacanya, terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2