Reinkarnasi Gadis Pelakor

Reinkarnasi Gadis Pelakor
BAB 6. Bukan CLBK tapi CTBK


__ADS_3

Sebenarnya Verlyn sudah mengetahui keberadaan mereka, namun Verlyn tak ingin ambil pusing soal itu? Daripada momen kebersamaan nya rusak, mending Verlyn membiarkan mereka begitu saja tanpa berniat untuk menegur mereka.


Sementara pria yang sedari tadi berdiri di dekat wanita itu, hanya terdiam menatap keakraban mereka tanpa ingin menganggu. Meskipun dalam hati, sebenarnya pria itu ikut terhanyut apalagi ketika melihat senyum menghiasi bibir wanita itu.


Diam-diam David tersenyum, dan entah kenapa? Setiap melihat wanita itu tersenyum, dirinya pun ikut bahagia. Namun yang tahu isi hati pria itu hanyalah Tuhan, karena selain author? Tuhan lah yang paling tahu isi hati seseorang termasuk isi hati authornya sendiri.


"David, apa jadwal ku hari ini?" tanya wanita cantik itu, langsung membuyarkan lamunannya.


"A---hmmm jadwal ya nona, hmmm oh 30 menit lagi akan ada rapat penting dengan perusahaan dari PT. Sanjaya, dan selebihnya tidak ada lagi nona?" jawab pria itu sedikit tergagap.


"David... kau kenapa, jawab pertanyaan ku saja kau gelagapan seperti itu?" tanya Verlyn bingung dengan tingkah laku asistennya pagi hari ini.


"Ti---tidak nona, saya cuma tersedak air liur ku sendiri. Maaf, kalau kurang sopan?" ucapnya beralasan.


"Dari... PT apa tadi, jadinya lupa deh aku?" tutur Verlyn kembali bertanya, untuk memperjelas.


"Dari... PT. Sanjaya, nona?" jelas David memberitahu.


"PT. Sanjaya, itu kan---" gumam Verlyn sambil berpikir, Sangking seriusnya berpikir ucapannya pun tak mampu ia lanjutkan.


"Perusahaan.. itu yang menjalankan kan, Abimanyu Sanjaya pria yang pernah menjadi selingkuhan ku? Astaga... kalau begini caranya, bisa ketahuan dong aku nantinya? Bukannya... nepatin janji, yang ada cinta terlarang ku bersemi kembali, alias (CTBK bukan CLBK)," umpatnya dalam hati, setelah mengetahui siapa perusahaan yang akan bertemu dengan nya.


"Eh... tapi-tapi aku kan bukan Verlyn yang dulu, bahkan wajahku bukan yang dulu?Jadi... kalau pun aku kesana gak bakal ketahuan dong, bahkan Abimanyu tak akan sanggup mengenali aku lagi?" umpatnya lagi dalam hati yang bergelayut dengan pikirannya sendiri, membuat mereka yang melihat menjadi bingung.


"Nona, anda baik-baik saja kan?"


"Duk, kamu gak apa-apa?"


Tanya David dan mbok Sari berulang kali, namun Verlyn tetap tak bergeming dari lamunannya.


Sampai akhirnya pria itupun memberanikan diri untuk menyentuh pundak wanita yang ada di hadapannya itu, sambil bertanya.

__ADS_1


"Apa... anda sakit nona, butuh saya panggilkan dokter ke rumah sekarang?" tanya David yang akhirnya sedikit lebih berani menyentuh pundak atasannya, untuk menyadarkannya.


"Eh, e---engga, aku gak perlu dokter aku baik-baik saja aku sehat walafiat?" jawab Verlyn dengan secepat kilat tanpa ada jeda dari kata-kata yang keluar dari mulutnya. Membuat mereka yang mendengar semakin bingung.


"Ekhh... kok kalian malah menatap aku seperti itu, iya betul aku baik-baik saja dan aku gak butuh dokter untuk periksa aku?" sambung Verlyn kembali memperjelas ucapannya.


"Bagus lah... kalau keadaan nona baik-baik saja, karena saya pikir tadi anda sakit nona?" ucap David mengulang kembali kata-katanya, karena sejujurnya pria itu tidak dapat lagi membohongi perasaannya? Kalau tadi dia benar-benar mencemaskan keadaan wanita yang ada di hadapannya itu.


"Gak... David, aku baik-baik saja kok?" tutur Verlyn sedikit lembut kepada asistennya, sambil sedikit tersenyum. Membuat hati pria itu, seketika meleleh di buatnya.


Tak bisa dipungkiri, sebenarnya dari dulu sampai sekarang pria itu masih memiliki perasaan yang sama untuk wanita yang ada di hadapannya. Ya, Verlyn merupakan wanita idaman David dari dulu.


Di matanya tak ada perbedaan, antara wajah yang dulu hingga wajah yang baru. Bahkan semakin di pandang, kecantikan alami Verlyn semakin terpancar yang membuat David semakin di mabuk kepayang.


Jika terjadi hal buruk kepada wanita itu, maka David akan merasa khawatir. Meskipun itu hanya sakit biasa, bagi David itu hal yang tidak biasa.


"Mbok... Pak, kami akan segera pergi? Mbok dan bapak baik-baik ya di rumah, kalau bosan tuh halaman depan dan belakang masih luas? Kalian... bisa cari angin di sana, sambil jemur Ezra? Kata... orangtua jaman dulu, cahaya matahari pagi bagus loh untuk kulit anak kecil apalagi bayi seperti Ezra?" ucap Verlyn berbicara panjang lebar, sambil berpamitan.


Sementara kedua orangtua itu, hanya setiap kali mengangguk menanggapi ucapan wanita yang ada di hadapannya.


"Untuk... apa, duk?" tanya pak Nurdin tak mengerti.


"Sekalian... aku bantu cari anak-anak mbok dan bapak, siapa tahu nanti ketemu di jalan atau pernah lihat?" jelas Verlyn memberitahu.


Sementara mbok Sari.


"Oh... ada duk, tunggu sebentar biar mbok ambil dulu?" sahut mbok Sari yang juga baru teringat sesuatu, kemudian bergegas naik ke atas untuk mengambilnya


Tak lama kemudian, mbok Sari pun akhirnya kembali sambil membawa sesuatu.


"Maaf... duk, fotonya sedikit usang maklum masih foto jaman dulu?" ucap mbok Sari, sembari menyerahkan selembar foto yang tampak usang.

__ADS_1


"Baik-baik di rumah ya mbok, pak? Siapapun.... orangnya, jangan biarkan mereka mendekat ataupun menyentuh Ezra. Dan kami pergi dulu ya mbok, pak?" ucap Verlyn kembali mengingatkan, sambil menyelipkan selembar foto itu ke dalam tasnya.


"Kami... mengerti, duk?" jawab mbok Sari dan pak Nurdin, sambil mengangguk. Kemudian perlahan melangkah pergi, di ikuti David dari belakang.


"David!" panggil Verlyn di sela langkah nya.


"Ada apa, nona?" jawab David sedikit melangkah kakinya untuk mendekat.


"Utus... dua anak buahmu sekarang, aku tidak percaya dengan kedua pembantu itu?" sambung Verlyn dengan tegas, sambil tetap melanjutkan langkahnya.


"Kenapa... nona, apa ada masalah dengan kedua pembantu itu? Kalau... anda sudah tahu begitu, lalu kenapa nona tidak langsung---?"


"Tidak... memecat, bukan berarti membiarkan? Keluarga... mereka sangat membutuhkan uang dari mereka, jadi aku tidak bisa memecat mereka begitu saja?" jelas Verlyn begitu tegas, dan tetap melanjutkan langkahnya menuju mobil.


"Lalu... apa yang harus kita lakukan, nona?" tanya David, sembari mengikuti dari belakang.


"Tetap... rencana awal, utus dua anak buahmu sekarang juga? Jangan... langsung ke rumah, suruh mereka tetap memantau dari jauh agar tidak ketahuan mereka? Begitu... mereka macam-macam, segera beritahu aku. Biar, aku sendiri yang memberinya pelajaran?"


"Baik, nona?" ucap David dengan sigap membukakan pintu mobil untuk atasannya. Lalu Verlyn membungkuk, kemudian masuk ke dalam mobil tersebut.


Mobil itupun perlahan membawa mereka pergi dari tempat, menuju sebuah perusahaan. Karena sebentar lagi Verlyn sang mantan pelakor, akan bertemu kembali dengan seorang pria? Yang dulu pernah menjalin hubungan dengan nya, Abimanyu Sanjaya dari PT. Sanjaya.


¿?¿??¿??¿??¿??¿¿?¿??¿??¿¿?¿??¿??¿¿?¿


Hallo... Guys, awal baca nih? meski tak menarik😭, tapi setidaknya jangan lupa tinggalkan jejak 👍😉.


Vote👈


Like♥️


Komentar 💌

__ADS_1


And Favoritkan😍


See you again thanks for watching 🙏🙏🙏


__ADS_2