Reinkarnasi Gadis Pelakor

Reinkarnasi Gadis Pelakor
BAB 13. Apaan sih gak jelas banget


__ADS_3

Perjalanan kurang lebih 30 menit, akhirnya mobil yang di kendarai Verlyn dan kedua orangtua itu sampai di depan sebuah rumah dengan desain sederhana namun tampak masih sangat modern dengan bahan minimalis.


Verlyn membuka pintu mobil dan perlahan turun sambil menggendong anaknya, kemudian di susul oleh pak Nurdin dan juga istrinya mbok Sari.


Dengan langkah santai, mereka mendekati rumah tersebut.


Tok.


Tok.


Tok.


"Permisi, apa ada orang di dalam?"


Sambil mengetuk pintu dan berteriak. Namun masih belum ada jawaban, wanita itu pun berniat ingin mengetuk pintu kembali.


Tok.


Tok.


Tok.


"Permisi, di dalam ada---?"


Ceklit.


Teriakan Verlyn tiba-tiba terhenti, ketika pintu rumah tersebut mulai terbuka.


Dan.


"Devina!" ucap seorang pria dengan begitu terkejutnya melihat sosok wanita yang sangat di kenalnya, tiba-tiba berdiri di depan pintu rumahnya.


"Daniel?" pekik Verlyn dengan mata terbelalak sempurna, setelah mengetahui pemilik rumah tersebut.


"Ya... Tuhan Devina, kau dari mana saja? Astaga... baru ketemu hari ini, kau terlihat semakin cantik?" sambung pria bernama Daniel yang begitu tidak percaya dengan apa yang di lihatnya, lalu tanpa sengaja malah refleks memeluk wanita yang ada di hadapannya.


Deg.


Dan sontak saja, membuat hati David seketika memanas melihat adegan tersebut. Pria yang sedari tadi berdiri tegak di samping mobil, serasa tak sadar menggepalkan tangannya? Melihat reaksi pria itu yang secara tiba-tiba menarik wanita idamannya, masuk ke dalam pelukannya.


Eekhmmm.


"Da---Daniel, tolong jaga sikap? Kau... sudah beristri, sedang aku sudah bersuami? Jika... ingin bertindak tolong perhatikan sekitarmu, karena kita tidak sedang berdua saja? Lagipula... ke datangan ku kemarin bukan untuk membahas masa lalu, tapi karena ada seseorang yang ingin bertemu dengan mu?" ucap Verlyn berbicara panjang lebar, kemudian secara perlahan mendorong tubuh pria itu agar melepaskan dirinya.


Eekhmm.


"Ma---maaf, aku tidak sengaja?" ucap Daniel langsung tersadar, kemudian perlahan melepaskan pelukannya dari tubuh wanita yang ada di hadapannya.


"Bapak... mbok, kalian juga ada di sini?" tanya Daniel yang baru menyadari kehadiran kedua orangtua itu.


"Iya... mereka datang kemari bersama dengan ku, tadi?"


Bukan mbok Sari atau pak Nurdin yang menjawab, melainkan Verlyn yang kini sedang menyamar menjadi wanita yang ia pinjam raganya.


"Nak, di mana istri---" tanya mbok Sari, namun


"Yey, Mama udah pulang?" teriak seorang anak kecil begitu sangat gembira, sambil berlari dari dalam rumah? Membuat ucapan mbok Sari menjadi terhenti, setelah kedatangan anak laki-laki tersebut.


"Nak, ini anakmu" ucap pak Nurdin, berjalan mendekati anak kecil tersebut dan berniat untuk memeluknya.


"Kakek, siapa?" tanya anak kecil tersebut, kepada kedua orangtua itu.


"Ncuk... nenek dan kakek ini, adalah orangtua Ibu mu?" jelas mbok Sari memberitahu dengan nada yang sangat lembut.

__ADS_1


"Orangtua? Tapi... maaf nek kakek, Mama tidak ada di rumah? Mama... udah lama pergi, tapi gak pernah balik-balik ke rumah?" ucap anak kecil tersebut, berbicara dengan begitu polosnya.


"Kok... bisa sayang, memang apa yang terjadi?" tanya Devina, sedikit bersandiwara.


"Gak... tahu juga tante, soalnya Mama pergi gak bilang-bilang dulu sama Afkar?" ucap Afkar dengan begitu sangat polos, sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah Papanya.


"Mari... silahkan masuk, akan aku jelaskan semua di dalam?"


Kemudian pria bernama Daniel itu pun, mengangkat suara lalu mengajak mereka semua untuk masuk ke dalam rumahnya.


"Silahkan, duduk?" sambung nya mempersilahkan para tamunya untuk duduk di kursi ruang tamunya.


"Nak... Daniel, tolong jelaskan pada kami?Apakah... yang di ucapkan Afkar putra mu ini benar, kalau Vindy pergi dari rumah?" tanya pak Nurdin memulai pembicaraan, menatap tegas wajah menantunya.


"Ya... benar pak, yang di ucapkan Afkar memang benar? Aku... juga tidak tahu apa penyebabnya, tapi yang jelas? Aku... ingat betul pak mbok, malam itu Vindy pulang dan tiba-tiba minta pisah dengan ku? Aku... sudah berusaha membujuknya, tapi Vindy tetap masih ingin berpisah dengan ku pak mbok?" tutur pria bernama Daniel, dalam menjelaskan semua apa yang terjadi dengan rumah tangganya selama ini.


"Sebelum... berpisah dengan mu, sebenarnya apa pekerjaan istrimu Daniel?" tanya Devina ikut membuka suara, namun sebenarnya ia sudah mengetahui semua apa yang menyebabkan wanita itu pergi dan ingin berpisah dengan suaminya.


"Yang... ku tahu, cuma pelayan hotel sih?" jawab Daniel memberitahu, sambil mengerutkan keningnya.


"Ya... Tuhan, kenapa jadi seperti ini? Nak... Daniel, setelah Vindy berpisah dengan mu? Lalu... Vindy pergi kemana, dan tempat tinggalnya di mana?" tutur mbok Sari begitu sangat mencemaskan keadaan anak perempuannya.


"Aku... juga tidak tahu mbok, karena setelah berpisah? Vindy... dan aku sudah jarang berkontekan, bahkan Vindy sudah jarang datang kemari untuk menemui Afkar anaknya?"


Deg.


Ucap Daniel memperjelas, dan membuat mbok Sari dan pak Nurdin seketika putus harapan. Jika sebelumnya mereka nampak bahagia dan bersemangat, namun kali ini? Mereka benar-benar sangat bersedih, karena satu kenyataan pahit? Bahwa anak perempuannya selama ini, ternyata sudah berpisah dengan suaminya tanpa alasan yang jelas.


Harapan untuk kembali bertemu dengan anak perempuannya, kini pupus kembali? Karena Vindy anaknya, pergi entah kemana. Bahkan anak beserta menantunya, kini sama-sama tidak saling berkomunikasi? Hingga kini mbok Sari dan pak Nurdin, sama sekali tidak tahu keberadaan anaknya itu.


"Lalu... kau sendiri Devina, sejak tadi kau datang? Aku... sama sekali tak melihat Jonathan, apa kau datang kemari tidak bersama suami mu?" sambung Daniel yang tiba-tiba melontarkan pertanyaan kepada wanita yang duduk di samping kursinya.


Hmmm.


"Itu... anak mu, wah tampan juga ya kayak Papanya?" sambung Daniel kembali melontarkan pertanyaan.


"Ya... pastinya, karena semua anak yang lahir ke dunia ini? Seratus... persen pasti mirip wajah kedua orangtuanya, ya paling tidak Papanya lah?" ucap Devina semakin beralasan.


"Siapa, namanya?" tanya Daniel kembali, sambil menaikkan satu alisnya menatap wajah wanita yang ada di sampingnya itu.


"Ezra Stefani Germanotta?" jawab Devina sambil menyembunyikan perasaan kesalnya, karena pria itu terus saja bertanya.


"Kok, gak ikut nama Papanya? Malah nama belakang anakmu, ikut kau semua?" tanya Daniel kembali, yang lagi-lagi sukses membuat wanita di sampingnya merasa panas mendengarnya.


"Aku... dan suami ku udah sepakat, jadi apapun nama belakang anak kami pasti suami ku tidak jadi masalah?" tutur Devina dalam menjelaskan, untuk membuat pria di hadapannya itu, percaya dengan semua kata-katanya.


"Oh, bagus lah?"


Dan akhirnya Daniel pun pasrah dengan jawaban yang di berikan oleh Devina, wanita yang tengah duduk di samping kursinya. Membuat Devina atau Verlyn merasa sedikit lega, karena pria di hadapannya itu? Akhirnya menyerah juga dengan semua pertanyaan-pertanyaan konyol nya.


"Ya... sudah nak Daniel, kalau begitu bapak dan mbok Sari pamit dulu? Kalau... ada kabar tentang Vindy, tolong secepatnya hubungi---?"


"Hubungi... aku saja, karena kebetulan mbok Sari dan pak Nurdin belum punya hp? Jadi... kalau ada kabar tentang Vindy, secepatnya hubungi aku?" sambung Verlyn atau Devina menyelah ucapan kedua orangtua itu, sambil menyodorkan selembar kertas berisi nomor telepon? Kepada pria, yang sudah menjadi mantan suami sahabatnya.


"Ayo.. pak mbok, kita pulang sekarang? Kalian... gak usah khawatir, secepatnya kita pasti bertemu kembali dengan anak bapak dan juga mbok?" ucap Verlyn atau Devina yang secara perlahan berdiri dari kursinya, lalu kedua orangtua itu? Dengan muka sedih, mereka pun akhirnya perlahan beranjak dari kursinya. Menyusul langkah wanita yang sudah berjalan keluar meninggalkan tempat.


"Sial, kenapa Devina baru berubah sekarang sih? Tubuhnya... seksi, dan wajahnya pun semakin cantik? Aarrrgggkkk---- andai aku tahu, gak bakal aku putusin dia dulu?" umpat Daniel dalam hati, sambil memperhatikan lekuk tubuh seksi Devina dari belakang.


Dan reaksi pria itu tak lepas dari pandangan asisten pribadi Devina atau Verlyn. Jika tidak mengingat status, mungkin David sudah melayangkan satu pukulan ke wajah pria yang sudah berani menatap tubuh atasannya seperti singa kelaparan yang sudah berhari-hari belum menemukan mangsanya.


POV. Daniel dan Devina


Ya, tidak bisa di pungkiri? Dan ternyata dunia ini, memang sempit. Niat awal Devina hanya datang menemui suami sahabatnya, untuk membongkar semua kebusukan sahabatnya. Namun apalah daya, wanita itu malah membawa dirinya kembali bertemu dengan mantan kekasih nya.

__ADS_1


Selain mantan suami sahabatnya, tenyata Devina pernah menjalin hubungan dengan pria bernama Daniel. Dan hubungan itu terjadi pada saat mereka masih duduk di bangku SMA, semasa dirinya masih mengenakan seragam putih abu-abu mereka.


Tiga tahun menjalin hubungan, namun tiba-tiba kandas di tengah jalan. Hubungan mereka terpaksa berakhir, karena kedua orangtua pria itu sama seperti suaminya sekarang ini. Tidak menyukai Devina karena sejak kecil sampai dewasa, Devina bagikan hanya kotoran jalanan. Besar di jalanan, dan hidup terlantung-lantung di jalan? Menjadi gelandangan, dan hanya bisa menyambung hidup dengan mengemis dan mengamen saja.


Devina bisa masuk di bangku SMA, karena pertolongan janda tua yang kebetulan seorang pengurus di panti asuhan. Namun setelah ia lulus sekolah, Devina kembali hidup terlantung-lantung di jalan? Karena panti asuhan tempatnya berteduh, kini sudah di tergusur oleh pemilik tanah tersebut dengan alasan mereka akan membangun sebuah hotel di daerah tersebut.


PLAK.


"Dasar... anak bodoh, dia itu cuma kotoran jalanan kenapa kau masih nekat berhubungan dengan nya?"


"Tapi... Ma, Pa aku sangat mencintai Devi---?"


"Tidak, perduli! Dan... Papa minta, putuskan kotoran jalanan ini sekarang juga? Atau... jangan harap, kau bisa mendapatkan warisan dari Papa?" tegasnya, yang sangat melarang keras hubungan anaknya dengan Devina.


Nasib Devina sungguh memang tragis, bahkan perjalanan cintanya pun kian tragis juga. Dua kali menjalin hubungan, namun dua kali juga wanita itu harus merasakan penghianatan? Menjalin hubungan dengan laki-laki yang berbeda, namun berasal dari keluarga kaya sombong.


Saat itu, Devina sangat terpuruk karena begitu banyak masalah yang harus ia hadapi. Ia membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari sang kekasih, namun apa yang di lakukan pria itu.


"Aku... mohon Dan, jangan putuskan hubungan kita? Dan... aku masih sangat mencintai mu, dan aku tidak ingin hubungan kita ber----?"


"Maaf... Dev, dan kita harus putus hari juga?"


"Ti---tidak Dan, aku tidak mau putus dari kamu?"


"Mengertilah... Dev, kau sama sekali bukan tipe ku? Hubungan... kita tidak berdasarkan cinta, tapi hanya rasa kasihan?" jelas Daniel memberitahu.


"A---Apa maksud dari perkataan mu, Daniel? Ja---jadi selama ini kamu, hanya terpaksa mencintai ku? Dan... kamu sungguh keterlaluan, beraninya menjalin hubungan dengan ku hanya sebuah rasa kasihan?" ucap Devina dengan airmata yang ternyata sudah lolos membasahi kedua pipinya.


"Astaga... kotoran jalanan ini, kenapa kau tak mau pergi juga?" ucap wanita paruh baya, yang merupakan Ibu mantan kekasihnya.


"Apa... perlu satpam, agar kau enyah dari pandangan kami hmm?" sahut Papa Daniel menimpali ucapan istrinya.


"Dan---?"


"Enyalah... Devina, karena kau bukan tipe ku lagi? Sekarang... aku sudah punya Jessica, yang jauh lebih cantik dan seksi dari pada kamu?"


Bukannya membela dirinya di depan orangtuanya, Daniel malah terang-terangan memutuskan dirinya di depan orangtuanya dan lebih memilih wanita lain untuk bersanding dengannya. Bukan hanya memutuskan, namun Daniel juga sangat tega berpegangan tangan dengan Jessica, kekasih barunya di depan mata Devina.


Namun?


Soal bagaimana Daniel bisa bertemu dengan Vindy, itu di luar ekspektasi Verlyn atau Devina. Seingat Devina, setelah Daniel memutuskan dirinya? Pria itu akan melangsungkan pernikahan dengan kekasihnya bernama Jessica. Namun entah lah, kok tiba-tiba pria itu malah menikah dengan mantan sahabatnya.


Dan kata emak-emak tukang gosip, ini mah karma buat laki-laki suka plin-plan. Membuang batu permata, demi mendapatkan batu kerikil.


Hidup itu bagaikan roda berputar, kadang di bawah dan kadang juga di atas. Seperti halnya kehidupan Daniel, yang kini jauh dari kata sempurna. Gagal menikahi Jessica, tapi justru dapat Vindy yang cuma dari kelas rendahan. Bukan hanya wanita desa, tapi juga seorang ****** alias wanita pelakor (wanita perebut laki orang).


Sedangkan Devina, meskipun hidupannya kini hanya di bantu oleh seorang roh? Tapi Devina sangat bersyukur, karena ia masih bisa berdiri di atas pijakan kakinya sendiri. Tidak harus menjadi wanita penghibur, namun masih bisa melahirkan anak selucu dan setampan seperti anaknya Ezra Stefani Germanotta. Meskipun tak pernah di akui sebagai seorang istri, namun Devina tetap bersyukur.


Bersambung.


¿?¿??¿??¿??¿??¿¿?¿??¿??¿¿?¿??¿??¿¿?¿


Nah... loh, penasaran kan dengan ceritanya. Oke, sebelum author lanjut jangan lupa tinggalkan jejak dulu dong.


Vote👈


Like♥️


Komentar 💌


And Favoritkan😍


See you And terima kasih 🤗🤗🤗.

__ADS_1


__ADS_2