Reinkarnasi Gadis Pelakor

Reinkarnasi Gadis Pelakor
BAB 23. Resmi bercerai


__ADS_3

"Ketiga... mengenai nafkah yang akan di berikan oleh saudara Jonathan, tetap akan memberikan nafkah untuk sebagai pengganti kebahagiaan selama menikah untuk Devina dan anaknya selama tiga bulan lamanya. Demikianlah... putusan ini diterapkan dan disahkan di Jakarta, tanggal 27 Oktober 2022." ucap Majelis hakim, yang akhirnya memutuskan sidang perceraian antara Jonathan dan juga Devina.


Kemudian di lanjutkan dengan tiga kali ketokkan palu, oleh Hakim yang menjadi tanda bahwa pernikahan keduanya telah resmi berakhir.


Tidak di pungkiri, perceraian selalu membawa atmosfer kesedihan. Itu juga yang di rasakan Verlyn saat ini. Wanita itu bahkan memejamkan matanya, dengan dramatis saat Hakim menyebut putusan cerai siang hari itu.


Akan tetapi, tidak di pungkiri di sisi lain. Verlyn merasa lega, bebas, dan bahagia. Tali kekang kuda yang salam ini menjerat lehernya, perlahan telah di lepaskan. Hanya saja terlintas wajah wajah Papa Bagaskara dipikirannya saat ini. Selama menjalin pernikahan dengan Jonathan, hanya Papa Bagaskara yang menganggap dirinya kayaknyab sebuah keluarga.


Di satu sisi, Jonathan hanya menunjukkan wajah datar saat pembacaan putusan perceraiannya. Pria itu sudah membulatkan tekadnya untuk menceraikan Devina. Semakin cepat, justru semakin baik adanya.


Semenjak Vindy, nampak tersenyum di sudut bibirnya. Wanita itu berharap, usai putusan perceraian antara Jonathan dan Devina. Langkahnya untuk menjadi menantu tunggal Bagaskara Evander akan kian mulus.


"Saat... yang di tunggu, telah tiba. Jonathan... dan Devina, akhirnya sudah bercerai. Resmi berakhir. Kini... aku hanya perlu memasang strategi, agar Jonathan segera menikah ku. Hanya... aku yang pantas dan layak, menjadi Queen Lady di keluarga Bagaskara Evander. Hahahaha---?" gumam Vindy dalam hatinya sendiri.


Bahkan wanita itu, nampak beberapa tempat tersenyum sendiri. Membayangkan, bagaimana cara dirinya akan menjadi Nyonya Jonathan Bima Evander. Satu-satunya menantu, dari ada salah satu dari Taipan yang sangat terkenal di Ibukota.


Usai putusan sidang perceraian, Pengadilan Agama Islam pun. Memberikan akta perceraian kepada Johathan dan juga Verlyn. Dan usai itu semua, keduanya dipersilahkan untuk saling berjabat tangan.


Terlihat enggan, tetapi Jonathan dan Verlyn tetap berjabat tangan? Sekalipun sebagai bentuk formalitas saja. Setelah itu semua, seluruh rangkaian persidangan telah usai. Verlyn memilih untuk meninggalkan ruang persidangan terlebih dahulu, Sementara Jonathan nampak masih mengamati akta perceraiannya yang masih ia genggam di tangannya.


***


Terlihat dengan jelas, disana bahwa saat itu, hari, bulan dan tahun itu, Jonathan telah resmi bercerai dari Devina Stefani Germanotta.


Kedua bola mata Jonathan tanpa ia sadari, meneteskan air mata? Saat ia membaca sebuah kalimat di selembar akta perceraian di tangannya.


Putusnya perkawinan karena perceraian antara Jonathan Bima Evander dengan Devina Stefani Germanotta.


Entah kenapa, membaca satu kalimat di akta perceraian itu? Jonathan tidak bisa menahan air mata untuk tidak jatuh. Hingga akhirnya pria itu menghela nafasnya, dan akhirnya memikirkan suatu kejadian di masa lalu.


POV. Jonathan Bima Evander


"Buka pakaian mu!" titah Johathan, begitu masuk di dalam kamar.


Devina, wanita cantik berusia 25 tahun yang merupakan istri dari Jonathan Bima Evander atau biasa dipanggil Johathan itu. Devina tak bergeming atau tidak langsung melaksanakan perintah Jonathan barusan. Devina justru menatap wajah suaminya itu, dengan tatapan yang sukar untuk dibaca.


Kalau di lihat dari kesat mata Jonathan suaminya merupakan sosok pria idaman bagi banyak kaum wanita.

__ADS_1


Bagaimana tidak?


Pria itu memiliki paras yang sangat tampan, tubuh tinggi dan atletis serta memiliki kulit yang bersih. Di samping itu juga, pria itu merupakan CEO di sebuah perusahaan besar yang menaungi berbagai macam bidang bisnis. Namun siapa sangka, di balik sosok itu? Tersimpan sisi kejam, yang hanya Devina lah yang tahu.


"Kenapa... kau masih diam saja, disana! Apa... kau, tidak mendengar perintah ku?" suara Jonathan terdengar meninggi dan menatap Devina dengan tatapan tajam, siap untuk membunuh.


"Buat... apa aku membuka, pakaian ku? Aku... kan baru memakainya, setelah selesai mandi tadi?" Devina mencoba memberanikan diri untuk menolak. Baginya tatapan membunuh yang diperlihatkan oleh Jonathan, sudah menjadi hal biasa? Setelah menjalani pernikahan selama 3 tahun lamanya.


"Kau, berani membantah ku!"


Bukan hanya tatapan Jonathan yang terlihat semakin tajam, tapi nada bicaranya pun kini terdengar sangat menakutkan dan dingin.


"Aku... tidak membantah, tapi aku hanya bertanya? Apa... alasannya, aku harus membuka pakaian ku?" sangkal Devina.


Wanita itu, memang belakangan ini sudah mulai berani menjawab ucapan diam Jonathan. Tidak seperti sebelum-sebelumnya, untuk melihat mata suaminya saja Devina sudah sangat ketakutan.


"Aku... sekarang sedang pusing, dan menginginkannya?" ucap Jonathan santai.


"Oh?" Devina mengangguk-anggukan kepalanya. " Tapi... bisa tidak, kau memintanya dengan sopan?" sambung Devina memberitahu.


"Hay... kau tidak berhak, memerintah ku!" Bentak Jonathan. "Aku... mau sopan atau tidak, itu bukan urusanmu! Ingat... pandanganku kepadamu, masih sama seperti dulu? Kau.. itu wanita mu-ra-han, kau hanya kotoran ja-la-nan paham?" ucapan Jonathan lagi-lagi sukses membuat hati Devina terluka dan bagikan tersayat ribuan pedang. Kata-kata Jonathan terdengar begitu sadis, namun terdengar manis bagi wanita lain yang mendengarnya.


Jonathan, menggepalkan tangannya dengan kencang. Dadanya terlihat naik turun, seiring dengan nafasnya yang memburu. Hal itu menandakan bahwa kemarahan pria kharismatik itu, sudah mencapai ubun-ubun kepalanya.


"Aku... tidak punya waktu berdebat hal yang tidak penting, denganmu! Sekarang... buka pakaianmu, CEPAT!!" suara Johathan terdengar menggelegar, hingga membuat Devina seketika beringsut ketakutan. Ya kali ini, Devina tidak berani untuk membantah lagi.


Dia tidak ingin melihat Jonathan, benar-benar murka. Yang pastinya akan berimbas pada nasibnya kelak, yang bisa di pastikan akan bernasib buruk? Bila Johathan, benar-benar marah kepadanya.


"Ta---tapi, aku belum---"


"Cepat, tanggalkan!" lagi-lagi ucapan Johathan meninggi, menghentikan ucapan Devina.


Devina, akhirnya mulai melucuti pakaiannya dengan perlahan. Dan sekarang semuanya sudah teronggok di lantai. Demikian juga dengan Jonathan, yang tidak tinggal diam. Pria itu juga melakukan hal yang sama, sehingga tubuh keduanya sekarang sama-sama sudah polos tanpa sehelai benangpun yang menempel.


Tak perlu menunggu waktu lama, suara-suara aneh dan mengerang mulai terdengar memenuhi ruangan itu. Dan inilah yang paling di benci oleh wanita itu, dimana setiap Jonathan menggaulinya? Dia tidak bisa menolak, bahkan terkesan sangat menikmatinya. Meskipun ia tahu, suaminya memalukan hal itu? Tanpa adanya perasaan cinta sama sekali.


Sebuah teriakan terdengar, sebagai pertanda kalau pertempuran Jonathan dan Devina sudah selesai. Jonathan segera bangun, dan berdiri dari atas tubuh istrinya.

__ADS_1


"Sekarang... tutup tubuh kotormu lagi, aku sangat jijik melihatnya!" ucap Jonathan sambil melempar selimut ke arah istrinya dengan begitu kasar.


"Kau... selalu bilang jijik, tapi kau---"


"Diam, aku tidak butuh pendapatmu!" Jonathan dengan cepat memotong ucapan istrinya, sebelum wanita itu menyelesaikan ucapannya.


"Oh ya, kau tidak lupa mengkonsumsi pil KB-nya kan? Ingat... aku tidak mau punya anak, dari rahimmu. Karena... yang berhak mengandung anakku, hanyalah pacar ku nanti?" ucap Jonathan tegas, tanpa memikirkan bagaimana perasaan Devina istrinya.


"Tuh, bayaran mu!" ucap Jonathan semakin membuat perasaan istrinya terluka.


"Apa... maksud semua ini, aku bukan p3lac0r Mas! Aku... istri mu, Mas?" ucap Devina, cairan bening mulai terlihat menetes dari sudut matanya.


Hal ini memang sudah biasa terjadi, dimana setiap Jonathan selesai melakukan hubungan suami-istri dengannya. Pria itu pasti memberinya uang sebagai bayaran. Namun, walaupun sudah sering terjadi? Bagi Devina apa yang di lakukan oleh Jonathan itu, tetap benar-benar sangat menyakitkan.


"Tapi... bagiku, kau tetap seorang p3lac0r. Bahkan... kau lebih mudahan, daripada wanita murahan? Ingat... kau yang menjeratku, sehingga Papa memaksaku untuk menikahinya mu?" sindir Johathan, dengan sudut bibir menyeringai sinis.


Itulah kata-kata yang paling menyakitkan bagi Devina, selama Jonathan menjadi suaminya. Namun hari ini, statusnya pun sudah berganti menjadi seorang janda muda.


***


"Bab... kau menangis, apa kau menyesal sudah menceraikan istrimu?" tanya Vindy membuyarkan lamunan Jonathan seketika, dan dengan cepat? Jonathan pun langsung menyeka air matanya, agar tidak terlihat oleh siapapun juga. Bagi Jonathan, menangis adalah hal yang paling memalukkan selama hidupnya.


"Gak... Bab, aku hanya senang saja? Karena... akhirnya aku terlepas dari jeratan, wanita kotoran jalanan itu?" ucap Jonathan beralasan, sambil menghapus air matanya dan perlahan berdiri dari kursinya dan berniat segera meninggalkan ruang persidangan.


Bersambung.


¿?¿??¿??¿??¿??¿¿?¿??¿??¿¿?¿??¿??¿¿?¿


Huuufh... lega rasanya guys, akhirnya Devina resmi bercerai dengan suaminya. Menarik bukan😉. Tapi sebelum dilanjut ceritanya, ada baiknya readers tinggalkan jejak dulu👍. Agar author terus bersemangat dalam berkarya 😁.


Dan.


Bijak-bijaklah dalam membaca ya, guys? Yang masih di bawa umur, tidak di perkenankan untuk membaca cerita di bagian ini.


Maaf ya guys, jika dalam cerita ku banyak mengandung hal-hal yang berbau ya gimana gitu.


Hehehehe, biasa lah guys? Cerita tak akan seru, jika dalam cerita tak ada yang sedikit menarik. Yaaa contohnya ya itu?

__ADS_1


Hehehehe, maafkan author ya guys. Dan silahkan di lanjut bacanya, terima kasih 🙏🙏🙏


__ADS_2