
Lembah Terdalam
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Naga sialan itu menghilang dari goa. "
Seseorang yang mengenakan tudung hitam berbicara dengan nada dingin.
"...Apakah ada petunjuk tentang keberadaan nya? Dia adalah kunci utama dari tujuan kita."
Sahut seseorang yang lain.
"Sayangnya tidak ada. "
"Apa mungkin 'dia' pelaku nya? Bisa saja 'dia' belum mati dan menyembunyikan naga itu ditempat lain. "
"itu tidak mungkin. aku berani jamin 'dia' sudah mati. "
"Hmm.. untuk saat ini, prioritas utama kita adalah mencari naga itu.
Kita akan mencari nya, ini demi terlaksana nya tujuan kita. "
"kau benar. kita sudah mempersiapkan banyak hal untuk tujuan kita."
"meski seribu tahun yang lalu kita gagal..
Kali ini tidak akan ada kegagalan. "
"Huh! apa pun yang akan terjadi aku takkan membiarkan kita gagal! Kemenangan akan menjadi milik kita,, bersabarlah sebentar lagi."
...
..
Tak terasa waktu terus berjalan,
Sebulan telah berlalu.
Selama waktu itu, aku telah datang ke asosiasi seminggu sekali untuk membuat pil.
Reputasi asosiasi meningkat pesat karena hal ini.
Reputasi ku dimata asosiasi juga sangat tinggi, bahkan para ahli di asosiasi sangat menghargai ku.
"Apa kau sudah siap? kita akan berangkat sekarang nak. "
Xiyue mengingat kan dari samping.
"Tentu, kita bisa berangkat setelah menyapa para tetua. "
Alice menyiapkan perbekalan untuk mereka.
"peringkat emas Bintang 3, sangat lemah.
tapi mencapai prestasi itu di usia 7 tahun, aku tidak yakin ada yang bisa mencapai nya selain dirimu nak. "
Xiyue berbicara dengan nada datar saat melihat alice.
"hmph! Tentu saja. jika aku terus berkembang pesat seperti ini, aku akan mencapai Puncak sebelum berusia 30 tahun. "
alice mengepal erat tangan nya, dia masih harus lebih kuat.
"Ayo, xiyue"
Alice beranjak pergi dan xiyue berada di pundak alice.
...
__ADS_1
Paviliun mata air suci, Meja bundar.
"Hormat pada kelima tetua. "
Alice berlutut dihadapan para tetua.
"bangunlah,, "
"Terimakasih tetua. "
"Aku sudah dengar dari Tetua Osiris,
kau akan pergi ke hutan terlarang bukan?
Kau Juga pasti tau, disana bukanlah hutan yang bisa dengan bebas kau masuki.
Monster disana sangat kuat dan berbahaya,
Kau harus bisa menjaga dirimu sendiri..
apa kau benar-benar siap nak? "
Tanya tetua alba dengan serius.
"Aku sangat siap tetua. "
Alice sudah bertekad, tidak ada yang bisa menghentikan nya.
tetua alba menghela nafas panjang,
"Aku mengerti, berhati-hati lah nak.
Pastikan kau pulang dengan selamat. "
"Terimakasih tetua. "
kami menunggu mu. "
Osiris mengusap kepala alice dengan lembut.
Bagi dia, seberapa berbakat nya alice.. tetap saja hanya anak kecil dimatanya.
mendengar hal itu membuat alice merasa hangat..
"aku berjanji guru, aku akan pulang dalam 2 bulan.. "
mendengar alice seperti itu, osiris hanya bisa tersenyum pasrah.
...
setelah perpisahan singkat dengan para tetua, alice memulai perjalanan nya menuju hutan terlarang.
"hei xiyue, aku ingin tau orang yang menyegel mu seperti apa..? "
Alice selalu penasaran akan hal ini.
Xiyue sangat lah kuat, Tapi seseorang yang bisa menyegelnya pasti jauhlah lebih kuat.
"kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu nak? "
"Kau pernah berkata akan memberi tau ku kejadian seribu tahun lalu saat aku sudah cukup kuat menguasai negara ini sendirian.
Tapi kau tidak pernah bilang tidak akan memberi tau ku tentang ahli yang menyegelmu. "
Alice tersenyum licik pada xiyue.
__ADS_1
"aihh, gadis yang licik. "
"Aku benar kan. "
"baiklah, aku kalah.
aku akan memberi tau mu sedikit.
ahli yang menyegel ku itu berasal dari dunia yang sama dengan mu, dia bernama Chuang Yao. "
Deg!
"Dunia yang sama dengan ku? Maksudmu, ada orang lain yang kedunia ini selain aku? dan itu chuang yao?"
"Ya itu benar, tapi ingat nak.
chuang yao duluan lah yang datang kesini.
lalu, apa kau kenal dengan nya? "
"Chuang yao.. entah kenapa terasa familiar.
aku merasa pernah mendengar nya..
tapi aku tidak bisa mengingatnya. "
Dia merasakan otaknya berputar saat ini.
'sial aku pernah mendengar nya,
tapi dimana? '
Alice menggigit ibu jari nya, dia merasa sangat kesal..
Xiyue yang merasa tidak nyaman langsung menegurnya,
"sudahlah nak, kau bisa mengingat nya lagi lain waktu.
lebih baik fokus pada perjalanan ini dulu.
kita berkemah disini.
kau butuh tidur. "
mereka berjalan melewati hutan-hutan dan berhenti disalah satu pohon besar.
Mereka juga membuat api anggun dan memakan bekal yang mereka bawa.
"Xiyue, aku akan tidur duluan.
apa kau bisa berjaga ?
kau bisa tidur diperjalanan nanti. "
Alice sudah mengantuk saat ini, bahkan ketika bicara pun matanya sambil tertutup.
'aihh gadis kecil ini.. bagaimana aku bisa menolak? ketika berbicara seperti itu matamu sudah tertutup! '
"Aku mengerti, kau tidur saja. "
Ketika xiyue menengok ke arah alice, dia hanya melihat alice yang sudah terlelap.
"aku jadi terlihat seperti penjaga anak. "
...
__ADS_1