
"Eh? bukankah dia yang dikabarkan dekat dengan pangeran? kudengar ada seorang gadis berambut perak yang cukup dekat dengan pangeran! "
"benarkah? Siapa namanya tadi? alice casavia? aku tidak pernah dengar ada keluarga ternama atau bangsawan yang menyandang nama 'Casavia'. Siapa dia? bagaimana mungkin dia bisa dekat dengan putra mahkota?"
"Ayolah! paling Gadis itu hanya tersesat dan diantar oleh pangeran! lihatlah, dia hanya gadis kecil."
"ohh kau benar. mungkin benar begitu."
alice menahan kekesalan nya, Dia merasa bicara dengan roland hanya akan membawa bencana padanya.
'lebih baik aku tidak dekat dengan nya selama di academy ini.'
Alice berhenti tepat di depan kristal besar itu. seperti sebelumnya, pengawas itu menyuruh alice untuk meletakkan tangannya didepan kristal dan mengeluarkan energi sihirnya.
"Aku akan menyegel 4 inti sihir mu seperti yang kau katakan tadi. Aku akan menyisakan inti sihir Angin untuk mu. Begitu kan?"
"ya, lakukan diablo."
Diablo Menggunakan kekuatan nya untuk menyegel 4 inti sihir alice sekaligus. tentu saja hal ini ada konsekuensi nya. Karena diablo menggunakan banyak kekuatan saat ini, setelah ini dia terpaksa akan tertidur dalam waktu yang tidak ditentukan.
sihir kegelapan diablo mulai mengunci erat 4 inti sihir yang alice miliki. Dan alice merasakan kalau Energi sihirnya Berkurang secara drastis.
'kalau begini aku bisa mengeluarkan sedikit kekuatan ku. Hebat juga Dia bisa nenyegel 4 inti sihir ku sekaligus.'
"Nak? bisa kau mulai sekarang?"
Pengawas itu menegur alice yang tak kunjung melakukan apa yang diperintahkan.
"Maaf,Aku akan memulai nya."
Alice meletakkan tangannya didepan kristal besar dan mengeluarkan energi sihirnya. ketika alice mengeluarkan energi sihirnya, batu kristal tidak mengeluarkan warna apapun. hal itu pertama kali nya terjadi. bahkan bagi seorang ahli bela diri sekalipun pasti memiliki inti sihir. dan setiap inti sihir memiliki warna nya sendiri.
'apakah Kristal nya rusak? tidak mungkin! ini adalah harta langit! tapi kenapa gadis ini tidak memiliki warna apapun?'
Pengawas yang menjadi pengawas alice merasa heran dengan hal ini. ini pertama kali nya kristal sihir tidak menunjukkan warna apapun. bukan cuma pengawas saja, bahkan para murid juga merasa heran. tak sedikit juga murid yang menghina nya.
__ADS_1
"tak memiliki warna? betapa bodohnya! dia hanya gadis yang tidak memiliki bakat apapun! memalukan!"
"Padahal aku sudah waspada jika dia memiki bakat tinggi."
"Ini pertama kali nya terjadi dalam sejarah! bahkan seorang pecundang pun memiliki inti sihir!"
Ruangan menjadi sangat berisik karena mereka tengah menghina nya seakan-akan alice lebih buruk daripada seorang pecundang.
"ehem, kau bisa pergi jika ka-.. "
belum selesai bicara tiba-tiba sekelebat cahaya yang sangat terang keluar dari kristal sihir yang membuat seisi ruangan menjadi buta sesaat.
"a.. apa itu tadi?"
kini kristal sihir itu mengeluarkan cahaya berwarna Hijau kegelapan. Padahal cahaya tadi sangat terang, tapi warna yang muncul adalah campuran dari warna hijau dan sedikit hitam.
'sepertinya diablo berhasil menyegel inti sihir ku. tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa pada sihir kegelapan ku. Rupanya dia benar-benar memiliki batasan karena tidak memiliki tubuh. saat ini diablo pasti sedang tertidur."
pengawas sedikit kebingungan dengan hal ini, warna hijau sudah pasti menunjukkan kalau alice memiliki sihir angin. tapi kenapa ada sedikit warna hitam? Karena waktu terus berjalan, pengawas itu memutuskan untuk tidak memikirkan nya.
"Sihir.. angin! lalu Sekarang, seranglah aku dengan mantra sihir yang kau bisa."
'aku harus menggunakan mantra apa? Aku tidak tau banyak tentang mantra angin. apa kugunakan saja mantra tingkah menengah?"
Alice kemudian membaca mantra dan mulai menyerang pengawas. tiba-tiba sekumpulan angin berkumpul dan bersiap untuk menyerang si pengawas.
'aneh, kenapa aku merasakan niat membunuh di sihirnya?'
Angin yang sudah berkumpul itu mulai menyerang pengawas. seperti yang diduga alice, pengawas itu tidak terluka dan berhasil menahan serangan alice.
Para murid yang tadi nya terdiam kini mulai tertawa.
"hahaha.. lihatlah! dia bahkan tidak bisa menggores Guru Luo!"
"apa kau bodoh? Guru luo berada ditingkat legenda akhir. dia hanya tinggal selangkah lagi menuju tahap dewa. bagaimana mungkin gadis itu bisa melukai nya? "
__ADS_1
"dia benar. itulah mengapa kepala sekolah memilih guru luo untuk dijadikan pengawas ujian kedua."
Alice memilih untuk mengabaikan mereka, tidak ada gunanya dia menanggapi para murid itu.
Luo berfikir beberapa saat sebelum dia memberikan nilai pada alice.
"100 poin!poin penuh! kau bisa mengikuti ujian ketiga besok pagi."
eh? poin penuh?
Bukan hanya alice yang terkejut. bahkan para murid yang tadi mengejek nya kini hanya diam membisu. mereka tidak tau mengapa alice mendapatkan poin penuh. dimata mereka itu hanya serangan lemah! bahkan tingkatan sihir angin sendiri saja sudah rendah!
Setiap sihir memiliki peringkat nya sendiri. Dari yang tertinggi yaitu sihir api, berlanjut ke sihir air, sihir Petir, sihir angin dan yang terlemah sihir Alam.
Bahkan para senior yang memiliki sihir api pun belum tentu bisa mendapatkan poin penuh! tapi.. kenapa alice bisa? mereka ingin protes tentang hal ini tapi mereka tidak berani mempertanyakan nya pada guru Luo. jadi mereka memilih untuk diam dan menatap alice dengan tatapan yang tak bisa dijelaskan.
"sepertinya Alice adalah peserta ujian terakhir. Baiklah karena tidak ada peserta lagi yang mengikuti ujian. maka ujian kedua sudah selesai. sampai bertemu besok semuanya."
Luo membubarkan Ruang ujian kedua. setelah itu dia pergi keluar dan menuju keruangan kepala sekolah untuk melapor para murid yang mengikuti ujian.
Tok tok tok!
"Permisi..ini Luo. "
"masuklah"
Luo memasuki ruangan dan berhenti didepan kepala sekolah.
"Luo, kudengar kau memberi poin penuh pada seorang gadis? apalagi dia hanya menggunakan sihir angin..?"
kepala sekolah tersenyum dan bertanya pada Luo.
"Ya, aku memiliki alasan ku sendiri. kau tidak akan percaya jika tidak kutunjukkan."
Luo membuka bajunya dan memperlihatkan dada nya yang terluka! bahkan luka nya hampir mengenai jantung nya!
__ADS_1
"i.. ini..? "
kepala sekolah tidak bisa berkata apapun..