
"Kita sudah sampai tuan."
ucap seorang kusir yang menghentikan kudanya dan berbicara sopan pada seorang penumpang.
"Terimakasih."
Pria itu turun dari kereta kuda dan berjalan ke arah istana. Tentu saja dia sempat dicegat oleh pengawal kerajaan, tapi ketika dia mengeluarkan lencana nya dia langsung diberi izin masuk oleh pengawal.
"Ada apa ya kepala sekolah dari academy terra datang kemari? bukankah ujian masih berlangsung?"
ucap salah seorang pengawal.
"entahlah. mungkin dia memiliki urusan pribadi dengan yang mulia? bisa saja terkait masalah pangeran disekolah."
jawab seorang pengawal yang lain.
"ohh...begitukah.."
...
Ruang Tahta
"Yang mulia, kepala sekolah dari academy terra datang berkunjung. Apa titah anda yang mulia?"
Ucap seorang pengawal dengan pakaian khusus yang dipakai nya.
"Oh? aku ingin tau kenapa kepala sekolah datang kemari?"
ucap seorang Perdana menteri.
"perdana menteri Meng, tidak sopan bicara seperti itu ketika yang mulia belum bicara. tolong perhatikan posisi mu agar hal ini tidak terulang lagi."
__ADS_1
tepis seorang penasihat yang berada di samping Tian.
'cih! tua bangka sialan. kau membuat reputasi ku memburuk!'
Yan Meng menggertak kan gigi nya dan menahan kekesalan nya. sepertinya Perdana menteri dan penasihat kaisar tidak memiliki hubungan yang baik.
"sudahlah."
Tian mencoba untuk memisahkan mereka agar tidak berselisih lebih lanjut.
"aku ingin bicara secara pribadi dengan Kepala sekolah. bisakah kalian kosongkan ruangan ini untukku?"
Perdana menteri, penasihat, jendral dan beberapa orang penting lainnya saling bertatapan. padahal mereka ingin mengadakan pertemuan penting mengenai fenomena hilang nya beberapa desa akhir-akhir ini. tapi hanya karena kedatangan seorang kepala sekolah, kaisar ingin membubarkan pertemuan secara mendadak?
"kami mengerti yang mulia. panggilah kami jika anda sudah selesai."
balas penasihat kaisar.
"Jika penasihat Bao sudah bicara seperti itu maka kami akan menunggu anda di depan yang mulia. semoga pembicaraan anda berjalan lancar. kami pamit undur diri."
Karena dua orang penting sudah bicara, maka mereka hanya bisa pasrah dan pergi dari ruangan. tak lama setelah ruangan kosong, kepala sekolah langsung memasuki ruangan tahta dan berlutut didepan kaisar.
"hormat yang mulia kaisar."
"bangunlah. ada apa kau datang kemari, Yifan?"
Yifan bertatapan mata dengan Tian sebelum bicara,
"Harusnya aku yang bertanya yang mulia. apakah ini maksud mu? jika Academy terra akan kedatangan iblis berambut perak dengan mata emas? iblis yang akan membawa kemenangan pada academy terra? katakan yang sebenarnya yang mulia, siapa sebenarnya gadis itu?"
Tian sudah menduga kalau kedatangan yifan pasti terkait masalah alice. Tian menyenderkan kepalanya dan menjawab dengan santai,
__ADS_1
"Jangan khawatir. dia adalah salah satu orang kepercayaan ku. Dia juga murid pribadi dari Osiris. jadi kau hanya perlu mengawasi nya dari jauh. Lagipula kau tidak perlu bicara formal seperti ini padaku Yifan. bicaralah seperti biasa."
Yifan menghela nafas panjang dan duduk di samping Tian.
"Setidaknya beri aku Penjelasan mengenai gadis itu, bagaimana jika dia hanya akan membawa petaka untuk sekolahku?"
"Tergantung dari sikapmu padanya. jika kau berniat menjadikan nya musuh maka sekolahmu akan mendekati jurang kehancuran. begitu juga sebalik nya, jika kau mampu membuat hubungan baik dengan nya maka sekolah mu akan jadi lebih Maju kedepan nya. Kekuatan gadis itu dari awal sudah luar biasa, bakat nya tidak main-main. apa kau sudah bertemu dengan nya? kau harusnya tau tingkat kekuatan gadis itu jika sudah melihat nya."
Tingkatan Yifan saat ini berada di tahap Dewa, begitu juga dengan kepala sekolah academy ignis. meski hubungan kedua sekolah ini tidak baik, tapi hubungan dua kepala sekolah dengan kaisar tidak begitu buruk. tak jarang juga mereka bertiga menggelar pesta sendiri untuk menghilangkan kebosanan. jadi bisa dibilang hubungan mereka bertiga sudah sangat dekat.
"belum, tapi aku akan melihatnya besok. Karena kau sudah bicara seperti itu maka aku akan pulang. besok ujian masih berlangsung, tidak baik jika seorang kepala sekolah seperti ku malah bepergian seperti ini. lain kali jika ingin mengenalkan ku pada seseorang maka lakukanlah dengan benar."
Yifan berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah pintu ruangan. Dia juga memasang ekspresi jengkel terhadap Tian.
"hahaha, kau benar-benar kesal dengan ku ya. maafkan aku, aku hanya ingin melihat ekspresi mu saja, tapi perkataan ku yang tadi adalah kebenaran. buatlah hubungan baik dengan nya. maka kau tidak akan menyesal."
Sebelum yifan keluar dari ruang tahta, dia bicara Pada tian tanpa berbalik.
"Mortem sudah mulai bergerak, mereka sudah tidak sabar rupanya. hilangnya lima desa sudah pasti ada hubungannya dengan mereka. aku takut tidak lama lagi beberapa desa juga akan menghilang. Apa langkah mu selanjutnya untuk menangani hal ini, tian?"
Setelah mendengar apa yang diucapkan Yifan, tian memasang ekspresi serius diwajahnya.
"Apa kau akan menggerakkan Siswa mu yang berada dikelas genius? atau mungkin kau akan menggerakkan 'Lima pahlawan'?"
Yifan terperangah mendengar kata "lima pahlawan". yang diucapkan tian.
"Itu urusan ku, mereka adalah murid-murid ku. Jika kau ingin meminta bantuan ku maka lakukanlah dengan benar."
brakk!
Selesai bicara, yifan langsung keluar dari ruangan dan meninggalkan tian.
__ADS_1
"hah.. Mood yifan sering berubah seperti biasa."
...