Reinkarnasi sang putri

Reinkarnasi sang putri
Istana


__ADS_3

2 Jam kemudian


ketika pintu dari ruang tungku terbuka, Wei ming dan xueyang langsung menghampiri alice yang keluar dari pintu itu.


"sudah selesai? "


wei ming bertanya pada alice.


"yap"


Alice memberikan dia botol yang berisikan 30 pil didalamnya.


ketika wei ming melihat kualitas pil nya, dia benar-benar terkejut dengan bakat yang dimiliki alice.


"Bahkan alkimia kerajaan hanya bisa membuat 5 - 10 pil setiap minggu nya.


tapi karena dia sudah rentan dimakan usia, dia sudah meninggal duluan dan bahkan belum sempat memiliki seorang murid sebagai penerus nya. kupikir aku tidak akan bisa memiliki pil tingkat 8 dan 9 ini lagi, tidak ku sangka akan menemukan nya disini.


apalagi pembuat nya hanya gadis kecil.


kau benar-benar berbakat nak."


Wei ming tidak menyangka gadis kecil ini benar-benar bisa membuat nya.


"Paman wei terlalu memuji. "


Alice hanya bisa tersenyum canggung ketika wei ming memuji nya.


"Baiklah kalau begitu, aku mohon undur diri pada kak xueyang dan paman wei. aku harus menemui temanku dan pergi ke academy terra untuk mengikuti ujian. "


alice sangat terburu-buru sekarang.


jika bukan karena kedatangan wei ming, seharusnya alice sudah ada di istana.


Wei ming menganggukkan kepala nya.


"Apa kau ingin membawa beberapa pilnya? "


"Tidak paman wei, aku sudah membuat beberapa untuk ku. "


alice menolak nya dengan sopan.


dia membuat pil itu untuk mereka berdua, didalam tadi alice sudah membuat beberapa pil untuk dirinya.


"baiklah kalau begitu, kau boleh pergi. "


"Terimakasih paman wei. "


"Dan.. kunjungilah kerajaan dives kapanpun,


kami akan menyambut mu secara pribadi..


Apalagi.. "


kata-kata wei ming berhenti di tengah pembicaraan dan membuat alice penasaran.


"ya? lanjutkan saja paman wei. "


pipi wei ming sedikit merona ketika melanjutkan,


"ehem,, apalagi.. aku memiliki anak laki-laki yang luar biasa sebagai penerusku nanti.


jadi, datanglah kapanpun.. Akan ku perkenalkan kau pada putra ku."


eh? alice membeku selama beberapa menit.


Apa paman wei bermaksud untuk menjodohkan ku dengan putra nya?


"aku akan kesana saat luang nanti, terimakasih atas undangan nya paman wei. "


Alice benar-benar tidak tertarik dengan tawarannya. tapi mungkin mereka akan berguna suatu saat nanti, jadi alice tidak ingin menolak nya.


'alice sangat berbakat di bidang alkimia dan kultivikasi. akan sangat baik jika aku bisa membuat dia menjadi menantuku. '


Setelah mengucapkan perpisahan pada wei ming dan xueyang, alice langsung melakukan perjalanan menuju istana.


"Kau sudah membuat pilnya? "


Xiyue tiba-tiba muncul entah darimana.


"yap.. persiapan itu penting.. aku sudah membuat beberapa pil yang akan berguna.


Saat sampai disana, kau harus bersembunyi lagi. Aku ingin menghindari kekacauan yang tidak perlu. "


alice mengingat kan beberapa hal pada xiyue.


"okeoke aku mengerti. "

__ADS_1


xiyue sepertinya ingin mengikuti alice masuk ke istana.


 


Setelah beberapa waktu mereka berjalan, mereka akhirnya sampai didepan gerbang istana dan menghampiri penjaga gerbang.


"aku ingin bertemu pangeran Roland.


bilang padanya alice datang berkunjung. "


Alice sebenarnya ingin langsung masuk, sangat menyebalkan seseorang seperti dirinya harus melewati penjaga gerbang agar diperbolehkan masuk.


Salah satu penjaga itu berlari ke dalam dan menyampaikan pesan nya pada pengawal pribadi pangeran.


"aku mengerti, bilang padanya untuk menunggu sebentar. kami akan menyambut nya. "


"Baik, kapten Roy. "


penjaga itu langsung berlari keluar gerbang untuk menyampaikan pesan nya pada alice.


"Siapa roy? "


Roland keluar dari kamar nya dan menghampiri roy yang berada ditaman bersama stella.


"Alice sudah tiba di gerbang, baru saja kami ingin memanggilmu untuk menyambutnya. "


Stella menjawab sambil tersenyum manis.


mendengar hal itu membuat roland bersemangat,


"benarkah? Ayo cepat! kita harus segera menyambut nya. "


Karena roland sudah berlari duluan, Roy dan stella hanya bisa menggeleng kan kepala..


"Dia sangat bersemangat.. "


Stella hanya tersenyum melihat hal ini.


Benar saja, ketika mereka bertiga pergi ke gerbang.. mereka melihat gadis kecil yang sudah menunggu nya. itu alice,


"Alice.. kau datang "


pangeran tampak bersemangat dengan kedatangan alice.


"Tentu, aku sudah berjanji padamu.. "


"Masuklah.. "


"kurasa aku harus menyapa Yang mulia kaisar terlebih dahulu? "


mengingat tujuan alice kesini untuk adiknya, dia rasa dia harus memberi salam pada sang kaisar.


"Tidak perlu, ayah sedang tidak ada diistana."


Roland menariknya untuk kamar adiknya.


"Ohh.. "


Alice hanya bisa pasrah ketika roland yang bersemangat sedang menarik tangannya.


Roy dan stella yang melihat ini membuat mereka tertawa kecil.


"anak-anak akan tumbuh dewasa seiring berjalannya waktu. "


Roland membawa alice masuk ke kamar adiknya, disana dia melihat gadis kecil yang seumuran dengan nya sedang terbaring lemah di tempat tidur.


Roland berjalan ke samping adiknya dan memegang tangan nya yang kecil,


"Dia sudah seperti ini sejak setahun lalu,


ibu sudah meninggal saat melahirkan nya..


hanya aku, roy dan stella lah yang selalu bersama dengan nya. ayah selalu sibuk dengan urusan kerajaan, tapi ketika melihat nya terbaring lemah seperti ini.. membuat ayah merasa bersalah karena jarang menemani dia. Maka dari itu.. kumohon..jika kau bisa menyembuhkan nya sembuhkan dia.. aku akan melakukan apapun demi dirinya."


Alice menepuk pelan pundak roland,


"Aku akan berusaha semampuku, tapi aku tidak bisa berjanji sepenuhnya.. "


Roland mengangguk pelan dan tersenyum.


Alice memandangi tubuh adiknya dari atas hingga bawah, Lalu tatapan nya berhenti pada dantian nya.


"Apa adikmu memiliki inti sihir air?"


Alice bertanya pada roland disamping.


Roland membeku, dia tidak menyangka alice akan mengetahui nya hanya dalam sekali lihat. bahkan mereka pun mengetahui hal itu karena menggunakan kristal sihir.

__ADS_1


"ya, bagaimana kau tau? "


"Adikmu.. dia.. bukan terkena penyakit...


dia terkena 'pembekuan'.


jika tebakanku benar.. dia menemukan sebuah buku yang berisikan tentang cara mengevolusi sihir air menjadi sihir es.


Karena tidak memiliki pengalaman dan tidak diawasi oleh seorang ahli, dia yang saat itu masih kecil dan sangat penasaran.. mulai mencoba tata cara yang dia lihat dibuku.


Tapi karena dia masih labil, kurasa dia berhenti di tengah jalan dan malah membuat inti sihir nya tidak stabil. sihir es yang setengah matang itu pun mulai menempel di dantian nya dan menjalar ke atas. jika jantung dia tertutup es sepenuhnya maka dia tidak akan selamat. "


Roland yang mendengar itu kini membeku,


antara takjub dan takut.. dia kagum dengan analisis alice sekaligus takut jika adiknya tidak akan selamat.


"La.. lalu apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan nya? "


Roland menggengam erat tangan adiknya dengan sedikit gemetar.


"Aku memiliki sebuah cara, kau tunggu lah disini. aku akan meminta kak Stella untuk mencarikan bahan yang kubutuhkan. "


Ketika alice ingin melangkah keluar, dia mendengar roland mengatakan sesuatu.


"Ruin.. "


Alice terkejut, dia langsung membalikkan badannya dan melihat roland.


"a.. apa? "


"Nama adikku.. Ruin.. "


Roland tersenyum lembut sambil menatap alice.


Melihat roland yang tersenyum, alice tersenyum lembut dan mengangguk,


"Nama yang Bagus.. "


Sekali lagi, alice melangkah keluar dan menghampiri stella yang sedang bersama Roy.


melihat alice keluar dari kamar, stella menghampiri nya.


"Bagaimana keadaan nya? "


Stella bertanya dengan cemas,


"cukup buruk,, aku membutuhkan beberapa bahan untuk menyembuhkan nya.. "


"katakan saja, kami akan mencarikan nya."


"Rumput Salju dan Gingseng Seribu tahun."


Stella dan roy diam sejenak ketika mendengar bahan itu, kedua cukup sulit didapat.


tapi mengingat kedua bahan itu mampu menyembuhkan Ruin, mereka akan menyanggupi nya sebisa mungkin.


"Roy, kau pergi ke hutan Utara.. aku yakin disana akan ada dua bahannya. "


roy mengangguk, dia segera pergi setelah diisyaratkan oleh stella.


setelah roy pergi, kini stella menatap alice.


Dia tersenyum dan mengucapkan,


"Terimakasih. "


melihat stella yang tersenyum lembut, alice sangat terpana dengan kecantikan nya.



'kak stella mirip seperti seorang dewi yang lemah lembut. '


"Simpan terimakasih nya nanti disaat aku sudah menyembuhkan nya. "


Alice mengedipkan sebelah matanya pada stella.


mereka berdua sedikit berbincang-bincang sambil menunggu roy kembali.


Note :


Baca novel lainnya dari author :


- Kamu tetaplah suami ku


terimakasih ~


__ADS_1


__ADS_2