
July membaca mantra dan mengeluarkan sihir terkuat nya untuk mengalahkan alice. dia tau, jika dia tidak mengeluarkan nya sekarang dia pasti akan kalah.
"brengsek! akulah yang akan menjadi pemenang nya!"
july mengarahkan petir nya pada alice yang sedang berada di udara. hal itu pula lah yang menguntungkan july karena Petir nya berasal dari langit.
langit bergemuruh, Tiba-tiba sekelebat sihir kuat pergi menuju ketempat alice yang tengah berdiri di udara. Alice menyadari jika petir itu mengincar dirinya dari balik awan beberapa saat yang lalu.
ketika petir itu sudah sangat dekat dengannya, alice kemudian menghilang lagi entah kemana dan membuat july kebingungan.
"Nona july, awas dibelakang mu!!"
mendengar peringatan bawahan nya membuat july waspada dan melihat kebelakang nya.
tapi sebelum dia melihat kebelakang, dia sudah terjatuh dan pingsan di bawah.
BRUKK!!
suasana hening sesaat sebelum seseorang memecah keheningan.
"A-apa? bukankah ini cara yang sama untuk mengalahkan peringkat emas waktu itu?"
"b-bagaimana bisa! apa kau lihat? bagaimana bisa dia secepat itu?"
Meski july sudah jatuh pingsan, alice masih berdiri didekat july dan tidak bergeming sedikitpun.
JEDARRR!!!
"Aahhhh"
Banyak dari penonton yang berteriak kaget saat ada petir menyambar ke lapangan ditempat alice dan july berada.
__ADS_1
ketika mereka melihat kedepan, July yang sudah jatuh pingsan kini jadi menghitam! bahkan beberapa saat sebelum petir menyambar, alice sudah berdiri disamping shera.
"Jangan-jangan dia tersambar petir nya sendiri?"
"L-luar biasa, bukan hanya bisa mengalahkannya. tapi dia juga membuat july merasakan serangan sihir nya sendiri!"
"haha, benar-benar memalukan! Padahal aku sudah mengira kalau July akan menang. tapi ternyata aku salah."
"kau benar. Gadis itu bisa masuk ke kelas genius karena dia punya kemampuan! pengendalian sihir angin nya sangat luar biasa! bahkan aku sempat mengira dia bisa terbang!"
Banyak murid dari kelas Biasa hanya bisa diam saat july dikalahkan telak oleh alice. sedangkan beberapa murid yang menjadi dukungan alice langsung bersorak gembira atas kemenangan nya.
"haha,, kerja Bagus! sudah kuduga dia kuat."
"Benar-benar luar biasa! bahkan aku merasa kalau july benar-benar lemah!"
"hahaha..!"
"Lalu apa yang akan kau lakukan padanya, alice?"
shera tidak begitu memperdulikan july. kemenangan alice saja sudah cukup membuat shera bahagia. tapi tetap saja, july harus membayarnya karena sudah berani mengusik ketenangan alice.
"Karena dia pingsan,mau bagaimana lagi. Hukuman nya akan berjalan besok, jika dia menolak maka dia akan merasakan sesuatu yang lebih memalukan lagi."
"haha, seperti yang aku harapkan dari mu, alice. kau benar-benar gadis kecil yang menakutkan."
...
Disisi lain, tidak jauh dari lapangan ada beberapa orang yang juga mengawasi pertandingan tadi.
"ohh, gadis itu benar-benar luar biasa! pengendalian sihir nya begitu menakjubkan mengingat usianya yang masih di bawah 17 tahun."
__ADS_1
"oh apa kau tertarik padanya, kurata?"
"Sedikit. aku yakin dia adalah genius yang hebat. Aku jadi ingin berteman dengan nya. bagaimana dengan mu, Maya? apa kau sudah menemukan kandidat mu?"
"sudah. gadis es yang kemarin membuat ku tertarik."
"Kalian berdua enak sekali! Bahkan aku belum mendapatkan kandidat ku!"
"bersabarlah max. kau adalah seorang ahli beladiri. cukup sulit untuk menemukan nya."
"Sepertinya kalian berlima cukup bersemangat. lalu, bagaimana pendapat kalian tentang Gadis angin yang tadi?"
"Menurut ku dia cukup hebat. apalagi usianya masih sangat kecil. kalau tidak salah namanya.. alice, ya kan?"
"ya, kurasa begitu. Memangnya kenapa, kepala sekolah?"
"Bukan apa-apa."
Sebenarnya Yifan sudah menetapkan alice sebagai pemimpin lima pahlawan generasi selanjutnya. Tapi, dia merasa kalau sekarang bukanlah saat yang tepat untuk mengatakan nya.
"Luo, pergilah sekarang. kau adalah wali kelas dari kelas genius. sudah saatnya mereka memulai pelajaran."
"baik, kepala sekolah."
mendengar perintah dari Yifan, Luo langsung pergi menuju lapangan dan menyuruh semua murid agar masuk ke kelas mereka masing-masing.
setelah Luo pergi, Yifan menatap kelima murid elite yang dia punya dan berbicara dengan serius.
"Aku punya tugas untuk kalian berlima. Kalian sudah dengar desa yang akhir-akhir ini menghilang bukan? selidiki hal itu! Ku dengar akan ada tanda-tanda sebelum desa itu menghilang. kalian harus menemukan cara untuk mencegah hilangnya desa! aku tidak ingin ada desa yang menghilang lagi. pergilah ke desa tetangga disalah satu desa yang menghilang. aku yakin kalian akan menemukan petunjuk."
Setelah mendengar tugas dari Yifan, mereka berlima serempak mengangguk dan pergi.
__ADS_1
"Hah.. kuharap tidak akan ada lagi desa yang menghilang.."