
PAGI HARI
Alice bangun dipagi hari dengan wajah puas yang terpancar diwajahnya. Dia senang karena bisa tidur dengan tenang malam itu. setelah bangun tidur, alice kemudian mandi dan bersiap untuk berangkat. tidak lupa juga dia memotong rambutnya yang sangat panjang itu. setelah dipotong, Rambut alice kini panjang nya sepinggang seperi biasa.
setelah semua persiapan selesai, dia Keluar dari kamar dan menuju meja bundar dimana para tetua tengah berkumpul. padahal dulu sebelum mereka bertemu alice, mereka sangat jarang berkumpul karena kesibukan masing-masing. tapi setelah bertemu alice, mereka jadi sering berkumpul untuk mendiskusikan gadis itu bersama-sama.
"hormat pada guru dan tetua."
Alice bersikap hormat didepan gurunya seperti biasa. itu sudah menjadi kebiasaan nya untuk bersikap sopan pada guru pribadi nya.
"kau ingin berangkat kan? Lebih baik untuk menutupi kekuatan mu dengan benar. Guru-guru disana Rata-rata berperingkat legenda, jadi mereka tidaklah lebih kuat darimu. tapi kau masih harus tetap belajar. kekuatan mu memang setara dengan kami tapi pengetahuan dasar mu masih sangat kurang dibandingkan anak seusiamu. Jangan khawatir, pangeran juga ada disana. aku yakin dia akan membantu mu ketika kau berada dalam kesulitan."
oh? Jadi Roland ada di academy terra juga? kupikir dia akan pergi ke academy ignis.
"Aku mengerti."
Alba kemudian menjelaskan beberapa hal pada alice, terutama pembagian Kelas nya. Kelas terbagi menjadi 2, kelas biasa dan kelas genius. Jika poin ujian masuk mu diatas 300 poin maka kau akan di masukkan ke kelas genius. Tak banyak siswa yang bisa masuk ke kelas genius. Kebanyakan para murid berbakat pasti ingin masuk academy ignis dan yang tidak lolos terpaksa mendaftar di academy terra.
'perselisihan antar sekolah ya? Di dunia ku yang dulu aku selalu menjadi pusat perhatian seluruh sekolah. bukan hanya karena Posisi ku, tapi juga karena bakat ku juga sangat langka saat itu. Jadi wajar jika para guru dan pria selalu memuji diriku. tapi mereka hanya penjilat yang merasa akan mendapat keuntungan jika mereka memuji diriku. mengingat hal itu hanya membuat ku muak."
Setelah alice mengerti sistem yang berjalan di academy terra, dia berangkat sendiri tanpa mengendarai apapun. Alih-alih memilih kendaraan, alice malah berjalan kaki menuju academy. dia tidak ingin menarik perhatian. terlalu merepotkan!
__ADS_1
"Xiyue akan menunggu ujian ku selesai dan mengawasi ku dari jauh, Aku juga telah memilih untuk tinggal di asrama academy daripada pulang pergi dari paviliun ke academy. ku harap disana aku bisa menambah pengetahuan dasarku."
Jarak dari Paviliun ke academy tidak terlalu jauh, cukup berjalan selama setengah jam dan kau akan sampai di sana.
setelah alice berjalan selama setengah jam, dia sampai di sebuah bangunan yang sangat besar. para siswa berlalu lalang keluar masuk dari bangunan ini. sepertinya banyak murid yang ingin mengikuti ujian masuk. bahkan anak-anak juga tidak sedikit yang berada disini. Batas usia yang diperbolehkan mengikuti ujian masuk minimal 7-16 tahun.
Setelah bertanya pada salah satu murid, alice langsung menuju ketempat yang diarahkan untuk mendaftar ujian masuk. Tak lama kemudian dia memasuki ruangan dengan Sebuah bola kristal besar di dalamnya.
beberapa murid tampak nya sangat fokus melihat ke arah murid yang berada di depan kristal besar itu.
"Kristal itu akan mengukur kekuatan mu. ini adalah Ujian masuk yang kedua. untuk ujian yang pertama kau harus menjawab beberapa pertanyaan tertulis. dan ujian terakhir yaitu ujian antar individual."
Tiba-tiba saja seorang pria berusia 16 tahunan bicara dari samping nya. Alice terkejut dan menengok kearah samping. Setelah tau kalau dia adalah orang yang dikenalnya alice langsung menurunkan sedikit penjagaan nya.
"pria mesum...?!"
Roland yang sangat bersemangat langsung bersedih tanpa suara ketika disebut sebagai 'pria mesum'. tapi bayangkan saja, pria mana yang mau dicap sebagai pria mesum secara tiba-tiba..?
"sudah kubilang 'kupikir itu pria mesum'! itu bukan berarti aku menghina mu dengan sebutan itu kak!"
Kesalahpahaman lebih lanjut hanya akan membuat nya kesal.
__ADS_1
"ohh salah paham, haha aku juga minta maaf karena mengagetkan mu alice. Ehem, kau ingin mengikuti ujian masuk kan? ikut dengan ku, aku akan membawamu ke tempat ujian pertama."
alice menyetujui tawaran roland, lagipula dia tidak tau tempat ujian masuknya. alice tidak ingin menjadi orang bodoh yang tersesat karena tidak tau tempat ujian masuk nya.
"Apa-apaan tatapan mereka? kenapa mereka melihat ku seperti itu?"
Ketika alice berjalan dibelakang roland, para gadis dan pria mulai memperhatikan nya dan menatapnya. apalagi para gadis menatap ku dengan tatapan yang tajam.
"siapa gadis itu? kenapa dia bersama pangeran? "
"entahlah? aku juga baru melihat nya. "
"apa dia murid baru? Atau jangan-jangan dia tunangan pangeran? "
"mustahil! Lihatlah pakaian gadis itu! dia seperti nya hanya gadis biasa! bagaimana mana mungkin dia bisa disandingkan dengan pangeran roland!"
"di benar! mungkin pangeran hanya menolong gadis itu sama seperti dia yang pernah menolong ku! Pangeran roland sangat baik hati. selain itu dia sangat tampan dan berbakat! bagaimana mana mungkin gadis sepertinya tunangan pangeran! "
eh?? Jika dipikir-pikir lagi, kak roland memang Tetap seorang Pangeran! sial aku melupakan hal itu! ahh hentikan! jangan menggosipi aku seperti itu!
para gadis dan pria yang bergosip tentang alice sudah pasti terdengar ditelinga alice yang tajam setajam binatang buas. selain telinga nya yang tajam, mata dan penciuman nya juga sangat tajam. dia bisa melihat kalau para gadis benar-benar menatap alice dengan tatapan Iri dan kesal.
__ADS_1
'huh! Dasar fanatik! tidak bisa mendapatkan Roland tapi malah memberikan tatapan mengancam pada seorang gadis yang dekat dengan nya? huh! majulah jika kalian berani membuli ku! berdoalah agar kalian bisa melihat matahari lagi esok hari! '
alice melanjutkan langkah kaki nya dan pergi ketempat ujian pertama.