Reinkarnasi sang putri

Reinkarnasi sang putri
kekuatan untuk bertahan


__ADS_3

"bagaimana mungkin Tian bisa menemukan Berlian seperti ini? tunggu, jika aku bisa menjalin hubungan baik dengannya, Dia pasti bisa mengalahkan 'Lima pahlawan' dari academy ignis."


Yifan begitu semangat Dengan kedatangan alice. Dia tidak menyangka akan ada seorang gadis yang kekuatan nya mampu menyamai nya.


Di arena, sorak sorai penonton langsung memeriahkan seluruh arena. mereka terkagum-kagum dengan kemampuan alice yang mampu mengalahkan seseorang yang berada di tingkat emas tanpa menggunakan sihir apapun.


"Apa dia seorang ahli beladiri? jika memang iya, maka dia tidak bisa diremehkan. kudengar seribu tahun yang lalu ada seorang ahli beladiri yang mampu bertarung dengan naga kekacauan hingga detik terakhir!"


"eh? apa kau serius? Bertarung dengan naga sampai detik terakhir? tanpa menggunakan sihir apapun?"


"iya! dia hanya menggunakan teknik beladiri dan mengalir kan energi 'ki' kedalam pedangnya!"


"Kudengar pedang nya menghilang setelah perang itu terjadi kan? keturunan nya ingin mewarisi pedang itu tapi sayangnya pedang itu hilang ntah kemana."


"Sayang sekali, padahal pedang itu sangat tajam lebih dari pedang apapun didunia ini."


Banyak dari mereka yang kagum dengan kemampuan alice tapi tak sedikit juga yang membenci nya. Mereka Bahkan menatap alice dengan tatapan kebencian yang tidak mereka tutupi.


'huh, mereka sengaja tidak menutupi kebencian mereka agar aku terintimidasi oleh kalian. tapi sayangnya kalian salah orang kali ini. Aku tidak akan mengganggu kalian jika kalian tidak mengganggu ku. tapi jika kalian berani menyakiti ku maka jangan salahkan aku jika kalian tidak bisa melihat matahari lagi esok hari.'


Alice lebih memilih untuk tidak membuat masalah, bagaimana pun juga dia adalah murid pribadi Osiris. jika Dia membuat onar maka Guru nya pun akan ikut terkena masalah.


"ah.. ehem. Pemenang nya adalah alice! selamat, kau diterima oleh academy! Untuk penerimaan kelasnya, tunggu saja di penginapan mu nanti akan ada yang mengantarkan surat penerimaan mu sekaligus penempatan kelasmu."

__ADS_1


Alice mengangguk paham dan berjalan keluar arena. dia duduk di tempat semula dan mendengar teriakan heboh dari sampingnya.


"ahhhh alice!! tak kusangka kau sekuat itu! bahkan tanpa menggunakan sihir kau mampu mengalahkan peringkat emas!"


Seperti yang alice duga, teriakan berisik itu berasal dari shera. Dia langsung berteriak dan memeluk alice saat itu juga. Alice bahkan berusaha keras untuk terlepas dari pelukan nya itu.


"Lepaskan aku, shera."


alice menatap shera dengan wajah dingin.


melihat alice yang sangat kesal, shera langsung melepaskan pelukannya dan duduk disamping alice.


"haha, maafkan aku,, aku hanya terlalu senang dan bersemangat."


"Nomor 77 dan nomor 56 silahkan maju kedepan."


shera berdiri dan melangkah maju kedepan.


"sekarang giliran ku. semoga saja aku bisa mengalahkan nya dan masuk ke kelas yang sama dengan mu."


Alice tidak menjawab, tapi entah kenapa dilubuk hati nya yang paling dalam dia juga menginginkan hal itu. ini pertama kalinya dia mendapatkan teman sesama perempuan. selain Ruin tentu nya.


Diarena, Shera sudah bersiap untuk bertanding begitu juga dengan lawan nya.

__ADS_1


"Mulai!"


Lawannya adalah seorang pria dengan sihir api sekaligus berperingkat emas Bintang 2. sedangkan Shera, dia memiliki sihir air dan berada ditingkat emas Bintang 1. setelah mendengar kata "mulai",mereka langsung mengeluarkan sihir masing-masing dan bersiap untuk menyerang.


"huh, hanya sihir air. lebih baik kau menyerah saja. sihir api ku lebih kuat dari sihir mu."


Pria itu menatap remeh shera dan sihirnya. tapi karena keteguhan hati shera cukup kuat, dia tidak terintimidasi oleh pria itu.


"Dalam mimpimu!"


shera mengeluarkan sihir 'Bulan air' yang membuat serangan sihir itu sekuat Pedang meski hanya terbuat dari air. tapi pria itu bisa menghindar sekaligus memberi serangan balasan pada Shera.


kali ini pria itu membuat sebuah bola api besar yang membuat sekitar arena terasa panas.


"ku-kuat sekali! bahkan panasnya terasa sampai sini!"


"apa yang akan dilakukan gadis itu? kurasa tak ada cara untuk menghindari serangan nya."


"kau benar, gadis itu ditakdirkan untuk kalah. sayang sekali."


Tak sedikit penonton yang kagum dengan sihir yang dikeluarkan pria itu. Bahkan alice sedikit khawatir dengan posisi shera.


'apa yang akan kau lakukan.. shera?'

__ADS_1


..


__ADS_2