
Setelah kedatangan Luo, Semua murid langsung bergegas masuk ke kelas mereka masing-masing.
Dikelas Genius
Di dalam kelas, Luo memperkenalkan dirinya sebagai wali kelas dari kelas genius.
"Aku Luo, aku adalah wali kelas kalian mulai sekarang. Dan Sebenarnya pangeran Roland berada di kelas ini juga tapi saat ini dia sedang ada urusan dengan Kerajaannya. jadi dia diharuskan untuk pulang."
'ohh.. itu sebabnya dia tidak kelihatan sejak kemarin.'
alice bersyukur karena tidak bertemu dengan roland. Kedekatan nya dengan roland hanya membuat alice sakit kepala.
"Baiklah, Kita akan memulai pelajaran. sekarang keluarlah dan berkumpul di hutan belakang sekolah."
"ehhh?"
para murid kebingungan dengan Apa yang dikatakan Luo.
salah seorang murid mengangkat tangannya dan bertanya pada Luo.
"Master Luo, kenapa kita harus ke hutan? bukankah kita ingin memulai pelajaran?"
Luo yang sudah menduga hal itu langsung menjawab dengan santai,
"Tentu saja kita akan belajar. Kalian ingat kan kalian berada dimana? kalian berada dikelas genius bukan? tentu saja pembelajaran nya juga berbeda. murid-murid genius seperti kalian lebih pantas belajar langsung daripada belajar teori."
mendengar jawaban dari Luo membuat seluruh murid dikelas jadi sangat senang. mereka tidak diharuskan belajar teori lagi, melainkan langsung mempraktekkan pelajaran yang akan mereka pelajari.
Luo, alice, shera, dan seluruh murid dikelas genius langsung pergi menuju hutan yang terletak dibelakang sekolah. sesampainya disana, Luo langsung menjelaskan hal yang harus dilakukan oleh mereka.
"Dengar dan perhatikan aku baik-baik."
Luo membaca mantra sihir, dan tak lama kemudian dibawah kakinya terlihat lingkaran sihir. bukan hanya itu, didalam lingkaran sihir itu perlahan-lahan muncul sesosok Serigala Api yang cukup ganas.
__ADS_1
munculnya serigala api yang tidak terduga, membuat semua murid jadi sangat waspada dengan serangan serigala itu.
"Tidak perlu takut, dia adalah spirit beast ku."
Setelah mereka tau kalau serigala itu adalah spirit beast Luo, semua murid langsung menurunkan penjagaan mereka dan bersikap santai.
"Seperti yang kalian tau, spirit beast adalah hewan akan menjadi teman seperjuangan kalian saat berada di medan perang atau pertarungan. Setelah melakukan kontrak, Nyawa mereka ada ditangan kalian. jika kalian mati maka spirit beast juga akan mati. tapi sebaliknya, jika spirit beast mati, kalian tidak akan mati. sampai sini apa kalian paham?"
"paham, master Luo."
Luo melanjutkan,
"Lalu tugas pertama kalian adalah mencari spirit beast kalian sendiri. setiap manusia bisa membuat kontrak dengan hewan sebanyak 3. tapi, merawat satu hewan spirit bukanlah hal yang mudah. Lalu setelah kalian mendapatkan spirit beast, kalian harus belajar merawat spirit beast yang kalian punya terlebih dahulu. pergilah kedalam hutan. dan temukan spirit beast kalian sendiri! hutan ini Jarang dimasuki oleh siapapun, tak terkecuali kepala sekolah. tidak ada yang tau bahaya apa yang menunggu kalian didalam hutan. Jadi, gunakan sinyal ini jika kalian berada dalam bahaya."
Luo memberikan sebuah sinyal kepada masing-masing murid. Dan sinyal itu harus digunakan saat mereka dalam keadaan darurat saja.
Setelah selesai memberikan penjelasan, para murid langsung memasuki hutan dengan berlari. Diantara mereka ada yang berkelompok, berdua, dan ada juga yang sendiri. karena alice memiliki shera, jadi mereka berdua memasuki hutan bersama-sama.
Alice dan shera memasang telinga mereka baik-baik agar bisa mendengarkan asal dimana suara hewan berada. tapi selain menggunakan telinga, alice juga menggunakan aura nya untuk merasakan aura kuat dari hewan buas.
ketika alice sedang menggunakan aura nya untuk menelusuri kedalam hutan, dia merasa ada yang aneh di dalam sana.
"Ada apa alice? kenapa kau memasang wajah seperti itu?"
Shera bisa melihat kalau alice sedang kebingungan.
"Aku merasa ada yang aneh didalam sana. Jauh didalam hutan.. aku merasa kalau beberapa hewan buas sedang berkumpul. tapi anehnya, mereka tidak bertengkar."
Seperti namanya, hewan buas adalah hewan yang tidak Begitu dekat dengan manusia. bukan hanya manusia, bahkan sesama hewan buas mereka tidak akan bisa akrab apapun alasannya. jadi bagaimana bisa mereka berkumpul tanpa aura membunuh sedikitpun?
"Lalu apa kau ingin melihat nya?"
Shera bertanya pada alice sambil tersenyum.
__ADS_1
"eh? apa kau tidak apa? Aku bahkan tidak bisa menjamin keselamatan mu."
"tidak apa-apa. aku bisa menjaga diriku. lagipula aku juga penasaran kenapa hewan buas berkumpul ditempat yang sama dan tidak bertengkar."
Alice awalnya sedikit ragu, tapi karena Shera sangat yakin pada dirinya sendiri alice tidak memiliki alasan untuk menolak nya.
"baiklah, ikuti aku."
Shera mengikuti alice dari belakang, mereka sedang menuju kedalam hutan yang lebih dalam lagi. kecepatan Alice memang tidak diragukan lagi, dia benar-benar bisa berlari dengan begitu cepat bahkan tanpa menggunakan sihir angin nya. Tapi alice sedikit terkejut melihat shera yang berusaha keras untuk mengimbangi kecepatan alice agar tidak tertinggal.
"hoo.. dia boleh juga.."
Alice sedikit kagum dengan kekuatan yang dimiliki oleh shera. benar-benar seorang genius.
ketika mereka sudah cukup jauh masuk kedalam hutan, akhirnya mereka berhenti ketika mereka melihat sesuatu yang mengejutkan didepan mereka.
"I-itu.."
Shera terpana dengan apa yang dia lihat dimata kepalanya sendiri saat ini.
"Luar biasa.. dia juga begitu cantik. tidak salah lagi, dia adalah seorang Elf."
'Tapi kenapa dia ada disini? bukankah ini negara manusia?'
Alice juga cukup terpana pada seorang elf yang berdiri didepan nya.
Gadis Elf itu menengok ke samping karena mendengar Ada yang berlari kearah nya.
"Siapa?"
...
__ADS_1