
Sore Hari
Ujian ketiga sudah berakhir. Para murid dan siswa Pulang ke tempat mereka masing-masing, begitu juga dengan alice. dia pulang ke penginapan nya dan menunggu surat penerimaan dan penempatan kelas dari sekolah.
Malam Hari
ketika alice sedang duduk termenung memikirkan pertandingan tadi, tiba-tiba seekor burung gagak Terbang ke jendela nya dan memberi nya surat.
"Penerimaan murid academy Terra kah? aku penasaran dikelas mana aku akan ditempatkan. terimakasih Gagak, kembalilah."
Sebenarnya alice cukup bersahabat dengan hewan. Alice merasa hanya hewan lah yang lebih memiliki perasaan daripada manusia. mungkin itu sebabnya dia juga merasa iba pada Xiyue yang terperangkap didalam goa saat itu.
Alice membuka surat itu dan membaca nya. setelah membaca isi nya, alice tersenyum dan menutup jendela kamarnya.
"tidak kusangka aku akan ditempatkan dikelas genius oleh kepala sekolah. Aku jadi bersemangat untuk sekolah besok."
setelah menutup jendela kamarnya, dia kemudian berbaring di kasur dan menutup matanya.
'oh iya, aku belum melihat xiyue dari kemarin. kuharap dia baik-baik saja.'
Pagi Hari
Ini adalah hari terakhir nya berada di penginapan. mulai pagi ini, dia akan tinggal di asrama academy. alice mengemasi barang-barangnya dan bersiap pergi ke sekolah.
"ohh pagi nona, sepertinya kau sudah berkemas, Aku sedikit sedih karena kau harus pergi tapi selamat atas penerimaan mu."
sapa seorang wanita paruh baya yang berada di lantai bawah.
"ah bibi, terimakasih atas sewa penginapan nya. Mulai hari ini aku akan tinggal di academy."
"Haha, berhati-hatilah nak."
"Baik bi."
Alice keluar dari penginapan dan pergi menuju academy. sebelum berangkat tadi, alice juga sempat menulis surat dan mengirimnya ke Osiris. alice berharap agar Osiris tidak khawatir padanya karena sudah diterima oleh academy.
Jarak antara penginapan dan academy tidak jauh. hanya perlu beberapa menit untuk sampai kesana. tapi didepan academy ada banyak murid berdiri di depan sebuah.. tembok?
"mereka tengah melihat mading. Mereka ingin tau MVP tahun ini dan beberapa orang genius yang masuk kedalam peringkat 10 besar."
__ADS_1
Suara yang tidak asing tiba-tiba muncul disamping nya. benar saja, itu adalah shera. alice melihat kesamping dan bertanya pada nya.
"Lalu MVP itu apa?"
mereka berdua berjalan menuju mading sambil menjelaskan tentang mvp.
"mvp adalah seorang Siswa genius terhebat yang dipilih oleh para pengawas. Biasanya, mvp akan menjadi kandidat atau calon dari pemimpin 'lima pahlawan' generasi selanjutnya. mvp 5 tahun yang lalu adalah seorang pria dengan 2 inti sihir. dikatakan dia adalah genius yang hebat. Namanya Kurata Tao. dia adalah pemimpin dari 'lima pahlawan' saat ini."
"Ohh.. lalu, apa itu 'lima pahlawan'?"
Alice belum mendengar hal ini dari Roland.
"Seperti namanya. mereka adalah lima pahlawan genius yang berasal dari academy terra. yah meskipun academy ignis juga memiliki lima pahlawan yang lebih hebat dari academy terra."
"ohh.. bahkan kurata yang memiliki 2 inti sihir juga dikalahkan?"
"emm...begitulah. para siswa di Academy ignis lebih hebat dari yang kau bayangkan. mereka adalah murid genius dari para murid genius lainnya."
Alice sudah mengerti sedikit tentang keadaan academy terra. meski academy ini dikenal dengan reputasi nya yang memiliki cukup banyak murid, tapi permasalahan internal mereka dengan academy ignis tidak bisa dipandang rendah.
Alice dan shera berjalan ke Mading untuk melihat mvp dan peringkat 10 besarnya. Shera terlihat sangat senang ketika dia melihat namanya ada diurutan ke -3 dari Peringkat 10 besar.
Alice juga senang melihat shera yang sedang senang.
tapi kesenangan shera tidak bertahan lama, shera terlihat begitu kecewa ketika dia tidak melihat nama alice didaftar peringkat 10 besar.
"Mata mereka buta ya? padahal kau begitu hebat saat itu! bagaimana bisa kau tidak mendapatkan peringkat?"
Alice terkejut, dia tidak menyangka shera akan begitu marah karena membela dirinya. padahal mereka baru saja saling mengenal.
"Sudahlah,, Bukankah itu wajar? aku tidak menunjukkan sihir apapun. jadi tidak salah jika aku tidak mendapatkan peringkat 10 besar."
Shera ingin mengatakan sesuatu, tapi dia menahan nya.
"oiya, aku ditempatkan di kelas genius. kalau kau alice?"
sebenarnya shera sudah menduga kalau alice ditempatkan dikelas biasa. apalagi dia tidak menunjukkan sihir apapun. shera takut alice akan benar-benar ditempatkan dikelas biasa.
alice tersenyum kecil,
__ADS_1
"Aku juga berada dikelas genius."
Mata shera berbinar. Jika alice masuk ke kelas genius, maka Mendapatkan peringkat atau tidak itu bukanlah masalah.
"Syukurlah.. kita akan ada dikelas yang sama."
setelah berbicara beberapa hal, mereka masuk ke kelas untuk memulai pelajaran. Tapi guru belum masuk, sepertinya pihak sekolah memberikan kami waktu untuk saling mengenal satu sama lain.
Alice dan shera berkenalan dengan 1 atau 2 murid yang berada dikelas genius. dikelas ini hanya ada sekitar 20 murid dari Ratusan siswa dikelas biasa.
ketika mereka tengah asik mengobrol, tiba-tiba saja beberapa orang memasuki kelas genius dan menghampiri alice.
Salah seorang dari mereka mendekati alice dan menggebrak meja.
BRAAKK!!
"Kau! Bagaimana bisa seorang Gadis seperti mu memasuki kelas genius! Bukankah ini tidak adil? kau bahkan tidak mengeluarkan sihir apapun saat pertandingan! kau pasti memiliki orang dalam kan dengan kepala sekolah?"
mendengar keributan ini, siswa yang berada di kelas genius tidak begitu menghiraukan nya. seperti yang diduga dari kelas genius, muridnya sangat berbeda dan dewasa.
tapi berbeda dengan orang-orang yang berada di kelas biasa. dengan rasa tamak dan iri, mereka saling mendukung untuk menjatuhkan alice.
Alice berdiri, dan menatap tajam Gadis itu,
"Lalu? apa yang kau inginkan?"
Gadis itu menggigit bibir bawahnya dan mengepal erat tangannya.
"apa kau tau? Aku adalah Anak dari Perdana menteri! aku dari keluarga meng! jika kau berani melawan ku maka jangan salahkan aku jika kau akan berada dalam masalah besar!"
Alice menjawab dengan acuh tak acuh,
"Aku tidak peduli. Katakan saja apa yang kau inginkan."
Gadis itu benar-benar Marah karena alice tidak takut pada keluarga nya.
"Sialan! Kutantang kau sekarang juga! Jika kau kalah maka kau harus keluar dari sekolah ini dan pergi ke tempat asal mu dengan telanjang!"
...
__ADS_1