
Tak terasa 4 hari sudah berlalu, hari ini adalah hari ulang tahun pangeran yang ke -11.
di pesta ini ada banyak sekali tamu yang diundang, mulai dari kerabat di dalam kerajaan maupun diluar kerajaan.
untuk menghindari perhatian publik, alice sudah lebih dulu datang ke istana dan berdiam diri di perpustakaan.
"alice, kau benar-benar tidak ingin melihat acara potong kue nya?"
stella dan roy menemani alice di perpustakaan karena merasa tidak enak.
"aku hanya ingin kue nya saja, kirim kue nya ke sini setelah acaranya selesai.
dan untuk kalian berdua,tidak perlu menemani ku disini, kalian pergilah ke sisi pangeran. aku yakin kalian sangat ingin melihat nya bukan? jangan hiraukan aku,aku lebih suka sendiri disini."
alice menjawab santai sambil membaca buku.
lagipula roy dan stella adalah pengawal pribadi pangeran. mereka pasti ingin melihat seseorang yang mereka lindungi mulai bertambah dewasa.
kalian tau bukan? contohnya seperti orang tua yang terharu melihat anaknya semakin bertambah dewasa. roy dan stella pun pasti merasakan hal itu, karena bagi mereka pangeran sudah seperti anak mereka sendiri.
"Tapi.. "
baru saja stella ingin menolak, alice sudah berbicara.
"jika kita terus berdebat disini maka acara nya akan dimulai. pergilah."
alice menggunakan tangan kanan nya untuk meminum teh yang ada dimeja,
roy dan stella mengangguk pelan dan berlutut ke alice,
"terimakasih, alice.."
mereka berdua pergi dari perpustakaan dan menuju ke arah ruangan pesta.
"Bukankah biasanya anak 7 tahun sangat suka pesta ulang tahun?"
xiyue yang entah darimana tiba-tiba saja datang berbicara.
Alice yang dengan santai nya minum teh dan baca buku menjawab pelan,
"Maaf saja tapi, jiwa wanita dewasa ku tidak tertarik untuk ikut acara anak-anak seperti itu. jika kau ingin mengikuti acara nya maka bilang saja padaku, xiyue."
__ADS_1
"aku tidak tertarik. aku lebih tertarik pada perkembangan mu. "
xiyue juga dengan santai nya duduk di pundak alice.
alice dan xiyue menghabiskan waktunya untuk membaca buku dan mempelajari hal-hal yang belum alice ketahui.
tak terasa pesta pun berlalu..
....
..
alice sedang berada di ruang kamar yang sudah disediakan kaisar.
acara nya berjalan dengan lancar sampai malam hari.
tok tok tok..
"xiyue, sembunyikan dirimu."
tanpa debat lebih lanjut, xiyue langsung pergi dan menyembunyikan diri nya.
"masuklah."
"untunglah kau belum tidur, ini aku bawakan kue yang kau minta."
roland menaruh kue nya di meja dan duduk disamping alice yang sedang membaca buku diatas ranjang.
"terimakasih."
alice tersenyum dan mengambil kue yang ada dimeja.
"bagaimana rasanya? itu dibikin oleh koki terbaik di kerajaan."
roland sangat bersemangat menanti jawaban dari alice.
"sangat enak, terimakasih.."
alice puas dengan rasanya, kue ini sangat enak dan manis.
'a.. aku masuk ke kamar gadis.. ini pertama kali nya aku masuk kamar gadis lain selain adikku.. aku juga duduk disamping alice diranjang ini.. Apa ini? kenapa aku merasa malu dan senang?'
__ADS_1
roland merasa aneh dan membuat pipinya merah merona.
alice yang menyadari sikap roland langsung memulai percakapan,
"tidurlah, hari sudah malam. aku juga ingin tidur.."
roland sempat ragu sejenak sebelum pada akhirnya mulai menjawab,
"aku.. aku dengar kau akan berada di pengasingan dalam 3 hari lagi dan keluar dari sana bisa sampai bertahun-tahun,apa itu benar?"
roland bertanya sambil menundukkan kepalanya, dia tidak berani menatap mata alice.
"itu benar.. kenapa?"
"emm.. aku tau itu untuk meningkatkan kekuatan mu, tapi.. apa kita tidak akan bertemu begitu lama?"
alice sedikit paham dengan apa yang roland rasakan, mungkin dia merasa kesepian karena tidak memiliki teman?
alice mendekati roland dan mengusap kepala nya dengan lembut.
"dengar, meski kita tidak bertemu selama bertahun-tahun.. kau harus tetap menjalankan tugas mu sebagai putra mahkota. aku akan pergi ke *pengasingan untuk meningkatkan kekuatan ku. maka dari itu aku meminta mu untuk terus berlatih agar jika nanti aku keluar dari pengasingan, kekuatan mu tidak akan terlalu jauh dibawah ku. apa kau sanggup?"
*pengasingan : pelatihan tertutup
roland melihat wajah alice yang tersenyum lembut kearahnya.
pipi roland yang sudah merona malah makin tambah merona. dia merasa malu sekaligus senang, roland mengepal erat tangan nya dan menjawab,
"Aku berjanji padamu! ketika kau keluar nanti, kekuatan ku pasti tidak akan berbeda jauh darimu.."
melihat roland yang sudah menetapkan tekadnya, dia merasa senang.
"sekarang sudah malam, kembalilah ke kamar mu.."
roland mengangguk,
"selamat malam, alice."
"selamat malam. "
roland membuka pintu kamar dan menuju ke arah kamarnya.
__ADS_1
...